Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah27°CCerah•Kelembapan 62%•Angin 2.2 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Nikah Massal Gratis 2026
Event Terbaru

Nikah Massal Gratis 2026

02 Nov 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Sabtu, 17 Oktober 2026

APEKSI 2026, Aliyah Mustika Ilham Buka Jalan Kerja Sama Budaya Makassar–Singkawang

SINGKAWANG,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri jamuan makan malam (welcome dinner) dalam rangka Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026, Kamis malam (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, tersebut menjadi momentum bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, serta menggali potensi budaya unggulan masing-masing daerah sebagai bagian dari pembangunan dan penguatan identitas bangsa. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis. Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat di tengah beragam latar belakang suku, agama, tradisi, dan adat istiadat. “Keberagaman budaya yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Melalui forum seperti Rembuk Kebudayaan APEKSI ini, kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat komitmen untuk menjadikan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Menurutnya, nilai toleransi yang diangkat Kota Singkawang menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus merawat kebersamaan dan membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati. “Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga bagaimana kita membangun rasa saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita tanamkan agar keberagaman menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan bangsa,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar turut didampingi, Sekdis Kebudayaan Sri Wahyuli Malik, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Diskominfo) Kota Makassar, Abdullah, Analis kebijakan Erwin Kusuma, Staf Pengadministrasi Perkantoran Bappeda Irene Natalia Ismail, Kabid Pendidikan dan Penyuluh Dinas Koperasi Amirai, serta Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Koperasi Makassar Soraya Nurjanah. Acara ini dihadiri sekitar 98 kepala daerah, wali kota, serta delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Turut hadir Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, selaku tuan rumah. Rangkaian kegiatan dikemas dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Singkawang 2026 yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga wadah pertukaran pengalaman antardaerah dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Dalam Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026, Kota Singkawang mengangkat toleransi sebagai salah satu identitas budaya unggulannya. Nilai tersebut menjadi pesan penting bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, saling menghargai, dan memperkokoh persatuan. Partisipasi Aliyah Mustika Ilham dalam forum ini sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan penguatan jejaring kerja sama antarpemerintah kota, khususnya dalam pengembangan kebudayaan, pelestarian tradisi, serta penguatan karakter masyarakat. Aliyah Mustika Ilham juga tertarik dan mengapresiasi kekayaan serta keberagaman budaya yang dimiliki Kota Singkawang. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi potensi besar untuk memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan. “Kami merasa sangat tertarik melihat begitu banyak keberagaman budaya yang ada di Kota Singkawang. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kami dari Pemerintah Kota Makassar untuk belajar, berbagi pengalaman, serta membuka peluang sinergi dan kolaborasi antardaerah,” katanya. Ia juga berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Singkawang dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama. Sebagai tindak lanjut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan keinginannya untuk mengundang Pemerintah Kota Singkawang berkunjung ke Makassar guna saling mengenal potensi budaya dan keunggulan masing-masing daerah. “Insyaallah, ke depan kami juga ingin mengundang Pemerintah Kota Singkawang untuk berkunjung ke Kota Makassar. Kami berharap melalui pertemuan ini, hubungan silaturahmi semakin erat dan dapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi nyata, khususnya dalam pengembangan kebudayaan dan promosi potensi daerah,” tutupnya. Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antarpemerintah kota untuk menjadikan kebudayaan bukan sekadar identitas daerah, melainkan juga modal sosial dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya
Sabtu, 17 Oktober 2026

Perdana Digelar KORMI, Wali Kota Appi Resmi Buka FORKOT Makassar 2026

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026). Pembukaan ditandai dengan aksi Munafri menembakkan anak panah ke layar sebagai simbol dimulainya festival olahraga masyarakat tersebut. Wali kota yang akrab disapa Appi ini hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Pembukaan FORKOT Makassar berlangsung meriah bersama ribuan masyarakat dari 15 kecamatan, mulai dari kalangan pelajar hingga orang tua. FORKOT Makassar 2026 merupakan ajang sportivitas olahraga rekreasi perdana yang kembali digelar dibawah kepemimpinan Munafri. Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar. Melalui FORKOT Makassar 2026, Appi berharap olahraga rekreasi di tengah masyarakat dapat hidup kembali sebagai bagian dari budaya khas masyarakat Makassar. Sekaligus membangun budaya hidup sehat dan memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat. Appi juga menekankan agar FORKOT Makassar tidak sekadar menjadi agenda kompetisi sportivitas. Tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial warga. “Ini sangat penting, bukan hanya membangun olahraga, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat melalui olahraga, dan tentu akan membangun prestasi olahraga di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Appi menggaris bawahi, olahraga masyarakat memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang bagi warga untuk menyalurkan bakat, minat, dan aspirasi. Karena itu FORKOT, kata dia, sangat strategis karena dapat mengundang partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Ia juga berharap semangat dan persaudaraan yang terbangun melalui FORKOT Makassar 2026 dapat berlanjut dalam keseharian masyarakat di seluruh kecamatan, bukan hanya saat festival berlangsung. Lebih jauh, Appi juga menilai keberadaan ruang interaksi yang positif seperti ini, menjadi semakin penting di tengah maraknya aksi perang kelompok anak pemuda di Kota Makassar. Menurutnya, melalui kegiatan olahraga yang terarah, masyarakat, khususnya pemuda, dapat memiliki wadah untuk berkumpul, membangun kebersamaan, dan menyalurkan energi ke aktivitas yang bermanfaat. “Tentu kita berharap ada wadah yang mampu menaungi atau memberikan tempat bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara positif,” jelasnya. Untuk itu, ia mendorong KORMI agar terus menghadirkan kegiatan olahraga masyarakat yang menjangkau berbagai kalangan dan kelompok usia. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat olahraga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Appi berharap FORKOT Makassar 2026 dapat menjadi awal dari penguatan ekosistem olahraga masyarakat di Kota Makassar, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat dan mempererat persaudaraan antarwarga. Ia juga berharap penyelenggaraan FORKOT Makassar 2026 dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Baik dari sisi pelaksanaan maupun dampaknya terhadap pengembangan olahraga masyarakat di Kota Makassar. Sementara itu, Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Rian Adrian, menjelaskan FORKOT Makassar 2026 diikuti 23 Inorga yang melibatkan masyarakat dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Partisipasi tersebut juga terlihat dari pawai kontingen 15 Kecamatan sebagai semarak seremoni pembukaan, menampilkan beragam organisasi olahraga masyarakat dari masing-masing wilayah. “Kalau kita lihat tadi pada saat pawai rata-rata kecamatan memiliki hampir 15-17 Inorga. dan hampir semua inorga tersebut ada disetiap kecamatan,” jelasnya. Ia menambahkan, FORKOT tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai jenis olahraga rekreasi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, Ia berharap semakin banyak warga mengenal dan terlibat dalam olahraga masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, aktif, dan memiliki ruang kebersamaan yang positif.(*)

Baca Selengkapnya
Sabtu, 17 Oktober 2026

Diwakili Kadis Kominfo, Munafri Arifuddin Terima Penghargaan PWI Awards 2026

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima penghargaan PWI Awards 2026 dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan atas inovasi dalam tata kelola perkotaan dan digitalisasi pelayanan publik. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori “Kepala Daerah dengan Inovasi Tata Kelola Perkotaan dan Digitalisasi Pelayanan Publik” pada malam penganugerahan PWI Awards 2026 yang berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, didampingi Ketua PWI Sulawesi Selatan, Suwardi Thahir, dan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Moh. Roem, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi PWI Sulsel terhadap upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pembaruan tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan publik. Mewakili Wali Kota Makassar, Moh. Roem menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PWI atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Penghargaan PWI Awards 2026 ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus lecutan semangat bagi Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin beserta seluruh jajaran Pemkot Makassar. Bapak Wali Kota senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, serta berbasis digital demi mempermudah pelayanan masyarakat,” ujar Moh. Roem. Ia menegaskan bahwa transformasi digital dalam pemerintahan bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan mengakses pelayanan pemerintah. Lebih lanjut, Moh. Roem menyampaikan bahwa pengembangan pelayanan publik berbasis digital membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers. Dalam hal ini, media memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi pembangunan, tetapi juga sebagai mitra dalam mengawal kebijakan dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memastikan setiap inovasi yang dikembangkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan warga. Melalui penghargaan PWI Awards 2026, Pemerintah Kota Makassar diharapkan semakin memperkuat inovasi tata kelola pemerintahan dan pengembangan layanan publik berbasis digital yang mudah diakses, terintegrasi, serta inklusif bagi seluruh masyarakat. Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan warga. (*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 16 Oktober 2026

Wali Kota Appi Sambangi RSUD Daya, Bagi Masker hingga Cek Ruangan Pasien # Kabut Asap Kiriman Selimuti Makass

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, turun langsung memastikan kesiapan layanan kesehatan di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir. Bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Appi mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, Jumat (16/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau pelayanan pasien sekaligus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam mengantisipasi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat penurunan kualitas udara. Appi mengatakan, kondisi kabut asap yang terlihat semakin tebal dalam beberapa hari terakhir perlu direspons dengan langkah serius dan terukur, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat. "Yang ingin kita pastikan adalah bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan merespons masyarakat yang terdampak asap dan kondisi cuaca yang kurang baik ini," ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, Appi meninjau sejumlah ruang perawatan pasien, berinteraksi dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien dan pengunjung rumah sakit. Ia juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Menurutnya, kesiapan rumah sakit dan puskesmas menjadi hal penting agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh penanganan secara cepat dan optimal. Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, serta seluruh puskesmas di Kota Makassar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Munafri menekankan, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan maksimal, termasuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk. "Kita harus lebih antisipatif dan responsif terhadap hal-hal seperti ini. Saya juga melihat langsung beberapa puskesmas di Kota Makassar untuk memastikan apakah ada peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap," jelasnya. Pantau Kondisi Pasien ISPA Dari hasil pemantauan awal di RSUD Daya, Munafri menyebut belum terlihat peningkatan signifikan jumlah pasien ISPA. Bahkan, kondisi pasien yang menjalani perawatan dilaporkan mulai membaik. Ia mencontohkan, dari enam pasien anak yang ditemuinya, sekitar dua pasien mengalami ISPA, sementara lainnya menjalani perawatan karena penyakit berbeda. "Tidak banyak peningkatannya, bahkan mungkin sudah mulai berkurang," tuturnya. "Tadi ada beberapa pasien anak, dan yang ISPA. Menurut dokter, kondisinya juga sudah membaik dan tidak sesak lagi," sambung Ketua IKA FH Unhas itu. Meski demikian, Appi mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat masyarakat dan tenaga kesehatan lengah. Pemantauan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan situasi di lapangan. Sekolah dari Rumah Masih Menunggu Evaluasi Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Makassar juga mempertimbangkan langkah perlindungan bagi anak-anak sekolah di tengah kondisi kabut asap. Ia menuturkan, kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan hasil pemantauan kualitas udara dari lembaga atau instansi berwenang. "Apakah kita akan melakukan pembelajaran dari rumah, itu masih kita tunggu berdasarkan kondisi cuaca. Sampai saat ini, menurut laporan yang kami terima, kondisinya masih dalam batas toleransi," katanya. Sambil menunggu evaluasi lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. "Yang paling penting, kita semua harus lebih waspada dan menjaga diri. Salah satunya dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu," imbuh Appi. "Kita akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan rumah sakit dan puskesmas siap memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan optimal bagi warga yang membutuhkan," lanjutanya. Terpisah, Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dengan ketersediaan tempat tidur dan obat-obatan yang mencukupi. Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, mengatakan peningkatan kunjungan pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Kami mencatat kenaikan penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, seperti obat batuk, demam, dan alergi," katanya. Menurut Any Muliany, penggunaan obat-obatan tersebut mengalami peningkatan hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan pasien dengan kondisi berat. Pasien yang mengalami keluhan batuk dan sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis. "Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik," jelasnya. Ia menambahkan, dari enam pasien anak yang masih menjalani perawatan pada Jumat (16/10/2026), seluruhnya dilaporkan mengalami perbaikan kondisi. Terkait penyebab gangguan pernapasan tersebut, Any menyebut hasil pemeriksaan darah pada pasien menunjukkan adanya virus, tetapi belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap. Karena itu, peningkatan keluhan pernapasan tersebut masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya. "Di tengah peningkatan jumlah pasien, kami RSUD Daya memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjaga," tegasnya. Any Muliany mengatakan ketersediaan tempat tidur masih mencukupi untuk melayani pasien yang membutuhkan perawatan. Begitu pula dengan persediaan obat-obatan yang masih berada dalam kondisi aman. "Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah," ungkapnya. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan rumah sakit dalam mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, terutama selama kualitas udara di Makassar masih menjadi perhatian. "Kami akan terus memantau perkembangan jumlah kunjungan dan kondisi pasien, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 16 Oktober 2026

Jelang Musim Hujan, Appi Minta Camat-Lurah Bergerak, Drainase hingga Kanal Dibersihkan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, terus mencari langkah konkret untuk merespons kabut asap kiriman yang menyelimuti langit Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir. Kali ini, Appi mendatangi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (16/10/2026), untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan kualitas udara terkini. Kedatangan orang nomor satu di Kota Makassar itu disambut langsung Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Dalam kunjungan tersebut, Appi memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap dan potensi perubahan cuaca di Makassar. "Langkah ini, kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Appi. Wali Kota Makassar itu mengatakan, pemantauan bersama BMKG penting untuk mengetahui kondisi cuaca terkini sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan. "Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara, kita butuh solusi," katanya. "Ini menyangkut kesehatan masyakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar," sambung Appi. Ia menuturkan, bahwa berdasarkan penjelasan pihak BMKG Bandara Sultan Hasanuddin saat kunjungan tersebut, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, kata Papi, Pemerintah kota tetap perlu mencermati perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. "Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan," jelasnya. Di tengah situasi tersebut, Appi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pembakaran terbuka dapat memperburuk kualitas udara, terutama ketika polutan dari asap kiriman masih menyelimuti wilayah perkotaan. Karena itu, upaya menjaga kualitas udara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara," imbuh Munafri. Selain memantau kabut asap, Appi turut mengungkapkan pergeseran perkiraan awal musim hujan yang berpotensi memengaruhi kesiapan Kota Makassar menghadapi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, potensi hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang hujan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kota. Sebab, periode kering yang berlangsung cukup panjang perlu diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur drainase dan saluran air sebelum hujan kembali turun. Appi mengatakan, dirinya akan memanggil jajaran camat, lurah, dan satuan tugas terkait untuk memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi berjalan hingga ke tingkat wilayah. "Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama," beber Appi. Lebih lanjut, aketia IKA FH Unhas itu menambahkan, salah satu langkah yang kini diperkuat ialah normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, serta pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air. Appi juga meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar untuk rutin membersihkan lingkungan dan saluran di sekitar kantor masing-masing. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kapasitas saluran air agar tetap optimal ketika hujan turun. "Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen," katanya. "Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat," lanjutnya. Dikatakan, Pemkot Makassar juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan normalisasi saluran dan kanal, termasuk mengangkat sedimen dalam skala lebih besar. Menurut Appi, waktu persiapan sebelum musim hujan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Berbagai faktor yang menghambat aliran air harus segera diidentifikasi dan ditangani agar risiko genangan dan banjir dapat ditekan. "Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal," jelasnya. Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menjalankan dua agenda secara bersamaan, merespons perkembangan kabut asap yang berdampak pada kualitas udara serta mempersiapkan infrastruktur kota menghadapi musim hujan. Ia menilai, pemantauan bersama BMKG menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan yang diambil berdasarkan informasi cuaca terkini. "Sementara penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran, kita harapkan dapat mengurangi risiko benjir saat musim hujan," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Kamis, 15 Oktober 2026

Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Wali Kota Appi Raih Penghargaan Nasional Dari BAZNAS RI

JAKARTA — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima penghargaan Grand Baznas Award 2026 sebagai Kepala Daerah/Wali Kota Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS R, Hj. Saidah Sakwan, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). Usai menerima penghargaan, Munafri menegaskan bahwa upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis sebagai jembatan antara para muzaki atau orang yang menunaikan zakat dengan mustahik, yakni masyarakat yang berhak menerima zakat. "Apa yang kita lakukan di daerah adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS. Karena menurut saya, BAZNAS menjadi penengah antara muzaki dan mustahik," ujar Munafri. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan zakat, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan kepedulian terhadap sesama. Oleh sebab itu, Appi menekankan, pengelolaan zakat tidak semata-mata berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang harus dijaga secara berkelanjutan. "Ini bukan hanya untuk membangun kekuatan umat, tetapi merupakan kegiatan yang harus kita laksanakan sepanjang umur kita," tuturnya. "Kegiatannya di dunia, kenikmatannya nanti di akhirat. Insya Allah, kita berdoa bersama-sama," sambung Munafri. Ia menjelaskan, Pemkot Makassar terus mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai kelompok masyarakat dalam mendukung gerakan zakat. Menurutnya, keterlibatan tersebut perlu dibangun melalui kebijakan dan ajakan bersama agar kepedulian sosial menjadi tanggung jawab kolektif, bukan hanya gerakan yang dilakukan oleh kelompok tertentu. "Kami memastikan aturan-aturan itu melibatkan seluruh ASN dan mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk bersama-sama. Lagi-lagi, ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita terhadap sosial kemasyarakatan," jelasnya. Di sisi lain, Wali Kota Makassar itu, mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus diimbangi dengan tata kelola zakat yang semakin transparan, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi, kata dia, menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sekaligus membangun citra positif lembaga zakat di mata masyarakat. Dengan pengelolaan yang terbuka dan akuntabel, masyarakat diharapkan semakin yakin bahwa zakat yang ditunaikan benar-benar dikelola untuk membantu mereka yang membutuhkan. "Dari sisi pengelolaan, harus jauh lebih transparan. Dengan mengikuti perkembangan digitalisasi dan sebagainya, kita bisa membangun citra yang baik untuk memberikan tingkat kepercayaan yang maksimal dari masyarakat," tegasnya. Munafri juga mengajak masyarakat yang belum menunaikan zakat melalui BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan. Ia meyakini, setiap zakat yang disalurkan memiliki nilai kemanusiaan karena dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas sosial. "Ini adalah kewajiban yang harus kita jalankan untuk memastikan bahwa apa yang kita keluarkan akan berdampak bagi kemanusiaan," katanya. "Walaupun kita tidak tahu ke mana arahnya, yakinlah bahwa tujuannya adalah untuk kemanusiaan," tambah Appi. Dia menilai, penguatan zakat merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem filantropi yang melibatkan pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat. Visi besar Munafri untuk mentransformasikan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional pun diarahkan agar tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Ditambahkan bahwa penghargaan Grand Baznas Award 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Lebih dari sekadar pengakuan, capaian ini menjadi dorongan bagi Pemkot Makassar untuk terus membangun budaya berbagi, memperluas partisipasi masyarakat, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan secara transparan dan tepat sasaran. "Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kita harapkan mampu memperkuat peran Makassar sebagai kota yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki solidaritas kemanusiaan yang kuat," tukas Appi. (*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!