Pemkot Buka Sayembara Logo HUT ke-419 Kota Makassar
Pemerintah Kota Makassar mulai mencari wajah visual untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November 2026. Tak sekadar meminta masyarakat mengirim desain logo, tahun ini Pemkot Makassar kembali menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar untuk menggelar sayembara sekaligus proses kuratorial. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sayembara logo tersebut telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan berlangsung hingga 5 September 2026. “Ini sayembara logo HUT Kota Makassar ke-419. Kita bekerja sama dengan ADGI Chapter Makassar untuk mengumpulkan ide dan gagasan berkaitan dengan hari ulang tahun Kota Makassar,” ujar Hendra, kepada wartawan di Balaikota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (03/09/2026). Menurutnya, tema peringatan HUT ke-419 telah diajukan kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Tema tersebut nantinya menjadi pijakan utama bagi para desainer dalam menerjemahkannya ke dalam sebuah identitas visual. Logo yang dihasilkan diharapkan bukan hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi dan semangat Kota Makassar saat ini. Proses sayembara tahun ini juga dibuat berbeda dari lomba desain pada umumnya. Peserta tidak langsung mengirimkan desain logo. Mereka terlebih dahulu harus mengirimkan portofolio untuk diseleksi. Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Were Rio, mengatakan peserta yang lolos seleksi akan masuk dalam tahapan kuratorial dan mendapat pendampingan dalam mengembangkan konsep desain. “Jadi yang di-open call itu peserta mengirimkan portofolionya. Dari semua portofolio yang masuk, kita seleksi dan mengambil tiga sampai lima peserta. Mereka inilah yang nanti mengikuti proses kuratorial,” jelas Andi. Peserta diwajibkan memiliki KTP Makassar atau berdomisili di Kota Makassar. Bagi mereka yang berasal dari luar daerah tetapi sedang menempuh pendidikan atau tinggal di Makassar, persyaratan domisili dapat dibuktikan dengan surat keterangan. Selain itu, peserta minimal memiliki pengalaman dua tahun sebagai desainer grafis profesional dan wajib menyertakan portofolio. Tahapan selanjutnya dijadwalkan berlangsung mulai 6 September dengan pengumuman peserta yang lolos. Pada 7 September, peserta akan mengikuti briefing awal, termasuk mendapatkan materi mengenai budaya Makassar sebagai bekal dalam proses pengembangan konsep. Setelah itu, proses kuratorial akan berlangsung kurang lebih satu bulan. Hasilnya dijadwalkan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026. Menariknya, sistem ini memastikan peserta yang masuk proses final tetap mendapatkan penghargaan atas pekerjaan desain mereka. Andi menegaskan, konsep tersebut menjadi pembeda utama dengan sayembara desain pada umumnya. “Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Jadi berbeda dengan sayembara terbuka, orang kirim desain kemudian yang tidak menang tidak mendapatkan apa-apa,” katanya. Menurut Andi, ADGI menolak praktik speculative work, yakni pekerjaan kreatif yang dikerjakan tanpa kepastian pembayaran. Karena itu, peserta yang telah masuk dalam proses perancangan akan tetap memperoleh feedesain. Hingga saat ini, tercatat sekitar 12 peserta individu maupun tim telah mendaftar. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah sebelum pendaftaran ditutup pada 5 September. Tahun lalu, jumlah peserta disebut mencapai sekitar 33 peserta. Untuk peserta yang memilih format tim, ADGI mensyaratkan sedikitnya tiga orang. Komposisi tim tersebut dinilai penting karena proses merancang identitas visual sebuah kota memiliki cakupan pekerjaan yang cukup luas. “Kalau tidak punya studio desain, boleh individu, tapi bisa memanggil dua atau tiga orang untuk menjadi tim. Mahasiswa boleh, yang sudah bukan mahasiswa juga boleh,” ujar Andi. Ia menjelaskan, proses kuratorial tidak sekadar memilih desain yang dianggap paling bagus. Peserta akan dibimbing untuk mengembangkan gagasan hingga menghasilkan karya yang matang dan memiliki dasar konsep yang kuat. Aspek estetika, keunikan atau diferensiasi, hingga kemampuan logo untuk diaplikasikan pada berbagai media menjadi sejumlah pertimbangan dalam proses penilaian. Setelah proses kuratorial selesai, karya yang dinilai telah memenuhi standar akan diserahkan kepada Pemkot Makassar. Keputusan akhir mengenai logo yang digunakan sebagai identitas HUT ke-419 berada di tangan pemerintah daerah. “Yang paling representatif mewakili hari jadi Kota Makassar sesuai tema yang dibuat oleh Pemerintah Kota Makassar, itu yang akan dipilih,” jelasnya. Lebih dari sekadar mencari sebuah logo, Andi menyebut kegiatan ini juga menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas talenta kreatif di Makassar. Para desainer tidak hanya berkompetisi menghasilkan karya, tetapi juga mendapat pengalaman melalui proses pengembangan dan kurasi profesional. “Tujuannya sebenarnya mengembangkan talenta kreatif di Kota Makassar. Minimal dalam proses kuratorial, teman-teman secara level, standar, dan skill bisa naik,” pungkasnya. Sementara itu, Pemkot Makassar berharap logo HUT ke-419 nantinya mampu menjadi simbol yang merepresentasikan Makassar sesuai dengan kondisi dan semangat kota saat ini, sekaligus memperkuat identitas perayaan hari jadi yang diperingati setiap 9 November.
Baca Selengkapnya
