Danny Inisiasi Bahasa Daerah Jadi Branding di SKPD

MAKASSARKOTA, MAKASSAR, – Persoalan bahasa menjadi bagian paling inti artinya salah satu slogan adalah satu bangsa, satu bahasa, menjadi bagian komitmen dan kebudayaan dilihat dari bahasanya.

 

Hal tersebut dikemukakan Danny usai menghadiri Penandatanganan nota kesepahaman antara badan pengembangan dan pembinaan bahasa Kemendikbud Ristek bersama pemerintah Kota Makassar di Four Points by Sheraton Makassar (31/05/22)

 

Danny menjelaskan dengan dibentuknya dewan kebudayaan, yang salah satu tugasnya adalah dengan menjaga kelestarian bahasa daerah.

 

“Salah satu tugas dewan kebudayaan, adalah menjaga bahasa daerah. Saya pertama memperhatikan, dewan kebudayaan sudah minta mengembalikan pelajaran bahasa daerah di sekolah – sekolah,” ucap Danny.

 

Danny mengatakan, pemerintah kota Makassar saat ini berkomitmen untuk berinovasi melestarikan bahasa daerah.

 

“Saya minta rekomendasi awal, karena banyak bahasa daerah sudah punah. itulah kenapa pemerintah kota Makassar berkomitmen dengan berinovasi berbahasa daerah,” ucap Danny.

 

Menurut Danny, dirinya juga menginisiasi agar bahasa daerah menjadi branding di setiap satuan perangkat daerah, seperti di pendidikan, sombere’ smart sekolah yang menjadi bahasa dunia.

 

“Artinya, berbahasa menjadi bagian penting bagi kualitas hidup atau kualitas sebuah kebudayaan. Maka konsen terhadap bahasa menjadi sangat penting,”.jelasnya.

 

Mengenai adanya regulasi, Danny menjelaskan bahwa regulasinya itu pasti ada.

 

“Kita punya dewan, kemudian keluar perwali. Revolusi pendidikan juga harus ada perwali nya. Salah satu di dalamnya adalah 18 revolusi pendidikan,” tuturnya.

 

“Kan ada namanya kurikulum daerah, muatan lokal. Kemudian ada semangat merdeka belajar. Kampus merdeka. Jadi kata merdeka itu artinya seluruh kekayaan budaya, selaras dengan itu. Masa kekayaan tidak kita gunakan,”imbuhnya.

 

Danny menambahkan saat ini dirinya diundang untuk menjadi pemateri kuliah umum di Monash university Australia

 

“Salah satu materi yang saya bawakan, adalah sutra lontara’ dengan tulisan Battu Ratema’ ri bulang, Saya mau bahwa warga Makassar sudah dari dulu dari bulan,” jelasnya.

 

Sumber : Hidayat