Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Cerah30°CCerah•Kelembapan 72%•Angin 21.8 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Nikah Massal Gratis 2026
Event Terbaru

Nikah Massal Gratis 2026

02 Nov 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Kamis, 29 Oktober 2026

Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus merespons aspirasi masyarakat dengan melakukan pengerjaan perbaikan jalan dan saluran drainase di kawasan Jalan Pongtiku, khususnya Lorong 28.Kepala Bidang Drainase Dinas PU Kota Makassar, Luqmanul Hakim, menjelaskan bahwa pengerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memprioritaskan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di berbagai larong.Menurutnya, pekerjaan dilakukan melalui tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari penggalian hingga pemasangan material pendukung saluran drainase dan penataan permukaan jalan."Ini merupakan bagian dari upaya merespons aspirasi warga. Saat ini pekerjaan sudah berjalan, termasuk penggalian dan penataan paving sesuai mekanisme yang berlaku," jelasnya, Kamis (29/10/2026).Pemkot Makassar, lewat Dinas PU pun memberikan perhatian penuh mengenai tahapan pekerjaan yang saat ini masih berlangsung.Luqmanul menerangkan, pengerjaan saat ini masih berlangsung di Lorong 26, dengan tahapan berikutnya berupa pemasangan U-Ditch atau saluran beton pracetak.Pemasangan tersebut dijadwalkan dilakukan setelah material tambahan tiba di lokasi, termasuk untuk mendukung kelanjutan pekerjaan di Lorong 28."Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada waktu dan tahapan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Karena itu, proses penggalian yang terlihat di lapangan merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang belum seluruhnya rampung," tuturnya.Lanjut dia, pihak Dinas PU memahami bahwa kondisi penggalian yang belum dilanjutkan dengan pemasangan U-Ditch dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.Untuk itu, pengawasan dan koordinasi dengan pihak pelaksana terus dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai ketentuan kontrak, sekaligus mendorong percepatan penyelesaian setiap tahapan."Tentu, aspek keselamatan dan kenyamanan warga juga menjadi perhatian selama proses pengerjaan berlangsung, sehingga dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat dapat kami antisipasi," katanya.Ia pengerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya membenahi infrastruktur lingkungan berdasarkan kebutuhan masyarakat.Penjelasan ini sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi pekerjaan yang sebenarnya di lapangan, agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.Dia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pekerjaan infrastruktur membutuhkan tahapan pelaksanaan yang terukur."Di sisi lain, masukan dan aspirasi warga tetap menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan lingkungan di Kota Makassar," tutup Lukman. (*)

Baca Selengkapnya
Kamis, 29 Oktober 2026

Wali Kota Appi Tekankan Pembenahan Sampah Terintegrasi, Edukasi Warga Terus Digencarkan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, penguatan bank sampah, hingga pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi langkah penting untuk mengurangi beban timbunan sampah sekaligus mencegah kerusakan lingkungan jangka panjang."Pembenahan lingkungan harus menjadi prioritas karena wajah kota yang bersih dan sehat merupakan salah satu faktor yang membentuk kesan pertama bagi orang yang datang ke Makassar," ujarnya, Kamis (29/10/2026).Pembenahan sampah di Kota Makassar terus menjadi fokus Pemerintah Kota Makassar. Seiring dengan upaya membenahi sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.Pemkot Makassar juga konsisten menggencarkan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Upaya ini menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya soal mengangkut dan mengolah sampah, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli.Mulai dari memilah sampah di rumah hingga membuangnya pada tempat yang telah disediakan.Dengan edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, pembenahan sampah di Makassar diharapkan berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan kota.Bagi Munafri yang akrab disapa Appi, persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan kota, melainkan menyangkut kesehatan masyarakat.Keberlanjutan lingkungan, hingga citra Makassar sebagai kota yang ingin terus tumbuh dan menarik investasi maupun kunjungan wisata."Saya mengambil keputusan untuk memastikan hal yang paling jorok terlebih dahulu, dan itu yang harus dibenahi," kata Appi.Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, termasuk kebijakan yang mungkin tidak selalu populer.Namun, sebagai pemimpin, kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus ditempatkan di atas pertimbangan elektoral.Pembenahan TPA Jadi Langkah Awal Appi mengungkapkan, salah satu fokus pembenahan Pemerintah Kota Makassar adalah TPA Tamangapa yang selama bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat timbunan sampah.Dengan luas kawasan sekitar 21 hektare dan timbunan sampah yang telah mencapai ketinggian signifikan, pengelolaan TPA membutuhkan pendekatan yang lebih terencana dan berkelanjutan.Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan yang semakin kompleks apabila tidak ditangani secara serius.Pemkot Makassar pun mulai memperkuat penataan area penimbunan, termasuk penerapan penutupan timbunan dengan cover soil atau lapisan tanah penutup, serta pembenahan sistem pengelolaan di kawasan TPA.Appi mengakui, perubahan pola pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara instan. Upaya pemilahan sampah dari rumah tangga masih membutuhkan sosialisasi dan penguatan pelaksanaan di lapangan."Tentu, pembenahan di hilir tetap harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat di hulu," katanya."Tanpa pemilahan sejak sumbernya, sampah yang masuk ke TPA akan terus menumpuk dan memperbesar risiko kelebihan kapasitas," lanjut Appi.Selain menata kawasan TPA, Pemkot Makassar juga berupaya mengurangi sampah organik melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.Appi menyebut, sampah organik dari pasar-pasar di Makassar mencapai sekitar 30–50 ton per hari. Volume tersebut menjadi potensi yang dapat dikelola agar tidak seluruhnya berakhir sebagai timbunan di TPA.Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak, disertai penataan area pemeliharaan agar aktivitas ternak tidak mengganggu sistem pengelolaan sampah.Di sisi lain, Pemkot Makassar juga mulai mengembangkan pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah sebagai sumber energi alternatif."Yang lebih penting, hari ini kita sudah mulai dengan energi hijau dari metana yang ada di sampah itu. Potensinya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, termasuk sebagai energi untuk memasak sehari-hari," jelasnya.Dia menyebutkan, pembenahan sistem pengelolaan air lindi juga menjadi perhatian. Appi menyoroti perlunya penambahan titik pengolahan untuk menyesuaikan kebutuhan kawasan TPA yang terus berkembang.Menurutnya, pengelolaan air lindi harus diperkuat untuk mencegah pencemaran lingkungan dan melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Bank Sampah Buka Peluang Ekonomi MasyarakatBagi Appi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan di TPA. Perubahan mendasar justru harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan permukiman.Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, sehingga sampah organik dapat diolah dan material yang masih bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan kembali.Penguatan bank sampah di tingkat kelurahan, RW, dan RT menjadi bagian dari strategi tersebut. Melalui sistem ini, sampah seperti plastik yang sebelumnya dibuang begitu saja dapat dikumpulkan dan dijual untuk memberikan tambahan penghasilan bagi warga.Appi menilai, pendekatan ekonomi dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat agar pemilahan sampah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung."Kalau masyarakat diminta memilah sampah, mereka harus melihat manfaatnya. Mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan plastik. Inilah yang harus kita bangun bersama," ujarnya.Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, pengelola kawasan komersial, hingga pihak swasta yang memiliki kapasitas mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah.Appi menegaskan, pengelolaan sampah merupakan persoalan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan keberanian dalam menjalankan kebijakan.Ia mengingatkan bahwa membiarkan persoalan sampah berlarut-larut sama artinya dengan mewariskan lingkungan yang tidak sehat kepada generasi berikutnya.Lanjut dia, kebijakan harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, meskipun dalam pelaksanaannya membutuhkan perubahan kebiasaan dan menghadapi berbagai tantangan."Kalau kita tidak memulai, perubahan itu tidak akan pernah terjadi," terang mantan CEO PSM itu.Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kota, menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan memiliki akses luas terhadap informasi.Pemerintah, lanjut Appi, harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan, dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan aturan yang berlaku.Melalui pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir, Pemkot Makassar berharap pengelolaan sampah tidak hanya mampu menekan beban TPA.Tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan."Perubahan harus dimulai dari sumbernya, didukung sistem pengolahan yang memadai, dan dijalankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Rabu, 28 Oktober 2026

Sumpah Pemuda ke-98: Munafri-Aliyah Ajak Anak Muda Makassar Berkarya dan Berkontribusi

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan upacara sederhana namun penuh khidmat di halaman Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).Momentum peringatan bersejarah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan sekaligus memperkuat karakter generasi muda yang patriotik, gigih, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Andi Zulkifly Nanda, jajaran Forkopimda, pejabat lingkup Pemkot Makassar, perwakilan KNPI, pelajar, serta organisasi kepemudaan lainnya.Dalam amanatnya, Munafri membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".Tema tersebut menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan kemajuan pembangunan, tetapi juga oleh kualitas karakter, semangat perjuangan, serta kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosial.Munafri menyampaikan, 98 tahun silam, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji bersejarah yang menyatukan berbagai perbedaan dalam satu tekad untuk berdiri sebagai bangsa Indonesia.Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 itu, menurutnya, harus terus hidup dan diwujudkan dalam karakter serta tindakan nyata generasi penerus bangsa."Semangat itu harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa," demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Munafri.Appi menekankan, kemajuan Indonesia tidak cukup diukur melalui gedung-gedung tinggi, teknologi yang semakin canggih, maupun kekayaan yang berlimpah.Lebih dari itu, kemajuan sejati harus berangkat dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama.Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menanamkan tiga nilai utama, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati, sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.Menurutnya, patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa, bukan sekadar diucapkan. Kegigihan berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan.Sementara empati mengajarkan generasi muda untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga peka terhadap kesulitan yang dihadapi orang lain."Ketiga nilai tersebut dinilai saling melengkapi dalam membangun generasi yang tangguh sekaligus memiliki nurani kemanusiaan," kata Munafri mengutip sambutan seragam tertulis."Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," sambung Appi, pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.Semangat tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda Makassar untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, dan mengambil bagian dalam pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.Dikatakan, melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, generasi muda juga diajak untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta terus berkarya tanpa kehilangan kepekaan sosial.Pemuda diharapkan menjadi generasi yang kuat menghadapi tantangan, berani mengambil peran kepemimpinan, tetapi tetap bersedia melayani dan membantu sesama.Selain itu, Wali Kota Appi menyampaikan bahwa setiap ilmu, karya, dan pengorbanan hendaknya menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.Dimana, peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga kokoh dalam nilai kebangsaan dan kemanusiaan."Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," demikian pesan penutup dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Munafri.Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah maupun bangsa."Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.Menurut Aliyah, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang inovatif, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari."Generasi muda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan, pembawa inovasi, dan penerus cita-cita bangsa," kata Aliyah.Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis dan memperkokoh persatuan.Menurutnya, semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk berkontribusi melalui gagasan, kreativitas, dan karya nyata."Mari kita jaga persatuan di tengah keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia," tuturnya.Aliyah berharap, momentum Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda Makassar untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berinovasi, serta mengambil bagian dalam berbagai upaya pembangunan."Kemajuan Kota Makassar dan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh generasi, terutama pemuda yang memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman," tutup politisi Golkar itu. (*)

Baca Selengkapnya
Rabu, 28 Oktober 2026

HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Hadirkan Sebulan Program Berdampak Langsung bagi Masyarakat

MAKASSAR, — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan berbagai program dan kegiatan yang berorientasi pada pelayanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Mengusung tema “Menyalakan Harapan Merawat Masa Depan”, peringatan tahun ini akan diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, kesehatan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.Berbagai program tersebut meliputi bedah 419 rumah warga, sunatan massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyelenggaraan Festival Muara.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan bahwa puncak peringatan HUT ke-419 Kota Makassar akan dilaksanakan melalui sidang paripurna yang berlangsung di Tribun Karebosi, Senin (9/11/2026), pukul 08.00 Wita.Menurutnya, peringatan tahun ini dikemas secara sederhana sebagai wujud empati Pemerintah Kota Makassar terhadap berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.“Setelah sidang paripurna, kegiatan akan dilanjutkan dengan penampilan sejumlah penari dari sekolah-sekolah dan pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat,” ujar Muhammad Roem dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).Roem mengungkapkan, meskipun pelaksanaan acara puncak berlangsung sederhana, rangkaian peringatan HUT Kota Makassar tetap akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 November 2026.Pelaksanaan kegiatan diarahkan untuk mengurangi agenda yang bersifat seremonial dan lebih mengutamakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Pesan dari Pak Wali Kota, kegiatan ini harus berdampak, mengurangi kegiatan-kegiatan seremoni,” jelasnya.Lebih lanjut, Roem menyampaikan bahwa sebanyak 23 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar akan berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.Program-program yang dilaksanakan merupakan bagian dari agenda masing-masing OPD yang diselaraskan dengan momentum peringatan hari jadi Kota Makassar.“Ini kegiatan yang sebenarnya sudah ada di OPD, tapi memang kita lakukan di November sesuai dengan agenda kegiatan di masing-masing OPD,” ungkapnya.Salah satu program utama yang disiapkan adalah bedah 419 rumah warga berpenghasilan rendah yang dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.Program tersebut akan menjangkau 14 kecamatan di Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus membantu penanganan kawasan permukiman kumuh.“Menyasar 14 kecamatan dan bertujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus membantu mengatasi persoalan kawasan permukiman kumuh,” terang Roem.Selain peningkatan kualitas hunian, Pemerintah Kota Makassar juga menghadirkan berbagai layanan di bidang kesehatan dan sosial.Kegiatan yang disiapkan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, serta operasi celah bibir dan langit-langit yang dilaksanakan di RSUD Daya.Tidak hanya itu, Pemkot Makassar turut memfasilitasi pelaksanaan nikah massal dengan agenda akad nikah yang dijadwalkan pada 10 November dan resepsi pada 12 November 2026.Di bidang literasi dan pelestarian sejarah, Dinas Kearsipan akan menyelenggarakan pameran arsip yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal dan melihat koleksi arsip Kota Makassar.Sementara itu, Dinas Perpustakaan juga merencanakan penerbitan buku yang mengangkat kekhasan Kota Makassar.“Dinas Kearsipan akan menggelar pameran arsip yang memungkinkan masyarakat melihat koleksi arsip Kota Makassar. Dinas Perpustakaan juga merencanakan penerbitan buku mengenai kekhasan Makassar,” jelasnya.Pada sektor pelayanan publik, Pemkot Makassar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan menghadirkan mobil layanan Sahabat Usaha yang berkeliling ke sejumlah kecamatan.Layanan tersebut juga mencakup pendampingan pengurusan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perizinan.Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyiapkan program khusus bagi bayi yang lahir tepat pada 9 November.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar direncanakan mengunjungi bayi-bayi tersebut untuk memberikan kejutan sekaligus menghadirkan layanan dokumen kependudukan.Roem menambahkan, perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kota Makassar.Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemkot Makassar akan melaksanakan kegiatan pembersihan kanal dan drainase sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan saat musim hujan.“Pemkot juga menyiapkan kegiatan bersih-bersih kanal dan drainase melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan. Kegiatan lain meliputi urban farming festival, klinik konflik pertanahan keliling, serta sejumlah aktivitas olahraga seperti memancing, golf, dan kejuaraan padel,” katanya.Di sektor ekonomi dan pariwisata, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar juga menjadi momentum untuk mendorong aktivitas perekonomian melalui penyelenggaraan Makassar Great Sale.Program ini melibatkan delapan pusat perbelanjaan yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sulawesi Selatan.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai penawaran harga khusus dari masing-masing pusat perbelanjaan dan gerai, sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong transaksi usaha.“Skema potongan harga akan ditentukan oleh masing-masing pengelola pusat perbelanjaan dan tenant. Pihak penyelenggara juga akan meminta laporan transaksi untuk mengevaluasi dampak kegiatan terhadap aktivitas ekonomi,” jelas Roem.Sementara itu, rangkaian kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif akan ditutup melalui penyelenggaraan Festival Muara yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 November 2026 di kawasan Pantai Losari.Festival tersebut akan melibatkan seniman lokal, pelaku budaya, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Makassar.“Festival Muara dirancang sebagai wadah untuk memaksimalkan potensi maritim dan kreativitas lokal sekaligus menjadi fondasi pengembangan agenda wisata baru di Makassar,” tuturnya.Roem menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan festival dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya masuk. Adapun transaksi pembelian produk UMKM tetap dilakukan secara berbayar oleh pengunjung.Selain Festival Muara, Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan Makassar Jazz Festival, festival kopi, wisata kuliner dan belanja, serta program book stamp dengan buku edisi terbatas yang dapat diakses melalui Makassar Creative Hub.Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang November tersebut, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar diarahkan tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga sarana menghadirkan pelayanan, memperkuat kepedulian sosial, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.Semangat “Menyalakan Harapan Merawat Masa Depan” menjadi landasan pelaksanaan berbagai program yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Rabu, 28 Oktober 2026

Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan penerimaan pajak sebagai salah satu fondasi utama pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hal tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).Kegiatan yang mengusung tema "Harmoni Berkontribusi, Wujud Cinta untuk Negeri" tersebut, berlangsung di Aula Rongkong Lantai 6, Gedung Keuangan Negara II, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Makassar.Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, Tax Gathering menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan."Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Tax Gathering ini," katanya."Dan ini memberikan gambaran tentang bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah," sambung Appi.Menurut Munafri, optimalisasi penerimaan pajak tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pendapatan, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.Orang nomor Kota Makassar itu menjelaskan, pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara maupun daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.Karena itu, pengelolaan penerimaan yang optimal menjadi semakin penting, terutama di tengah kebijakan fiskal yang menuntut efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah."Sebagai kota perdagangan dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam sebagai penopang utama pendapatan, Kota Makassar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui aktivitas usaha, perdagangan, jasa, serta penerimaan pajak dan retribusi daerah," imbuh Appi.Mantan CEO PSM itu menyebutkan, Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini mampu merealisasikan pendapatan sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan.Capaian tersebut, menurutnya, menjadi salah satu gambaran pentingnya menjaga aktivitas ekonomi tetap tumbuh sekaligus memperkuat tata kelola pendapatan daerah."Kalau kita bicara tentang pajak, ini merupakan tulang punggung penerimaan kita untuk melakukan proses pembangunan," tururnya."Makassar adalah kota barang dan jasa, sehingga kita harus memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan dari pajak dan retribusi daerah," tambah Munafri.Di hadapan jajaran Kanwil DJP Sulselbartra dan para pemangku kepentingan yang hadir, Appi turut memaparkan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial Kota Makassar.Ia menyebutkan, berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai 7,04 persen. Ia berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus dijaga dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.Appi juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus tercermin melalui peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka kemiskinan."Pertumbuhan ini kita harapkan bisa terus dijaga. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," harpanya.Di sisi ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.Pemerintah Kota Makassar menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga di bawah lima persen pada 2029.Untuk mencapai target tersebut, diperlukan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak kegiatan usaha berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.Sementara itu, angka kemiskinan yang disebutkan Appi juga mengalami penurunan, dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya menjadi 4,22 persen pada tahun 2026 ini."Capaian ini, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat," jelasnya.Tidak hanya berbicara tentang penerimaan dan pertumbuhan ekonomi, Appi juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program Makassar Berjasa Berbagi Jaminan Sosial.Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 81.000 masyarakat rentan, khususnya melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian."Pada 2027, Pemkot Makassar juga berencana menambahkan perlindungan jaminan hari tua," katanya.Appi menjelaskan, program ini dirancang untuk memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja berpenghasilan rendah yang rentan jatuh ke dalam kemiskinan ketika pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.Melalui perlindungan sosial tersebut, pemerintah berupaya memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan.Dia menegaskan, perlindungan pekerja rentan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan.Selain perlindungan sosial, Pemkot Makassar juga mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui program Makassar Creative Hub.Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi bagi anak muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.Appi mengatakan, Makassar Creative Hub memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan atau upgrading skills secara gratis, sesuai dengan minat dan cita-cita masing-masing."Mulai dari keterampilan kewirausahaan, bartender, penata rias atau makeup artist, hingga berbagai bidang keterampilan lainnya," ungkapnya.Saat ini, Makassar Creative Hub telah tersedia di dua lokasi, yakni kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara. Pemkot Makassar menargetkan penambahan dua lokasi lagi sehingga jumlahnya menjadi empat pada tahun ini.Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan dapat dikembangkan di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar."Kami membangun Makassar Creative Hub untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak muda," jelasnya."Ada yang ingin menjadi pengusaha, bartender, makeup artist, dan sebagainya. Silakan memanfaatkan fasilitas ini karena semuanya kami sediakan secara gratis untuk masyarakat," lanjutnya.Menurut Appi, penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha di Makassar.Menutup sambutannya, Appi berharap kegiatan Tax Gathering menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun iklim ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kontribusi pemerintah pusat, pelaku usaha, sektor swasta, dan masyarakat.Sebagai kota yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan, Makassar memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila aktivitas ekonomi dapat dijaga dan didukung dengan kebijakan yang tepat.Karena itu, Appi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat."Kami berharap kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dapat memberikan dampak pembangunan yang langsung dirasakan oleh warga Kota Makassar," tegasnya."Kami optimistis, melalui penguatan penerimaan, iklim investasi yang kondusif, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial, Makassar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat," sambung Appi, menutup sambutan. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Oktober 2026

Munafri-Aliyah Kompak Hadiri KMI 2026, Ingin Musisi Lokal Tembus Panggung Internasional

MAKASSAR — Kota Makassar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026.Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem musik nasional dan daerah, tetapi juga membuka peluang bagi musik untuk tumbuh sebagai sumber ekonomi baru bagi para musisi dan pelaku industri kreatif.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kepercayaan tersebut sebagai kebanggaan sekaligus peluang strategis untuk memperkenalkan potensi musik dan kreativitas lokal ke panggung yang lebih luas."Merupakan suatu kebanggan Kota Makassar mendapat kepercayaan tuan rumah KMI 2026. Ini mempertemukan ratusan insan musik dari berbagai daerah ini menjadi ruang untuk membahas masa depan industri musik Indonesia," jelas Munafri."Mulai dari pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP), pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pasar bagi musisi lokal," tambah Wali Kota.Hal tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat menghadiri pembukaan Konferensi Musik Indonesia 2026 bertema "Gerak Seirama" di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).Kegiatan yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bersama Indonesia World Music Series, dengan fokus pada penguatan ekosistem musik nasional, termasuk potensi musik dari kawasan timur Indonesia.Pembukaan konferensi turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, jajaran wakil menteri dan direktorat jenderal, anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar.Dalam sambutannya, Appi mengatakan Makassar menjadi ruang pertemuan para pemikir, penggerak, musisi, dan pelaku industri untuk merumuskan langkah bersama dalam membangun ekosistem musik yang lebih kuat, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan."Musik bukan sekadar rangkaian nada dan irama. Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, merekatkan persaudaraan, menyampaikan pesan kemanusiaan, sekaligus merekam perjalanan sejarah dan identitas suatu bangsa," ujarnya.Orang nomor satu Kota Makassar itu menilai, Indonesia memiliki kekayaan musik yang besar, mulai dari musik tradisional yang diwariskan lintas generasi, musik daerah yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat, hingga beragam genre modern yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.Lanjut dia, di Makassar dan Sulawesi Selatan, tradisi musik serta seni pertunjukan merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional."Karena itu, kami berharap musik tradisional tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas masa kini sekaligus membuka peluang ekonomi pada masa mendatang," harpanya.Lebih lanjut, Appi menyampaikan perihal perkembangan kekayaan intelektual lokal atau IP musik yang dinilainya terus menunjukkan pertumbuhan positif.Menurutnya, perkembangan platform digital, kecerdasan buatan, dan algoritma distribusi konten telah membuka ruang yang lebih luas bagi musisi untuk memproduksi, mendistribusikan, serta memperkenalkan karya mereka kepada pendengar lintas negara.Wali Kota berlatar pengusaha itu berharap perkembangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi karya musik.Dengan demikian, musik tidak hanya berkembang sebagai produk seni dan ekspresi budaya, tetapi juga menjadi industri yang memberikan manfaat nyata bagi para musisi."Jangan hanya menjadi wilayah seni, tetapi ini bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi," imbuh Munafri.Lebih jau, Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Sulsel itu menambahkan, penguatan industri musik perlu diiringi dengan kebijakan yang melindungi hak dan kesejahteraan musisi, memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong transformasi digital.Kesempatan yang setara juga perlu diberikan kepada musisi daerah agar mereka dapat tampil, berkembang, dan berkontribusi dalam industri musik nasional maupun internasional.Sebagai tuan rumah, Makassar memiliki peluang untuk memperoleh manfaat lebih luas dari penyelenggaraan konferensi berskala nasional tersebut.Appi menjelaskan, kehadiran peserta dari berbagai daerah, dukungan jejaring industri, serta kolaborasi lintas kementerian dapat memperluas eksposur Makassar sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan di kawasan timur Indonesia.Selain promosi daerah, konferensi ini diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan bagi musisi lokal, terutama dalam memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, dan membuka akses menuju panggung yang lebih besar.Ia menyebut sejumlah kelompok musik asal Makassar telah memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan internasional.Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dan akses industri yang lebih luas.Appi juga menekankan bahwa musik memiliki peluang untuk terhubung dengan sektor kreatif lainnya, seperti film, tari, dan seni pertunjukan. Kolaborasi lintas sektor itu dapat memperluas pasar sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri kreatif daerah."Kita beruntung karena Makassar dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini," tuturnya."Ada ratusan insan musik yang datang ke Makassar, dan ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring serta memberikan akses yang lebih besar kepada musisi lokal untuk memperkenalkan karya mereka," lanjutnya.Appi berharap KMI 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang ditindaklanjuti melalui program, kebijakan, dan kerja sama konkret.Ia menilai pembentukan tim kerja lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan berbagai gagasan yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi solusi bagi persoalan industri musik Indonesia."Kita membutuhkan langkah nyata untuk melindungi hak musisi, memperkuat kekayaan intelektual, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta memperluas kesempatan bagi musik Indonesia untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional, terangnya.Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, ingin terus membangun ruang yang ramah bagi kreativitas, tempat seniman dan musisi dapat berekspresi, komunitas berkolaborasi, serta gagasan baru tumbuh tanpa kehilangan akar budaya.Ketua IKA FH Unhas itu menuturkan hasil konferensi juga dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah, sehingga talenta musik dari berbagai penjuru Nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang."Dari Makassar, mari kita suarakan semangat baru bagi musik Indonesia: berbeda irama, satu harmoni, beragam budaya, satu Indonesia," pungkas Appi.Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut positif penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Kota Makassar.Konferensi ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi musisi dan pelaku industri kreatif."Pelaksanaan KMI 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi bagi para insan musik, tetapi juga menghadirkan peluang nyata bagi musisi lokal untuk mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, dan membawa karya mereka ke tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.Menurutnya, Kota Makassar memiliki kekayaan budaya dan potensi talenta musik yang besar. Potensi tersebut perlu terus didukung melalui ruang ekspresi, kolaborasi, serta akses yang lebih luas terhadap perkembangan industri musik."Makassar memiliki kekayaan budaya dan talenta musik yang luar biasa, ini dapat menjadi wadah bagi musisi lokal untuk semakin berkembang, memperluas jejaring, serta memperkenalkan karya dan identitas musik daerah ke tingkat nasional maupun internasional," jelas Aliyah.Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar menyambut baik penyelenggaraan konferensi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan industri musik dan ekonomi kreatif.Menurut Aliyah, musik tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.Karena itu, pengembangan ekosistem musik perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif."Kita berharap semakin banyak talenta lokal yang memperoleh kesempatan untuk berkarya, meningkatkan kapasitas, serta memperkenalkan identitas budaya Makassar kepada khalayak yang lebih luas," tutup politisi Golkar itu. (*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!

Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)