Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah30°CCerahKelembapan 60%Angin 5.3 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF
Transparansi Data Kota

PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 6 TAHUN 2025 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2026

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF
Transparansi Data Kota

PERATURAN WALI KOTA MAKASSAR NOMOR 31 TAHUN 2025 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2026

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF
Transparansi Data Kota

KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2026

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

Jangan Lewatkan

Event Akan Datang

Event Terbaru

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81

17 Agu 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Index Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Jaga Pesta Rakyat Tetap Kondusif, Appi Perkuat Tiga Pilar dan Deteksi Dini Keamanan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya penguatan sinergi tiga pilar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Munafri, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi salah satu kunci utama dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan berlangsung aman, tertib dan kondusif. "Koordinasi tiga pilar penting, ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat menyambut 17 Agustus," kata Munafri. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Kota Makassar, yang berlangsung di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026). Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq, Komandan Kodim (Dandim) 1408/Mks, jajaran kepala SKPD serta seluruh camat se-Kota Makassar. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI biasanya diwarnai berbagai kegiatan masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan hingga lorong-lorong. Agenda tersebut antara lain pesta rakyat, perlombaan, pertunjukan seni dan budaya hingga malam apresiasi yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Karena itu, menurut Munafri, seluruh pihak harus melakukan persiapan dan antisipasi secara maksimal. "Ini menjadi hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan secara bersama-sama," tuturnya. Selain aspek keamanan dan ketertiban, politisi Golkar itu meminta faktor kesehatan menjadi perhatian dalam setiap kegiatan masyarakat. Ia menginstruksikan agar Dinas Kesehatan maupun instansi terkait menyiapkan pola pendampingan yang memadai, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak warga. "Kita berharap di setiap kegiatan itu harus ada pola pendampingan yang memadai dari instansi yang terkait, khususnya Dinas Kesehatan untuk tetap bisa standby menjaga keadaan dan kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat," imbuh Appi. Wali Kota Makassar itu, juga meminta seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama rangkaian perayaan kemerdekaan. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mendorong konsolidasi tiga pilar dilakukan secara berkala, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Forkopimda. Menurutnya, apel tiga pilar dan koordinasi lintas sektor harus rutin dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan yang berpotensi muncul di masing-masing wilayah. "Konsolidasi berkala, pelaksanaan apel tiga pilar hingga tingkat Tripika, kecamatan dan Forkopimda ini harus berjalan dengan baik, rutin dilaksanakan, untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan persoalan yang akan terjadi di wilayah," jelasnya. Ketua IKA FH Unhas itu, meminta koordinasi taktis antara Pemerintah Kota Makassar, Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar diperkuat. Koordinasi tersebut diperlukan agar seluruh sel, keamanan kota dapat terpantau dengan lebih detail dan respons terhadap persoalan di lapangan bisa dilakukan secara cepat. "Sinergi dengan Polrestabes dan Kodim 1408 untuk menjaga sel-sel keamanan kota ini harus dibangun lebih detail, lebih intens, sehingga pelaksanaannya memang melibatkan seluruh unsur," katanya. Selain itu, Appi menegaskan, pencegahan dini harus dilakukan terhadap sejumlah potensi gangguan, mulai dari konflik sosial, kejahatan jalanan, tawuran hingga berbagai agenda strategis daerah. Dia ingin seluruh kegiatan kemerdekaan benar-benar menjadi pesta rakyat yang berlangsung aman dan menyenangkan. "Ini penting sekali, harus menjaga dan membangun mitigasi sehingga dalam rangka kegiatan kemerdekaan ini benar-benar menjadi pestanya rakyat, pesta masyarakat yang seluruh orang happy dan dijaga dengan baik," ujarnya. Munafri juga menyampaikan rencana untuk turun langsung bersama unsur Forkopimda meninjau sejumlah kegiatan yang digelar di wilayah kecamatan. Ia meminta para camat dan lurah memastikan kegiatan yang ditampilkan memiliki nilai edukasi, norma dan budaya yang baik. Menurutnya, kegiatan perayaan kemerdekaan harus menjadi ruang hiburan masyarakat yang tetap memperhatikan kepatutan dan perlindungan terhadap anak. Dia juga meminta panitia tidak menjadikan kelompok atau individu tertentu sebagai objek hiburan yang berpotensi merendahkan martabat atau memicu keresahan sosial. "Saya berharap kita bisa menjaga kondusifnya, memastikan bahwa di setiap kegiatan masyarakat yang ada di tempat itulah yang bersama-sama membuat acara di tengah-tengah keramaian ini," pesan mantan CEO PSM itu. Untuk memperkuat pengawasan hingga tingkat paling bawah, Munafri meminta solidaritas RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas diaktifkan. Mereka diminta memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada warga sebelum, selama dan setelah kegiatan perayaan kemerdekaan. "Jadi, mengaktivasi solidaritas RT/RW, keterlibatan tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat lorong untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," jelasnya. Munafri menekankan, pengamanan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi harus dimulai sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan. Appi kembali meminta program Jagai Anakta dimaksimalkan sebagai bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja. Dia menegaskan, kegiatan perayaan kemerdekaan bukan ruang untuk mencari kelompok yang dianggap paling kuat atau menunjukkan dominasi di wilayah masing-masing. "Ini kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bukan ajang untuk mencari jagoan-jagoan yang ada di daerah masing-masing," tegasnya. Selain program jagai Anakta, Munafri menilai pemberdayaan RT/RW memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat. Ia meminta Siskamling kembali diaktifkan secara intensif di lorong-lorong sebagai bagian dari deteksi dini. "Pemberdayaan RT/RW ini sangat penting sebagai sektor sentral yang ada di wilayah paling kecil," tuturnya. "Saya harap ini punya peran yang kuat, peran yang baik untuk memastikan Siskamling secara intens di lorong-lorong untuk menciptakan deteksi dini serta keharmonisan sosial yang ada di wilayah," sambung Appi. Munafri juga meminta camat dan lurah aktif menjadi mediator apabila muncul persoalan antarpanitia atau kelompok masyarakat. Menurutnya, gesekan dalam kegiatan masyarakat terkadang justru muncul dari persoalan teknis yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi. Karena itu, camat dan lurah diminta menjadi penengah agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik. "Ini adalah pesta dan kegiatan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat juga," tegas Munafri. Dari sisi teknologi, Pemerintah Kota Makassar juga akan memaksimalkan infrastruktur pemantauan kota, termasuk CCTV dan sistem komunikasi layanan darurat. Appi meminta seluruh perangkat tersebut dipastikan berfungsi optimal sehingga kondisi kota dapat dipantau selama 24 jam. Pengawasan melalui infrastruktur yang dimiliki seperti CCTV untuk memastikan CCTV ini bisa berjalan dengan baik. "Pola lalu lintas komunikasi di nomor-nomor telepon darurat juga harus teraktivasi dengan baik," terangnya. Ia menambahkan, layanan darurat 112 akan dimaksimalkan untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan pemerintah. Munafri mewanti-wanti potensi kejahatan jalanan, termasuk begal, terutama di lokasi yang minim penerangan. Untuk itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum terkait penerangan jalan. Menurut Munafri, kondisi penerangan jalan harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari ketika aktivitas perayaan kemerdekaan berlangsung. Di sisi lain, Munafri meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dioptimalkan untuk mendeteksi dan meredam potensi konflik sosial sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Dia menilai komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga suasana tetap kondusif. "Optimalisasi forum kewaspadaan dini masyarakat, untuk meredam potensi gesekan sebelum meluas," katanya. Munafri kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat. Ia berharap seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga RT/RW mengambil peran masing-masing agar perayaan kemerdekaan di Kota Makassar berlangsung aman, tertib dan penuh kegembiraan. "Ini menjadi tanggung jawab wajib untuk kita semua untuk bisa menjaga, sehingga kegiatan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ini benar-benar menjadi pesta yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat secara riang dan gembira," pungkas Munafri. Sedangkan, Kapolrestabes Makassar Arya Perdana menyebut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir semakin kondusif. Arya mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir jumlah aksi unjuk rasa di Makassar mulai mengalami penurunan. Kalaupun terdapat aksi, kata dia, sejauh ini tidak berkembang menjadi tindakan anarkis seperti pembakaran maupun penjarahan. "Melihat kondisi, alhamdulillah dalam beberapa bulan terakhir, seperti yang Bapak Ibu rasakan sendiri, unjuk rasa sudah mulai berkurang," katanya. "Walaupun ada satu-dua, tidak ada yang bakar-bakaran dan tidak ada yang dijarah," sambung Arya. Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata hasil kerja kepolisian, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif. Ia menilai kesadaran masyarakat untuk menolak tindakan negatif harus terus dijaga dan dirawat agar situasi serupa dapat dipertahankan ke depan. "Ini merupakan kerja sama dari kita semua, bukan hanya tugas polisi. Ada kesepakatan dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif dan menolak hal-hal negatif tersebut," ujarnya. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Arya mengingatkan adanya penyebaran isu di media sosial yang berpotensi memicu keresahan masyarakat. Ia menyinggung kembali situasi kerusuhan yang terjadi pada 25 hingga 29 Agustus tahun sebelumnya yang belakangan kembali diangkat oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Menurut Arya, isu tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan maupun memancing masyarakat melakukan tindakan yang tidak diinginkan. "Tahun lalu kita ada kerusuhan yang cukup besar tanggal 25 sampai tanggal 29 Agustus, dan itu dikeluarkan kembali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya. Arya menyebut pemerintah pusat bersama unsur keamanan nasional juga telah menyampaikan bahwa kondisi keamanan secara umum berada dalam keadaan aman dan kondusif. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya informasi yang disebarkan melalui media sosial. "Kita ingin 17 Agustus kali ini dan seterusnya tidak ada lagi orang-orang yang sifatnya anarkis, tidak ada lagi orang-orang yang melakukan kejahatan kriminalitas," tegasnya. Di sisi lain, Arya menyoroti potensi gangguan keamanan yang melibatkan kelompok bermotor, geng motor dan penggunaan panah busur. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kota Makassar. Sejumlah pelaku juga diduga datang dari daerah sekitar Makassar. "Kami sudah komunikasikan dengan beberapa Kapolres, Kapolres Gowa, Takalar dan juga Kapolres Maros untuk sama-sama mengantisipasi," katanya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah patroli gabungan yang disebut Patroli Trisula, dengan melibatkan unsur Reserse, Intelijen dan Samapta. "Hampir setiap hari kami melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku geng motor dan panah busur. Satu hari itu mungkin bisa 10 orang sampai 20 orang," tutupnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Ketua Dekranasda Makassar Hadiri Weaving Archipelago, Dorong Pengembangan Tenun sebagai Warisan dan Kekuatan Ekonomi Kreatif

JAKARTA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri Weaving Archipelago, yang digelar dalam rangkaian Senayan City Glorify Indonesia, di Promenade Ground Floor Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang dihadirkan Senayan City bersama Cita Tenun Indonesia tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman tenun dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan bagaimana warisan tekstil Nusantara dapat terus berkembang dan menemukan relevansinya di tengah industri kreatif masa kini. Dalam kesempatan tersebut, Melinda Aksa meninjau langsung berbagai karya tenun yang ditampilkan. Ia juga berdiskusi dengan sejumlah penggiat wastra mengenai karakter kain, motif, teknik pengerjaan, hingga perjalanan pengembangan tenun dari tangan perajin menuju produk yang memiliki nilai tambah. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan tenun Indonesia melalui penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas dan peluang ekonomi. Tenun, menurutnya, tidak hanya memiliki nilai sebagai produk ekonomi kreatif, tetapi juga membawa pengetahuan, cerita, identitas, dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pengembangannya perlu terus didorong agar para perajin memperoleh ruang untuk bertumbuh, sementara kekayaan budaya yang melekat di dalamnya tetap terjaga. Semangat tersebut sejalan dengan kerja Cita Tenun Indonesia yang selama ini berfokus pada pelestarian tenun Nusantara, pembinaan dan pengembangan perajin, serta perluasan pemasaran produk tenun. Upaya ini mendorong tenun untuk tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup melalui inovasi dan mampu hadir dalam kebutuhan serta gaya hidup masyarakat masa kini. Bagi Melinda Aksa, kunjungan ini sekaligus membuka ruang untuk melihat berbagai pendekatan yang dapat dikembangkan dalam memperkuat ekosistem kerajinan di Kota Makassar. “Yang menarik adalah bagaimana sebuah kain tidak hanya ditampilkan sebagai produk jadi. Ada cerita tentang daerah, keterampilan perajin, proses kreatif, sampai bagaimana karya itu diperkenalkan kepada pasar. Hal-hal seperti inilah yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Melinda. Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki kekayaan wastra dan tradisi kerajinan yang sangat kuat. Potensi tersebut perlu terus dijaga sembari membuka ruang yang lebih luas bagi perajin untuk mengembangkan kualitas produk, desain, regenerasi keterampilan, serta akses terhadap pasar. Menurut Melinda, pengalaman dari Weaving Archipelago dapat menjadi salah satu referensi bagi Dekranasda Kota Makassar dalam mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga pada penguatan perajin dan keberlanjutan pengetahuan di balik sebuah karya. “Kita ingin kerajinan daerah terus bertumbuh tanpa kehilangan identitasnya. Tradisinya tetap kita jaga, tetapi perajinnya juga harus berkembang, produknya semakin kuat, dan pasarnya semakin luas. Dari ruang seperti ini kita bisa melihat banyak kemungkinan yang nantinya dapat kita adaptasi dan kembangkan di Makassar,” pungkasnya. Ke depan, Dekranasda Kota Makassar akan terus mendorong kolaborasi dan membuka ruang pengembangan bagi kerajinan lokal, termasuk wastra, agar semakin dikenal serta mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas peluang ekonomi bagi para perajin, tetapi juga memastikan keterampilan, cerita, dan identitas budaya yang terkandung dalam setiap karya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Dinsos Makassar Tancap Gas Pendataan Perlinsos Digital, Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan data penerima bantuan sosial semakin akurat, terpadu, dan tepat sasaran. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan Perlinsos Digital mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, berdasarkan data per 11 hingga 11 Agustus 2026, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang telah berhasil didata mencapai 50.088 KK atau sekitar 11,41 persen dari total sasaran. "Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan," ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026). Kota Makassar sendiri ditunjuk sebagai salah satu 48 daerah pilot project atau percontohan nasional dalam digitalisasi perlindungan sosial. Dari puluhan kabupaten/kota yang mengikuti uji coba tersebut, Makassar terus mendorong percepatan pendataan agar mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Lebih lanjut, mantan Kadisnaker Kota Makassar itu menjelaskan, capaian tersebut mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan kondisi pada pekan pertama awal Agustus pelaksanaan pendataan. Saat itu, Makassar masih berada di posisi lima besar terbawah dengan progres sekitar 0,1 persen, atau baru sekitar 1.000 KK yang berhasil didata. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, progres pendataan dalam beberapa hari terakhir meningkat hingga menempatkan Makassar di posisi tengah dari daerah yang mengikuti uji coba tersebut. "Data itu per tanggal 11 kemarin, dan ini masih ada pendataan yang berjalan dan datanya belum masuk. Ini sudah menjadi progres yang menggembirakan," jelasnya. Andi Bukti mengungkapkan, pemerintah pusat pada tahap uji coba ini menetapkan target pendataan sekitar 40 hingga 60 persen. Namun, khusus di Kota Makassar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian tersebut dapat dilampaui. Pemkot Makassar menargetkan pendataan dapat mencapai 70 persen sebelum 31 Agustus 2026. "Target dari pusat sebenarnya 40 persen sampai 50 persen. Tapi Pak Wali Kota minta target kita di Makassar 70 persen," katanya. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Sosial mengerahkan sekitar 5.000 Agen Perlinsos yang berasal dari ASN berbagai SKPD. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 agen telah diterjunkan pada tahap pendataan sebelumnya, pengerahan agen dilakukan secara bertahap dengan membagi wilayah kerja berdasarkan kecamatan dan sesi pendataan. "Yang baru turun kemarin sekitar 2.000 orang karena masih menyasar lima kecamatan secara bertahap. Besok dan seterusnya, akan mulai lagi lima kecamatan yang baru dengan agen berbeda dari SKPD lain yang belum bertugas," ungkap Andi Bukti. Untuk mempercepat pelaksanaan, Dinas Sosial membagi pendataan lapangan ke dalam beberapa sesi. Setiap sesi berlangsung selama tiga hari kerja. Pada tahap pertama, agen diterjunkan di Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala. Selanjutnya, pada tahap kedua, pendataan menyasar Kecamatan Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang. Sementara tahap berikutnya akan menyasar wilayah kecamatan yang belum mendapatkan pendataan, di antaranya Biringkanaya, Tallo, Kecamatan Makassar, dan Ujung Tanah dan Kecamatan lainya. "Jadi ada empat sesi, masing-masing sesi mencakup beberapa kecamatan," jelasnya. Pola kerja tersebut memungkinkan agen bergerak secara bergantian. Satu sesi berlangsung selama tiga hari, misalnya Senin, Selasa, dan Rabu. Setelah itu dilanjutkan sesi berikutnya pada Kamis, Jumat, dan Sabtu. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 426.000 KK yang menjadi target pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar. Data tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam membangun basis data perlindungan sosial yang lebih terintegrasi. Sebagai leading sektor, ia berharap proses verifikasi di lapangan dapat menghasilkan data yang lebih akurat mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat. "Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik," tuturnya. Meski progres meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD. Kondisi tersebut membuat Dinas Sosial harus melakukan penyesuaian dan menutup kekurangan personel agar proses pendataan tetap berjalan. "Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan," tambahnya. Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan strategi lanjutan. Setelah tugas agen dari SKPD selesai, RT dan RW akan dilibatkan untuk menyisir warga yang belum masuk dalam pendataan. "Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata," terangnya. Strategi tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat validasi data hingga tingkat lingkungan. "Dengan keterlibatan RT/RW, pemerintah dapat melakukan pengecekan lebih dekat terhadap warga yang belum terdata, sekaligus mengidentifikasi apabila terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat," ungkapnya. Diketahui, Perlinsos Digital juga menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan pengaduan data secara lebih terintegrasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, sekaligus mempermudah masyarakat dalam melakukan pemutakhiran maupun pengaduan apabila terdapat persoalan data. Andi Bukti menambahkan, dengan progres yang kini mencapai 50.088 KK, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan dapat terus dilakukan hingga akhir Agustus. Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pengerahan agen, memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan RT/RW untuk menjangkau warga yang belum terdata. "Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen," pungkas Andi Bukti. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

TP PKK Makassar Bekali Calon Pengantin Kelola Keuangan, Waspada Pinjol dan Judol

MAKASSAR – Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (12/8/2026). KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti Sekretaris berserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin. Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan kegiatan ini mengangkat pesan untuk catin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang. “Kegiatan ini sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan,” ujarnya. Ia mengatakan peran PKK memiliki cakupan yang sangat luas karena menyentuh berbagai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari kelahiran hingga pernikahan dan pembentukan keluarga. “Kita di PKK memang memiliki tugas yang berat karena mengurus mulai dari bayi lahir sampai meninggal. Bahkan yang menikah pun kita juga urusi. Kenapa? Karena tugas kita adalah kesejahteraan keluarga,” ujar Kamelia Menurutnya, penguatan keluarga harus dimulai sejak calon pasangan mempersiapkan pernikahan. “Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dasar pranikah, mulai dari bina keluarga, bina kesehatan, bina ekonomi keluarga, bina mental spiritual, hingga bina hukum. Semuanya perlu dipersiapkan sejak awal,” jelasnya. Selain kesehatan, Kamelia mengatakan tidak kalah pentingnya calon pengantin membicarakan persoalan keuangan secara terbuka sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga siapa yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik setelah menikah. “Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya. Untuk itu, Kamelia menegaskan, penguatan ketahanan keluarga juga harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan serta risiko berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online. Kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar, sebagai pemateri. Ia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”. Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, hingga berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan. Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang dapat membawa keluarga pada masalah keuangan. Sementara itu, pemateri kedua, Penyuluh Agama Syamsiah, menyampaikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia memberikan nasihat kepada calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga. Kegiatan tersebut, diharapkan menjadi ruang edukasi bagi calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

Baca Selengkapnya
Umum

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan

MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Kota Makassar, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kodim 1408/Makassar. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Komandan Kodim (Dandim) 1408/Makassar, Kolonel Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, S.E., M.Han., selaku Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Dandim 1408/Makassar menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan seluruh peserta untuk hadir di Taman Makam Pahlawan. Ia mengatakan, bulan Agustus menjadi momentum bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karya bakti berupa pemeliharaan dan pembersihan Taman Makam Pahlawan, menurutnya, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia. “Tanpa jasa dan pengorbanan para pahlawan, kita tidak akan dapat berdiri tegak dan melaksanakan tugas hingga saat ini. Karena itu, kita harus terus menghargai dan mengenang jasa mereka,” ujarnya. Dandim juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga generasi penerus tidak melupakan sejarah serta perjuangan para pahlawan bangsa. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut hadir dan berpartisipasi, mulai dari unsur TNI-Polri, organisasi masyarakat, Karang Taruna, Pemerintah Kota Makassar beserta dinas terkait, hingga para pelajar yang ikut dalam kegiatan karya bakti. “Semoga kegiatan ini kita niatkan dengan baik. Insyaallah menjadi catatan kebaikan dan memberikan dampak positif bagi Kota Makassar,” katanya. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda. Kebersamaan lintas unsur diharapkan terus terjaga dalam menjaga persatuan, kedaulatan, serta membangun Kota Makassar menjadi lebih baik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan jajaran terkait. Kegiatan Karya Bakti ditutup dengan pelaksanaan pembersihan dan pemeliharaan kawasan Taman Makam Pahlawan Panaikang secara bersama-sama.

Baca Selengkapnya
Umum

Bunda PAUD Makassar Temui Direktorat PAUD, Perkuat Sinergi Pengembangan Layanan Anak Usia Dini

JAKARTA — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan audiensi bersama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung E Kemendikdasmen, Rabu (12/8/2026). Turut hadir Direktur PAUD Kurniawan, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Abdul Kahar, Kepala BBPMP Sulawesi Selatan Imran, Ketua Tim Kerja Wajib Belajar 13 Tahun Dona Paramita. Sementara dari Kota Makassar, Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD PNF Yasmain Gasba, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina, Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Herlina, serta jajaran pengurus Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas layanan PAUD, termasuk implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan serta penguatan kapasitas Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam kesempatan tersebut, Melinda bersama jajaran memperkenalkan “Jelajah Langkah Bunda PAUD Kota Makassar”, yang merangkum perjalanan penguatan PAUD selama Juni 2025 hingga Juli 2026 dengan tema “Menguatkan Fondasi, Menumbuhkan Generasi.” Melinda mengatakan, perjalanan tersebut tidak hanya sebagai rangkuman kegiatan, melainkan untuk memperlihatkan bagaimana berbagai langkah yang dilakukan saling terhubung dan bermuara pada peningkatan pengalaman tumbuh dan belajar anak. “Semua kebijakan, program, pelatihan, pembangunan sarana, maupun kolaborasi pada akhirnya harus kembali pada satu pertanyaan: apa manfaatnya bagi pengalaman tumbuh dan belajar anak? Karena itu, sepanjang perjalanan ini kami berusaha agar penguatan PAUD tidak hanya terlihat pada program, tetapi juga semakin terasa di ruang belajar anak,” ujar Melinda. Selama satu tahun tersebut, penguatan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari tata kelola, PAUD satu tahun pra-SD, peningkatan kapasitas pendidik, pendidikan inklusif, perlindungan dan gizi anak, PAUD Holistik Integratif, hingga Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Keseluruhan langkah itu diarahkan menuju satu semangat, yakni “PAUD Bermutu untuk Semua.” Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina, yang memaparkan perjalanan Bunda PAUD selama setahun terakhir mengatakan, berbagai langkah yang telah dilakukan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperkuat. “Perjalanan satu tahun ini memberi kami banyak pembelajaran. Kami melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu diperkuat, dan bagaimana peran Bunda PAUD bisa terus hadir untuk menghubungkan berbagai pihak. Yang terpenting, setiap langkah yang dilakukan harus benar-benar bermuara pada layanan yang semakin baik bagi anak-anak kita,” ujar Titin. Paparan tersebut mendapat respons positif dari Direktur PAUD Kurniawan. Menurutnya, apa yang telah dibangun di Kota Makassar menunjukkan bahwa penguatan PAUD telah bergerak dalam arah yang sama dengan tujuan yang saat ini didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Kami tentu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan di Kota Makassar. Apa yang tadi disampaikan menunjukkan bahwa arah yang dibangun sudah sejalan dengan tujuan yang sedang kita dorong bersama, yaitu bagaimana menghadirkan layanan PAUD yang semakin bermutu dan dapat dirasakan oleh setiap anak,” ujar Kurniawan. Menurutnya, komitmen yang telah dibangun di daerah perlu terus dijaga agar berbagai program tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi berkembang menjadi praktik yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung terhadap anak. Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Abdul Kahar, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap pendidikan. Menurutnya, kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan suatu wilayah. “Ketika satu daerah sudah peduli terhadap pendidikan, itu pertanda peduli terhadap masa depan wilayah tersebut. Yang menentukan kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Sangat beruntung wilayah yang pimpinannya memang peduli terhadap pendidikan,” ungkap Abdul Kahar. Melinda menambahkan, berbagai capaian yang disampaikan dalam audiensi tersebut tidak terlepas dari kerja bersama Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, satuan pendidikan, Pemerintah Kota Makassar, para pendidik, keluarga, organisasi mitra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. “Peran kami adalah berusaha mempertemukan berbagai kekuatan tersebut agar kebutuhan anak dapat dilihat secara lebih utuh. Karena semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama, semakin kuat pula lingkungan yang kita siapkan bagi anak-anak Makassar,” tutur Melinda. Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan sinergi antara Bunda PAUD Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar, dan Direktorat PAUD Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Bagi Bunda PAUD Kota Makassar, perjalanan satu tahun tersebut juga menjadi pijakan untuk melanjutkan penguatan yang telah dimulai. Sebab, memperkuat PAUD bukan tentang menyelesaikan satu program, melainkan memastikan setiap anak mendapatkan awal yang semakin baik untuk perjalanan hidupnya. (*)

Baca Selengkapnya