Pemkot Makassar Anggarkan Dana Rp 45 Miliar Untuk Atasi Banjir

11 Maret 2014

admin

photo

Makassar, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Makassar akan mengadakan empat unit pompa air penangkal ancaman genangan air di kota Makassar. Rencana pengadaan pompa pengisap drainase ini diajukan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Makassar (pokok) 2014.

Anggaran Rp 45 Miliar dikelola dinas PU kota Makassar untuk menangani banjir yang diakibatkan kondisi drainase kurang lancar," kata Kepala Bappeda Syahrir Sappaile, kemarin. Menurut Syahrir, selain untuk membeli pompa air, anggaran tersebut sudah termasuk ongkos untuk perbaikan dan pemeliharaan drainase seperti drainase di jalan protokol, AP Pettarani.

Menurut Syahrir, selain untuk membeli pompa air, anggaran tersebut sudah termasuk ongkos untuk perbaikan dan pemeliharaan drainase seperti drainase di jalan protokol, AP Pettarani.

Syahrir mengungkapkan, rencana perbaikan drainase yang kesekian ini akan fokus menghubungkan drainase ke drainase,"mengkoneksikan antara drainase sekunder dan primer (utama). Ada beberapa drainase yang tidak tembus dengan drainase lainnya," tambah Syahrir.

Selain pompa dan anggaran untuk perbaikan saluran air, Bappeda juga mengajukan anggaran untuk pengadaan dua unit loader di APBD pokok, Rp 1,5 miliar.

"Ini akan difungsikan untuk penggalian sedimen di kanal," ujar Syahrir.

Untuk saat ini, Dinas PU Kota Makassar memarkir 100 truk untuk loader sedimen drainase. Truk drainase menyusul program PU, gerakan bersih drainase, dicanankan sejak beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, Kepala Seksi Bangunan Air dan Pemeliharaan Drainase Dinas PU Makassar, Darmawagus, menyampaikan, sedimentasi drainase di 14 kecamatan kota Makassar sulit dikeruk lantaran banyaknya tumpukan sampah yang bukan urusan PU, namun tugas dinas kebersihan kota Makassar.

"Sehingga baru sekitar 200 kilometer yang kami keruk dan angkut dari panjang drainase yang ada sekitar 2.600 kilometer. Kita minta bantuan juga kepada camat," kata Darmawagus, via telepon selular, Jumat (8/11).

Darmawangus, menyampaikan, drainase yang sudah dibersihkan hanya beberapa daerah, seperti di Jl Todopulli, Kecamatan Wajo, Jl Diponegoro, Jl Muhammadiyah, Jl Bandang, Jl Tarakan, Kecamatan Tamalate, Jl Hertasning.

"Kami terkendala, karena ada beberapa got yang terhalang oleh pipa PDAM juga. Sehingga, sampah bertumpuk dan air tidak mengalir dengan lancar. Termasuk di daerah Wajo, air mengalir ke dua pembuangan ada yang ke Jl Landak dan ada lewat di daerah Tamamaung,

Di bawah got, agak lambat kelancaran air. Sebab, memang umurnya drainase sudah puluhan tahun, sehingga mengalami pendangkalan, apalagi ada juga pipa besar dibawahnya. Sampah di daerah itu kalau kita naikkan menghampiri satu truk. Padahal hanya disatu tempat saja," jelas Darmawangus.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Muhammad Kasim, mengeluhkan kinerja dinas pekerjaan umum (PU) soal pengerukan sedimentasi drainase.

Muhammad Kasim mengungkapkan, program gerakan bersih drainase dinas PU Makassar tidak berjalan maksimal. Sampai-sampai, kata, Kasim, pihak dinas kebersihan rangkap tugas mengeruk drainase sambil pungut sampah.

70 Persen Kanal Mendangkal

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Ansar menyampaikan, meski drainse di kota Makassar normal, tetap sulit mengurangi ancaman genangan air. Pasalnya, hanya 30 persen kanal di Makassar mengalami pendangkalan. Sementara pemerintah pusat enggan turun tangan.

"Pemerintah pusat tidak pernah melakukan pengangkutan sedimentasi, padahal kanal yang berfungsi maksimal itu hanya sekitar 30 persen, yang lain mengalami pendangkalan," kata Ansar.

Kanal yang tidak berfungsi maksimal yakni kanal barat kota, kanal Sinrijala (2.366 meter), Jongaya (6.565 meter), Pannampu (4.938 meter). Kanal ini terganggu akibat sumbatan sampah.

Kondisi serupa di kanal timur kota Makassar, yakni di Pampang hulu (5.086 meter), Pampang hilir (4.213 meter), kanal Gowa I (1.677 meter), kanal Gowa II (3.936 meter), dan Antang (1.377 meter). 

Berikut kanal kota Makassar yang mengalami sedimentasi:

Kanal Barat Kota:
- Kanal Sinrijala, 2.366 meter
- Kanal Jongaya 6.565 meter
- Kanal Pannampu 4.938 meter
- Kanal

Kanal Timur Kota:
- Kanal Pampang Hulu 5.086 meter
- Kanal Pampang hilir 4.213 meter
- Kanal Gowa I, 1.677 meter
- Kanal Gowa II, 3.936 meter
- Kanal Antang 1.377 meter

(Sumber : Tribun Timur)

Copyright © 2014-2016 Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar | Pemerintah Kota Makassar