Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah26°CCerah•Kelembapan 79%•Angin 8.1 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Nikah Massal Gratis 2026
Event Terbaru

Nikah Massal Gratis 2026

02 Nov 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Senin, 19 Oktober 2026

Digelar Sederhana dan Hybrid, Wali Kota Makassar Ikuti Rapat Paripurna HUT ke-357 Sulsel

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dihelat secara hybrid. Munafri mengikuti rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar secara daring dari Aula Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026). Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan di satu lokasi bersama jajaran Forkopimda Sulsel. Kepala daerah se-Sulsel turut mengikuti rapat dari wilayah masing-masing. Kesederhanaan Rapat Paripurna HUT Sulsel tahun ini juga menjadi bentuk keprihatinan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan. Kehadiran Munafri bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-daerah guna mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Ia mengikuti seluruh rangkaian acara Rapat Paripurna HUT Sulsel yang hanya diisi dengan sejumlah rangkaian sederhana seperti pembacaan sejarah, refleksi perjalanan, dan pemaparan pencapaian Sulsel yang kini memasuki usia 357 tahun. Munafri mengatakan, momentum hari jadi Sulsel menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan daerah. “Kita berharap melalui sinergi yang terus terbangun pembangunan daerah dapat terus berjalan, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” harap Munafri. Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-357 Sulsel mengusung tema 'Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur'. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Andi Sudirman menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,59 persen. Selain itu, lanjutnya, Sulsel juga berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui surplus produksi padi. Lebih jauh, Andi Sudirman juga memaparkan capaian dan rencana pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi Sulsel ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam mendukung pencapaian target ekonomi nasional,” katanya. Andi Sudirman juga menyampaikan permohonan maaf karena peringatan HUT Sulsel tahun ini tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana.(*)

Baca Selengkapnya
Senin, 19 Oktober 2026

Wali Kota Makassar Sambut Kolaborasi UI-Unhas Perkuat Kapasitas Diplomasi Pelajar Hingga ASN

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan kota global. Peluang kolaborasi tersebut dibahas Munafri saat menerima audiensi dari sejumlah perwakilan dosen dan mahasiswa Departemen HI UI dan Unhas di Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026). Dosen HI UI, Asra Virgianita, mengatakan tujuan kunjungan mereka pada kesempatan tersebut untuk mengusulkan program lokakarya untuk para ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Asra menjelaskan program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis antara akademisi dan ASN. Khususnya terkait pengembangan kapasitas diplomasi dan hubungan internasional pemerintah daerah. Program sekaligus menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat dengan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat. "Jadi kita dapat bertukar pemahaman tentang tentang teori dan pengalaman-pengalaman praktis,” ujar Asra. Munafri menyambut positif tawaran tersebut. Ia menilai, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah kota membangun kapasitas diplomasi yang lebih terarah. Mulai dari pemahaman diplomasi hingga penguatan mengenai peluang kerja sama internasional. “Saya juga tertarik dengan kolaborasi ini. Jadi apa yang ada disini (kapasitas ASN Pemkot Makassar) bisa disempurnakan dengan teman teman dari UI dan Unhas,” katanya. Ia menggaris bawahi, kapasitas diplomasi SDM Makassar menjadi aspek penting dalam membawa Makassar menghadapi dinamika kerja sama internasional. Ia menguraikan Makassar memiliki peluang yang besar untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara. Munafri mencontohkan peluang strategis Kota Makassar dengan keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara. Selain itu, Makassar memiliki akses penerbangan internasional serta aktivitas kunjungan massif warga negara asing yang turut membuka ruang interaksi lintas negara. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan SDM Kota Makassar dalam memberikan pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan pengunjung dari berbagai latar belakang. Ia bahkan mendorong agar penguatan kapasitas diplomasi ini juga melibatkan pelajar. Menurutnya, pengenalan diplomasi sejak dini dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di lingkungan internasional. "Kalau kita bisa membuat program seperti ini, sebaiknya anak-anak sekolah juga dilibatkan. Kalau kita bisa bikin itu, sebaiknya melibatkan juga anak-anak sekolah. SD-SMPnya Pemkot, SMA-nya itu di tingkat provinsi," katanya. Munafri juga melihat keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar dapat menjadi peluang untuk memperluas ruang pembelajaran dan interaksi internasional bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Di sini ada Konsulat Jepang sama Australia. Kehormatannya itu ada Prancis, Belanda, Swiss, Kroasia. Ini bisa kita ajak semua ini, bareng-bareng kita bicara tentang diplomasi,” pungkasnya. Ia pun mendorong agar rencana lokakarya dibahas lebih lanjut secara teknis bersama BKPSDM dan Bagian Kerja Sama Kota Makassar. Sehingga program dapat disusun sesuai kebutuhan kota.(*)

Baca Selengkapnya
Minggu, 18 Oktober 2026

Wali Kota Makassar Tunjukkan Kebolehan Memasak, Raih Juara I di Ajang HUT Sulsel ke-357

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menunjukkan kebolehannya di dapur. Tak hanya piawai memimpin pemerintahan, orang nomor satu Kota Makassar itu sukses meraih juara I dalam lomba memasak nasi goreng antar kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut, diraih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang berlangsung di pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (18/10/2026). Munafri mengikuti lomba memasak tersebut setelah menghadiri kegiatan Jalan Santai Anti Mager yang juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi provinsi. Dengan mengenakan perlengkapan koki, Appi tampak antusias meracik bumbu dan mengolah nasi goreng menggunakan berbagai perlengkapan memasak layaknya di warung makan. Ia juga didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, yang turut menyaksikan keseruannya di arena lomba. Usai dinobatkan sebagai juara pertama, Appi mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih. "Alhamdulillah, saya juara I, lomba masak antar kepala daerah se-Sulsel," ujar Appi singkat. Lomba memasak ini menjadi salah satu kegiatan yang menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang tersebut menghadirkan suasana santai dan penuh keakraban di antara para kepala daerah. Melalui kegiatan seperti ini, ia menyampaikan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarpemerintah daerah diharapkan terus terbangun. "Tidak hanya dalam suasana perayaan, tetapi juga dalam upaya bersama mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Minggu, 18 Oktober 2026

CFD di Jalan Rusa Jadi Ruang Ekonomi Baru, Appi: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan ruang usaha alternatif agar para pedagang tetap memiliki kesempatan mencari nafkah sekaligus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Minggu (18/10/2026) pagi. Diresmikan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan untuk memberdayakan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. "Pada hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kegiatan ini harus bermanfaat untuk masyarakat. Jangan dilakukan kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat," tegas Appi. Hadirnya CFD memberikan bukti nyata bahwa, Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar tidak berhenti pada penertiban, tetapi disertai solusi. Lokasi CFD lanjut Appi, diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya mendorong budaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya PKL dan pelaku UMKM yang terdampak penataan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). "Melalui kawasan ini, masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati beragam produk lokal, mulai dari kuliner, sayuran, pakaian, hingga aneka produk kreatif yang ditawarkan para pedagang," tuturnya. Oleh sebab itu, Appi meminta Camat Makassar memprioritaskan warga setempat untuk mendapatkan ruang usaha di kawasan CFD tersebut. Menurutnya, kesempatan berjualan harus dikelola secara adil agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya ruang ekonomi baru tersebut. "Ini perlu dijaga, agar UMKM yang hadir benar-benar mampu untuk dihidupkan, untuk diberdayakan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka bisa lebih meningkat lagi," ujarnya. Appi menjelaskan, pembukaan ruang publik seperti CFD merupakan bagian dari upaya menghadirkan titik-titik aktivitas baru di tengah kawasan perkotaan. Dalam perspektif penataan kota, pendekatan tersebut dikenal sebagai akupunktur kota, yakni menghidupkan titik tertentu melalui intervensi yang mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, Jalan Rusa tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan warga untuk membangun interaksi sosial, mempererat kebersamaan, serta menggerakkan ekonomi lokal. "Ini memang sangat penting kita membuka ruang-ruang. Kalau dalam istilah tata kotanya adalah akupunktur kota," tuturnya. "Sehingga terbuka ruang-ruang interaksi yang harus mempertemukan masyarakat dengan masyarakat yang ada untuk bagaimana memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar," sambung politisi Partai Demokrat itu. Ia juga mengimbau Camat, Lurah, serta para ketua RT dan RW untuk menghadirkan kegiatan edukatif secara rutin setiap pekan. Dengan begitu, CFD tidak hanya menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Appi mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Dia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama, termasuk pedagang dan pengunjung. "Jangan setelah acara ini sampai jam 10.00, sampahnya masih berserakan di mana-mana. Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua," katanya. Appi juga meminta para pedagang makanan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk yang dijual agar tetap aman dikonsumsi masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan agar CFD tidak menjadi ruang konflik atau perebutan lapak antarpedagang. Dikatakan, pengaturan los harus dilakukan secara tertib dan adil sehingga seluruh pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang proporsional. "Jangan tempat ini dijadikan tempat untuk saling jago-jagoan, tempat untuk berkelahi. Kalau itu terjadi, saya akan langsung tutup kegiatan ini," pesan Ketua IKA FH Unhas itu. Ia turut meminta panitia mengatur posisi lapak agar tidak menghalangi arus pejalan kaki. Jalur evakuasi harus tetap tersedia, termasuk akses bagi ambulans dan kendaraan darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Munafri juga mengingatkan bahwa sesuai konsep Car Free Day, kendaraan tidak diperbolehkan melintas di kawasan tersebut selama jam pelaksanaan yang telah ditentukan. Pada kesempatan itu, Appi menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Rusa, karena telah memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan CFD sangat bergantung pada keterlibatan dan rasa memiliki seluruh masyarakat. "Ini adalah tempat kita bersama. Tidak ada yang bisa menjaga tempat ini kalau bukan kita. Maka dari itu, mari kita menjaga tempat ini, menjaga acaranya setiap minggu berjalan dengan kondusif," tuturnya. Dia menambahkan, melalui CFD Jalan Rusa, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, penertiban bukan menjadi akhir bagi aktivitas usaha para PKL, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang berjualan yang lebih tertata, sekaligus mendorong UMKM tumbuh dan berkembang. "Saya berharap kawasan ini menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang mampu menyatukan aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu ruang kebersamaan," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Sabtu, 17 Oktober 2026

APEKSI 2026, Aliyah Mustika Ilham Buka Jalan Kerja Sama Budaya Makassar–Singkawang

SINGKAWANG,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri jamuan makan malam (welcome dinner) dalam rangka Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026, Kamis malam (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, tersebut menjadi momentum bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, serta menggali potensi budaya unggulan masing-masing daerah sebagai bagian dari pembangunan dan penguatan identitas bangsa. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis. Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat di tengah beragam latar belakang suku, agama, tradisi, dan adat istiadat. “Keberagaman budaya yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Melalui forum seperti Rembuk Kebudayaan APEKSI ini, kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat komitmen untuk menjadikan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Menurutnya, nilai toleransi yang diangkat Kota Singkawang menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus merawat kebersamaan dan membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati. “Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga bagaimana kita membangun rasa saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita tanamkan agar keberagaman menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan bangsa,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar turut didampingi, Sekdis Kebudayaan Sri Wahyuli Malik, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Diskominfo) Kota Makassar, Abdullah, Analis kebijakan Erwin Kusuma, Staf Pengadministrasi Perkantoran Bappeda Irene Natalia Ismail, Kabid Pendidikan dan Penyuluh Dinas Koperasi Amirai, serta Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Koperasi Makassar Soraya Nurjanah. Acara ini dihadiri sekitar 98 kepala daerah, wali kota, serta delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Turut hadir Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, selaku tuan rumah. Rangkaian kegiatan dikemas dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Singkawang 2026 yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga wadah pertukaran pengalaman antardaerah dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Dalam Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026, Kota Singkawang mengangkat toleransi sebagai salah satu identitas budaya unggulannya. Nilai tersebut menjadi pesan penting bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, saling menghargai, dan memperkokoh persatuan. Partisipasi Aliyah Mustika Ilham dalam forum ini sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan penguatan jejaring kerja sama antarpemerintah kota, khususnya dalam pengembangan kebudayaan, pelestarian tradisi, serta penguatan karakter masyarakat. Aliyah Mustika Ilham juga tertarik dan mengapresiasi kekayaan serta keberagaman budaya yang dimiliki Kota Singkawang. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi potensi besar untuk memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan. “Kami merasa sangat tertarik melihat begitu banyak keberagaman budaya yang ada di Kota Singkawang. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kami dari Pemerintah Kota Makassar untuk belajar, berbagi pengalaman, serta membuka peluang sinergi dan kolaborasi antardaerah,” katanya. Ia juga berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Singkawang dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama. Sebagai tindak lanjut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan keinginannya untuk mengundang Pemerintah Kota Singkawang berkunjung ke Makassar guna saling mengenal potensi budaya dan keunggulan masing-masing daerah. “Insyaallah, ke depan kami juga ingin mengundang Pemerintah Kota Singkawang untuk berkunjung ke Kota Makassar. Kami berharap melalui pertemuan ini, hubungan silaturahmi semakin erat dan dapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi nyata, khususnya dalam pengembangan kebudayaan dan promosi potensi daerah,” tutupnya. Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antarpemerintah kota untuk menjadikan kebudayaan bukan sekadar identitas daerah, melainkan juga modal sosial dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya
Sabtu, 17 Oktober 2026

Perdana Digelar KORMI, Wali Kota Appi Resmi Buka FORKOT Makassar 2026

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026). Pembukaan ditandai dengan aksi Munafri menembakkan anak panah ke layar sebagai simbol dimulainya festival olahraga masyarakat tersebut. Wali kota yang akrab disapa Appi ini hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Pembukaan FORKOT Makassar berlangsung meriah bersama ribuan masyarakat dari 15 kecamatan, mulai dari kalangan pelajar hingga orang tua. FORKOT Makassar 2026 merupakan ajang sportivitas olahraga rekreasi perdana yang kembali digelar dibawah kepemimpinan Munafri. Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar. Melalui FORKOT Makassar 2026, Appi berharap olahraga rekreasi di tengah masyarakat dapat hidup kembali sebagai bagian dari budaya khas masyarakat Makassar. Sekaligus membangun budaya hidup sehat dan memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat. Appi juga menekankan agar FORKOT Makassar tidak sekadar menjadi agenda kompetisi sportivitas. Tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial warga. “Ini sangat penting, bukan hanya membangun olahraga, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat melalui olahraga, dan tentu akan membangun prestasi olahraga di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Appi menggaris bawahi, olahraga masyarakat memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang bagi warga untuk menyalurkan bakat, minat, dan aspirasi. Karena itu FORKOT, kata dia, sangat strategis karena dapat mengundang partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Ia juga berharap semangat dan persaudaraan yang terbangun melalui FORKOT Makassar 2026 dapat berlanjut dalam keseharian masyarakat di seluruh kecamatan, bukan hanya saat festival berlangsung. Lebih jauh, Appi juga menilai keberadaan ruang interaksi yang positif seperti ini, menjadi semakin penting di tengah maraknya aksi perang kelompok anak pemuda di Kota Makassar. Menurutnya, melalui kegiatan olahraga yang terarah, masyarakat, khususnya pemuda, dapat memiliki wadah untuk berkumpul, membangun kebersamaan, dan menyalurkan energi ke aktivitas yang bermanfaat. “Tentu kita berharap ada wadah yang mampu menaungi atau memberikan tempat bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara positif,” jelasnya. Untuk itu, ia mendorong KORMI agar terus menghadirkan kegiatan olahraga masyarakat yang menjangkau berbagai kalangan dan kelompok usia. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat olahraga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Appi berharap FORKOT Makassar 2026 dapat menjadi awal dari penguatan ekosistem olahraga masyarakat di Kota Makassar, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat dan mempererat persaudaraan antarwarga. Ia juga berharap penyelenggaraan FORKOT Makassar 2026 dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Baik dari sisi pelaksanaan maupun dampaknya terhadap pengembangan olahraga masyarakat di Kota Makassar. Sementara itu, Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Rian Adrian, menjelaskan FORKOT Makassar 2026 diikuti 23 Inorga yang melibatkan masyarakat dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Partisipasi tersebut juga terlihat dari pawai kontingen 15 Kecamatan sebagai semarak seremoni pembukaan, menampilkan beragam organisasi olahraga masyarakat dari masing-masing wilayah. “Kalau kita lihat tadi pada saat pawai rata-rata kecamatan memiliki hampir 15-17 Inorga. dan hampir semua inorga tersebut ada disetiap kecamatan,” jelasnya. Ia menambahkan, FORKOT tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai jenis olahraga rekreasi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, Ia berharap semakin banyak warga mengenal dan terlibat dalam olahraga masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, aktif, dan memiliki ruang kebersamaan yang positif.(*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!