Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Berawan28°CBerawanKelembapan 61%Angin 2.7 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

TransparansiIPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

TransparansiPengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

TransparansiIPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

TransparansiIPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

TransparansiAPBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Talenta Kota: Cara Memaksimalkan Smartphone Menjadi Penghasilan Tambahan
Event Terbaru

Talenta Kota: Cara Memaksimalkan Smartphone Menjadi Penghasilan Tambahan

21 Sep 2026Makassar Creative Hub Nusantara
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Rabu, 23 September 2026

Munafri Ingin Mahasiswa Elektro Hadirkan Teknologi Modern untuk Kota Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menantang mahasiswa dan lulusan teknik elektro untuk tidak hanya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui penguasaan teknologi dan inovasi. Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 yang digelar Politeknik Bosowa bersama Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026). Di hadapan mahasiswa teknik elektro dari berbagai Provinsi di Indonesia, Munafri mengapresiasi forum yang menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan bagi mahasiswa serta insan pendidikan tinggi bidang teknik elektro. Menurutnya, teknik elektro merupakan salah satu disiplin ilmu yang memiliki relevansi sangat kuat dengan perkembangan masa depan. "Kita tahu para alumni atau lulusan ataupun yang berkecimpung di dalam dunia teknik elektro ini adalah mereka yang sangat beruntung," puji Wali Kota. "Kenapa? Karena ilmu pada umumnya tidak akan pernah mati sama sekali. Ilmu ini adalah ilmu yang berbicara tentang masa lalu dan selalu berbicara tentang masa depan," sambung Munafri. Ia menyebut perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle), energi baru terbarukan, hingga teknologi digital menjadi bagian dari ruang kerja yang membutuhkan kompetensi teknik elektro. Karena itu, Munafri optimistis lulusan teknik elektro memiliki peluang yang luas untuk terserap dalam perkembangan industri sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah. Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar terbuka membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, maupun organisasi profesi dan pendidikan tinggi teknik elektro. Ia berharap kehadiran FORTEI dan perguruan tinggi teknik elektro di Makassar dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi berbasis teknologi terhadap berbagai persoalan perkotaan. "Kota ini harus dibangun secara kolaboratif dengan sisi yang harus menempatkan orang-orang tepat pada bidangnya," jelasnya. Menurut mantan CEO PSM itu, berbagai persoalan perkotaan, termasuk efisiensi energi, sistem kelistrikan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia dengan kompetensi yang tepat. Dia juga mengajak mahasiswa dan lulusan teknik elektro memanfaatkan ruang kolaborasi yang tersedia di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, salah satunya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). "Di Pemerintah Kota Makassar ada namanya BRIDA. BRIDA ini bisa menjadi tempat untuk memberikan berbagai macam akses untuk terus memberikan upgrading dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kota Makassar," tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan peluang penerapan IoT dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Appi mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar berencana mengembangkan dua greenhouse berbasis IoT pada tahun mendatang. Pengembangan tersebut, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia terampil yang mampu merancang, mengoperasikan, sekaligus mengembangkan sistem teknologi yang diterapkan. "Di Kota Makassar, tahun depan akan dibangun dua greenhouse dengan berbasis IoT. Ini dibutuhkan sarjana-sarjana terampil yang akan memastikan ini," katanya. Ia mencontohkan penerapan teknologi pertanian di Belanda yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas melalui pemanfaatan teknologi sehingga menghasilkan produktivitas pertanian yang tinggi. Menurutnya, pendekatan serupa dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik Kota Makassar, terutama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan. Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, tidak harus mengerjakan seluruh proses tersebut sendiri. Pemerintah dapat berperan sebagai pionir dan membuka ruang agar masyarakat, perguruan tinggi, serta pelaku teknologi ikut terlibat. "Kami dari pemerintah kota concern benar terhadap ini untuk tidak melakukan segalanya, tetapi menjadi pionir, pelopor untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengakses Internet of Things, khususnya di bidang pertanian," terangnya. Lebih jauh, Munafri meminta mahasiswa teknik elektro mengubah cara pandang terhadap masa depan karier. Menurutnya, lulusan teknik elektro tidak semestinya hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi pencipta lapangan kerja. Dia menilai kompetensi teknik elektro memiliki karakter spesifik yang dapat dikembangkan menjadi berbagai inovasi, produk, maupun usaha berbasis teknologi. "Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui FORTEI tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja," lanjut Munafri. Ia juga menilai peluang tersebut terbuka seiring semakin luasnya kebutuhan industri terhadap teknologi dan sistem digital. Karena itu, forum seperti Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi akademik, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata. Munafri juga membuka kesempatan kepada FORTEI dan perguruan tinggi untuk membawa berbagai konsep teknologi modern yang dapat diterapkan di Kota Makassar. Salah satu yang ditekankan adalah pengembangan sistem penerangan jalan berbasis teknologi pintar yang mampu mengatur penggunaan energi berdasarkan keberadaan kendaraan atau aktivitas di jalan. Menurutnya, inovasi semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. "Hal seperti inilah yang akan kita coba membangun. Saya ingin dari FORTEI, khususnya Universitas yang ada di Kota Makassar ini, datang kepada Pemkot membawakan konsep modern yang bisa terapkan di Kota Makassar," katanya. Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan kota. Ia menilai pertemuan dengan FORTEI dan mahasiswa teknik elektro menjadi awal dari kerja sama yang menghasilkan program konkret. "Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI," tegasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Rabu, 23 September 2026

BAZNAS Pusat Dukung Kota Makassar Jadi Prototipe Kota Filantropi Nasional, Launching November

MAKASSAR — Gagasan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menjadikan Kota Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional mendapat dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan salah satu pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, saat bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026). Saidah menyambut positif gagasan Munafri untuk mengembangkan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional. Menurutnya, gagasan tersebut perlu segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang melibatkan masyarakat secara luas. "Kami sambut baik gagasan ini. Wali Kota Pak Munafri yang menggagas Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional," ujar Saidah. BAZNAS Pusat bahkan mendorong Makassar menjadi prototipe atau percontohan gerakan filantropi yang tidak berhenti pada seremoni dan kampanye, tetapi mampu dieksekusi hingga tingkat paling bawah, yakni kelurahan dan masyarakat. Wakil Ketua PP Muslimat NU mengatakan, BAZNAS Pusat bersama BAZNAS Kota Makassar telah melakukan pembahasan awal terkait gagasan tersebut. Karena itu, tahapan selanjutnya adalah mempercepat eksekusi dengan menyiapkan rangkaian program menuju peluncuran gerakan filantropi di Makassar. "Kita saling mendukung gagasan, segera dieksekusi saja. Kita bikin Road to Philanthropy City. Rencananya akan di-launching November," katanya. Saidah menegaskan, gerakan filantropi tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan kampanye. Gerakan tersebut harus memiliki sistem kelembagaan yang mampu memastikan semangat berbagi tumbuh dan dirasakan langsung masyarakat. Salah satu instrumen yang dinilai strategis adalah memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat kelurahan. "Kita dorong BAZNAS Makassar untuk membuat institusi di tingkat kota, sampai tingkat kelurahan, yaitu UPZ. Di Kecamatan dan Kelurahan itu harus ada UPZ," jelasnya. Menurutnya, UPZ kelurahan nantinya menjadi institusi yang menampung sekaligus menggerakkan berbagai program filantropi hingga tingkat akar rumput. Dengan adanya kelembagaan tersebut, program Kota Filantropi yang digagas pemerintah kota tidak hanya berada pada level kebijakan, tetapi dapat dieksekusi langsung di tengah masyarakat. "UPZ inilah yang nanti akan mengeksekusi program-program gerakan Pak Wali yang diluncurkan. Jadi bisa dieksekusi di tingkat paling akar rumput, di tingkat masyarakat," ujarnya. Saidah juga mendorong agar gerakan filantropi di Makassar dibangun sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar aktivitas sosial yang dilakukan pada momentum tertentu. Untuk mewujudkannya, literasi filantropi dinilai perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Ia mengusulkan adanya edukasi dan praktik filantropi bagi pelajar, termasuk pengenalan tentang zakat, amil, serta mustahik. "Saya dorong membuat filantropi sebagai lifestyle. Caranya bagaimana? Membangun literasi," katanya. Menurut dia, pelajar tidak cukup hanya diberikan pemahaman secara teori. Mereka juga perlu diberi pengalaman langsung dalam menjalankan aktivitas sosial. Termasuk mengenal siapa yang disebut mustahik dan bagaimana proses penyaluran bantuan dilakukan. "Anak-anak sekolah harus diajarkan untuk mengembangkan filantropi. Mereka kita literasi, kita ajari bagaimana menjadi amil, bagaimana bertemu mustahik. Mereka sendiri yang menyerahkan bantuan kepada mustahik," tuturnya. Dengan pendekatan tersebut, kata Saidah, akan terbangun keterlibatan emosional atau engagement generasi muda terhadap gerakan filantropi. Pihak BAZNAS Pusat juga melihat adanya daerah yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan UPZ hingga tingkat pemerintahan paling bawah. Ia mengatakan, keberadaan UPZ di tingkat Kelurahan mampu menghimpun dana sosial masyarakat secara rutin yang kemudian dapat digunakan untuk membantu kebutuhan warga. Menurut Saidah, pola tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki sumber daya sosial yang dapat digunakan ketika menghadapi persoalan mendesak. Karena itu, BAZNAS Pusat mendorong Makassar untuk mengembangkan model serupa dengan menyesuaikannya terhadap karakteristik perkotaan. "Saya bilang sama Pak Ketua BAZNAS Makassar, yuk kita kembangkan Makassar ini menjadi prototipe itu," katanya. Dia menekankan, gagasan Kota Filantropi harus diterjemahkan secara utuh, mulai dari penguatan literasi, kelembagaan, hingga gerakan nyata di masyarakat. Selain membangun gerakan di tingkat masyarakat, BAZNAS Pusat juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi di Makassar untuk mengembangkan gagasan Kota Filantropi dari perspektif akademik dan intelektual. Saidah mengusulkan adanya konferensi atau forum intelektual yang melibatkan kampus-kampus di Makassar. Menurutnya, perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan, memperkaya konsep, sekaligus menguji model Kota Filantropi yang akan diterapkan. "Saya minta bekerja sama dengan kampus untuk me-launching gagasan Pak Wali di tingkat perdebatan para intelektual," imbuh dia. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan gagasan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, lintas usia dan kelompok. "Menurut saya gerakan filantropi tidak cukup jika hanya digerakkan oleh segelintir orang. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan potensi para dermawan dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan," katanya. Ia menilai, Kota Filantropi Nasional bukan sekadar slogan yang tertulis di atas kertas, melainkan sebuah gerakan sosial yang membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Appi mengatakan, potensi kebaikan di tengah masyarakat sangat besar. Karena itu, pemerintah bersama BAZNAS perlu membangun ruang dan kelembagaan yang memungkinkan setiap kelompok masyarakat ikut mengambil peran sesuai kemampuan dan caranya masing-masing. "Kita berharap akan muncul kelompok-kelompok masyarakat yang punya potensi untuk membantu masyarakat," ujarnya. Dalam konteks tersebut, Appi melihat BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara masyarakat yang ingin berbagi dan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Melalui kelembagaan BAZNAS, para dermawan dapat diberikan akses untuk menyalurkan kepeduliannya, sementara masyarakat penerima bantuan dapat dipetakan berdasarkan kebutuhan yang ada. "Melalui kelembagaan BAZNAS untuk memberikan akses kepada para dermawan ini, kita mempersiapkan orang yang akan dibantu, mempertemukan orang yang membantu dan yang dibantu," jelasnya. Menurut Appi, pola tersebut juga penting untuk memastikan gerakan filantropi berjalan dalam koridor yang jelas, dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Ia mengatakan pemerintah kota bersama BAZNAS akan terus membangun mekanisme pengelolaan yang sesuai dengan aturan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi dapat terjaga. "Ini bisa menggunakan aturan negara, transparan dan akuntabel. Karena ini pemerintah yang mengelola itu," katanya. Appi juga memandang gagasan Makassar sebagai Kota Filantropi memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar pengelolaan dana sosial. Kota Filantropi, menurutnya, merupakan ikhtiar untuk membangun budaya saling membantu dan memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan. Munafri meyakini, ukuran kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun capaian fisik lainnya. Kemajuan juga tercermin dari kemampuan masyarakat yang memiliki kekuatan untuk melindungi mereka yang lemah, serta kepedulian kelompok yang berkecukupan terhadap masyarakat yang membutuhkan. "Kota yang maju bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya yang tinggi atau infrastrukturnya yang megah, tetapi dari sejauh mana warganya yang kuat melindungi yang lemah, dan yang berpunya peduli pada yang tidak berpunya," tuturnya. Karena itu, Appi menekankan pentingnya membangun gerakan filantropi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat. Ia optimistis, apabila gagasan tersebut lahir, dikawal, dan dijalankan secara konsisten, Makassar dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan zakat dan filantropi. "Kalau gagasan ini lahir, dikawal, serta dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, maka Makassar tidak hanya akan menjadi barometer nasional dalam pengelolaan zakat dan filantropi, tetapi juga akan menjadi kota yang diberkahi," tutup Appi. Rangkaian persiapan tersebut akan diarahkan menuju peluncuran Makassar sebagai prototipe Kota Filantropi Nasional pada November 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Makassar. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua BAZNAS Makassar Dr. Usman Sofian, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar Mohammad Syarief. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 22 September 2026

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut langsung Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (22/9/2026). Kehadiran Aliyah Mustika Ilham dalam penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar membangun komunikasi dan hubungan yang semakin erat dengan perwakilan diplomatik Swiss. Konstantin Obolensky merupakan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, sekaligus Perwakilan Tetap Swiss untuk ASEAN. Ia mulai menjalankan peran tersebut pada 2026. Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa setiap kunjungan dan pertemuan dengan mitra internasional merupakan kesempatan untuk memperkenalkan Makassar sekaligus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas. Menurut Aliyah Mustika Ilham, Makassar sebagai salah satu kota strategis di kawasan timur Indonesia terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan kota. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak Duta Besar Swiss di Kota Makassar. Semoga kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Sementara itu, hubungan Swiss dan Indonesia mencakup berbagai bidang, antara lain dialog politik, perdagangan dan investasi, kerja sama ekonomi, pendidikan, sains dan inovasi, keberlanjutan, budaya, serta pariwisata. Penyambutan yang dilakukan Aliyah Mustika Ilham di Bandara Sultan Hasanuddin sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam membangun jejaring dan komunikasi dengan mitra internasional, sejalan dengan posisi Makassar sebagai kota yang terus memperkuat konektivitas dan kerja sama global. Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam penyambutan ini, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Yulianti Jabir.

Baca Selengkapnya
Selasa, 22 September 2026

Wali Kota Munafri ‘Pulang Kampung’, Hadiri HUT ke-22 Sulbar

MAMUJU,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri langsung upacara peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Selasa (22/9/2026). Kehadiran orang nomor satu Makassar yang merupakan putra asli Sulbar ini merupakan bagian dari pemenuhan undangan Pemerintah Provinsi Sulbar dalam rangka puncak peringatan hari jadi provinsi. Peringatan Hari Jadi ke-22 Sulbar tahun ini mengusung tema “Mengabdi dan Berkarya Bersama Menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”. Upacara dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Dalam kesempatan tersebut, Munafri tampil mengenakan baju tutu, yakni jas tutup yang merupakan busana adat pria Bugis-Makassar, berwarna biru. Ia melengkapinya dengan songkok recca sebagai penutup kepala serta Lipa Saqbe atau sarung sutra sebagai bawahan. Busana tersebut merepresentasikan identitas budaya Makassar yang dikenakan Munafri sebagai Wali Kota Makassar. Meski mengenakan busana adat Makassar, kehadiran Munafri juga memiliki kedekatan tersendiri dengan Sulbar. Wali kota yang merupakan putra asli Mandar ini lahir di Majene. Sehingga kehadirannya dalam peringatan hari jadi tersebut sekaligus menjadi bagian dari hubungan kultural antara dirinya dengan masyarakat Sulbar. Sehingga, kehadiran Munafri dalam sejumlah rangkaian kegiatan HUT Sulbar turut mendapat perhatian besar masyarakat. Sejumlah warga, khususnya ibu-ibu, antusias menghampiri untuk bersalaman dan berfoto bersama. Usai mengikuti rangkaian peringatan, Munafri menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulbar. Bagi Munafri, momentum Hari Jadi Sulbar tidak hanya menjadi ajang peringatan usia provinsi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan dan potensi Sulbar ke depan. “22 tahun bukan waktu yang singkat, tapi perjalanan ke depan masih sangat panjang,” katanya. Ia juga menyampaikan, Sulbar memiliki peluang untuk terus berkembang. Ia mengapresiasi Sulbar sebagai daerah yang terus membuka ruang pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Munafri pun menyampaikan harapannya agar Sulbar semakin maju dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. “Sulbar akan terus menjadi daerah yang nyaman, ramah investasi dan akan memberikan manfaat yang baik buat masyarakat,” ujarnya. Selain menghadiri upacara, Munafri juga menghadiri Sulbar Fair 2026 yang dihelat di malam hari. Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulbar.(*)

Baca Selengkapnya
Senin, 21 September 2026

464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter, akhlak, tata krama, dan nilai budaya lokal. Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kegiatan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP sekaligus Penandatanganan MoU Bank Sampah pada Satuan Pendidikan Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026). Menurut Appi, pendidikan merupakan sektor vital dalam membentuk kualitas generasi masa depan. Karena itu, pembenahan pendidikan tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh infrastruktur. "Tentu, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik. Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama," kata Appi. Oleh sebab itu, orang Nomor satu Kota Makassar itu meminta seluruh kepala sekolah aktif menyampaikan kondisi dan persoalan krusial yang dihadapi masing-masing sekolah. Catatan tersebut, kata dia, perlu disampaikan kepada Dinas Pendidikan agar dapat menjadi dasar pemetaan dan penentuan langkah pembenahan. Wali Kota Makassar itu menegaskan, pemerintah ingin memastikan anak-anak Makassar memperoleh pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses dengan baik. "Harapan kita seluruh kepala sekolah menjalankan program dan hal sangat krusial yang terjadi di sekolah," ujarnya. Munafrii menambahkan, pendidikan yang diberikan kepada anak-anak tidak boleh hanya mengejar aspek intelektual. Sekolah juga harus menjadi ruang untuk membentuk akhlak dan karakter. Karena generasi yang baik, bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi juga punya pendidikan akhlak yang baik. Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menyoroti kesenjangan kemampuan antara pendidik dan peserta didik dalam memahami perkembangan teknologi digital. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai platform digital. Kondisi tersebut menuntut guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal. "Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya," jelas Appi. Appi juga mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar tengah mempersiapkan perubahan dan penguatan kurikulum, khususnya pada sekolah-sekolah negeri. Arah penguatan tersebut antara lain memberikan porsi yang lebih besar terhadap pendidikan budi pekerti, tata krama, agama, serta nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, pembenahan infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah. Appi mengatakan, Pemkot Makassar akan melakukan pemetaan kondisi sekolah untuk menentukan kebutuhan prioritas, termasuk persoalan penyediaan guru. Ketua IKA FH Unhas itu menegaskan, kebutuhan tenaga pendidik juga harus memperhatikan keberagaman peserta didik, termasuk ketersediaan guru agama bagi siswa dari kelompok minoritas. "Kami Pemerintah Kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian," katanya saat menanggapi persoalan sekolah yang masih berstatus sengketa. Pada kesempatan ini, Munafri berharap asesmen kepala sekolah yang terlalu dilalui setiap orang tidak berhenti pada proses evaluasi administratif. Tetapi menjadi momentum untuk memetakan persoalan nyata di lapangan dan menyusun langkah pembenahan pendidikan secara lebih terarah. "Dunia pendidikan menjadi dunia yang sangat vital untuk membawa generasi ini tumbuh dan berkembang. Ketika dunia pendidikan ini tidak kita sentuh secara baik, tentu hasilnya juga tidak akan memberikan dampak yang positif," pungkasnya. Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 464 peserta yang terdiri atas 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta. Menurut Achi, selain asesmen kepala sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi lingkungan di satuan pendidikan. "Saat ini, terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar," katanya. Menurut Achi, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak. Karena itu, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. "Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan," tutup Achi. (*)

Baca Selengkapnya
Senin, 21 September 2026

Pemkot Makassar Siapkan "Pasukan Data", Gandeng BPS untuk Cetak ASN Ahli Statistik

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dalam memahami dan mengelola data statistik. Hal tersebut disampaikan Appi usai melakukan pertemuan dengan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026). "Tadi silaturahmi biasa kepada kepala BPS pusat, banyak hal yang kami bahas bersama, salah satunya terkait pentingnya peningkatan kemampuan ASN dalam bidang statistik," tutur Appi. Menurutnya, penguatan kapasitas ASN Pemkot Makassar di bidang statistik menjadi bagian penting dalam mendukung proses perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan pemerintah daerah. Munafri menilai, data statistik tidak hanya dibutuhkan sebagai angka dalam dokumen perencanaan, tetapi harus mampu dipahami, diinterpretasikan, dan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan ke depannya. "Kolaborasi BPS dengan pemerintah kota sangat penting untuk meningkatkan kapasitas ASN di bidang statistik," katanya. "Kita ingin ASN memahami dan menginterpretasikan data statistik dengan benar," sambung Appi. Dia menjelaskan, berbagai kebijakan pembangunan membutuhkan basis data yang akurat dalam setiap kebijakan yang dijalankan di Pemerintah Kota. Karena itu, kemampuan aparatur dalam membaca data menjadi salah satu kebutuhan penting agar program yang dirancang pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ia mengatakan, angka-angka statistik menjadi salah satu dasar dalam melihat persoalan daerah sekaligus menentukan sektor mana yang perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan. "Dasar-dasar dari pola pengambilan keputusan di Pemerintah Kota, angka-angka yang harus kita perbaiki kan data-data statistik, data-data BPS," katanya. Atas dasar itu, Appi meminta agar kerja sama dengan BPS tidak berhenti pada pertukaran data, tetapi dikembangkan dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemkot Makassar, kata dia, berharap BPS dapat memberikan pelatihan khusus bagi sejumlah tenaga di lingkungan pemerintah kota yang nantinya memiliki kompetensi dalam bidang statistik. "Kita berharap di Kota Makassar ini, saya minta ada pelatihan khusus untuk tenaga-tenaga yang bisa membantu kita dalam bidang statistik," harpanya. Ditambahkan, dengan adanya tenaga yang memiliki pemahaman lebih kuat mengenai statistik, Pemkot Makassar diharapkan memiliki aparatur yang mampu membantu perangkat daerah dalam mengolah, membaca, dan menginterpretasikan data secara tepat. Serta tenaga tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem data di lingkungan Pemkot Makassar, khususnya dalam mendukung perencanaan program dan evaluasi pembangunan. Appi juga mengungkapkan adanya peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan afirmasi. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti disebut memberikan peluang bagi Pemkot Makassar untuk mengakses skema pendidikan afirmasi pada bidang statistik. Salah satu lembaga pendidikan yang dibahas adalah Politeknik Statistika STIS di Jakarta, yang selama ini menjadi salah satu institusi pendidikan kedinasan yang fokus pada bidang statistik. "Dan tadi juga alhamdulillah, Ibu Kepala BPS memberikan peluang untuk sekolah afirmasi di pendidikan. Di sekolah ada Politeknik Statistika di Jakarta. Jadi beliau bilang, silakan, ada caranya," tutur Appi. Menurutnya, peluang tersebut menjadi hal yang positif bagi Pemkot Makassar karena dapat membuka ruang bagi aparatur maupun calon sumber daya manusia terbaik dari Makassar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih spesifik di bidang statistik. Pemkot Makassar, lanjut Appi, akan menyiapkan sejumlah orang terbaik untuk mengikuti skema tersebut sekaligus menyusun pola kerja sama yang lebih terarah dengan BPS. "Kita juga akan memilih beberapa orang-orang yang terbaik untuk mendapatkan, mengatur satu modul-modul kerja sama untuk mendidik pegawai-pegawai yang ada di lingkup pemerintah kota menjadi orang-orang yang ahli dan paham terhadap statistik," jelasnya. Dia menegaskan, penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat membangun sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Makassar yang tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga memahami makna dan konteks di balik data tersebut. Dengan demikian, data statistik dapat digunakan secara optimal mulai dari tahap identifikasi persoalan, penyusunan perencanaan, penetapan program, hingga evaluasi kebijakan. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan berdasarkan kondisi riil di lapangan dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan. Lanjut dia, kolaborasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data, sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Kota Makassar. "Melalui peningkatan kapasitas ASN dan penguatan kerja sama kelembagaan dengan BPS, kita ingin memastikan data tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tukas Appi. Hadir mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar Dr. Muhammad Roem, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Andi Asminullah. (*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!