Metro Kapsul Solusi Kemacetan Makassar

27 Januari 2015

Redaktur

photo

MAKASSAR, PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP) Persero tbk, melalui kepala divisi Enginering Procurement Contracting, Abdul Haris Tatang, menawarkan rancangan sistem transportasi massal, metro kapsul. Menurutnya rancangan sistem transportasi massal ini relatif lebih murah dan aman jika dibandingkan dengan beberapa transportasi modern lainnya.
"Berdasarkan perbandingan harga investasi angkutan massal, jika dibandingkan dengan Konsorsium ADHI, Jakarta Monorall, MRT Jakarta, maka metro kapsul yang termurah," ujarnya.
Semisal untuk Konsorsium ADHI yang membutuhkan anggaran hingga 240 milyar/km nya, Metro Kapsul hanya 115 milyar/km.
Kelebihan lainnya, selain dengan biaya investasi relatif murah juga tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga bebas dari biaya pembebasan lahan. "Konstruksi struktur ringan, dengan luas penampang hanya 45 persen dari luas penampang monorel, “Jika luas penampang monorel membutuhkan 1,44 m2, kapsul lebih sempat hanya sekitar 0,66 m2," ujarnya.
Selain itu, keberadaan metro kapsul pun layak secara finansial. Dan salah satu hal yang cukup membanggakan dikarenakan segala komponen dibuat di dalam negeri. "Kelebihan lainnya, motor elektrik yang digunakan hemat energi, efisiensi hingga 90 persen, dan jumlah kapsul fleksibel menyesuaikan volume penumpang dikarenakan beroperasi dengan headway," lanjutnya.
Menyikapi hal tersebut, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, memberikan apresiasi. Karena menurutnta model dari system metro kapsul sangat sesuai untuk daerah timur barat Makassar yang saat ini sudah sangat padat. "Proyek ini akan menjadi proyek yang pertama akan saya tawarkan di Makassar incoorporate," ungkapnya.
Untuk pelaksanaan teknis pembangunan metro kapsul nantinya, rencananya akan dibangun sepanjang 12 KM, dengan rute dari jalan Hertasning, Adyaksa, Boulevard, Pettarani, Sungai Saddang, Arif Rate, Datumuseng, Penghibur, Metro Tanjung, mutar ke H. Bau, Monginsidi, Veteran, Rappocini, Pettarani hingga kembali ke Hertasning.
"Rute sepanjang 12 KM dibutuhkan anggaran sekitar 1,3 Triliun, untuk investor nantinya akan ditawarkan di Makassar Incoorporate," ungkapnya.
Nilai plus yang dimiliki dari metro kapsul menurut Danny Pomanto yakni sesuai dengan wilayah jalan kota Makassar yang sangat sempit, waktu pengerjaan yang singkat sekitar 1 tahun. "Ini teknologi anak negeri, dan dapat selesai dalam waktu setahun," tuturnya.
Pembangunan metro kapsul pun menurut Danny sangat sesuai dengan visi misi pemerintah kota Makassar, salah satunya publik transport.
"Jika kita berhasil mendapatkan investor tahun ini maka ditargetkan akan selesai sebelum 2017, jika tidak maka kemacetan luar biasa akan terjadi di kota Makassar," tambahnya.
Hal lain yang cukup menarik dari proyek metro kapsul tidak memberatkan masyarakat, dikarenakan tiket sekali perjalanan relatif murah, "Tiket sekali jalan sekitar 5 ribu hingga 7 ribu rupiah," tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Sabri, pun membenarkan akan kondisi kepadatan lalu lintas di kota Makassar saat ini, "Jumlah pertumbuhan penduduk yang berbarengan dengan semakin padatnya kendaraan sekitar 12 persen pertahun, sementara infrastruktur nol, mengakibatkan semakin macetnya kota Makassar," ungkapnya.
Bahkan, menurut Sabri berdasarkan hasil penelitian dari ITB terkait transportasi di Makassar, jika tidak ada perlakukan yang dilakukan oleh pihak pemerintah kota Makassar maka dapat dipastikan pada tahun 2017 Makassar akan macet total, dengan kecepatan kendaraan hanya 5KM/Jam. "Kalau saat ini, dijam sibuk kecepatan masih sekitar 40 hingga 60 KM/Jam," tuturnya.
Adanya tawaran akan pembangunan metro kapsul, menurut Sabri akan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di kota Makassar.

Copyright © 2014-2016 Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar | Pemerintah Kota Makassar