Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Berawan27°CBerawan•Kelembapan 87%•Angin 5.3 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

ᨆᨍᨘ ᨑᨗ ᨄᨚᨒᨙ ᨈᨚᨉᨚ (Maju ri pole todo)

Dari petikan dawai kecapi anak negeri di rindangnya rumpun bambu, mari kita jaga kekayaan tradisi Makassar agar terus hidup menyongsong masa depan!

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound
Event Terbaru

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound

21 Nov 2026Anjungan MNEK (Tugu Komodo CPI)
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Jumat, 6 November 2026

Ketua Dewan Lingkungan Resmikan Sentra Tukar Sampah Berbasis Aplikasi di Kelurahan Layang

MAKASSAR – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, meresmikan Sentra Tukar Sampah berbasis aplikasi di Jalan Sibula Dalam, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Jumat (6/11/2026).Inovasi ini menjadi langkah baru dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih praktis sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.Sentra Tukar Sampah Kelurahan Layang hadir dengan sistem digital melalui aplikasi MuliaAsri. Aplikasi ini memudahkan warga dalam mengikuti kegiatan tukar sampah, sekaligus dilengkapi fitur mitra yang membuka peluang kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.Dalam sambutannya, Melinda mengapresiasi inovasi Pemerintah Kelurahan Layang yang dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah.Menurutnya, penggunaan aplikasi menjadi nilai tambah karena belum ada kelurahan lain di Kota Makassar yang menghadirkan sistem serupa.Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi program percontohan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.Melinda juga menekankan pentingnya pendataan warga yang akurat sebagai salah satu dasar dalam menjalankan program lingkungan.Ia meminta jajaran RT/RW, pemerintah kelurahan, serta kader PKK untuk memastikan data warga, termasuk data Dasawisma, benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.“Data yang kita miliki harus sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, RT/RW dan kader PKK perlu memastikan pendataan dilakukan dengan baik, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” pesannya.Lebih lanjut, Melinda mengungkapkan bahwa gerakan pemilahan sampah mulai menunjukkan hasil positif. Keaktifan bank sampah di sejumlah wilayah semakin meningkat, bahkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.Ia mencontohkan salah satu pengurus RT yang mampu membeli sepeda motor bekas dari hasil penjualan sampah anorganik yang dikumpulkan warga. Hal ini menunjukkan bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi.Menurutnya, sejak pemilahan sampah semakin digalakkan, volume sampah anorganik yang terkumpul juga terus bertambah. Warga mulai lebih bersemangat mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual.Namun, Melinda mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan kepada pemerintah kelurahan saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari lurah, RT/RW, kader PKK, hingga warga.“Pengelolaan sampah ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pak Lurah. Semua harus terlibat, mulai dari RT/RW, kader PKK, ibu-ibu pengurus PKK kelurahan, sampai masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, hasilnya tentu akan lebih baik,” ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara (TPS) harus terus dilakukan. Pemerintah Kota Makassar secara rutin memantau agar sampah yang telah dipilah tidak kembali tercampur, termasuk menindaklanjuti laporan apabila ditemukan sampah dari wilayah lain yang kembali bercampur.Melinda menyebutkan, upaya pembenahan pengelolaan sampah yang terus dilakukan mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kondisi di sekitar TPA, termasuk kawasan Manggala dan Panaikang, kini menunjukkan perubahan dengan berkurangnya bau tidak sedap secara signifikan.Sementara itu, Lurah Layang, Ahdar Natsir menjelaskan bahwa Sentra Tukar Sampah MuliaAsri dirancang sebagai layanan berbasis digital yang menghubungkan masyarakat dengan kegiatan pengelolaan sampah. Selain memudahkan proses tukar sampah, fitur mitra di dalamnya juga menjadi ruang kolaborasi bagi UMKM lokal.Camat Bontoala, Patahulla dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sentra tukar sampah berbasis aplikasi di Kelurahan Layang merupakan yang kedua di wilayah Kecamatan Bontoala. Sebelumnya, sentra serupa telah diresmikan oleh Ketua Dewan lingkungan di Kelurahan Gaddong.Ia berharap inovasi ini dapat diikuti kelurahan lainnya dengan berbagai pengembangan program. Terlebih, Kelurahan Layang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, tingkat kepadatan tertinggi, sekaligus wilayah terluas di Kecamatan Bontoala.Karena itu, gerakan pemilahan sampah di Kelurahan Layang dinilai sangat strategis. Camat Bontoala turut mengapresiasi peran aktif para ketua RT, RW, dan kader PKK yang selama ini konsisten mengedukasi masyarakat agar membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.Inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi terus berkembang melalui keterlibatan aktif masyarakat. Dengan kerja sama seluruh elemen, pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan kehidupan warga.(*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 6 November 2026

Pemkot Makassar Gandeng Polda Sulsel Perluas Konservasi RTH TPA Tamangapa

MAKASSAR,—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong penataan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, menuju kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau hutan kota melalui program penghijauan.Langkah pemulihan lahan tersebut didorong Pemkot Makassar usai TPA Tamangapa sukses dibenahi dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.Kali ini, Pemkot Makassar berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menanam 100 bibit pohon tabebuya di kawasan TPA Tamangapa, Jumat (6/11/2026) pagi.Penanaman pohon dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kapolda Sulsel, Irjen Pol Awal Chairuddin, Wakapolda Sulsel, Bridgen Pol Gidion Arif Setyawan, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, dan jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel.Sebanyak 100 bibit tabebuya ditanam secara bergotong royong di sepanjang akses jalan masuk menuju TPA Antang, guna memperluas penghijauan secara bertahap sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan pengelolaan sampah tersebut.Munafri mengatakan pemilihan pohon tabebuya, selain untuk menambah pohon penghijauan, juga mempertimbangkan manfaat ekologisnya bagi lingkungan, yakni bisa membantu memperbaiki kualitas udara."Tabebuya ini bagus, dapat membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen," katanya.Munafri berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, menciptakan lingkungan TPA yang semakin asri, teduh, dan nyaman bagi kawasan tersebut dalam jangka panjang.Upaya ini juga melanjutkan kegiatan penghijauan sebelumnya. Pada Senin (5/10), Pemkot Makassar bersama Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan telah menanam sebanyak 285 bibit pohon beragam jenis di kawasan TPA Tamangapa.Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, Munafri mendorong keterlibatan berbagai pihak dan lembaga dalam menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan, termasuk mendorong transformasi hutan kota di lahan kawasan yang selama ini menjadi pusat sampah.Selain kegiatan penghijauan, Munafri bersama jajaran Polda Sulsel juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para petugas TPA Antang.Bantuan tersebut menunjukkan bentuk kepedulian dan apresiasi pemerintah kepada para petugas yang setiap hari menjalankan tugas dalam mendukung kebersihan dan pengelolaan sampah di Kota Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Kamis, 5 November 2026

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional

JAKARTA — Pemerintah Kota Makassar, dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, bertepatan momentum HUT Kota Makassar 2026.Kali ini, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kota Makassar berhasil meraih Penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 kategori Pengelola Program Keluarga Berencana (KB) Terbaik I.Penghargaan bergengsi itu, diserahkan pada puncak acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diwakili Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang hadir menerima langsung trofi penghargaan."Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin. Kota Makassar berhasil meraih Terbaik Pertama Parasamya Karya Kencana Tahun 2026," ungkap Irwan seusai menerima penghargaan.Penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemkot Makassar.Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengelolaan program KB, serta menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.Andi Irwan menjelaskan, Parasamya Karya Kencana merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kemendukbangga/BKKBN kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan program pembangunan keluarga serta keluarga berencana."Penghargaan ini, tidak hanya didasarkan pada capaian kepesertaan KB, tetapi juga mencakup mutu pelayanan, peningkatan kualitas penyelenggaraan program, kesehatan reproduksi, pelayanan kependudukan, hingga kemampuan daerah menghadirkan inovasi," tuturnya.Dalam proses penilaian oleh panelis independen dari pemerintah pusat, DPPKB Kota Makassar memaparkan enam inovasi unggulan yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan di lapangan."Keenam inovasi tersebut meliputi Alokon Ekspres, Siked, Masiga, Mabarani, Simponi Keren, dan Belati," ungkap Plt. Asisten I Pemkot Makassar ini.Dijelaskan, Alokon Ekspres merupakan layanan respons cepat distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) untuk meminimalkan risiko kekosongan stok. Melalui sistem one-day service, kebutuhan alokon yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan penyaluran.Selanjutnya, SIKED atau Sistem Informasi Kinerja Kader menjadi inovasi digital untuk mendokumentasikan sekaligus memantau kinerja kader secara lebih terukur.Sementara MASIGA atau Manajemen Sistem Informasi Keluarga menghadirkan pengelolaan data berbasis aplikasi guna mendukung proyeksi sasaran dan kebutuhan pelayanan keluarga berencana.Kemudian, pada aspek pembangunan generasi muda, DPPKB menghadirkan MABARANI, sebuah program edukasi yang mendorong remaja Makassar berani merencanakan masa depan secara lebih baik.Adapun SIMPONI KEREN difokuskan pada penguatan dan pendampingan keluarga orang tua tunggal atau single parent. Sedangkan BELATI atau Beranda Lansia Produktif menjadi inovasi yang mendorong peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan produktif."Alhamdulillah, ada enam inovasi yang kami paparkan dalam proses penilaian. Seluruhnya dirancang agar pelayanan lebih responsif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan keluarga," jelasnya.Tidak sekadar menghadirkan program baru, enam inovasi tersebut juga didukung capaian kinerja yang menunjukkan tren positif dalam pengelolaan program KB di Kota Makassar.Berdasarkan data DPPKB Kota Makassar, persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur (PUS) meningkat dari 64,52 persen pada 2023 menjadi 68,46 persen tahun 2025.Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga mengalami peningkatan signifikan, dari 27,75 persen menjadi 35,19 persen dalam periode yang sama.Selain itu, peningkatan juga terlihat pada keterlibatan masyarakat dalam kelompok kegiatan pembangunan keluarga.Seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)."Capaian ini, memperlihatkan bahwa penguatan program KB tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat," katanya.Andi Irwan menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama Pemerintah Kota Makassar melalui penguatan kualitas pelayanan, pemanfaatan data, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak."Keberhasilan pengelolaan KB bukan hanya tentang capaian, tetapi tentang mutu layanan, pilihan yang sadar, data yang valid, dan inovasi yang benar-benar berdampak," tuturnya.Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas melalui pelayanan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Makassar MULIAIa pun menyebut penghargaan nasional tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Kota Makassar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar pada 9 November 2026."Alhamdulillah, Penghargaan Parasamya Karya Kencana ini menjadi kado dari DPPKB untuk HUT Kota Makassar 2026," pungkas Irwan. (*)

Baca Selengkapnya
Kamis, 5 November 2026

Wali Kota Makassar Ikuti Rakor Kemendagri Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah Cegah Korupsi

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.Rakor pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (5/11/2026).Forum tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulsel serta Pemerintah Provinsi Sulsel dalam agenda koordinasi untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah.Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Johanis Tanak, hadir langsung memberikan pengarahan.Partisipasi Munafri dalam kegiatan tersebut menegaskan sinergi dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk terus mendorong penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan akuntabel.“Agenda ini menjadi forum koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam aspek tata kelola dan pencegahan korupsi,” katanya.Wali kota yang akrab disapa Appi ini memandang penguatan tata kelola dan pencegahan korupsi sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan Pemerintah daerah.Ia menggaris bawahi, untuk mewujudkan hal tersebut tentu membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pimpinan daerah, tetapi juga seluruh jajaran perangkat daerah.Appi berharap melalui forum koordinasi ini, dapat terbangun kesamaan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.(*)

Baca Selengkapnya
Rabu, 4 November 2026

Temui Peternak Hewan di Panaikang, Wali Kota Appi Siapkan Lokasi dan Fasilitasi Akses KUR

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, berupaya mencarikan solusi terbaik bagi warga yang selama ini menjalankan usaha peternakan babi di Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung menemui para peternak dan warga setempat, Rabu (4/11/2026), untuk mendengarkan aspirasi sekaligus membahas langkah penataan kawasan tersebut.Dalam pertemuan itu, pemilik kandang peternak menyampaikan harapan agar pemerintah menghadirkan solusi yang memungkinkan aktivitas usaha mereka tetap berlanjut.Menanggapi hal ini, Munafri menegaskan, pemerintah kota ingin memastikan proses penataan tidak mengabaikan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha peternakan."Kita coba carikan tempat yang lebih baik, tertata, dan representatif. Jadi, aktivitas peternakan maupun jual beli hewan bisa dilokalisasi di tempat yang memang sesuai peruntukannya. Lingkungan juga bisa kita benahi," ujarnya.Menurutnya, Pemerintah Kotaakan mencari lokasi alternatif yang memungkinkan para peternak dan pedagang tetap menjalankan aktivitas usahanya secara lebih tertib, tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di kawasan permukiman.Tidak hanya menyiapkan solusi relokasi, Munafri juga membuka peluang pemberian dukungan permodalan bagi para pelaku usaha yang terdampak penataan.Salah satunya melalui fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menggandeng perbankan, termasuk Bank Sulselbar.Ia meminta agar kebutuhan para peternak didata secara menyeluruh, sehingga bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing."Nanti kita data, apa yang dibutuhkan untuk mendukung usaha peternakan mereka. Kita fasilitasi akses permodalan melalui KUR," katanya."Jadi, kalau memang membutuhkan bantuan untuk pengembangan usaha, kita lihat dan carikan jalan keluarnya," sambung Appi.Mantan CEO PSM itu juga menyebutkan, pemerintah akan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat penataan, termasuk aspirasi warga terkait kerugian maupun kebutuhan perbaikan lingkungan.Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar agar penataan kawasan berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Ia menegaskan, kebijakan penertiban tidak semata-mata menghilangkan aktivitas usaha warga, melainkan mengarahkan kegiatan ekonomi agar berlangsung di lokasi yang sesuai aturan, lebih tertata, dan memiliki prospek pengembangan.Melalui pendekatan tersebut, Appi berharap para peternak dan pedagang yang terdampak dapat memperoleh ruang usaha yang lebih layak, sekaligus memiliki akses permodalan untuk meningkatkan kapasitas usahanya."Dengan, penataan kawasan tidak hanya menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga tetap menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat," tutur Munafri.Dia menambahkan, penataan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan peraturan daerah serta rencana tata ruang wilayah Kota Makassar."Berdasarkan peruntukannya, kawasan Jalan Kesadaran merupakan zona permukiman, bukan kawasan peternakan.Kondisi tersebut membuat keberadaan aktivitas peternakan di lokasi itu perlu ditata sesuai ketentuan yang berlaku.Hal ini juga mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya
Rabu, 4 November 2026

Panen Bawang hingga Sayuran, Appi Ajak Warga Jadikan Lahan Terbatas Lebih Produktif

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus memperluas gerakan urban farming atau pertanian perkotaan dengan menargetkan seluruh Rukun Warga (RW) memiliki lahan produktif.Program ini didorong menjadi salah satu kekuatan ketahanan pangan masyarakat, sekaligus mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.Salah satunya melalui pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan yang kini mulai memberikan hasil nyata bagi kelompok tani dan warga.Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memanen bawang dan sejumlah jenis sayuran di Kebun Urban Farming Kelompok Tani Marennu, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Rabu (4/11/2026).Tidak hanya di satu lokasi, Munafri yang akrab disapa Appi kemudian melanjutkan kunjungannya ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Jalan Deppasawi Luar, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.Di lokasi tersebut, Appi turut menyaksikan hasil panen berupa cabai (lombok), kangkung, dan terong yang dibudidayakan oleh anggota kelompok wanita tani."Kunjungan ke dua lokasi urban farming ini menjadi bentuk dukungan pemerintah kota terhadap gerakan pertanian perkotaan yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," ujar Appi.Orang nomor satu Kota Makassar itu mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sekaligus hasil dari program urban farming yang dikembangkan kelompok tani di wilayah Kota Makassar.Menurutnya, pertanian perkotaan menjadi salah satu solusi strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan lahan yang menjadi tantangan bagi kota metropolitan.Melalui pemanfaatan pekarangan dan ruang-ruang kosong, masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan produktif dengan menanam berbagai komoditas pangan dan sayuran."Program urban farming ini penting karena menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga," katanya."Walaupun dengan lahan terbatas, masyarakat tetap bisa memproduksi kebutuhan pangan sendiri," demikian pesan yang disampaikan Appi.Pemerintah Kota Makassar melalui kelompok-kelompok tani terus memotivasi warga agar mengembangkan pertanian perkotaan agar masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, urban farming juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat, memperkuat kebersamaan antarwarga, serta berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga."Kita berharap gerakan urban farming dapat tumbuh menjadi budaya produktif masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga," tutup Appi.Sedangkan, Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, mengatakan, dari total 677 RW yang tersebar di wilayah Kecamatan Tamalate, sekitar 60 persen di antaranya saat ini telah memiliki urban farming."Capaian ini, akan terus kita tingkatkan hingga seluruh RW memiliki minimal satu kawasan pertanian perkotaan," tuturnya.Pihaknya menargetkan urban farming tumbuh di setiap kelurahan, bahkan menjangkau seluruh RT/RW untuk memanfaatkan lahan kosong.Tidak hanya menyasar kelompok masyarakat, pengembangan kebun produktif juga didorong melalui organisasi pemberdayaan perempuan dan kemasyarakatan, seperti PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP)."Target kami, setiap kelurahan wajib memiliki urban farming di setiap RW. Begitu juga PKK dan DWP harus memiliki urban farming sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan," ujarnya.Menurut Aril, kunjungan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ke salah satu kawasan urban farming, menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan program tersebut.Bahkan, Wali Kota menilai kondisi urban farming di wilayah itu layak dijadikan salah satu proyek percontohan atau pilot project bagi pengembangan pertanian perkotaan di Kecamatan Tamalate.Menindaklanjuti arahan tersebut, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan para lurah untuk mengidentifikasi dan mengarahkan pengembangan urban farming di wilayah masing-masing, dengan menjadikan RW 5 Maccini Sombala sebagai salah satu rujukan.Aril menjelaskan, pengembangan urban farming di setiap wilayah tidak bisa diseragamkan. Kondisi geografis dan ketersediaan lahan menjadi pertimbangan dalam menentukan metode budidaya.Bagi wilayah yang memiliki lahan memadai, warga dapat memanfaatkan media tanam tanah secara langsung. Sementara kawasan dengan keterbatasan lahan bisa mengembangkan sistem hidroponik."Karakteristik setiap wilayah berbeda. Kalau tidak memiliki lahan yang cukup, bisa menggunakan metode hidroponik. Jadi, keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak mengembangkan urban farming," jelasnya.Selama ini, hasil panen dari kebun-kebun urban farming tersebut masih lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar, terutama warga RT dan RW yang mengelolanya.Meski demikian, Aril menilai manfaat program ini tidak semata-mata diukur dari jumlah produksi. Urban farming juga membangun partisipasi warga, menumbuhkan budaya bercocok tanam, serta memperkuat kemandirian pangan mulai dari tingkat lingkungan.Bahkan, Kecamatan Tamalate berhasil meraih juara pertama dalam lomba kebun "Aku Hatinya PKK" tingkat Kota Makassar. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti berkembangnya gerakan pemanfaatan pekarangan dan kebun produktif di wilayah tersebut.Ke depan, tantangan utama yang akan dihadapi adalah mengajak masyarakat yang tidak memiliki lahan agar tetap terlibat dalam gerakan urban farming.Salah satu alternatifnya melalui sistem hidroponik. Namun, metode ini membutuhkan biaya awal yang relatif lebih besar, terutama untuk penyediaan instalasi dan sarana pendukung.Karena itu, pemerintah kecamatan bersama kelurahan akan terus melakukan edukasi sekaligus mencari solusi agar persoalan pembiayaan tidak menjadi penghambat masyarakat untuk memulai pertanian perkotaan."Kami akan terus mengedukasi masyarakat, termasuk mencari solusi terhadap kendala anggaran. Harapan kami, seluruh RW di Kecamatan Tamalate nantinya memiliki minimal satu urban farming," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Eee... Ballassi ki Aspar karena terpilih jadi Ketua RT padahal dia cuma iyakan kopinya Dek Ramlah. Tidak tenangmi setiap hari ada saja yang ketuk pintunya pagi-pagi. Tapi senang ki juga Aspar karena jadi dekat sama dek Ramlah. Tapi pusingki juga. Tapi senang, tapi... ah sudahlah. Nonton sendiri maki di Youtube Pemerintah Kota Makassar! Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing" now streaming.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!

Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)