MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong penguatan penanganan stunting melalui pembentukan rumah gizi dan dapur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di 153 kelurahan se-Kota Makassar.Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Makassar di Puskesmas Maccini Sombala, Senin (2/11/2026).Melinda mengungkapkan, berdasarkan pendataan di Kecamatan Tamalate, terdapat sekitar 15 balita dan dua ibu hamil yang menjadi sasaran intervensi gizi.Ia mengapresiasi hasil pendampingan selama 90 hari yang menunjukkan rata-rata kenaikan berat badan balita mencapai satu kilogram. Namun, masih terdapat dua balita dengan kenaikan berat badan belum stabil serta satu ibu hamil yang belum mencapai ambang batas normal.“Hasil yang sudah dicapai patut diapresiasi, tetapi jangan sampai kita berhenti di situ. Anak-anak dan ibu hamil yang masih membutuhkan perhatian harus terus didampingi,” ujar Melinda.Selain pendampingan, Melinda menekankan pentingnya pembenahan data sasaran melalui program Wargata’ Sariwisma. Menurutnya, mobilitas penduduk menjadi salah satu tantangan dalam memastikan ketepatan data ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun balita berisiko masalah gizi.Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan intervensi yang saat ini masih terbatas pada satu kelurahan melalui anggaran PKK.Melinda berharap seluruh kelurahan dapat memiliki rumah gizi dan dapur B2SA secara mandiri, dengan memanfaatkan hasil urban farming seperti telur, sayuran, dan ikan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.Tak hanya itu, ia mengingatkan agar pemberian makanan tambahan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan porsi sesuai kelompok usia anak dengan melibatkan ahli gizi.“Jangan sampai kita hanya memberikan bantuan makanan tanpa memperhatikan kebutuhan gizinya. Menu untuk setiap kelompok umur tentu berbeda, sehingga harus dikoordinasikan dengan ahli gizi,” tegasnya.Melinda berharap sinergi seluruh pihak mampu memperkuat pendataan, pendampingan, dan pemenuhan gizi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting di Kota Makassar. (*)
MAKASSAR — Momentum HUT ke-419 Kota Makassar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat melalui program bedah rumah, guna menghadirkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkot Makassar menargetkan sebanyak 419 unit rumah sesuai HUT Kota, dapat dituntaskan pada November 2026.Kepala Disperkim Kota Makassar, Mahyuddin, mengatakan program bedah rumah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 secara keseluruhan mencakup 451 unit rumah tidak layak huni.Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah kota terus mendorong percepatan agar sebagian besar unit yang menjadi sasaran program dapat diselesaikan pada November ini."Kita usahakan selesai di November ini sebanyak 419 unit, bersamaan dengan momentum ulang tahun kota Makassar 2026," ujar Mahyuddin, Senin (2/11/2026).Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan perbaikan tempat tinggal.Ia menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah tersebar hampir di semua wilayah Kecamatan. Namun, ternyak di antaranya Kecamatan Mariso, Tallo, Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Rappocini.Penyerahan secara simbolis akan dilakukan dalam waktu dekat, rencana diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin."Nantinya penyerahan simbolis bedah rumah, kita jadwalkan bapak Wali Kota yang akan hadir langsung," katanya.Penerima bantuan merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati rumah tidak layak huni, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.Dikatakan, persyaratan diantaranya, warga harus berdomisili di Kota Makassar, masuk dalam kriteria desil sasaran, serta memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan lahan yang sah."Persyaratan kepemilikan lahan juga diperkuat dengan keterangan dari pihak kelurahan," terang mantan Kadis Kominfo Makassar itu.Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperkim membentuk tim verifikasi calon penerima sekaligus tim perencana yang bertugas menilai kondisi rumah dan menyusun kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi.Dari sisi pembiayaan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp70 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp35 juta untuk rehabilitasi rumah.Selain melalui APBD, Kota Makassar juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa program bantuan bedah rumah sebanyak 2.734 unit yang pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Balai Perumahan."Tidak berhenti pada capaian tahun ini, kami Disperkim juga menyiapkan peningkatan skala program pada 2027," jelasnya.Dia menambahkan, Pemerintah Kota menargetkan sebanyak 1.300 unit rumah dapat memperoleh bantuan bedah rumah.Target tersebut direncanakan melalui alokasi APBD Kota Makassar sebanyak 1.000 unit, ditambah dukungan pemerintah pusat sebanyak 300 unit."Melalui program bedah rumah dan penataan kawasan permukiman, kita upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, tertata bagi warga," tutup Mahyuddin. (*)
MAKASSAR,— Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar mendorong penguatan pengawasan peredaran minuman beralkohol (minol melalui. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif Komisi A tentang Pengawasan dan Pengendalian, Pengadaan, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Aula Sipakatau Balaikota Makassar, Senin (2/11/2026).Pembahasan regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengendalian distribusi dan penjualan minol, mulai dari pembatasan usia konsumen, pengaturan lokasi dan waktu penjualan, hingga pengawasan terhadap potensi peredaran ilegal."Kondisi masyarakat yang terus berubah, tentu dibutuhkan penyesuaian,” kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, seusai Rapat Paripurna.Munafri menegaskan bahwa pengawasan peredaran minol agar minuman beralkohol tidak berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Mengingat, lanjutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang harus membatasi peredaran dan penjualannya."Minol ini kan memang harus menjadi perhatian kita karena jangan sampai minuman beralkohol ini dianggap menjadi sebuah kebiasaan. Itu yang kita tidak inginkan. Karena banyak sekali kaidah-kaidah yang membatasi peredaran minol ini," kata Munafri seusai Rapat Paripurna.Ia menjelaskan, pengawasan harus memastikan ketentuan mengenai batas usia konsumen serta lokasi penjualan, termasuk jarak dari fasilitas masyarakat seperti sekolah, dapat diterapkan secara konsisten.Munafri juga menyoroti potensi masuknya minol ilegal melalui berbagai jalur distribusi, termasuk jalur laut dan wilayah kepulauan di Makassar. Menurutnya, kondisi geografis tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang lebih terkoordinasi agar distribusi minol tidak luput dari pemantauan.“Daerah terbuka, masuk lewat kapal laut dan sebagainya, ya harus menjadi kontrol kita, di drop di daerah-daerah kepulauan itu tanpa ada pengawasan yang ada dan ini akan merusak tatanan yang ada di wilayah itu," jelasnya.Sementara itu, Juru Bicara Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), menjelaskan bahwa Ranperda inisiatif tersebut disiapkan untuk menggantikan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 yang dinilai sudah tidak optimal.Rachmat jmenguraikan sejumlah materi yang didorong Komisi A seperti perizinan berusaha, pembagian kewenangan pemerintah, pola perdagangan, dan kebutuhan pengawasan.“Perubahan tersebut memerlukan pembaruan secara menyeluruh,” katanya.Ia menjelaskan, penggantian menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselarasan ketentuan, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan regulasi yang dapat diterapkan sesuai perkembangan kondisi saat ini.(*)
MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan transformasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro menjadi perusahaan perseroan daerah (Perseroda) bernama PT Makassar Membangun Indonesia.Perubahan bentuk badan hukum ini menjadi langkah strategis Pemkot Makassar dalam memperluas ruang investasi, memperkuat pengelolaan aset daerah, serta membuka peluang kerja sama bisnis dengan pihak swasta.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak sekadar pergantian nama dan status kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan daerah yang lebih profesional, fleksibel, dan mampu menangkap peluang investasi.Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Paripurna Kesepuluh Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Makassar, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).Dalam penjelasannya, Munafri menegaskan bahwa pembentukan Perseroda diarahkan untuk memperkuat pola hubungan bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B), sehingga proses kerja sama investasi dapat berjalan lebih cepat dan fleksibel."Dengan adanya perseroan ini, perusahaan yang dimiliki pemerintah melalui kepemilikan saham dapat melakukan hubungan kerjasama dengan pihak ketiga secara lebih mudah," jelas Munafri.Menurutnya, pola kerja sama melalui mekanisme pemerintahan atau business to government (B2G) memiliki sejumlah tahapan dan ketentuan birokrasi yang membutuhkan waktu lebih panjang.Sementara itu, dunia investasi membutuhkan kepastian hukum, kecepatan mengambil keputusan, serta keleluasaan dalam membangun kemitraan.Ia mengatakan, pembentukan Perseroda juga menjadi instrumen bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki melalui skema kerja sama investasi yang saling menguntungkan.Munafri mencontohkan peluang pengembangan sejumlah infrastruktur dan fasilitas daerah, termasuk pengelolaan stadion, pemeliharaan fasilitas, hingga potensi kerja sama pembangunan hotel dengan investor swasta.Dalam skema tersebut, pemerintah Kota dapat berkontribusi melalui penyediaan aset atau lahan, sementara pihak swasta menghadirkan investasi dan dukungan pembiayaan."Misalnya ada investor yang ingin membangun hotel bersama pemerintah kota. Pemerintah punya tanah, investor punya modal," tuturnya."Kalau melalui B2G prosesnya bisa lebih panjang, tetapi melalui B2B kita bisa membangun skema kerja sama atau berbagi peran secara bisnis," sambung Appi.Lebih jauh, mantan CEO PSM itu menegaskan, perubahan bentuk hukum tersebut tidak dimaksudkan untuk menciptakan monopoli dalam kegiatan usaha maupun investasi di Kota Makassar.Appi menilai, kehadiran Perseroda justru membuka peluang lebih luas bagi pihak ketiga untuk masuk dan berkolaborasi dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi daerah."Kita harus bisa membedakan mana proyek pemerintah dan mana peluang investasi. Ketika kita berbicara B2B, yang kita dorong adalah bagaimana investasi dan peluang bisnis bisa tumbuh," tegasnya.Dalam rancangan peraturan daerah tersebut, perubahan Perumda Terminal Makassar Metro menjadi PT Makassar Membangun Indonesia (Perseroda) juga diarahkan untuk memperluas kegiatan usaha, tidak hanya terbatas pada pelayanan terminal penumpang.Ruang lingkup bisnis perusahaan nantinya mencakup layanan transportasi dan logistik, komersialisasi aset dan bisnis properti, digitalisasi dan layanan teknologi, serta kegiatan usaha lain yang relevan dengan maksud dan tujuan perusahaan.Munafri menjelaskan, Perumda Terminal Makassar Metro yang dibentuk melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 selama ini telah menjalankan fungsi pengelolaan terminal dan pelayanan transportasi.Namun, perubahan pola mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pembangunan daerah menuntut adanya penguatan kelembagaan dan model bisnis yang lebih adaptif.Hasil kajian Pemkot Makassar juga menunjukkan adanya aset strategis perusahaan yang belum dimanfaatkan secara optimal.Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi tantangan pemeliharaan fasilitas, keberadaan terminal bayangan, dan terbatasnya pengembangan sumber pendapatan."Karena itu, transformasi menjadi Perseroda kita harapkan mampu memperluas sumber pendapatan perusahaan, meningkatkan produktivitas aset, menciptakan lapangan kerja, serta membuka ruang tumbuh bagi pelaku usaha dan UMKM," harpanya.Ditambahakan, Ranperda perubahan bentuk hukum tersebut terdiri atas sembilan BAB dan 30 pasal yang mengatur perubahan bentuk hukum dan nama perusahaan, kegiatan usaha, permodalan, kepemilikan saham, organ perseroan, kepegawaian, pembinaan, pengawasan, hingga ketentuan peralihan.Ketua IKA FH Unhas itu menyebutkan, PT Makassar Membangun Indonesia dapat berkembang menjadi BUMD yang sehat, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Meski berorientasi pada pengembangan bisnis dan keuntungan, ia menegaskan bahwa fungsi pelayanan publik tetap menjadi bagian penting yang harus dijalankan perusahaan."Dengan transformasi ini, aset daerah tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutup Appi.Dalam rapat Paripurna ini, hadir Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, jajaran kepala SKPD, pimpinan dan anggota DPRD, serta hadir Forkopimda TNI dan Polri. (*)
MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, di Ruang Sipakatau Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga, tentang pentingnya pemenuhan gizi melalui pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa kesadaran terhadap pentingnya makanan sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dalam membangun kebiasaan makan yang baik, terutama bagi anak-anak yang pola konsumsinya banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua di rumah.“Anak-anak biasanya mengikuti apa yang dikonsumsi orang tuanya. Karena itu, kita sebagai orang tua, khususnya ibu, harus menjadi contoh dalam membiasakan pola makan sehat. Jangan hanya mengajarkan, tetapi juga harus dimulai dari apa yang kita sajikan setiap hari di rumah,” ujarnya.Melinda juga membagikan pengalamannya dalam menerapkan pola pemberian makanan sehat bagi anak-anaknya, mulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan hingga menyiapkan MPASI secara mandiri.Ia mengungkapkan bahwa pemilihan bahan pangan menjadi perhatian penting, termasuk mengutamakan bahan makanan segar dan meminimalkan paparan pestisida maupun bahan kimia.Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat semakin meningkat sejak pandemi COVID-19. Situasi tersebut menjadi momentum bagi banyak keluarga untuk lebih memperhatikan asupan makanan sebagai salah satu faktor yang mendukung daya tahan tubuh.Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya Makassar, memiliki kekayaan bahan pangan lokal yang sangat beragam dan bernutrisi. Ketersediaan ikan segar serta berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan kelor merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.“Bahan pangan lokal kita sebenarnya sangat kaya nutrisi. Ada banyak pilihan makanan sehat yang mudah ditemukan di sekitar kita. Jadi, tidak harus selalu bergantung pada makanan instan atau produk olahan,” jelasnya.Selain memperhatikan bahan makanan, Melinda turut mengajak para orang tua untuk membangun kesadaran anak dalam memilih produk pangan.Salah satunya dengan membiasakan anak membaca label komposisi pada kemasan, termasuk memperhatikan kandungan bahan tambahan dan pewarna makanan ketika berbelanja.Ia juga mendorong para ibu untuk mulai mengurangi persediaan makanan instan maupun junk food di rumah dan menggantinya dengan makanan rumahan yang sederhana, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi.Sementara itu, materi edukasi pangan B2SA dalam kegiatan tersebut dibawakan oleh narasumber, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar Dr. A. Erieka Novianti, dengan materi bertajuk Membangun Kebiasaan Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.Dalam pemaparannya, Dr. A. Erieka Novianti menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sejak lingkungan keluarga.“Penerapan prinsip B2SA bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan makan, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan yang tepat. Ini perlu dimulai dari keluarga agar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari,” jelasnya.Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya memilih dan mengolah bahan pangan secara tepat, sekaligus mampu menerapkan prinsip B2SA dalam kehidupan sehari-hari. (*)
MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus mematangkan penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) sebagai salah satu agenda olahraga unggulan sekaligus penggerak ekonomi di Kota Daeng.Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Launching Early Bird Makassar Half Marathon 2027 di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Minggu (1/11/2026).Munafri mengatakan, Makassar Half Marathon telah menjadi salah satu event olahraga yang dinantikan para pelari, tidak hanya dari Makassar, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia.Bahkan, MHM kini menjadi salah satu event lari terbesar di kawasan Indonesia Timur yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Makassar bersama penyelenggara Makassar Half Marathon."Makassar Half Marathon ini menjadi salah satu ikon yang dinanti-nantikan hampir seluruh pelari," ujarnya."Ini adalah event lari terbesar di Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar bersama Makassar Half Marathon," sambung Munafri.Menurutnya, penyelenggaraan tahun 2027 direncanakan berlangsung pada Mei mendatang dengan menghadirkan sejumlah kategori lomba, termasuk jarak 10 kilometer dan half marathon 21 kilometer.Ia mengungkapkan, MHM yang akan digelar bukan Mei mendatang bukan sekadar agenda olahraga, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar.Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah diyakini akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Munafri menyebutkan, lebih dari 50 persen peserta MHM berasal dari luar Kota Makassar. Karena itu, penyelenggaraan tahun depan ditargetkan mampu menghadirkan sekitar 12.000 pelari."Peminat dari berbagai daerah datang, tentu hotel-hotel pasti penuh, jajanan dan kuliner di Kota Makassar juga bergerak. UMKM bisa berdaya," tuturnya."Yang paling penting, para pelari di Makassar bisa membangun interaksi dengan pelari-pelari yang datang dari daerah lain," tambah Ketua IKA FH Unhas Itu.Dia mengakaan, dengan kesiapan matang dari penyelenggaraan. Pihak Pemkot Makassar pun menargetkan MHM terus berkembang dan memiliki daya saing lebih luas."Bahkan, pada tahun 2028 mendatang, event ini kita harapkan telah memenuhi standar penyelenggaraan bertaraf internasional," terang Appi.Selain sebagai agenda olahraga, MHM 2027 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Peluncuran early bird kali ini turut dirangkaikan dengan kegiatan Sunday Market. Pemkot Makassar bersama pihak penyelenggara membuka pendaftaran secara langsung atau offline dengan memberikan diskon sebesar 41 persen kepada peserta Sunday Run yang beruntung.Sementara itu, pendaftaran secara online dibuka melalui website resmi Makassar Half Marathon (MHM) dengan penawaran diskon sebesar 15 persen pada periode early bird.Ke depan, Pemkot Makassar juga menyiapkan kolaborasi pendaftaran MHM 2027 melalui aplikasi Lontara+ untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pendaftaran secara digital.Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang semakin terintegrasi, sekaligus memperluas jangkauan promosi Makassar Half Marathon kepada masyarakat luas."Dengan persiapan yang matang, MHM 2027 magnet wisata olahraga (sport tourism) yang mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi event berskala nasional hingga internasional," tutup Munafri. (*)
Eee... Ballassi ki Aspar karena terpilih jadi Ketua RT padahal dia cuma iyakan kopinya Dek Ramlah.
Tidak tenangmi setiap hari ada saja yang ketuk pintunya pagi-pagi.
Tapi senang ki juga Aspar karena jadi dekat sama dek Ramlah. Tapi pusingki juga. Tapi senang, tapi... ah sudahlah.
Nonton sendiri maki di Youtube Pemerintah Kota Makassar!
Lapor Kak RT Ep 1 "Baru Terpilih, Sudah Pusing" now streaming.
Pahlawan Makassar Bebas Sampah, ternyata ada di sekitar ta’.
Kenalkan, warga RT.002/RW.001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Bersama Ketua RT dan warga, mereka bergerak mengelola sampah dari lingkungan sendiri, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga mengumpulkan sampah anorganik untuk dikelola kembali.
Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu-dua orang. Dari rumah, dari lorong, dari RT kita sendiri.
Tidak perlu tunggu jadi superhero. Mulai dari sampah ta’. Kalau satu RT bergerak, satu lingkungan ikut berubah. Satu langkah kecil dari warga, jadi perubahan besar untuk Makassar.
Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.
Kami Tidak Berhenti untuk Membenahi TPA Tamangapa.
Kami terus memperbaiki TPA Tamangapa, pelan-pelan tapi nyata. Sampah ditata dan ditimbun, jalan dibenahi, akses kendaraan diperbaiki, dan sapi-sapi dijaga tetap di kandangnya agar lingkungan di sekitar TPA semakin tertata.
Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi kami ingin perubahan ini terus dirasakan, pembenahan ini kita lakukan bersama sama, dengan langkah sederhana pilah sampah ta', mulai dari rumah ta' sendiri.
Sedikit demi sedikit, TPA Tamangapa harus menjadi tempat yang lebih baik bagi semua yang beraktivitas di sekitarnya.
Cara Menggunakan LONTARA+, Makin Dekat, Dalam Satu Genggaman
Punya aduan tentang kondisi atau pelayanan di sekitar ta’? Kini, laporkan dengan mudah melalui aplikasi LONTARA+!Ikuti langkah-langkahnya, mulai dari membuka fitur Aduan Masyarakat, mengisi informasi aduan, hingga mengirimkan laporan. Pastikan informasi yang diberikan jelas agar aduan dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.LONTARA+. Makin Dekat, Semua Dalam Satu Genggaman
Bus Sekolah Gratis: Melaju Bersama Menjemput Anak Bangsa
Perjalanan ke sekolah kini menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Melalui program Bis Sekolah Gratis, anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman dengan lebih aman tanpa biaya perjalanan.
Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.
Suara Warga, Aksi Nyata Pemerintah Kota Makassar
Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan ruang digital yang menghubungkan langsung suara warga dengan respons cepat dari OPD terkait — mulai dari pengaduan layanan publik, laporan infrastruktur, hingga informasi program pemerintah.
LONTARA+ adalah wujud komitmen untuk hadir, mendengar, dan menyelesaikan demi Makassar yang lebih responif, transparan, dan terpercaya.
Unduh sekarang LONTARA+ dan laporkan kejadian di sekitar-ta’ langsung dari HP. Karena setiap suara adalah bagian dari solusi.
29 Agustus, Kita Ingat. Kita Renungkan
Setahun berlalu, tetapi duka 29 Agustus 2025 tetap menjadi bagian dari ingatan kita. Mari mengenang mereka yang telah pergi dengan doa, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus menjaga Makassar sebagai rumah bersama yang damai dan penuh persaudaraan.#jagamakassarta'#pemkotmakassar #kominfomks #lontaraplus
Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?
Podcast kali ini, kita main ke Makassar Creative Hub (MCH) ruang kreatif-nya anak muda di Kota Makassar yang jadi tempatnya para seniman, kreator, komunitas, sampai anak muda belajar, berkolaborasi, dan berkarya.
Di episode “Intip MCH: Kreatif Betulan-ji Kah?”, kami ajak kamu lihat langsung fasilitas, aktivitas harian, dan ekosistem kreatif yang sedang dibangun di sini. Mulai dari ruang produksi, studio kreatif, area komunitas, sampai program-program pengembangan talenta.
Benarkah MCH ini tempat lahirnya ide-ide besar Makassar?
Yuk nonton sampai habis dan nilai sendiri!
Satu seragam, ribuan harapan ikut terjahit untuk masa depan anak Makassar.
Pemkot Makassar berhasil melibatkan berbagai perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR-nya dan turut andil dalam program pembagian seragam gratis. Dengan begitu setiap anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri tanpa rasa minder karena keterbatasan.
Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi langkah nyata menghadirkan kesetaraan pendidikan. Dari setiap sudut kota hingga kepulauan, kami pastikan seragam sampai tepat sasaran, karena Makassar percaya, setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan bangga.
Jejak Rasa Kota Makassar
Jelajahi ragam hidangan autentik Kota Makassar yang menyentuh hati di setiap suapannya. Rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya hanya di Makassar, Kota Makan Enak!