photo

Pelayanan publik prima untuk Makassar Dua Kali Tambah Baik.

Ranger App.Dev
Senin, 06-02-2017

Walikota Makassar Dhany Pomanto menerapkap program Smart city pada pelayanan kepada msyarakat. Program tersebut meliputi bidang kesehatan, pelayanan administrasi, pengelolaan sampah, pendidikan, dan perekonomian. Untuk berinteraksi dengan para pegawai dan juga warganya, Dhany juga menggunakan aplikasi WhatsApp. Hal ini menurut Dhany lebih efisien untuk menampung aspirasi warganya. Kurang lebih ada 500 grup WhatsApp yang Dhany ikuti. Dalam bidang kesehatan, Dhany mengagas program Dottorot’ta atau dalam bahasa Indonesia berarti dokter kita. Dengan program ini, pasien yang sakit keras tidak perlu datang ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) cukup dengan menghubungi call center maka dokter akan segera menuju rumah pasien. Program ini sudah diterapkan di 48 puskesmas di Makassar. Pada November tahun lalu, Dhanny menyatukan nomor kontak Dottorot’ta ke nomor bebas pulsa 112. Pusat layanannya ada di War Room Balai Kota. Program Dottorot’ta telah memikat perhatian pemerintah pusat. Pada Mei tahun lalu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengganjar program tersebut sebagai satu dari 35 inovasi pelayanan publik terbaik 2016. Kementerian Kesehatan juga berencana mengadopsi pelayanan dokter kita ala Makassar sebagai standar pelayanan nasional. Pemerintah Kota Makassar mengatasi masalah pengangkutan dengan menambahkan 42 unit truk sampah pada akhir 2014. Armada baru itu dilengkapi alat pelacak (Global Positioning System/GPS). Dengan begitu, setiap saat Dhanny bisa memantau pergerakan armada sampah. Kini total ada 150 truk semacam itu di Makassar. Seiring dengan pembenahan angkutan sampah, Dhanny memperkenalkan bank sampah kepada masyarakat pada Mei 2015. Masyarakat diminta memisahkan jenis sampah basah (organik) dan sampah yang bisa didaur ulang (non-organik). Pemerintah kota membeli sampah daur ulang tersebut. Untuk mendukung kelancaran bank sampah, Pemerintah Kota Makassar mengembangkan sistem timbangan online. Sistem itu sedang diuji coba di 14 kecamatan. Rencananya aplikasi itu akan ”dicangkokkan” ke setiap truk sampah, sehingga pemerintah kota bisa tahu persis berapa banyak sampah di Makassar. Pemerintah Kota Makassar membuat ruang kendali yang mereka sebut War Room untuk mengendalikan aplikasi smart city. Terletak di lantai 10 menara kantor Pemerintah Kota Makassar, ruangan ini terhubung dengan 70 kamera pengawas yang tersebar di titik-titik strategis kota. Dhanny berencana menambah 100 unit kamera pengawas lagi. Tapi, kali ini, pengadaan tidak akan memakai dana pemerintah kota. Pemerintah kota akan mengeluarkan aturan yang mewajibkan gedung-gedung swasta memasang kamera pengawas menghadap jalan. War Room tidak hanya memantau pusat layanan publik dan aktivitas masyarakat. Data kependudukan, seperti akta kelahiran, rekam medis masyarakat, dan volume sampah, juga tersimpan di pusat data ini. Pergerakan mobil Dottorota dan truk sampah juga terpantau dari pusat kendali ini.

Anda Harus Login Untuk Memberi Komentar

Dinas Kominfo Kota Makassar