Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Berawan27°CBerawan•Kelembapan 85%•Angin 9.6 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

ᨆᨍᨘ ᨑᨗ ᨄᨚᨒᨙ ᨈᨚᨉᨚ (Maju ri pole todo)

Dari petikan dawai kecapi anak negeri di rindangnya rumpun bambu, mari kita jaga kekayaan tradisi Makassar agar terus hidup menyongsong masa depan!

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound
Event Terbaru

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound

21 Nov 2026Anjungan MNEK (Tugu Komodo CPI)
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Sabtu, 7 November 2026

Fishing Exhibition HUT Ke-419 Makassar Jadi Wadah Komunitas Pemancing dan Magnet Baru Wisata Bahari

MAKASSAR,--Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar turut disemarakkam dengan kegiatan Makassar Memancing 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Sabtu (7/11/2026).Kegiatan bertajuk 'Fishing Exhibition’ ini digelar selama dua hari, pada 7–8 November 2026, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Makassar mewadahi komunitas pemancing dan menghidupkan kembali potensi wisata bahari.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar bekerja sama dengan berbagai komunitas pemancing.Makassar Memancing 2026 berhasil menggaet ratusan peserta termasuk dari luar daerah. Dikemas dalam bentuk kompetisi memancing di laut menggunakan kapal yang telah disediakan oleh Pemkot Makassar.Munafri mengatakan, kegiatan Makassar Memancing menjadi momentum untuk kembali mengaktifkan kegiatan serupa yang telah lebih dari 10 tahun tidak digelar melalui kolaborasi pemerintah dan komunitas pemancing.Ia menggaris bawahi, Makassar memiliki potensi laut dan bahari yang perlu diperkenalkan lebih luas. Salah satunya melalui kegiatan olahraga yang dapat menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan keindahan kawasan pesisir dan laut Makassar."Kita memulai menghidupkan kegiatan ini untuk memastikan bahwa potensi laut dan bahari kita harus dieksplorasi bersama. Salah satunya dengan membuat lomba memancing yang ditujukan kepada masyarakat agar bisa melihat keindahan spot bahari yang dimiliki Kota Makassar," ujarnya.Ia juga menyambut para peserta yang datang dari luar Sulawesi Selatan maupun luar Kota Makassar. Ia berharap kehadiran peserta dari berbagai daerah turut memperkenalkan Makassar sebagai salah satu destinasi wisata bahari.Munafri mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga kelestarian laut selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, pengembangan kegiatan wisata dan olahraga bahari harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap ekosistem laut."Kita ingin kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana cara kita mencintai laut dan mengenal potensi bahari yang dimiliki Kota Makassar," jelasnya.Selain memperkenalkan potensi wisata bahari, Pemerintah Kota Makassar juga berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.Keterlibatan nelayan dan pemilik kapal dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan diarahkan untuk membuka peluang perputaran ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.Munafri berkomitmen untuk menjadikan kegiatan Makassar Memancing menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak komunitas pemancing dari berbagai daerah."Mudah-mudahan acara ini kita laksanakan setiap tahun dan semakin kita besarkan untuk merangkul lebih banyak lagi pemancing yang datang ke Kota Makassar," pungkasnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, yang juga merupakan bagian dari anggota komunitas pemancing, mengatakan Makassar Memancing ini tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi turut membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.Ia menilai rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar ini diisi dengan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut."Ini bagian dari rangkaian HUT Kota Makassar. Namun, kami tidak ingin kegiatannya hanya diisi dengan sport fishing. Kami juga ingin menghadirkan kegiatan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, kami mengajak Bank Sulselbar untuk berkolaborasi," ungkapnya.Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar yang terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.(*)

Baca Selengkapnya
Sabtu, 7 November 2026

Wali Kota Makassar Apresiasi Bank Mandiri Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Mikro Fest 2026

MAKASSAR,--Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Mandiri Mikro Fest 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (7/11/2026).Munafri hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Seremoni pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang bersama Regional CEO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region X Sulawesi dan Maluku, Nunung Andreas Wisnu, serta jajaran pimpinan Bank Mandiri.Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kegiatan Mandiri Mikro Fest menjadi salah satu bentuk dukungan nyata sektor perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal.Menurutnya, kehadiran festival ini dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu berkembang dan bersaing.“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Bank Mandiri dan seluruh jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya.Wali Kota yang akrab disapa Appi menekankan keterlibatan Bank Mandiri dalam mendorong UMKM naik kelas merupakan bentuk kolaborasi yang dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian daerah.Terlebih, lanjutnya para pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut telah melalui sejumlah tahapan pelatihan dan kurasi produk. Melalui proses tersebut, lanjut Munafri, UMKM dapat meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.Munafri berharap, dukungan seperti ini tidak berhenti pada penyelenggaraan festival semata, tetapi terus berlanjut melalui berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“Kami berterima kasih karena Bank Mandiri begitu peduli terhadap UMKM. Harapan kita bersama, UMKM di Kota Makassar bisa semakin berdaya dan berkembang lebih baik,” tuturnya.Pada kesempatan itu, Munafri juga mengungkapkan bentuk kolaborasi lain antara Pemerintah Kota Makassar dan Bank Mandiri, yakni dukungan terhadap penataan kawasan kota melalui revitalisasi tugu di Jalan Rimbura'ne.Munafri mengungkapkan tugu tersebut selama beberapa tahun terakhir sudah tidak terawat sehingga rencananya akan kembali diaktifkan dan diresmikan pada Senin (9/11) mendatang.Menurut Munafri, berbagai kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, tidak hanya terbatas pada penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga penataan wajah kota.“Insyaallah, kalau tidak ada halangan, hari Senin kita akan meresmikan Tugu Mandiri di Jalan Rimbura'ne yang dipersembahkan oleh rekan-rekan dari Bank Mandiri,” ungkapnya.Lebih jauh, Munafri menekankan, Pemerintah Kota Makassar terbuka untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Munafri berharap Mandiri Mikro Fest 2026 dapat menjadi ruang produktif bagi UMKM lokal untuk memperluas peluang usaha dan memperkenalkan potensi produk unggulan Makassar kepada masyarakat yang lebih luas.(*)

Baca Selengkapnya
Sabtu, 7 November 2026

Bank Sulselbar dan Pemkot Makassar Kolaborasi Pulihkan Terumbu Karang di Pulau Lanjukang

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut melalui aksi nyata konservasi terumbu karang di wilayah kepulauan.Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian konservasi terumbu karang dan artificial reef berbentuk mesin ATM (Anjungan Terumbu Mandiri) di Pulau Lanjukang, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Sabtu (7/11/2026).Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Makassar bersama Bank Sulselbar dan komunitas penyelam tersebut."Ini adalah upaya kita bersama, baik pemerintah Kota, Bank Sulselbar, maupun teman-teman dari komunitas penyelam yang ada di Kota Makassar, menjaga kelestarian laut dan pantai," pesan Appi.Dalam kegiatan ini, dilakukan penanaman fragmen karang hidup menggunakan media khusus, seperti Spider Web atau rangka besi berbentuk jaring laba-laba serta meja beton.Bibit karang yang ditanam merupakan hasil budidaya yang dipersiapkan untuk memulihkan kawasan terumbu karang yang mengalami degradasi akibat perubahan suhu laut, pemanasan global, hingga aktivitas jangkar kapal.Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu menyampaikan bahwa, konservasi terumbu karang bukan sekadar kegiatan penghijauan bawah laut, melainkan langkah penting untuk melindungi, memulihkan, dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.Menurutnya, keberadaan terumbu karang memiliki peran vital dalam menjaga habitat berbagai biota laut sekaligus menopang keberlanjutan sumber daya perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir."Kita melakukan kegiatan untuk peduli terhadap lingkungan laut dan konservasi alam melindungi biota untuk generasi mendatang," tutur Munafri.Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota bersama para mitra berupaya mengaktifkan kembali kawasan terumbu karang di sekitar Pulau Lanjukang agar ekosistem bawah laut tetap terjaga dan dapat berkembang.Namun, Munafri menegaskan, program konservasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.Sehingga, perlu ada komitmen jangka panjang melalui pemantauan, pengawasan, dan perawatan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan karang berjalan dengan baik."Kita berharap inisiatif ini bukan hanya dilakukan dalam bentuk seremonial yang kemudian hilang, tetapi harus punya program berkelanjutan. Dijaga, dikontrol, dan dilihat bagaimana proses perkembangannya," imbuh Appi.Selain itu, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga membuka peluang untuk mereplikasi kegiatan serupa di sejumlah pulau lain di wilayah Makassar.Dengan semakin luasnya kawasan terumbu karang yang direhabilitasi, diharapkan kelestarian laut Makassar semakin terjaga, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat kepulauan."Kegiatan seperti ini akan kita duplikasi lagi di berbagai pulau yang ada di Kota Makassar. Kita ingin terumbu karang yang diaktivasi hari ini bisa menambah dan menjaga kelestarian laut kita," katanya.Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa perhatian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pulau.Menurutnya, pembangunan kawasan kepulauan tidak cukup hanya berorientasi pada pelestarian alam, tetapi juga harus menghadirkan peluang ekonomi dan kehidupan yang lebih baik bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut."Kita mau bagaimana bisa memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita, masyarakat yang ada di pulau, untuk bisa mendapatkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik lagi," ungkapnya."Ini adalah komitmen yang harus kita bangun bersama-sama untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dan semuanya bisa merasakan pembangunan," sambung AppiSejaunini, perhatian Wali Kota Appi kepada warga di Kepulauan cukup besar. Terbaru, untuk pertama kalinya, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) Pemerintah Kota Makassar menjangkau langsung tiga pulau terluar yang berpenghuni.Terobosan ini menjadi kado pelayanan bagi masyarakat kepulauan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot Makassar menghadirkan layanan jemput bola di Pulau Langkai, Lanjukang, dan Lumu-Lumu.Pulau tersebut masuk kategori Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), masuk perbatasan selat dengan wilayah Provinsi lain.Pelayanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar seluruh masyarakat mendapatkan kemudahan akses pelayanan administrasi kependudukan, tanpa terkecuali warga yang bermukim di wilayah kepulauan.Dengan perhatian begitu besar untuk warga di pulau. Pada kesempatan ini, Appi yang juga mantan CEO PSM itu juga mengajak seluruh pengunjung, masyarakat pulau, dan nelayan untuk menjadi bagian dari gerakan menjaga laut.Edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut perlu terus diperkuat, termasuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut maupun aktivitas lain yang dapat merusak terumbu karang.Ia menilai, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan komunitas penyelam, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sehari-hari."Terlebih, Pulau Lanjukang merupakan salah satu pulau terluar dalam gugusan Kepulauan Spermonde yang memiliki potensi wisata bahari cukup besar," jelasnya.Pulau yang berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang ini dikenal dengan hamparan pasir putih yang luas, suasana alam yang asri, serta air laut jernih bergradasi biru toska.Appi menambahakan, potensi tersebut menjadi aset wisata yang perlu dijaga melalui pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan."Keindahan alam dan kekayaan bawah laut Pulau Lanjukang, kita harapkan dapat terjaga agar dinikmati generasi mendatang sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat," harap Appi, menutup keterangan.Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, jajaran Bank Sulselbar, komunitas mancing, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Makassar, di antaranya Kadispora, Kadiskominfo, Kadispar, Kalak BPBD, Kadis Perikanan dan Pertanian (DP2), serta Camat Kepulauan Sangkarrang. (*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 6 November 2026

Seluruh Fraksi DPRD Makassar Dukung Pembahasan Ranperda Perubahan PD Terminal Jadi Perseroda

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar mendengarkan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Bentuk Badan Hukum PD Terminal Makassar Metro menjadi PT Makassar Membangun Indonesia (Perseroda).Rapat paripurna tersebut berlangsung di Ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Jumat (6/11/2026). Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD Kota Makassar menyatakan persetujuan untuk melanjutkan pembahasan Ranperda ke tahap berikutnya.Persetujuan itu disertai sejumlah catatan dan masukan fraksi-fraksi terkait penguatan tata kelola perusahaan, profesionalisme manajemen, optimalisasi aset terminal, hingga kepastian status dan kesejahteraan tenaga kerja.“Pemandangan fraksi-fraksi tersebut diharapkan menjadi pembahasan kajian bapak Wali Kota Makassar atas ranperda,” kata Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman.Munafri menyampaikan apresiasi atas pandangan dan masukan yang diberikan seluruh fraksi. Menurutnya, pemandangan umum tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembahasan Ranperda agar regulasi yang disusun memiliki landasan dan pertimbangan yang komprehensif.“Berbagai masukan dan catatan yang diberikan menjadi bagian penting untuk menyempurnakan Ranperda ini," kata Munafri.Sebelumnya pada pada Rapat Paripurna yang dihelat Senin (2/11), Munafri memaparkan usulan perubahan bentuk badan hukum PD Terminal Makassar Metro menjadi Perseroda. Langkah tersebut diambil Pemkot Makassar untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas perusahaan.Perubahan tersebut juga diarahkan agar status baru sebagai Perseroda dapat memberikan ruang pengelolaan bisnis yang lebih fleksibel, profesional, dan adaptif terhadap peluang investasi maupun kemitraan dengan berbagai pihak.(*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 6 November 2026

Melantai Tanpa Sekat, Appi Dialog Terbuka dengan Mahasiswa untuk Bahas Permasalahan & Solusi

MAKASSAR - Menanggalkan sekat formalitas, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memilih duduk melantai bersama mahasiswa.Bukan sekadar menemui massa aksi, tetapi membuka ruang dialog untuk mendengar langsung aspirasi, memahami keresahan, dan membicarakan solusi bagi Kota Makassar.Momen tersebut terlihat pada Jumat (6/11/2026), saat orang nomor satu Kota Makassar itu, hadir langsung menemui mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menyampaikan aspirasi terkait kondisi dan keamanan Kota Makassar.Setelah mendengar aspirasi dari mahasiswa, pria yang akrab disapa Appi itu menyampaikan bahwa setiap aspirasi yang disuarakan mahasiswa memiliki arti dan setiap suara warga negara layak mendapatkan ruang untuk didengar."Sebab, membangun kota tidak cukup hanya melalui kebijakan dari balik meja, tetapi juga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar langsung keresahan dan harapan mahasiswa maupun masyarakat," ujarnya.Semangat itulah yang ditunjukkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam merespons berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.Munafri memperlihatkan bahwa kritik dan tuntutan bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, setiap masukan menjadi bahan evaluasi sekaligus kesempatan bagi pemerintah untuk melihat persoalan dari sudut pandang masyarakat."Disinilah ruang dialog menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar, para mahasiswa menyampaikan pandangan, membicarakan persoalan yang menjadi perhatian bersama. Tentu kami Pemerintah cari solusi lewat duduk bersama," jelasnya.Wali Kota Munafri dengan suasana santai, bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar, serta Kepala OPD turun ke pelataran Kantor Balai Kota Makassar untuk berdialog bersama mahasiswa.Pada kesempatan ini juga, Appi menjawab apa menjadi pokok inti tuntutan, ia kemudian memaparkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), kewenangan, serta tanggung jawab yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.Appi juga menjelaskan sejumlah program pemberdayaan yang disiapkan lewat Makassar Creator Hub (MCH) untuk membuka ruang partisipasi dan pengembangan potensi generasi muda."Tak hanya itu, pembinaan anak muda di OPD, kami juga lakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI, bagaimana menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk meningkatkan patroli di wilayah masing-masing, bagian dari langkah yang menjaga keamanan Kota," katanya.Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat, bahwa perbedaan pandangan bukan penghalang untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Makassar.Bagi Munafri, mendengarkan aspirasi harus diikuti dengan langkah nyata. Karena itu, ia berkomitmen mengakomodasi berbagai masukan mahasiswa dan kembali membuka ruang dialog untuk membahas persoalan serta merumuskan solusi bagi Kota Makassar Rabu, tanggal 11 November mendatang."Kita akan bertemu pada, hari Rabu tanggal 11 November mendatang, guna membicarakan berbagai persoalan sekaligus mencari solusi konkret bagi Kota Makassar," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Jumat, 6 November 2026

Ketua Dewan Lingkungan Resmikan Sentra Tukar Sampah Berbasis Aplikasi di Kelurahan Layang

MAKASSAR – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, meresmikan Sentra Tukar Sampah berbasis aplikasi di Jalan Sibula Dalam, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Jumat (6/11/2026).Inovasi ini menjadi langkah baru dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih praktis sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.Sentra Tukar Sampah Kelurahan Layang hadir dengan sistem digital melalui aplikasi MuliaAsri. Aplikasi ini memudahkan warga dalam mengikuti kegiatan tukar sampah, sekaligus dilengkapi fitur mitra yang membuka peluang kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.Dalam sambutannya, Melinda mengapresiasi inovasi Pemerintah Kelurahan Layang yang dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah.Menurutnya, penggunaan aplikasi menjadi nilai tambah karena belum ada kelurahan lain di Kota Makassar yang menghadirkan sistem serupa.Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi program percontohan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.Melinda juga menekankan pentingnya pendataan warga yang akurat sebagai salah satu dasar dalam menjalankan program lingkungan.Ia meminta jajaran RT/RW, pemerintah kelurahan, serta kader PKK untuk memastikan data warga, termasuk data Dasawisma, benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.“Data yang kita miliki harus sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, RT/RW dan kader PKK perlu memastikan pendataan dilakukan dengan baik, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” pesannya.Lebih lanjut, Melinda mengungkapkan bahwa gerakan pemilahan sampah mulai menunjukkan hasil positif. Keaktifan bank sampah di sejumlah wilayah semakin meningkat, bahkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.Ia mencontohkan salah satu pengurus RT yang mampu membeli sepeda motor bekas dari hasil penjualan sampah anorganik yang dikumpulkan warga. Hal ini menunjukkan bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi.Menurutnya, sejak pemilahan sampah semakin digalakkan, volume sampah anorganik yang terkumpul juga terus bertambah. Warga mulai lebih bersemangat mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual.Namun, Melinda mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan kepada pemerintah kelurahan saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari lurah, RT/RW, kader PKK, hingga warga.“Pengelolaan sampah ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pak Lurah. Semua harus terlibat, mulai dari RT/RW, kader PKK, ibu-ibu pengurus PKK kelurahan, sampai masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, hasilnya tentu akan lebih baik,” ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara (TPS) harus terus dilakukan. Pemerintah Kota Makassar secara rutin memantau agar sampah yang telah dipilah tidak kembali tercampur, termasuk menindaklanjuti laporan apabila ditemukan sampah dari wilayah lain yang kembali bercampur.Melinda menyebutkan, upaya pembenahan pengelolaan sampah yang terus dilakukan mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kondisi di sekitar TPA, termasuk kawasan Manggala dan Panaikang, kini menunjukkan perubahan dengan berkurangnya bau tidak sedap secara signifikan.Sementara itu, Lurah Layang, Ahdar Natsir menjelaskan bahwa Sentra Tukar Sampah MuliaAsri dirancang sebagai layanan berbasis digital yang menghubungkan masyarakat dengan kegiatan pengelolaan sampah. Selain memudahkan proses tukar sampah, fitur mitra di dalamnya juga menjadi ruang kolaborasi bagi UMKM lokal.Camat Bontoala, Patahulla dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sentra tukar sampah berbasis aplikasi di Kelurahan Layang merupakan yang kedua di wilayah Kecamatan Bontoala. Sebelumnya, sentra serupa telah diresmikan oleh Ketua Dewan lingkungan di Kelurahan Gaddong.Ia berharap inovasi ini dapat diikuti kelurahan lainnya dengan berbagai pengembangan program. Terlebih, Kelurahan Layang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, tingkat kepadatan tertinggi, sekaligus wilayah terluas di Kecamatan Bontoala.Karena itu, gerakan pemilahan sampah di Kelurahan Layang dinilai sangat strategis. Camat Bontoala turut mengapresiasi peran aktif para ketua RT, RW, dan kader PKK yang selama ini konsisten mengedukasi masyarakat agar membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.Inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi terus berkembang melalui keterlibatan aktif masyarakat. Dengan kerja sama seluruh elemen, pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan kehidupan warga.(*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Eee... Ballassi ki Aspar karena terpilih jadi Ketua RT padahal dia cuma iyakan kopinya Dek Ramlah. Tidak tenangmi setiap hari ada saja yang ketuk pintunya pagi-pagi. Tapi senang ki juga Aspar karena jadi dekat sama dek Ramlah. Tapi pusingki juga. Tapi senang, tapi... ah sudahlah. Nonton sendiri maki di Youtube Pemerintah Kota Makassar! Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing" now streaming.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!

Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)