TPID Kota Makassar Gelar Pertemuan Dengan BI Bahas Peningkatan Produksi Komuditi Daerah

12 April 2018

Redaktur

photo

Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID ) Kota Makassar menggelar pertemuan bersama pejabat Bank Indonesia bertempat di Black Canyoon Coffee, Jalan Monginsidi No 40. Rabu (10/4/2018).

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar A. Muh.Yasir mengatakan, pertemuan antar TPID Pemkot dan BI adalah membahas dan mendiskusikan tentang pengendalian laju Inflasi dan diflasi beberapa komoditi yang menjadi kebutuhan Pokok bagi masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Menurut M.Yasir ada 20 komoditi yang sangat mempengaruhi laju inflasi dan diflasi sehingga pemerintah daerah khususnya pemerintah kota makassar yang tergabung dalam TPID sangat perlu mengantisipasi untuk melakukan pengawasan pengawalan trehadap peningkatan hasil komoditi tersebut.

"Pemkot mempunyai peran yang sangat penting melakukan pengawasan terhadap beberapa komoditi, saya minta dinas terkait mengambil langkah langkah secara efektif dalam mengantisipasi inflasi dengan melakukan Soperasi pasar kalau perlu membentuk tim khusus." ucapnya.

Kepala divisi pengembangan ekonomi pada kantor perwakilan BI Prop Sul Sel, Aryo Setyo mengatakan pada tahun 2017 beberapa komuditi mengalami inflasi sehingga perlu ditingkatkan hasil produksinya apalagi untuk memenuhi stok menjelang peringatan Hari Raya ataupun hari besar lainnya.

"Beberapa komoditi tahun ini perlu ditingkatkan hasil produksinya karena cenderung mengalami inflasi sehingga mempengaruhi stok serta daya beli masyarakat dalam memenuhi Kebutuhanya, seperti Cabe Rawit, kangkung, dan Cabe Merah" ungkapnya

"Lain halnya dengan stock komuditi ikan bandeng beras dan daging ayam pada bulan Maret ini cenderung mengalami inflasi di level 0," tambahnya

Menanggapi hal tersebut kepala dinas ketahanan pangan Sri Susilawati akan mengambil langkah langkah dalam produksi hasil cabe dengan mengoptimalkan lahan produktif yang dikelola oleh dinasnya

"Kita akan mengoptimalkan lahan 30 hektar yang sudah kami kelola dengan hasil panen cabe bisa mencapai 300 ton serta pembinaan pada lorong cabe, yang dikelola warga masyarakat" terangnya

Kepala bidang ekonomi dan Sumber Daya Alam pada kantor Bappeda Asfat mengatakan terkait stock beras pihak pemerintah berharap Bulog memberi data pedagang yang menjual beras Medium, sehingga dinas perdagangan bisa mengawasi Beras yang diperjual belikan tidak sampai dijual kedaerah lain.

"Ini diharap agar Jangan sampai ada stock beras yang di jual keluar dari Sul Sel jika hal itu terjadi akan mengakibatkan kita kekurangan stock beras," ujarnya.

Tim TPID kota Makassar Yang hadir pada pertemuan dengan perwakilan Bank Indonesia diantaranya Bappeda kota Makassar, Dinas perdagangan dinas ketahanan Pangan PD Pasar dan Bulog. (dayathumas)

Copyright © 2014-2016 Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar | Pemerintah Kota Makassar