Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah26°CCerah•Kelembapan 90%•Angin 7.1 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

ᨆᨍᨘ ᨑᨗ ᨄᨚᨒᨙ ᨈᨚᨉᨚ (Maju ri pole todo)

Dari petikan dawai kecapi anak negeri di rindangnya rumpun bambu, mari kita jaga kekayaan tradisi Makassar agar terus hidup menyongsong masa depan!

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound
Event Terbaru

Makassar Jazz Festival 2026: The Next Sound

21 Nov 2026Anjungan MNEK (Tugu Komodo CPI)
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Selasa, 3 November 2026

Dinkes Makassar Gelar Sunatan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ratusan Anak Ikut Serta

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419. Kegiatan yang berlangsung di Aula Makassar Government Center (MGC), Selasa (3/11/2026), ini menghadirkan dua layanan utama, yakni sunatan massal gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 134 anak tercatat sebagai peserta sunatan massal, sementara layanan pemeriksaan kesehatan gratis diikuti oleh 190 orang yang melibatkan tiga puskesmas, yakni Puskesmas Barrang Lompo, Puskesmas Jumpandang Baru, dan Puskesmas Tarakan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, momentum peringatan HUT Kota Makassar tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. “Dinas Kesehatan berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ucapnya. Pelaksanaan sunatan massal gratis menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang menyasar anak-anak, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses tindakan sunat tanpa biaya. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis dihadirkan sebagai langkah mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan secara berkala. Keterlibatan tiga puskesmas dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi jajaran pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 3–4 November 2026, tersebut sejalan dengan semangat HUT Kota Makassar ke-419 yang mengusung tema “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan.” Dinas Kesehatan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan kota yang maju harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan warganya. Melalui semangat “Sehat Warganya, Bahagia Kotanya”, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peringatan HUT ke-419 Kota Makassar pun menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 3 November 2026

Geliat Ekonomi dan Seni Budaya Festival FBB Sukses Sedot Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari

​MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di kawasan Central Point of Indonesia (CPI), 31 Oktober - 1 November 2026.Perhelatan akbar ini mendapat apresiasi luas dari para seniman dan budayawan lokal, salah satunya datang dari Dian Ekawati. Sebab, dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi yang memadai sekaligus memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.​Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar, Andi Patiware, menjelaskan Festival Bulan Budaya merupakan program rutin dan agenda tahunan yang didedikasikan untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober, yang dirangkaikan langsung dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.​"Jadi, Festival Bulan Budaya ini event tahunan program rutin di mana itu dikhususkan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional. Kan Hari Kebudayaan Nasional ini kan dia punya tanggal 17 Oktober dan bertepatan juga dengan apa menjadi rangkaian daripada HUT Kota Makassar ya," ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11).​Menurut Andi Patiware, apresiasi tinggi dari para pelaku seni budaya mengalir karena pemerintah kota secara konsisten menyediakan ruang berekspresi yang luas. Pada penyelenggaraan tahun ini, ribuan elemen seni dilibatkan, termasuk ratusan penari tradisional serta para pelaku industri kreatif melalui kegiatan wedding showcase.​"Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang, ruang berekspresi yang mereka anggap itu begitu besar dan begitu luas. Sehingga, kegiatan yang kemarin itu mempunyai dampak efek yang langsung ke para pelaku seni budaya," ungkapnya.​Ia merinci, khusus untuk pementasan tari kolosal dan perlombaan, pihaknya melibatkan kurang lebih 400 penari dari berbagai kalangan usia, termasuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).​Rangkaian perlombaan bahkan telah dimulai sejak Jumat, sementara puncak acara dipusatkan di Anjungan Pantai Losari selama dua hari penuh pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).​Menatap ke depan, Disbud Kota Makassar berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaat kebudayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas maupun para pekerja seni.​"Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, ya bagaimana Festival Bulan Budaya ini bisa mempunyai dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya," pungkas Andi Patiware.​Dampak Positif Terhadap Pariwisata, Seni, dan UMKM​Penyelenggaraan Festival Bulan Budaya mencatatkan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata, seni budaya, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan acara selama dua hari berturut-turut, perhelatan ini berhasil menarik ribuan pengunjung serta melibatkan ratusan seniman dan pelaku usaha lokal.​Lonjakan Partisipasi dan Keterlibatan Seniman Lokal​Penyelenggaraan festival pada hari pertama langsung menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 400 pelajar berpartisipasi dalam lomba tari tingkat SD dan SMP, dengan masing-masing menyumbangkan 200 peserta. Selain itu, kegiatan adat seperti penampilan okkio bunting melibatkan 10 peserta. ​Pada hari kedua, kemeriahan berlanjut dengan pementasan seni tradisional akkorong tigi yang melibatkan total 17 orang.​Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik (band) dengan keterlibatan 10 orang pada hari pertama dan 16 orang pada hari kedua. Secara keseluruhan, total sanggar seni yang dilibatkan mencapai 125 orang pada hari pertama dan 78 orang pada hari kedua, yang memperlihatkan komitmen festival dalam menyediakan ruang panggung bagi ekosistem seni lokal.​Penggerak Roda Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM​Sektor ekonomi kerakyatan turut merasakan dampak langsung dari penyelenggaraan festival ini. Sebanyak 38 pelaku UMKM konsisten dilibatkan dan diberi ruang pamer serta berniaga selama dua hari penuh di area stan (booth) yang disediakan. Kehadiran puluhan stan UMKM ini menjadi magnet tersendiri bagi perputaran transaksi ekonomi di lokasi acara.​Rekor Kunjungan Masyarakat​Antusiasme publik terhadap Festival Bulan Budaya terbukti sangat tinggi. Berdasarkan catatan rekapitulasi pengunjung di area festival, total kunjungan dan partisipasi masyarakat yang memadati area Festival Bulan Budaya selama dua hari penyelenggaraan menembus ribuan orang."Festival Bulan Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian seni budaya tradisional, tetapi juga instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 3 November 2026

Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyiapkan sejumlah agenda sosial dan edukatif dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Dua di antaranya yakni pemilihan Duta dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak GenRe) tingkat Kota Makassar 2026 serta wisuda sekitar 350 peserta Sekolah Lansia."Kegiatan ini, kami lakukan, bagian dari menyambut HUT ke-419 Kota Makassar," ujar Irwan Bangsawan, Selasa (3/11/2026)."Kedua kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota membangun kualitas sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari kalangan remaja hingga kelompok lanjut usia," sambung Andi Irwan Bangsawan.Lebih lanjut, Plt Asisten I Pemkot Makassar itu menjelaskan agenda pertama pemilihan Duta GenRe akan digelar pada akhir November 2026 dengan melibatkan remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum GenRe Makassar.Ia menjelaskan, Adujak GenRe bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman mengenai perencanaan kehidupan.Melalui kompetisi tersebut, peserta didorong menjadi figur teladan atau role model bagi teman sebaya, sekaligus agen edukasi yang mampu menyampaikan informasi tentang keluarga berencana dan pola hidup sehat."Ini merupakan lomba bagi remaja untuk menunjukkan bagaimana mereka memahami keluarga berencana, pola hidup sehat, serta bagaimana merencanakan kehidupan sejak dini," jelasnya.Salah satu fokus utama program GenRe adalah kampanye TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni edukasi untuk mencegah tiga risiko utama yang dihadapi remaja, meliputi pernikahan usia dini, seks pranikah, serta penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).Menurut Andi Irwan Bangsawan, para peserta yang berhasil terpilih sebagai Duta GenRe nantinya memiliki tanggung jawab lebih luas.Peserta akan bertugas melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada remaja di berbagai wilayah Kota Makassar mengenai pentingnya membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan terencana."Ketika mereka terpilih menjadi Duta GenRe, ada tanggung jawab untuk menyosialisasikan dan mengedukasi remaja lainnya tentang pentingnya generasi berencana," tambahnya.Selain memberikan perhatian terhadap generasi muda, DPPKB Makassar juga menyiapkan apresiasi bagi kelompok lanjut usia melalui wisuda Sekolah Lansia yang direncanakan diikuti sekitar 350 peserta.Irwan mengatakan, wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para lansia yang telah menuntaskan rangkaian pembelajaran di Sekolah Lansia.Sebelum dinyatakan lulus, para peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan dengan materi beragam, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kemampuan komunikasi, hingga kegiatan rekreasi dan wisata bersama."Setelah mengikuti 12 kali pertemuan di Sekolah Lansia, mereka dianggap bisa diwisuda. Istilahnya S1, bukan strata satu, tetapi standar satu," ungkapnya.Ia menegaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kemandirian, memperluas interaksi sosial, serta menjaga produktivitas kelompok lanjut usia.Menurutnya, lansia harus tetap mendapatkan ruang dan penghargaan di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat. Usia yang semakin bertambah bukan alasan untuk membatasi aktivitas dan peran mereka."Jadi, sebenarnya ini tentang bagaimana lansia bisa tetap berdaya, bukan justru terpinggirkan. Jangan sampai ketika seseorang sudah lanjut usia, kemudian dianggap tidak perlu lagi dilibatkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat," tuturnya.Saat ini, program Sekolah Lansia di Makassar telah menjangkau sekitar 780 peserta yang tersebar di 15 kecamatan. Pelaksanaannya memanfaatkan Balai Keluarga Berencana (KB) sebagai pusat kegiatan pembelajaran di masing-masing wilayah.Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut relatif sederhana, yakni berusia minimal 60 tahun, berdomisili di wilayah setempat, serta memiliki kemauan untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran."Peserta yang telah menuntaskan proses pembelajaran akan memperoleh ijazah atau tanda kelulusan dari DPPKB Kota Makassar," bebernya.Irwan menambahkan, wisuda Sekolah Lansia merupakan agenda rutin tahunan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, DPPKB Makassar telah mewisuda sekitar 250 peserta.Melalui dua agenda tersebut, DPPKB Makassar ingin menghadirkan perayaan hari jadi kota yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."Pembangunan generasi muda yang berkualitas dan pemberdayaan kelompok lanjut usia menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Makassar yang sehat, mandiri," tutup mantan Kadisnaker Kota Makassar itu. (*)

Baca Selengkapnya
Senin, 2 November 2026

Tekan Stunting, Melinda Aksa Dorong Aksi Nyata Rumah Gizi di 153 Kelurahan

MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong penguatan penanganan stunting melalui pembentukan rumah gizi dan dapur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di 153 kelurahan se-Kota Makassar.Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Makassar di Puskesmas Maccini Sombala, Senin (2/11/2026).Melinda mengungkapkan, berdasarkan pendataan di Kecamatan Tamalate, terdapat sekitar 15 balita dan dua ibu hamil yang menjadi sasaran intervensi gizi.Ia mengapresiasi hasil pendampingan selama 90 hari yang menunjukkan rata-rata kenaikan berat badan balita mencapai satu kilogram. Namun, masih terdapat dua balita dengan kenaikan berat badan belum stabil serta satu ibu hamil yang belum mencapai ambang batas normal.“Hasil yang sudah dicapai patut diapresiasi, tetapi jangan sampai kita berhenti di situ. Anak-anak dan ibu hamil yang masih membutuhkan perhatian harus terus didampingi,” ujar Melinda.Selain pendampingan, Melinda menekankan pentingnya pembenahan data sasaran melalui program Wargata’ Sariwisma. Menurutnya, mobilitas penduduk menjadi salah satu tantangan dalam memastikan ketepatan data ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun balita berisiko masalah gizi.Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan intervensi yang saat ini masih terbatas pada satu kelurahan melalui anggaran PKK.Melinda berharap seluruh kelurahan dapat memiliki rumah gizi dan dapur B2SA secara mandiri, dengan memanfaatkan hasil urban farming seperti telur, sayuran, dan ikan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.Tak hanya itu, ia mengingatkan agar pemberian makanan tambahan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan porsi sesuai kelompok usia anak dengan melibatkan ahli gizi.“Jangan sampai kita hanya memberikan bantuan makanan tanpa memperhatikan kebutuhan gizinya. Menu untuk setiap kelompok umur tentu berbeda, sehingga harus dikoordinasikan dengan ahli gizi,” tegasnya.Melinda berharap sinergi seluruh pihak mampu memperkuat pendataan, pendampingan, dan pemenuhan gizi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting di Kota Makassar. (*)

Baca Selengkapnya
Senin, 2 November 2026

Disperkim Makassar Bedah 419 Rumah Warga, Kado Pemkot di HUT ke-419 untuk Masyarakat

MAKASSAR — Momentum HUT ke-419 Kota Makassar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat melalui program bedah rumah, guna menghadirkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkot Makassar menargetkan sebanyak 419 unit rumah sesuai HUT Kota, dapat dituntaskan pada November 2026.Kepala Disperkim Kota Makassar, Mahyuddin, mengatakan program bedah rumah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 secara keseluruhan mencakup 451 unit rumah tidak layak huni.Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah kota terus mendorong percepatan agar sebagian besar unit yang menjadi sasaran program dapat diselesaikan pada November ini."Kita usahakan selesai di November ini sebanyak 419 unit, bersamaan dengan momentum ulang tahun kota Makassar 2026," ujar Mahyuddin, Senin (2/11/2026).Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan perbaikan tempat tinggal.Ia menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah tersebar hampir di semua wilayah Kecamatan. Namun, ternyak di antaranya Kecamatan Mariso, Tallo, Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Rappocini.Penyerahan secara simbolis akan dilakukan dalam waktu dekat, rencana diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin."Nantinya penyerahan simbolis bedah rumah, kita jadwalkan bapak Wali Kota yang akan hadir langsung," katanya.Penerima bantuan merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati rumah tidak layak huni, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.Dikatakan, persyaratan diantaranya, warga harus berdomisili di Kota Makassar, masuk dalam kriteria desil sasaran, serta memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan lahan yang sah."Persyaratan kepemilikan lahan juga diperkuat dengan keterangan dari pihak kelurahan," terang mantan Kadis Kominfo Makassar itu.Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperkim membentuk tim verifikasi calon penerima sekaligus tim perencana yang bertugas menilai kondisi rumah dan menyusun kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi.Dari sisi pembiayaan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp70 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp35 juta untuk rehabilitasi rumah.Selain melalui APBD, Kota Makassar juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa program bantuan bedah rumah sebanyak 2.734 unit yang pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Balai Perumahan."Tidak berhenti pada capaian tahun ini, kami Disperkim juga menyiapkan peningkatan skala program pada 2027," jelasnya.Dia menambahkan, Pemerintah Kota menargetkan sebanyak 1.300 unit rumah dapat memperoleh bantuan bedah rumah.Target tersebut direncanakan melalui alokasi APBD Kota Makassar sebanyak 1.000 unit, ditambah dukungan pemerintah pusat sebanyak 300 unit."Melalui program bedah rumah dan penataan kawasan permukiman, kita upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, tertata bagi warga," tutup Mahyuddin. (*)

Baca Selengkapnya
Senin, 2 November 2026

Pemkot-DPRD Makassar Bahas Pengetatan Pengawasan Minol

MAKASSAR,— Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar mendorong penguatan pengawasan peredaran minuman beralkohol (minol melalui. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif Komisi A tentang Pengawasan dan Pengendalian, Pengadaan, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Aula Sipakatau Balaikota Makassar, Senin (2/11/2026).Pembahasan regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengendalian distribusi dan penjualan minol, mulai dari pembatasan usia konsumen, pengaturan lokasi dan waktu penjualan, hingga pengawasan terhadap potensi peredaran ilegal."Kondisi masyarakat yang terus berubah, tentu dibutuhkan penyesuaian,” kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, seusai Rapat Paripurna.Munafri menegaskan bahwa pengawasan peredaran minol agar minuman beralkohol tidak berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Mengingat, lanjutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang harus membatasi peredaran dan penjualannya."Minol ini kan memang harus menjadi perhatian kita karena jangan sampai minuman beralkohol ini dianggap menjadi sebuah kebiasaan. Itu yang kita tidak inginkan. Karena banyak sekali kaidah-kaidah yang membatasi peredaran minol ini," kata Munafri seusai Rapat Paripurna.Ia menjelaskan, pengawasan harus memastikan ketentuan mengenai batas usia konsumen serta lokasi penjualan, termasuk jarak dari fasilitas masyarakat seperti sekolah, dapat diterapkan secara konsisten.Munafri juga menyoroti potensi masuknya minol ilegal melalui berbagai jalur distribusi, termasuk jalur laut dan wilayah kepulauan di Makassar. Menurutnya, kondisi geografis tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang lebih terkoordinasi agar distribusi minol tidak luput dari pemantauan.“Daerah terbuka, masuk lewat kapal laut dan sebagainya, ya harus menjadi kontrol kita, di drop di daerah-daerah kepulauan itu tanpa ada pengawasan yang ada dan ini akan merusak tatanan yang ada di wilayah itu," jelasnya.Sementara itu, Juru Bicara Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), menjelaskan bahwa Ranperda inisiatif tersebut disiapkan untuk menggantikan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 yang dinilai sudah tidak optimal.Rachmat jmenguraikan sejumlah materi yang didorong Komisi A seperti perizinan berusaha, pembagian kewenangan pemerintah, pola perdagangan, dan kebutuhan pengawasan.“Perubahan tersebut memerlukan pembaruan secara menyeluruh,” katanya.Ia menjelaskan, penggantian menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselarasan ketentuan, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan regulasi yang dapat diterapkan sesuai perkembangan kondisi saat ini.(*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing"

Eee... Ballassi ki Aspar karena terpilih jadi Ketua RT padahal dia cuma iyakan kopinya Dek Ramlah. Tidak tenangmi setiap hari ada saja yang ketuk pintunya pagi-pagi. Tapi senang ki juga Aspar karena jadi dekat sama dek Ramlah. Tapi pusingki juga. Tapi senang, tapi... ah sudahlah. Nonton sendiri maki di Youtube Pemerintah Kota Makassar! Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing" now streaming.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!

Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)