Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id
Berawan32°CBerawan•Kelembapan 60%•Angin 14.4 km/jam

Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

Portal Resmi Kota Makassar. Menyajikan informasi seputar pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik.

Layanan Publik

Layanan Untuk Masyarakat

Ikon Layanan

Lontara+

Layanan Makassar Super Apps

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Dukcapil Online

Layananan Kependudukan dan Catatan Sipil

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SP4N Lapor

Layanan Lapor.go.id

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Mall Pelayanan Publik

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Akses Layanan →
Ikon Layanan

Satu Data Kota Makassar

Portal Satu Data Kota Makassar

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SolataBoss

Layanan Perizinan Non Berusaha

Akses Layanan →
Ikon Layanan

SPMB

Sistem Pendaftaran Murid Baru

Akses Layanan →

Menyajikan Publikasi Data Publik

Transparansi Data Daerah

PDF

Transparansi • IPKD

06. Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

PERWALI 26 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD 2025

PDF

Transparansi • Pengumuman

01. Surat Edaran Pelaksaanaan Pembelajaran Daring Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring Bagi Murid Jenjang TK, SD, DAN SMP di Kota Makassar

PDF

Transparansi • IPKD

13. Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • IPKD

11. Laporan Keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.

Dokumen catatan informasi keuangan dan laporan kinerja keuangan daerah pada periode 2026

PDF

Transparansi • APBD

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Tahun Aggaran 2025

Jangan Lewatkan

Event Kota Makassar

Nikah Massal Gratis 2026
Event Terbaru

Nikah Massal Gratis 2026

02 Nov 2026Kota Makassar
Event akan dimulai dalam:
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Selengkapnya

Data & Fakta

Kota Makassar dalam Angka

85,66 %

Indeks Pembangunan Manusia

6.61 %

Pertumbuhan Ekonomi

2,75 %

Inflasi Tahunan

0,391

Gini Rasio

4,43 %

Penduduk Miskin

9,60 %

Tingkat Pengangguran Terbuka

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026

HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Hadirkan Sebulan Program Berdampak Langsung bagi Masyarakat

MAKASSAR, — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan berbagai program dan kegiatan yang berorientasi pada pelayanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Mengusung tema “Menyalakan Harapan Merawat Masa Depan”, peringatan tahun ini akan diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, kesehatan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.Berbagai program tersebut meliputi bedah 419 rumah warga, sunatan massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyelenggaraan Festival Muara.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan bahwa puncak peringatan HUT ke-419 Kota Makassar akan dilaksanakan melalui sidang paripurna yang berlangsung di Tribun Karebosi, Senin (9/11/2026), pukul 08.00 Wita.Menurutnya, peringatan tahun ini dikemas secara sederhana sebagai wujud empati Pemerintah Kota Makassar terhadap berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.“Setelah sidang paripurna, kegiatan akan dilanjutkan dengan penampilan sejumlah penari dari sekolah-sekolah dan pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat,” ujar Muhammad Roem dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).Roem mengungkapkan, meskipun pelaksanaan acara puncak berlangsung sederhana, rangkaian peringatan HUT Kota Makassar tetap akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 November 2026.Pelaksanaan kegiatan diarahkan untuk mengurangi agenda yang bersifat seremonial dan lebih mengutamakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Pesan dari Pak Wali Kota, kegiatan ini harus berdampak, mengurangi kegiatan-kegiatan seremoni,” jelasnya.Lebih lanjut, Roem menyampaikan bahwa sebanyak 23 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar akan berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.Program-program yang dilaksanakan merupakan bagian dari agenda masing-masing OPD yang diselaraskan dengan momentum peringatan hari jadi Kota Makassar.“Ini kegiatan yang sebenarnya sudah ada di OPD, tapi memang kita lakukan di November sesuai dengan agenda kegiatan di masing-masing OPD,” ungkapnya.Salah satu program utama yang disiapkan adalah bedah 419 rumah warga berpenghasilan rendah yang dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.Program tersebut akan menjangkau 14 kecamatan di Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus membantu penanganan kawasan permukiman kumuh.“Menyasar 14 kecamatan dan bertujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus membantu mengatasi persoalan kawasan permukiman kumuh,” terang Roem.Selain peningkatan kualitas hunian, Pemerintah Kota Makassar juga menghadirkan berbagai layanan di bidang kesehatan dan sosial.Kegiatan yang disiapkan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, serta operasi celah bibir dan langit-langit yang dilaksanakan di RSUD Daya.Tidak hanya itu, Pemkot Makassar turut memfasilitasi pelaksanaan nikah massal dengan agenda akad nikah yang dijadwalkan pada 10 November dan resepsi pada 12 November 2026.Di bidang literasi dan pelestarian sejarah, Dinas Kearsipan akan menyelenggarakan pameran arsip yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal dan melihat koleksi arsip Kota Makassar.Sementara itu, Dinas Perpustakaan juga merencanakan penerbitan buku yang mengangkat kekhasan Kota Makassar.“Dinas Kearsipan akan menggelar pameran arsip yang memungkinkan masyarakat melihat koleksi arsip Kota Makassar. Dinas Perpustakaan juga merencanakan penerbitan buku mengenai kekhasan Makassar,” jelasnya.Pada sektor pelayanan publik, Pemkot Makassar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan menghadirkan mobil layanan Sahabat Usaha yang berkeliling ke sejumlah kecamatan.Layanan tersebut juga mencakup pendampingan pengurusan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perizinan.Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyiapkan program khusus bagi bayi yang lahir tepat pada 9 November.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar direncanakan mengunjungi bayi-bayi tersebut untuk memberikan kejutan sekaligus menghadirkan layanan dokumen kependudukan.Roem menambahkan, perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kota Makassar.Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemkot Makassar akan melaksanakan kegiatan pembersihan kanal dan drainase sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan saat musim hujan.“Pemkot juga menyiapkan kegiatan bersih-bersih kanal dan drainase melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan. Kegiatan lain meliputi urban farming festival, klinik konflik pertanahan keliling, serta sejumlah aktivitas olahraga seperti memancing, golf, dan kejuaraan padel,” katanya.Di sektor ekonomi dan pariwisata, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar juga menjadi momentum untuk mendorong aktivitas perekonomian melalui penyelenggaraan Makassar Great Sale.Program ini melibatkan delapan pusat perbelanjaan yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sulawesi Selatan.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai penawaran harga khusus dari masing-masing pusat perbelanjaan dan gerai, sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong transaksi usaha.“Skema potongan harga akan ditentukan oleh masing-masing pengelola pusat perbelanjaan dan tenant. Pihak penyelenggara juga akan meminta laporan transaksi untuk mengevaluasi dampak kegiatan terhadap aktivitas ekonomi,” jelas Roem.Sementara itu, rangkaian kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif akan ditutup melalui penyelenggaraan Festival Muara yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 November 2026 di kawasan Pantai Losari.Festival tersebut akan melibatkan seniman lokal, pelaku budaya, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Makassar.“Festival Muara dirancang sebagai wadah untuk memaksimalkan potensi maritim dan kreativitas lokal sekaligus menjadi fondasi pengembangan agenda wisata baru di Makassar,” tuturnya.Roem menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan festival dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya masuk. Adapun transaksi pembelian produk UMKM tetap dilakukan secara berbayar oleh pengunjung.Selain Festival Muara, Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan Makassar Jazz Festival, festival kopi, wisata kuliner dan belanja, serta program book stamp dengan buku edisi terbatas yang dapat diakses melalui Makassar Creative Hub.Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang November tersebut, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar diarahkan tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga sarana menghadirkan pelayanan, memperkuat kepedulian sosial, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.Semangat “Menyalakan Harapan Merawat Masa Depan” menjadi landasan pelaksanaan berbagai program yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Rabu, 28 Oktober 2026

Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan penerimaan pajak sebagai salah satu fondasi utama pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hal tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).Kegiatan yang mengusung tema "Harmoni Berkontribusi, Wujud Cinta untuk Negeri" tersebut, berlangsung di Aula Rongkong Lantai 6, Gedung Keuangan Negara II, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Makassar.Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, Tax Gathering menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan."Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Tax Gathering ini," katanya."Dan ini memberikan gambaran tentang bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah," sambung Appi.Menurut Munafri, optimalisasi penerimaan pajak tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pendapatan, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.Orang nomor Kota Makassar itu menjelaskan, pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara maupun daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.Karena itu, pengelolaan penerimaan yang optimal menjadi semakin penting, terutama di tengah kebijakan fiskal yang menuntut efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah."Sebagai kota perdagangan dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam sebagai penopang utama pendapatan, Kota Makassar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui aktivitas usaha, perdagangan, jasa, serta penerimaan pajak dan retribusi daerah," imbuh Appi.Mantan CEO PSM itu menyebutkan, Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini mampu merealisasikan pendapatan sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan.Capaian tersebut, menurutnya, menjadi salah satu gambaran pentingnya menjaga aktivitas ekonomi tetap tumbuh sekaligus memperkuat tata kelola pendapatan daerah."Kalau kita bicara tentang pajak, ini merupakan tulang punggung penerimaan kita untuk melakukan proses pembangunan," tururnya."Makassar adalah kota barang dan jasa, sehingga kita harus memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan dari pajak dan retribusi daerah," tambah Munafri.Di hadapan jajaran Kanwil DJP Sulselbartra dan para pemangku kepentingan yang hadir, Appi turut memaparkan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial Kota Makassar.Ia menyebutkan, berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai 7,04 persen. Ia berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus dijaga dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.Appi juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus tercermin melalui peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka kemiskinan."Pertumbuhan ini kita harapkan bisa terus dijaga. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," harpanya.Di sisi ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.Pemerintah Kota Makassar menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga di bawah lima persen pada 2029.Untuk mencapai target tersebut, diperlukan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak kegiatan usaha berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.Sementara itu, angka kemiskinan yang disebutkan Appi juga mengalami penurunan, dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya menjadi 4,22 persen pada tahun 2026 ini."Capaian ini, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat," jelasnya.Tidak hanya berbicara tentang penerimaan dan pertumbuhan ekonomi, Appi juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program Makassar Berjasa Berbagi Jaminan Sosial.Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 81.000 masyarakat rentan, khususnya melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian."Pada 2027, Pemkot Makassar juga berencana menambahkan perlindungan jaminan hari tua," katanya.Appi menjelaskan, program ini dirancang untuk memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja berpenghasilan rendah yang rentan jatuh ke dalam kemiskinan ketika pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.Melalui perlindungan sosial tersebut, pemerintah berupaya memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan.Dia menegaskan, perlindungan pekerja rentan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan.Selain perlindungan sosial, Pemkot Makassar juga mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui program Makassar Creative Hub.Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi bagi anak muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.Appi mengatakan, Makassar Creative Hub memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan atau upgrading skills secara gratis, sesuai dengan minat dan cita-cita masing-masing."Mulai dari keterampilan kewirausahaan, bartender, penata rias atau makeup artist, hingga berbagai bidang keterampilan lainnya," ungkapnya.Saat ini, Makassar Creative Hub telah tersedia di dua lokasi, yakni kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara. Pemkot Makassar menargetkan penambahan dua lokasi lagi sehingga jumlahnya menjadi empat pada tahun ini.Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan dapat dikembangkan di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar."Kami membangun Makassar Creative Hub untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak muda," jelasnya."Ada yang ingin menjadi pengusaha, bartender, makeup artist, dan sebagainya. Silakan memanfaatkan fasilitas ini karena semuanya kami sediakan secara gratis untuk masyarakat," lanjutnya.Menurut Appi, penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha di Makassar.Menutup sambutannya, Appi berharap kegiatan Tax Gathering menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun iklim ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kontribusi pemerintah pusat, pelaku usaha, sektor swasta, dan masyarakat.Sebagai kota yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan, Makassar memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila aktivitas ekonomi dapat dijaga dan didukung dengan kebijakan yang tepat.Karena itu, Appi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat."Kami berharap kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dapat memberikan dampak pembangunan yang langsung dirasakan oleh warga Kota Makassar," tegasnya."Kami optimistis, melalui penguatan penerimaan, iklim investasi yang kondusif, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial, Makassar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat," sambung Appi, menutup sambutan. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Oktober 2026

Munafri-Aliyah Kompak Hadiri KMI 2026, Ingin Musisi Lokal Tembus Panggung Internasional

MAKASSAR — Kota Makassar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026.Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem musik nasional dan daerah, tetapi juga membuka peluang bagi musik untuk tumbuh sebagai sumber ekonomi baru bagi para musisi dan pelaku industri kreatif.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kepercayaan tersebut sebagai kebanggaan sekaligus peluang strategis untuk memperkenalkan potensi musik dan kreativitas lokal ke panggung yang lebih luas."Merupakan suatu kebanggan Kota Makassar mendapat kepercayaan tuan rumah KMI 2026. Ini mempertemukan ratusan insan musik dari berbagai daerah ini menjadi ruang untuk membahas masa depan industri musik Indonesia," jelas Munafri."Mulai dari pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP), pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pasar bagi musisi lokal," tambah Wali Kota.Hal tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat menghadiri pembukaan Konferensi Musik Indonesia 2026 bertema "Gerak Seirama" di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).Kegiatan yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bersama Indonesia World Music Series, dengan fokus pada penguatan ekosistem musik nasional, termasuk potensi musik dari kawasan timur Indonesia.Pembukaan konferensi turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, jajaran wakil menteri dan direktorat jenderal, anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar.Dalam sambutannya, Appi mengatakan Makassar menjadi ruang pertemuan para pemikir, penggerak, musisi, dan pelaku industri untuk merumuskan langkah bersama dalam membangun ekosistem musik yang lebih kuat, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan."Musik bukan sekadar rangkaian nada dan irama. Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, merekatkan persaudaraan, menyampaikan pesan kemanusiaan, sekaligus merekam perjalanan sejarah dan identitas suatu bangsa," ujarnya.Orang nomor satu Kota Makassar itu menilai, Indonesia memiliki kekayaan musik yang besar, mulai dari musik tradisional yang diwariskan lintas generasi, musik daerah yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat, hingga beragam genre modern yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.Lanjut dia, di Makassar dan Sulawesi Selatan, tradisi musik serta seni pertunjukan merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional."Karena itu, kami berharap musik tradisional tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas masa kini sekaligus membuka peluang ekonomi pada masa mendatang," harpanya.Lebih lanjut, Appi menyampaikan perihal perkembangan kekayaan intelektual lokal atau IP musik yang dinilainya terus menunjukkan pertumbuhan positif.Menurutnya, perkembangan platform digital, kecerdasan buatan, dan algoritma distribusi konten telah membuka ruang yang lebih luas bagi musisi untuk memproduksi, mendistribusikan, serta memperkenalkan karya mereka kepada pendengar lintas negara.Wali Kota berlatar pengusaha itu berharap perkembangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi karya musik.Dengan demikian, musik tidak hanya berkembang sebagai produk seni dan ekspresi budaya, tetapi juga menjadi industri yang memberikan manfaat nyata bagi para musisi."Jangan hanya menjadi wilayah seni, tetapi ini bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi," imbuh Munafri.Lebih jau, Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Sulsel itu menambahkan, penguatan industri musik perlu diiringi dengan kebijakan yang melindungi hak dan kesejahteraan musisi, memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong transformasi digital.Kesempatan yang setara juga perlu diberikan kepada musisi daerah agar mereka dapat tampil, berkembang, dan berkontribusi dalam industri musik nasional maupun internasional.Sebagai tuan rumah, Makassar memiliki peluang untuk memperoleh manfaat lebih luas dari penyelenggaraan konferensi berskala nasional tersebut.Appi menjelaskan, kehadiran peserta dari berbagai daerah, dukungan jejaring industri, serta kolaborasi lintas kementerian dapat memperluas eksposur Makassar sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan di kawasan timur Indonesia.Selain promosi daerah, konferensi ini diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan bagi musisi lokal, terutama dalam memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, dan membuka akses menuju panggung yang lebih besar.Ia menyebut sejumlah kelompok musik asal Makassar telah memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan internasional.Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dan akses industri yang lebih luas.Appi juga menekankan bahwa musik memiliki peluang untuk terhubung dengan sektor kreatif lainnya, seperti film, tari, dan seni pertunjukan. Kolaborasi lintas sektor itu dapat memperluas pasar sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri kreatif daerah."Kita beruntung karena Makassar dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini," tuturnya."Ada ratusan insan musik yang datang ke Makassar, dan ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring serta memberikan akses yang lebih besar kepada musisi lokal untuk memperkenalkan karya mereka," lanjutnya.Appi berharap KMI 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang ditindaklanjuti melalui program, kebijakan, dan kerja sama konkret.Ia menilai pembentukan tim kerja lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan berbagai gagasan yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi solusi bagi persoalan industri musik Indonesia."Kita membutuhkan langkah nyata untuk melindungi hak musisi, memperkuat kekayaan intelektual, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta memperluas kesempatan bagi musik Indonesia untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional, terangnya.Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, ingin terus membangun ruang yang ramah bagi kreativitas, tempat seniman dan musisi dapat berekspresi, komunitas berkolaborasi, serta gagasan baru tumbuh tanpa kehilangan akar budaya.Ketua IKA FH Unhas itu menuturkan hasil konferensi juga dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah, sehingga talenta musik dari berbagai penjuru Nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang."Dari Makassar, mari kita suarakan semangat baru bagi musik Indonesia: berbeda irama, satu harmoni, beragam budaya, satu Indonesia," pungkas Appi.Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut positif penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Kota Makassar.Konferensi ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi musisi dan pelaku industri kreatif."Pelaksanaan KMI 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi bagi para insan musik, tetapi juga menghadirkan peluang nyata bagi musisi lokal untuk mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, dan membawa karya mereka ke tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.Menurutnya, Kota Makassar memiliki kekayaan budaya dan potensi talenta musik yang besar. Potensi tersebut perlu terus didukung melalui ruang ekspresi, kolaborasi, serta akses yang lebih luas terhadap perkembangan industri musik."Makassar memiliki kekayaan budaya dan talenta musik yang luar biasa, ini dapat menjadi wadah bagi musisi lokal untuk semakin berkembang, memperluas jejaring, serta memperkenalkan karya dan identitas musik daerah ke tingkat nasional maupun internasional," jelas Aliyah.Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar menyambut baik penyelenggaraan konferensi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan industri musik dan ekonomi kreatif.Menurut Aliyah, musik tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.Karena itu, pengembangan ekosistem musik perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif."Kita berharap semakin banyak talenta lokal yang memperoleh kesempatan untuk berkarya, meningkatkan kapasitas, serta memperkenalkan identitas budaya Makassar kepada khalayak yang lebih luas," tutup politisi Golkar itu. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Oktober 2026

Nahkodai PSSI Sulsel, Appi Siapkan Langkah Besar Bangkitkan Sepak Bola hingga PON

MAKASSAR — Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi resmi menahkodai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030.Ia membawa sejumlah agenda strategis untuk mendorong kemajuan sepak bola Sulawesi Selatan, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga mengembalikan prestasi sepak bola daerah ke pentas nasional.Penetapan Appi berlangsung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua Umum PSSI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa (27/10/2026).Keputusan tersebut tertuang dalam hasil kongres yang menetapkan Munafri Arifuddin, S.H. sebagai ketua terpilih untuk masa bakti 2026–2030. Kongres juga menetapkan Mulia Prianto, sebagai anggota formatur pendamping untuk membantu penyusunan struktur kepengurusan.Usai ditetapkan sebagai Ketua PSSI Sulsel, Munafri Arifuddin menegaskan tugas utamanya adalah menjalankan amanah untuk memajukan olahraga sepak bola melalui kompetisi usia muda yang berjenjang, pembinaan klub-klub lokal, serta tata kelola organisasi yang transparan."Upaya memajukan olahraga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan serta membutuhkan dukungan dari semua pihak, fasilitas yang memadai, kolaborasi antar-Askab/Askot, dan dukungan penuh dari Pemerintah," ujarnya.Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu menyampaikan bahwa kemajuan sepak bola Sulawesi Selatan tidak dapat dibangun hanya oleh satu orang.Dibutuhkan semangat kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengurus pusat PSSI."PSSI Provinsi Sulawesi Selatan ini akan lebih besar kalau kita semua bersatu, mencurahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk membangun sepak bola Sulawesi Selatan," ajakan Appi.Ketua IKA FH Unhas itu juga menyampaikan harapan agar pengurus pusat PSSI memberikan dukungan dan arahan dalam menjalankan program pembinaan serta pengembangan sepak bola di daerah."Kepada Bapak Wakil Ketua Umum, Bapak Sekjen, dan seluruh pengurus pusat PSSI, kami butuh dukungan dan arahan maksimal," imbuh Wali Kota Makassar itu.Pada kesempatan ini, Appi menempatkan pengembangan infrastruktur sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat ekosistem sepak bola Sulawesi Selatan.Ia mengungkapkan, Sulawesi Selatan direncanakan memiliki dua stadion baru yang masing-masing dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar.Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai perlu diiringi dengan program pembinaan yang terarah agar mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dan meningkatkan daya saing sepak bola di tingkat Kota dan Provinsi."Pembangunan fasilitas dan pembenahan olahraga, kita harapkan menjadi tambahan ruang bagi aktivitas latihan, pembinaan atlet, serta pengembangan komunitas sepak bola di Sulawesi Selatan," tutur Munafri.Selain infrastruktur, peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian Appi dalam kepemimpinannya di Asprov PSSI Sulsel.Dia menyebutkan masih terbatasnya jumlah wasit dan pelatih asal Sulawesi Selatan yang memiliki lisensi internasional.Padahal, keberadaan tenaga teknis dengan standar kompetensi tinggi merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola yang kompetitif.Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak cukup hanya berfokus pada pemain. Kualitas pelatih, profesionalisme wasit, serta penguatan sistem pembinaan juga harus berjalan beriringan.Karena itu, peningkatan kompetensi dan perluasan akses terhadap program sertifikasi diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis kepengurusan baru."Dengan pembinaan SDM yang lebih kuat, kita mampu membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi tingkat senior," katanya.Berbekal pengalaman di dunia olahraga, memimpin beberapa club olahraga. Appi juga menegaskan targetnya untuk membawa sepak bola Sulawesi Selatan kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen sepak bola, mulai dari organisasi, klub, pelatih, pemain, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.Appi turut menyinggung PSM Makassar sebagai salah satu kekuatan sepak bola daerah yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun prestasi.Menurutnya, keberhasilan klub dalam meraih prestasi harus berjalan seiring dengan pembenahan organisasi dan pembinaan sepak bola secara menyeluruh di tingkat provinsi."Semangat kebersamaan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kualitas SDM, menjadi fondasi bagi kebangkitan sepak bola Sulawesi Selatan," tutup Appi.Diketahui, Penetapan Munafri Arifuddin sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026–2030 sekaligus membuka babak baru bagi organisasi sepak bola daerah tersebut untuk memperkuat tata kelola, memperluas pembinaan, dan meningkatkan prestasi di level nasional.Hadir pada kesempatan ini, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wakil Ketua Umum PSSI Prof. Dr. Zainuddin Amali, Plt Ketua PSSI Sulsel Mayjen Rudi Yulianto, para pemilik suara PSSI. (*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Oktober 2026

Kota Makassar Terjunkan 824 Atlet di 45 Cabor, Porprov XVIII, Munafri Minta Atlet Jaga Sportivitas

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan target mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.Tak hanya mempertahankan dominasi, Munafri yang akrab disapa Appi juga mematok target minimal 200 medali emas untuk kontingen Kota Makassar.Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan persiapan yang telah dijalani.Pesan itu disampaikan Appi saat melepas kontingen Kota Makassar yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (27/10/2026)."Pertahankan gelar juara, harumkan olahraga Makassar menuju pentas nasional," pesan Appi di hadapan para atlet dan jajaran kontingen.Munafri menyebut, pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni pemberangkatan, melainkan momentum untuk menunjukkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan pengorbanan seluruh atlet selama menjalani masa persiapan.Ia optimistis, dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Makassar memiliki peluang besar untuk kembali menorehkan prestasi terbaik di tingkat provinsi."Besar harapan kita untuk bisa memberikan hasil yang maksimal, hasil yang terbaik, dan yang lebih penting lagi, mempertahankan predikat juara umum dengan penambahan medali emas seperti yang ditargetkan, minimal 200 medali emas," ujarnya.Menurut Appi, keberhasilan tidak datang secara instan, prestasi lahir melalui proses panjang yang membutuhkan latihan, kerja keras, disiplin, serta pengorbanan untuk mencapai hasil yang diharapkan.Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kesempatan bertanding dengan mengerahkan kemampuan terbaik."Jangan disia-siakan. Maksimalkan kemampuan dan keunggulan yang kalian miliki. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, dan semangat pantang menyerah," imbuh Wali Kota.Pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026, kontingen Kota Makassar diperkuat total 1.171 personel, termasuk 824 atlet yang terdiri atas 483 atlet putra dan 341 atlet putri.Para atlet didukung 153 pelatih, 126 official, dan 23 mekanik untuk menunjang persiapan serta kebutuhan selama mengikuti kompetisi.Dengan kekuatan tersebut, Makassar membidik pencapaian minimal 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum.Dia berharap perjuangan para atlet tidak hanya menghasilkan prestasi membanggakan, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga dan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional.Selain mengejar target medali, Appi mengingatkan seluruh atlet agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.Ia menekankan, kemenangan harus diraih melalui cara yang terhormat, dengan menghormati lawan dan mematuhi seluruh aturan pertandingan.Menurutnya, karakter atlet yang berintegritas dan bermartabat merupakan bagian penting dari prestasi olahraga yang sesungguhnya."Raihlah prestasi dengan cara yang terhormat, hormatilah lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan karakter sebagai atlet Kota Makassar yang berintegritas dan bermartabat," pesannya.Appi juga berharap para atlet mampu menjaga nama baik Kota Makassar selama mengikuti Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sikap santun, disiplin, dan penuh tanggung jawab harus tercermin dalam setiap aktivitas kontingen.Lebih dari sekadar persaingan memperebutkan medali, ia menilai Porprov menjadi ruang mempererat hubungan antardaerah dan menjaga persatuan masyarakat Sulawesi Selatan."Bukan hanya sekadar bertanding, tetapi juga berkenalan dengan masyarakat yang datang dari seluruh Sulawesi Selatan. Ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita melalui olahraga," ungkapnya.Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet, Pemerintah Kota Makassar tengah menghitung skema bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi pada Porprov XVIII 2026.Meski besaran bonus belum diumumkan, Appi memastikan pemerintah kota akan menyiapkan penghargaan bagi atlet yang mengharumkan nama daerah."Kami sedang menghitung benar-benar, tetapi insya Allah akan ada bonus yang disiapkan," katanya.Namun, menurut Appi, dukungan terhadap kemajuan olahraga tidak boleh berhenti pada pemberian bonus.Penguatan infrastruktur dan fasilitas olahraga juga menjadi kebutuhan mendasar untuk menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.Ia mengakui, sejumlah fasilitas olahraga yang tersedia di Makassar bukan merupakan milik pemerintah kota.Karena itu, Pemkot Makassar berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan."Kami sedang mencoba membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan tersebut. Kami juga akan membangun infrastruktur yang memang dibutuhkan bagi pembinaan olahraga di kota ini," jelasnya.Appi juga berencana hadir langsung menyaksikan pertandingan kontingen Makassar selama penyelenggaraan Porprov pada 7–14 November 2026. Kehadiran nantinya, menjadi suntikan semangat bagi para atlet dalam memperjuangkan prestasi terbaik.Saat ini, Kota Makassar mengerahkan 824 atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Kontingen Kota Daeng akan mengikuti seluruh 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, dipercaya memimpin kontingen sebagai ketua. Ia menyampaikan laporan kesiapan kontingen saat pelepasan di lapangan Karebosi Makassar.Dalam laporannya, Zulkifly menjelaskan, dari 45 cabor utama yang diikuti, sebanyak 24 cabor akan bertanding di Kabupaten Bone, sedangkan 21 cabor lainnya berlaga di Kabupaten Wajo.Selain itu, Makassar juga berpartisipasi dalam empat cabor ekshibisi dari total 10 cabor ekshibisi yang dipertandingkan.Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding."Pada Porprov XVIII tahun 2026 ini, kontingen Kota Makassar mengikuti seluruh 45 cabang olahraga yang akan dipertandingkan," ujar Zulkifly dalam laporannya.Ia menegaskan, kesiapan kontingen tidak hanya bertumpu pada kekuatan atlet, tetapi juga dukungan pelatih, official, mekanik, serta unsur pendukung lainnya yang berperan memastikan kebutuhan kontingen selama kompetisi terpenuhi.Berdasarkan laporan tersebut, kontingen utama Makassar diperkuat 1.171 orang, terdiri atas 824 atlet, 153 pelatih, 126 official, dan 23 mekanik. Dari total atlet, sebanyak 483 merupakan atlet putra dan 341 atlet putri.Selain kontingen utama, terdapat 116 personel panitia pendukung yang akan membantu kelancaran pelayanan dan kebutuhan kontingen selama mengikuti Porprov."Dengan dukungan seluruh unsur tersebut, jumlah keseluruhan personel yang terlibat dalam kontingen dan pendukung Kota Makassar mencapai 1.287 orang," jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Zulkifly menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Munafri Arifuddin, atas perhatian dan dukungan terhadap pembinaan olahraga di Kota Makassar.Dia berharap dukungan pemerintah terus menjadi penyemangat bagi para atlet, pelatih, official, dan seluruh unsur kontingen dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.Zulkifly juga menyampaikan permohonan agar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dapat menghadiri pembukaan Porprov XVIII di Kabupaten Bone.Ditambahakan, dengan partisipasi pada seluruh cabor utama dan dukungan personel yang terlibat, kontingen Makassar diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah selama pelaksanaan Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026."Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga di Makassar dan mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional," tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Oktober 2026

Hadapi Musim Banjir, Wali Kota Appi Cari Solusi Siapkan Kendaraan Penyedot Air Berteknologi dari Jepang

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim hujan.Salah satunya dengan menjajaki pemanfaatan kendaraan penyedot berdaya tinggi dan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi untuk mempercepat penanganan genangan, sekaligus membersihkan sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran air.Penjajakan tersebut dilakukan melalui kerja sama city-to-city antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd.Sebagai langkah awal, Wali Kota Munafri meninjau langsung demonstrasi penggunaan kendaraan penyedot dan penyemprot air tersebut di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (27/10/2026).Menurutnya, inovasi teknologi menjadi salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap potensi genangan dan banjir di Kota Makassar."Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," ujar Munafri.Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur drainase, terutama di kawasan permukiman dan titik-titik rawan banjir yang kerap terdampak saat intensitas hujan yang tinggi.Dalam peninjauan itu, Appi melihat langsung potensi pemanfaatan teknologi tersebut untuk membantu penanganan persoalan drainase, khususnya pada saluran yang sulit dijangkau dan membutuhkan peralatan dengan daya sedot serta tekanan air tinggi."Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember," tuturnya.Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengidentifikasi kebutuhan peralatan yang dapat mendukung penanganan drainase secara lebih optimal, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.Bagi Munafri, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi."Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal," katanya."Ini merupakan ikhtiar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempercepat penanganan apabila ada warga yang terdampak," sambung Ketua IKA FH Unhas itu.Pada kesempatan ini, orang nomor satu Kota Makassar itu menilai, salah satu tantangan dalam penanganan drainase di Makassar adalah keberadaan saluran yang tertutup serta penumpukan sedimen dan sampah yang menghambat kelancaran aliran air.Kondisi tersebut membutuhkan dukungan peralatan yang mampu bekerja lebih efektif untuk mengangkat endapan, membersihkan kotoran, dan membantu memulihkan kapasitas saluran.Sehingga, melalui demonstrasi teknologi dari Yokohama, Pemkot Makassar ingin melihat sejauh mana kendaraan penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi dapat menjawab kebutuhan tersebut.Appi menyebutkan, sistem mobil penyedot berpotensi dimanfaatkan untuk mengurangi genangan dengan memindahkan air menuju kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai.Sementara itu, semprotan bertekanan tinggi dapat membantu membersihkan kotoran dan endapan yang melekat pada saluran.Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pembersihan sedimen dan sampah di titik-titik tertentu yang sulit ditangani menggunakan metode konvensional."Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik,' ungkapnya.Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa demonstrasi ini menjadi tahap awal untuk menilai kesesuaian teknologi dengan kondisi drainase di Kota Makassar, termasuk efektivitas, kebutuhan operasional, dan manfaatnya bagi penanganan banjir.Pihak Pemkot Makassar akan melihat perkembangan hasil penjajakan tersebut sebelum menentukan pemanfaatannya lebih lanjut.Lebih jauh, dikatakan upaya penjajakan teknologi ini menjadi bagian dari pendekatan penanganan banjir yang tidak hanya berfokus pada respons ketika genangan terjadi, tetapi juga pada pencegahan melalui pemeliharaan saluran air."Selain itu, pembersihan sedimen, pengangkatan sampah yang menyumbat aliran, serta pemeliharaan kanal dan drainase menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal," imbuh Appu.Ditambhakan, dengan dukungan peralatan yang tepat, proses penanganan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terutama ketika dibutuhkan respons darurat untuk mengurangi genangan di jalan maupun kawasan permukiman.Munafri berharap, penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Makassar dan kebutuhan penanganan banjir di lapangan.Bagi Appi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan kombinasi antara perencanaan, pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dan respons cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat."Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga," pungkas Ketua terpilih DPD partai Demokrat Sulsel itu. (*)

Baca Selengkapnya

Video Gallery

Kegiatan & Dokumentasi Video

Lihat Semua Video
Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman

Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa

Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.

Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri. Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.

Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa. Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri. Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar

Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah. LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya. Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan

Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?

Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta. Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar? Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.

Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.

Jejak Rasa Kota Makassar

Jejak Rasa Kota Makassar

Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!

Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)