Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah31°CCerah•Kelembapan 60%•Angin 21.7 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Nikah Massal Gratis 2026
Event Terbaru

Nikah Massal Gratis 2026

02 Nov 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Selasa, 20 Oktober 2026

Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membagikan pengalaman kepemimpinannya dalam membangun tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui tujuh program prioritas pembangunan yang dikenal sebagai Sapta MULIA. Paparan tersebut disampaikan Munafri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus dan Budaya Akademik (PKKBA) bagi Praja Muda Angkatan XXXVI Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan, di Kabupaten Gowa, Selasa (20/10/2026). Mengangkat tema "Kota Makassar sebagai Smart City", Wali Kota yang akrab disapa Appi itu memaparkan strategi Pemerintah Kota Makassar dalam memanfaatkan teknologi digital, memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan. Di hadapan para praja muda, Munafri mengawali pemaparannya dengan menegaskan posisi strategis Makassar sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia. "Kota Makassar tetap menjadi pintu gerbang kawasan timur Indonesia, saya tidak mau Kota Makassar ini hanya menjadi pintu gerbang. Saya mau Kota Makassar ini menjadi ruang tamu Indonesia," kata Appi. Menurutnya, Kota Makassar memiliki modal geografis yang kuat untuk terus berkembang, meskipun tidak ditopang sumber daya alam yang melimpah maupun lahan pertanian yang luas. Dengan luas wilayah sekitar 175,77 kilometer persegi dan populasi kurang lebih 1,4 juta jiwa, Makassar bertumpu pada sektor perdagangan, jasa, konektivitas, serta kualitas sumber daya manusia untuk menggerakkan perekonomian. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Makassar telah mencapai 7,04 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 6,61 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,66, tingkat kemiskinan berada pada angka 4,24 persen berdasarkan data BPS yang dipaparkannya, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 9,60 persen. Capaian tersebut, kata Munafri, harus terus diperkuat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi sebagai modal membangun kota yang aman, nyaman, dan menarik bagi investasi. "Makassar harus menjadi kota untuk semua. Kota yang melayani masyarakatnya tanpa sekat, tanpa membeda-bedakan asal, warna kulit, agama, dan latar belakang lainnya," ujarnya. Dalam pemaparannya, orang nomor satu Kota Makassar itu, kemudian menjelaskan tujuh program prioritas pembangunan yang menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar untuk menjawab tantangan perkotaan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif. Program pertama adalah Lontara Plus, sebuah platform digital terintegrasi yang dikembangkan untuk menyatukan berbagai layanan dan aplikasi milik perangkat daerah. Munafri mengungkapkan, sebelumnya terdapat sekitar 350 aplikasi yang berjalan secara terpisah di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota membangun satu platform terpadu agar pelayanan, pengelolaan data, dan pengawasan kinerja pemerintahan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Melalui Lontara Plus, masyarakat dapat mengakses informasi dan menyampaikan pengaduan, sedangkan perangkat daerah dituntut merespons persoalan secara cepat dan terukur. "Pengaduan masyarakat harus langsung direspons dalam waktu 2 kali 24 jam. Kalau tidak, aduan itu langsung masuk ke nomor saya," ungkapnya. Program kedua adalah Makassar Creative Hub, ruang pengembangan keterampilan dan kreativitas yang menyasar generasi muda. Dikatakan, fasilitas ini menyediakan pelatihan berbagai bidang, mulai dari tata rias, barista, hingga pengembangan kompetensi lainnya secara gratis. Saat ini, Makassar Creative Hub beroperasi di kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara. Pemkot Makassar juga menargetkan penambahan lokasi secara bertahap untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan dan peluang kerja. "Pogram ini, juga telah membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Apple Academy dan Netflix, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Makassar," terangnya. Program ketiga disampaikan Wali Kota Appi menyasar peningkatan akses air bersih bagi masyarakat secara luas. Dimana, Pemkot Makassar memberikan sambungan air bersih secara gratis kepada warga yang belum mendapatkan akses layanan perpipaan, sekaligus melakukan pembenahan jaringan untuk memastikan distribusi air berjalan lebih optimal. "Program penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara merata, terlebih ketika masyarakat menghadapi musim kemarau berkepanjangan," tuturnya. Program keempat adalah pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri di Kota Makassar, meskipun diakui kini masih berproses. Sebanyak 33.000 anak ditargetkan menerima bantuan seragam tersebut. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, tetapi juga meringankan pengeluaran rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat. "Yang kami lakukan adalah mengurangi beban rumah tangganya. Biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli seragam bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya," jelasnya. Program kelima adalah pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan bank sampah unit, serta pemanfaatan sampah menjadi kompos dan produk bernilai ekonomi. Appi menegaskan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir. "Diperlukan keterlibatan masyarakat agar sampah dapat dikelola menjadi sumber pendapatan sekaligus mengurangi beban lingkungan," ajakannya. Karena itu, pemilahan dari rumah tangga dan pengolahan sampah organik menjadi bagian penting dari upaya mengurangi timbunan sampah. Pemkot Makassar juga terus mendorong pengelolaan TPA Tamangapa, pemanfaatan kompos untuk urban farming. "Serta pengembangan energi dari gas metana sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan energi ramah lingkungan," katanya. Program keenam adalah Makassar Berjasa atau Makassar Berbagi Jaminan Sosial, yang memberikan perlindungan bagi pekerja rentan dan kelompok masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap. Melalui program ini, Pemkot Makassar mengalokasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 81.000 pekerja rentan, termasuk pekerja sektor keagamaan. Selain itu, sekitar 45.000 warga juga mendapatkan jaminan hari tua. Munafri menilai, perlindungan tersebut penting untuk mencegah keluarga pekerja rentan jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem ketika pencari nafkah mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia. "Ini penting. Inilah jaminan sosial yang harus kita jalankan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki perlindungan ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tuturnya. Program ketujuh adalah pembangunan Stadion Makassar sebagai fasilitas olahraga sekaligus penggerak ekonomi baru. Munafri menjelaskan, stadion tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan berbagai usaha di kawasan sekitarnya. Berbekal pengalamannya sebagai mantan CEO PSM Makassar, ia menilai keberadaan stadion berstandar memadai sangat penting untuk mendukung kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional. "Pembangunan stadion ditargetkan rampung pada Desember 2027, dengan pembiayaan yang direncanakan bersumber dari APBD," ungkapnya. Dalam kegiatan itu, Munafri didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Asisten III, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Kabag Protokol, serta Camat Tamalate. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 20 Oktober 2026

Munafri Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya profesionalitas dan kemampuan adaptasi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Menurut Munafri, guru tidak cukup hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik masa kini. Pesan tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) melalui program PGRI Power Tahun 2026. Yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Kota Makassar, di Aula BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa, Makassar, Selasa (20/10/2026). Appi mengatakan, berbicara tentang pendidikan berarti berbicara tentang masa depan. Karena itu, fondasi yang kuat harus dibangun sejak sekarang, salah satunya melalui peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik. "Kalau kita berpikir dalam dan detail tentang pendidikan, artinya kita berpikir tentang masa depan. Masa depan yang baik, masa depan yang berhasil harus dimulai dengan kuatnya fondasi masa sekarang," ujarnya. Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Algoritma dan kecerdasan buatan kini menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam pola komunikasi, akses informasi, hingga cara generasi muda belajar dan berinteraksi. Namun, di tengah pesatnya perkembangan tersebut, Appi menegaskan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru dalam proses pendidikan. Menurut dia, proses belajar-mengajar tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi dan transfer pengetahuan. Di dalamnya terdapat empati, hati, dan jiwa yang menjadi bagian penting dari hubungan antara guru dan peserta didik. Karena itu, tantangan bagi guru saat ini bukan menghindari perkembangan teknologi, melainkan menguasainya dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini. "Kita mau, bagaimana guru-guru mampu menaklukkan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana yang tepat untuk menghasilkan proses belajar-mengajar yang baik bagi anak-anak kita," jelasnya. Pada kesempatan ini, orang nomor satu Kota Makassar menekankan perbedaan karakteristik peserta didik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurutnya, perubahan pola komunikasi dan perilaku anak-anak saat ini tidak bisa semata-mata dinilai menggunakan ukuran pengalaman pendidikan pada masa lalu. Dia menggambarkan, pada masa lalu, guru memiliki wibawa yang membuat murid cenderung menjaga jarak. Kini, peserta didik lebih terbuka untuk berkomunikasi, bertanya, bahkan menyampaikan pandangan secara langsung kepada guru. "Perubahan tersebut merupakan bagian dari dinamika zaman yang perlu dipahami oleh tenaga pendidik," tuturnya. Ia menegaskan, guru perlu memiliki sikap adaptif agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik serta memahami perkembangan bahasa, pola pikir, dan lingkungan digital yang memengaruhi kehidupan mereka. "Yang harus menjadi tugas kita adalah menjadi guru yang adaptif. Kuncinya ini, adaptif, mampu mengikuti perkembangan," ungkapnya. Menurut Appi, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari profesionalitas guru. Dengan memahami perkembangan zaman, tenaga pendidik dapat menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pendidikan. Ia juga mengingatkan agar guru tidak terjebak pada anggapan bahwa metode pendidikan masa lalu harus selalu diterapkan dengan cara yang sama kepada generasi sekarang. "Sebaliknya, pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, tanpa mengabaikan pembentukan karakter dan etika," imbuh Appi. Dalam kesempatan tersebut, Appi mengapresiasi langkah PGRI yang mendorong peningkatan kemampuan guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi transformasi digital sekaligus memperkuat fondasi pendidikan bagi generasi mendatang. Dia menilai, penguasaan teknologi oleh guru akan membantu menciptakan kesetaraan pemahaman antara pendidik dan peserta didik, terutama ketika teknologi digital semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Appi berharap, kegiatan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui program PGRI Power Tahun 2026 dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi. Ia menegaskan, kesiapan menghadapi masa depan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai salah satu unsur utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. "Artinya, kita sudah berpikir jauh ke depan, berpikir tentang masa depan, berpikir tentang persiapan landasan untuk membangun sebuah generasi masa depan. Dimulai dari kemampuan guru itu sendiri," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 20 Oktober 2026

Cegah Pengangguran, Pemkot Makassar Perpanjang Masa Kerja 6.472 PPPK Paruh Waktu

MAKASSAR — Kabar baik bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 PPPK Paruh Waktu sebagai bentuk perhatian pemerintah sekaligus memberikan kepastian keberlanjutan pekerjaan bagi para pegawai. Perpanjangan masa perjanjian kerja tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Apel Kesiapan, Disiplin dan Kinerja PPPK Paruh Waktu, sekaligus menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa perjanjian kerja di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa (20/10/2026). Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, keputusan memperpanjang masa kerja ribuan pegawai merupakan wujud perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap nasib dan keberlanjutan pekerjaan mereka. "Sebagai bentuk perhatian kita, Pemerintah Kota memperpanjang SK PPPK Paruh Waktu lingkup Pemkot Makassar sebanyak 6.472 orang," jelas Munafri. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan status kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan mencegah bertambahnya angka pengangguran di Kota Makassar. Orang nomor satu Kota Makassar itu menyebutkan bahwa keberlanjutan kerja ribuan PPPK Paruh Waktu memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Jika ribuan pegawai tersebut kehilangan pekerjaan secara bersamaan, kondisi itu berpotensi menambah beban pengangguran sekaligus memengaruhi kesejahteraan keluarga mereka. "Pasti ini mengurangi pengangguran, bayangkan kalau tiba-tiba 6.472 orang langsung kehilangan pekerjaan. Dampaknya besar sekali. Sehingga penpajangan SK PPPK ini, bentuk perhatian kita," katanya. Munafri menjelaskan, pegawai yang diusulkan untuk mendapatkan perpanjangan masa perjanjian kerja telah melalui proses penilaian, dengan mempertimbangkan kinerja masing-masing. Namun, ia mengingatkan bahwa perpanjangan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan disiplin, etos kerja, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Menurut Appi, PPPK Paruh Waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar. Karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga profesionalisme dan menunjukkan kontribusi nyata di tempat kerja masing-masing. "PPPK paruh ini, adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Saya berharap mampu memperlihatkan etos dan etika kerja yang baik," imbuh Appi. Ia juga mengingatkan bahwa perilaku dan kinerja pegawai menjadi cerminan wajah pemerintah di tengah masyarakat. Setiap pegawai dituntut menjaga sikap, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi. Ketua IKA FH Unhas itu menekankan, seluruh PPPK Paruh Waktu harus membangun kekompakan dan bekerja sebagai satu kesatuan untuk menghadirkan pelayanan publik yang maksimal. Ia meminta para pegawai tidak merasa rendah diri dengan status PPPK Paruh Waktu. Sebaliknya, mereka harus tetap percaya diri karena memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan Kota Makassar. "Mereka (PPPK) adalah bagian dari pilar penyangga pemerintahan yang ada di Kota Makassar. Tanpa mereka, Kota Makassar tidak akan bisa tumbuh lebih tinggi dan lebih baik lagi seperti yang kita rasakan saat ini," terangnya. Selain meningkatkan etos kerja, Munafri mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap pimpinan di masing-masing instansi dan wilayah kerja atau Kecamatan. Dia berharap perpanjangan masa kerja menjadi momentum bagi setiap pegawai untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat. Lebih jauh, Appi menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya menilai pegawai dari kehadiran secara fisik. Kualitas pekerjaan, penyelesaian tugas, dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat juga harus menjadi tolok ukur kinerja. "Disiplin adalah kewajiban, kinerja adalah tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat adalah pengabdian kita," tegasnya. Politisi Partai Demokrat itu pun meminta seluruh PPPK Paruh Waktu memanfaatkan perpanjangan masa kerja dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kinerja yang terukur, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah dan masyarakat. Munafri meyakini, perpanjangan masa perjanjian kerja ini menjadi motivasi bagi ribuan PPPK Paruh Waktu untuk semakin disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. "Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, tingkatkan kedisiplinan, perbaiki kinerja, dan teruslah memberikan kontribusi terbaik bagi Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat," pesannya. "Tentu, seluruh jajaran Pemerintah Kota harus terus bekerja dengan hati, bergerak dengan disiplin, dan menghasilkan kinerja nyata demi mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan," sambung Appi, menutup arahan. Perpanjangan masa perjanjian kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak diberikan secara otomatis. Evaluasi kinerja menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan masa kerja pegawai. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengungkapkan, dari total pegawai yang tercatat dalam proses perpanjangan, berbagai alasan. "Jumlah keseluruhan PPPK Paruh Waktu yang tercatat dalam proses tersebut sebanyak 6.607 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 6.472 orang diusulkan untuk mendapatkan perpanjangan masa perjanjian kerja," ujarnya. Ia menegaskan, evaluasi terhadap PPPK Paruh Waktu tidak hanya berpatokan pada tingkat kehadiran. Aspek perilaku sehari-hari, loyalitas, kedisiplinan, serta kualitas pelaksanaan tugas juga menjadi bagian dari penilaian. Menurutnya, OPD masing-masing menjadi pihak yang melakukan evaluasi langsung terhadap pegawai. Sementara BKPSDMD bertugas memverifikasi dan memastikan alasan yang disampaikan sesuai dengan kondisi serta hasil penilaian yang ada. "Jadi berkinerja itu bukan cuma absen saja, tetapi dilihat kesehariannya juga. Loyalitas juga salah satu dari penilaian. Bukan kami yang menilai, yang menilai itu OPD-nya. Kami hanya memverifikasi dan melihat apakah memang betul kondisinya seperti itu," tegasnya. Kamelia menekankan, keputusan perpanjangan masa kerja bukan didasarkan pada faktor suka atau tidak suka, melainkan pertimbangan objektif terkait kinerja dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Ia menyebutkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada prinsipnya menginginkan seluruh PPPK Paruh Waktu mendapatkan perpanjangan selama tidak bertentangan dengan aturan. "Pesan Bapak Wali Kota, semua sebenarnya diperpanjang selama itu tidak melanggar aturan. Tetapi kalau melanggar aturan, pasti tidak diperpanjang," tegasnya. Karena itu, Kamelia mengingatkan seluruh PPPK Paruh Waktu agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah dengan menunjukkan kinerja terbaik. Dia meminta pegawai bekerja secara profesional, disiplin, berintegritas, serta menjalankan tugas dan arahan pimpinan yang sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, penilaian dari pimpinan di masing-masing OPD menjadi salah satu poin penting yang dipertimbangkan dalam menentukan perpanjangan masa perjanjian kerja berikutnya. "Pesan saya, khusus untuk PPPK Paruh Waktu, hal ini susah diraih. Tolong dijaga dengan bekerja baik, disiplin, berintegritas, dan loyal kepada pimpinan," pesannya. Ia menambahkan, seluruh pegawai harus mampu menjalankan tugas yang diberikan secara bertanggung jawab, sekaligus tetap berpegang pada aturan dalam melaksanakan pekerjaan. "Melalui evaluasi tersebut, kita berharap keberlanjutan masa kerja PPPK Paruh Waktu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan kepada masyarakat," tukasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 20 Oktober 2026

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026

BALI — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini dibuka dengan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Turut hadir Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo. Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, Bali Tech Week 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi, startup, investor, akademisi, dan komunitas digital untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, infrastruktur digital, industri gim, hingga investasi teknologi. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penguatan ekosistem digital daerah. Partisipasi dalam forum ini diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dan mendukung pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan potensi ekonomi daerah, serta mempercepat transformasi digital di Kota Makassar. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, didampingi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Daniati, S.STP., M.H.

Baca Selengkapnya
Senin, 19 Oktober 2026

Digelar Sederhana dan Hybrid, Wali Kota Makassar Ikuti Rapat Paripurna HUT ke-357 Sulsel

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dihelat secara hybrid. Munafri mengikuti rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar secara daring dari Aula Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026). Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan di satu lokasi bersama jajaran Forkopimda Sulsel. Kepala daerah se-Sulsel turut mengikuti rapat dari wilayah masing-masing. Kesederhanaan Rapat Paripurna HUT Sulsel tahun ini juga menjadi bentuk keprihatinan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan. Kehadiran Munafri bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-daerah guna mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Ia mengikuti seluruh rangkaian acara Rapat Paripurna HUT Sulsel yang hanya diisi dengan sejumlah rangkaian sederhana seperti pembacaan sejarah, refleksi perjalanan, dan pemaparan pencapaian Sulsel yang kini memasuki usia 357 tahun. Munafri mengatakan, momentum hari jadi Sulsel menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan daerah. “Kita berharap melalui sinergi yang terus terbangun pembangunan daerah dapat terus berjalan, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” harap Munafri. Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-357 Sulsel mengusung tema 'Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur'. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Andi Sudirman menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,59 persen. Selain itu, lanjutnya, Sulsel juga berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui surplus produksi padi. Lebih jauh, Andi Sudirman juga memaparkan capaian dan rencana pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi Sulsel ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam mendukung pencapaian target ekonomi nasional,” katanya. Andi Sudirman juga menyampaikan permohonan maaf karena peringatan HUT Sulsel tahun ini tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana.(*)

Baca Selengkapnya
Senin, 19 Oktober 2026

Wali Kota Makassar Sambut Kolaborasi UI-Unhas Perkuat Kapasitas Diplomasi Pelajar Hingga ASN

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan kota global. Peluang kolaborasi tersebut dibahas Munafri saat menerima audiensi dari sejumlah perwakilan dosen dan mahasiswa Departemen HI UI dan Unhas di Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026). Dosen HI UI, Asra Virgianita, mengatakan tujuan kunjungan mereka pada kesempatan tersebut untuk mengusulkan program lokakarya untuk para ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Asra menjelaskan program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis antara akademisi dan ASN. Khususnya terkait pengembangan kapasitas diplomasi dan hubungan internasional pemerintah daerah. Program sekaligus menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat dengan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat. "Jadi kita dapat bertukar pemahaman tentang tentang teori dan pengalaman-pengalaman praktis,” ujar Asra. Munafri menyambut positif tawaran tersebut. Ia menilai, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah kota membangun kapasitas diplomasi yang lebih terarah. Mulai dari pemahaman diplomasi hingga penguatan mengenai peluang kerja sama internasional. “Saya juga tertarik dengan kolaborasi ini. Jadi apa yang ada disini (kapasitas ASN Pemkot Makassar) bisa disempurnakan dengan teman teman dari UI dan Unhas,” katanya. Ia menggaris bawahi, kapasitas diplomasi SDM Makassar menjadi aspek penting dalam membawa Makassar menghadapi dinamika kerja sama internasional. Ia menguraikan Makassar memiliki peluang yang besar untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara. Munafri mencontohkan peluang strategis Kota Makassar dengan keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara. Selain itu, Makassar memiliki akses penerbangan internasional serta aktivitas kunjungan massif warga negara asing yang turut membuka ruang interaksi lintas negara. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan SDM Kota Makassar dalam memberikan pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan pengunjung dari berbagai latar belakang. Ia bahkan mendorong agar penguatan kapasitas diplomasi ini juga melibatkan pelajar. Menurutnya, pengenalan diplomasi sejak dini dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di lingkungan internasional. "Kalau kita bisa membuat program seperti ini, sebaiknya anak-anak sekolah juga dilibatkan. Kalau kita bisa bikin itu, sebaiknya melibatkan juga anak-anak sekolah. SD-SMPnya Pemkot, SMA-nya itu di tingkat provinsi," katanya. Munafri juga melihat keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar dapat menjadi peluang untuk memperluas ruang pembelajaran dan interaksi internasional bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Di sini ada Konsulat Jepang sama Australia. Kehormatannya itu ada Prancis, Belanda, Swiss, Kroasia. Ini bisa kita ajak semua ini, bareng-bareng kita bicara tentang diplomasi,” pungkasnya. Ia pun mendorong agar rencana lokakarya dibahas lebih lanjut secara teknis bersama BKPSDM dan Bagian Kerja Sama Kota Makassar. Sehingga program dapat disusun sesuai kebutuhan kota.(*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!