Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

Ketua DWP kota Makassar pengajian rutin dan sekaligus pembagian takjil

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar kembali menggelar tahsin Al-Quran yang dirangkaikan dengan berbagi takjil pada pekan ketiga bulan suci Ramadan. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya ini dilaksanakan di Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Kamis (28/03/2024). Ketua DWP Kota Makassar, Fadliah Firman turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas antusias dan semangat ibu-ibu DWP yang hadir dalam pertemuan ini. “Partisipasi aktif dari para ibu-ibu anggota DWP Kota Makassar menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka dalam menjalankan program kerja sosial budaya. Kebersamaan dalam kegiatan ini juga menjadi contoh nyata dari semangat gotong royong dalam memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya. Bertajuk “Mengenal Shifaatul Huruf-Huruf Hijaiyah,” tahsin Al-Quran dipimpin oleh Ustazah Riskah Makkulasse Andi Welonae. Ustazah Riskah yang membimbing peserta dalam membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik dan benar. Setelah tahsin Al-Quran, dilanjutkan dengan salat asar berjemaah dan berbagi takjil kepada warga di Jalan Ratulangi. Hal ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antaranggota serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Dihadapan Menteri PPPA, PJ Sekda Sebut Longwis dan Jagai Anakta Jadi Program Keterlibatan Peran Perempuan*

  PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra menyambut kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga di Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-zahra, Shelter Warga Pattingalloang, Barukang 3, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (26/03/2024). Kunjungannya ini untuk melihat dan sekaligus mengapresiasi aktivitas kelompok perempuan pesisir di Kecamatan Ujung Tanah. Dalam sambutannya, Firman Hamid Pagarra memperkenalkan beberapa program prioritas Pemkot Makassar yang keberhasilannya memiliki banyak peran kontribusi perempuan di dalamnya. Seperti, Jagai Anakta dan Lorong Wisata. “Selamat datang ibu di Kota Makassar, saat ini kita berada di Kecamatan Ujung Tanah, Kelurahan Pattingaloang yang merupakan salah satu kelurahan dari 153 kelurahan yang ada di Kota Makassar. Kota Makassar dengan slogan Kota Makan Enak memberi peluang besar untuk memaksimalkan peran perempuan untuk berkontribusi,” ucapnya. Kata Firman, Pemerintah Kota Makassar sudah menetapkan komitmen terhadap kebijakan pembangunan yang berbasis hak anak melalui visi Kota Makassar yang inklusif, yaitu percepatan mewujudkan Makassar kota dunia yang sombere dan smart city dengan imunitas yang kuat untuk semua. Pemkot Makassar sadar bahwa urusan anak adalah urusan masa depan yang harus melibatkan semua pihak dan berkelanjutan, komitmen itu semakin dipertegas dengan program Jagai Anakta yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Danny Pomanto. Dijelaskan Firman program jagai anakta merupakan sebuah upaya mitigasi sosial yang mendorong semua pihak memberi ruang tumbuh kembang anak dengan perlindungan yang maksimal dalam mendorong penciptaan ruang kreativitas dan partisipasi anak dalam pembangunan. Begitu pula, kata Firman, pada aspek layanan perlindungan anak dan perempuan, di mana tidak hanya di level kota yaitu UPTD PPPA, namun diperluas hingga tingkat RT/RW dengan adanya shelter warga sebagai sistem layanan yang mudah dan terjangkau di tingkat kelurahan seperti di shelter warga Pattingaloang ini. “Jagai Anakta terintegrasi dengan shelter warga dan adapula program Lorong Wisata yang di dalamnya memberdayakan perempuan seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM. Keterlibatan perempuan sangat terasa dengan kehadiran program-program tersebut,” paparnya. Selain itu, Firman mengungkapkan alasan memilih Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-zahra sebagai kunjungan dari Menteri PPPA karena KWN Fatimah Az-zahra yang berada di Kelurahan Pattingaloang merupakan daerah pesisir yang rentan terjadi ketimpangan gender dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. KWN Fatimah Az-zahra merupakan kelompok yang memberdayakan lansia, perempuan pesisir, perempuan kepala keluarga dan istri-istri nelayan, yang saat ini berjumlah 200 dari 600 orang perempuan pesisir yang dibina dan diberdayakan sehingga dapat mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. “Dengan adanya pemberdayaan perempuan kepala keluarga pada KWN Fatimah Az-zahrah tentunya hal ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kualitas keluarga, serta mendorong perempuan aktif dalam kehidupan sosial,” tuturnya. Melalui kunjungan kerja ini, Firman mengatasnamakan Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian PPPA RI atas dukungan dan kerja sama dalam mendorong program dan implementasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kota Makassar. “Pemerintah Kota Makassar selama ini telah menempatkan kepentingan terbaik perempuan dan anak sebagai investasi masa depan untuk kemajuan dan kejayaan Kota Makassar,” pungkasnya. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Pj Ketua DWP Kota Makassar Fadliah Firman Dampingi Menteri PPPA Kunjungi Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-Zahra

Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, Fadliah Firman, bersama sejumlah pengurusnya, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Kunjungan Menteri PPPA kali ini meninjau langsung aktivitas Home Industry & Social Care Center Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-Zahra di Jl. Barukang III Lr. 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah pada Rabu, (27/03/2024). Dalam kesempatan tersebut, Fadliah Firman menjelaskan terwujudnya PPPA di Kota Makassar, tidak terlepas dari program-program strategis yang dicanangkan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Di sisi lain, keberhasilan Kota Makassar dalam menjadikannya kota layak anak juga berkat sinergitas kelompok atau organisasi perempuan yang terus bergerak melalui program kerja dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. “Begitu banyak kelompok wanita yang telah diberdayakan oleh Pemkot Makassar, seperti Kelompok Wanita Tani, Kelompok Wanita Nelayan, Shelter Warga yang keberadaanya ada di Lorong Wisata, sehingga kelompok tersebut berguna untuk diri mereka, warga sekitar dan masyarakat Kota Makassar,” jelasnya. Sebagai organisasi perempuan, Fadliah mengatakan DWP Kota Makassar juga aktif melakukan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui berbagai program kerja yang dijalankannya. “Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi ibu-ibu di lorong-lorong, dengan harapan pelatihan tersebut dapat menjadi mata pencaharian bagi mereka,” jelasnya. Selain itu, lanjutnya, DWP Kota Makassar juga memberikan bantuan kepada anak-anak stunting untuk memenuhi kebutuhan gizinya, sebagai bagian dari upaya dalam memberikan perlindungan dan hak yang layak bagi anak-anak di Kota Makassar. Sementara itu, Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya yang dilakukan oleh Pemkot Makassar beserta pihak-pihak yang mendukung termasuk DWP Kota Makassar dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan dan anak di Kota Makassar. “Saya melihat ada praktik baik di Kota Makassar. Kemenppa banget, ada pemberdayaan perempuan, perlindungan anaknya, Kami mengapresiasi yang sudah dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah Kota Makassar dan organisasi maupun kelompok wanita,” pujinya. Ia meyakini semangat gotong royong yang telah dilakukan Pemkot Makassar, organisasi perempuan, serta masyarakat dapat terus mewujudkan perempuan berdaya dan anak yang sejahtera di Kota Makassar. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Lewat Tiga Inovasi, Menteri PPPA Apresiasi Semangat Perempuan Berdaya di Makassar

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga sangat mengapresiasi perempuan berdaya di Kota Makassar. Hal itu disampaikan langsung saat mengunjungi Shelter Warga Pattingalloang, Barukang III, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Rabu (27/03/2024). Katanya, ia melihat ada semangat gotong royong yang luar biasa dari perempuan untuk perempuan, anak dan juga lansia di Kota Makassar. “Dan hari ini saya apresiasi yang sangat luar biasa, ini semangat luar biasa, semangat gotong royong untuk memberikan pendampingan kepada perempuan, anak dan juga lansia,” ucapnya. Bintang Puspayoga juga mengatakan pendampingan yang diberikan lewat inovasi yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto ini membuat perempuan makin berdaya. Seperti adanya shelter warga, Lorong Wisata dan program jagai anakta. Tiga inovasi ini disebut Bintang Puspayoga sebagai langkah cerdas membuat perempuan semakin tangguh dan dapat meminimalisir penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak karena memiliki keberanian untuk berbicara dan membela diri. “Saya dapat info lewat shelter warga Makassar yang menjadi rujukan kepercayaan para korban kekerasan sudah bisa berani berbicara. Ini sudah sesuai program pusat kita yakni dare to speak up. Kita bukan ingin mencelakakan pelaku kekerasan namun demi menolong agar tidak mengulang kesalahannya lagi,” ungkapnya. Semangat gotong royong yang dirasakan Bintang Puspayoga membuat menteri PPPA ini berharap agar menjadi contoh dalam program pemenuhan hak anak, perlindungan terhadap perempuan dan anak. “Seperti yang kita lihat dari kisah ketua pemberdayaan perempuan pesisir bu Eni tadi. Menjadi contoh luar biasa saya apresiasi sekali. Mudah mudahan apa yang kita liat hari ini menjadi inspirasi di tempat lain, menjadi rujukan untuk pendampingan terhadap perempuan dan anak,” harap Bintang Puspayoga. Ia juga mengimbau kepada perempuan dan anak-anak yang telah menjadi penyintas kekerasan, dan menjadi perempuan kepala keluarga agar terus menggali potensi diri. Dengan begitu perempuan memiliki bargaining demi hidup bahagia yang berkelanjutan. Pada moment ini pula Bintang Puspayoga juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang hadir memamerkan hasil produk buatannya. Kunjungan Bintang Puspayoga ini didampingi oleh Deputi Perlindungan Hak Anak Kementrian PPPA dan disambut langsung oleh PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, PJ Ketua DWP Kota Makassar, Fadliah Firman, TP PKK Kota Makassar dan seluruh warga setempat. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Siap Diterapkan di Makassar, Danny Pomanto Studi Tiru Teknologi Pembangunan Kabel Bawah Tanah Singapura

Pembangunan Ducting Sharing atau pemindahan kabel ke bawah tanah di Makassar segera terealisasi. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto baru saja usai mengunjungi Singapura untuk melihat penerapannya di sana. Studi tiru dilakukan selama tiga hari, yakni 25 sampai 27 Maret 2024. Dengan kegiatan Benchmarking on Planning, Operations and Governance of Multi Utilities Tunnel. Secara tidak langsung Ducting Sharing versi Singapura siap diadopsi di Makassar. Wali Kota Makassar tidak sendiri, hadir juga pihak Otorita Ibu Kota Nusantara, Kementerian PPN/Bappenas hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selama tiga hari, ada beberapa kunjungan langsung di lokasi Multi Utilities Tunnel. Pada 25 Maret, mengunjungi Common Services Tunnel (CST) di Marina Bay. Yang mana CST merupakan jaringan bawah tanah yang menampung dan mendistribusikan layanan utilitas listrik, air, telekomunikasi, pendingin distrik, dan drainase. CST dirancang untuk kapasitas umur pemakaian sampai 150 tahun. Tunnel dibagi menjadi dua segmen yakni pipe tunnel dan cable tunnel. Memiliki tiga sensor yakni sensor oksigen, sensor karbon monoksida, dan sensor suhu. Ketiga sensor ini berada di permukaan tanah berfungsi memberikan informasi kepada operator di control room ketika kondisi di dalam terowongan berada diambang bawah. Mereka juga mengunjungi Marina Bay District Cooling System (DCS). Konsep dasar DCS sendiri adalah mengkonsolidasikan kapasitas pendinginan dalam satu lokasi sentral. Kemudian didistribusikan ke sejumlah bangunan dalam kawasan yang sama. Hal ini berbeda dengan sistem pendinginan konvensional yang mana setiap bangunan memiliki sistem pendinginan sendiri-sendiri. DCS telah mencapai nol gangguan pasokan sejak tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa DCS mampu memberikan pasokan energi pendinginan yang andal dan stabil bagi bangunan-bangunan di wilayah tersebut. Pada hari kedua, 26 Maret 2024, delegasi mengunjungi Sembcorp Battery Storage. Merupakan entitas yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengoperasian sistem penyimpanan energi baterai di Singapura. Teknologi ini memainkan peran kunci dalam menyediakan kapasitas penyimpanan yang diperlukan untuk mengintegrasikan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, ke dalam jaringan listrik negara. Fasilitas ini menyimpan energi listrik dalam bentuk baterai, yang dapat digunakan saat dibutuhkan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan energi listrik. Juga mengunjungi Tuas South Incineration Plant untuk belajar implementasi fasilitas waste to energy. Prinsip utamanya ialah proses pembakaran limbah pada suhu tinggi, yang menghasilkan panas yang kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik melalui turbin uap atau untuk tujuan pemanasan. Delegasi lalu belajar fasilitas pengolahan air. Fasilitas NEWater memanfaatkan proses teknologi yang kompleks, seperti reverse osmosis dan ultrafiltrasi, untuk menghilangkan kontaminan dan zat-zat berbahaya dari air limbah. Konsep ini merupakan bagian penting dari strategi pengelolaan air di Singapura yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air dalam menghadapi krisis air yang telah terjadi di masa lalu. Pada hari terakhir Wali Kota Makassar secara khusus diberi kesempatan spesial untuk memberi pidato penutupan. Bahwa Danny Pomanto sapaan akrabnya mengatakan kunjungan ini sejalan dengan rencana Pemkot Makassar melaksanakan proyek-proyek strategis seperti, Ducting Sharing, Solar Panel, WTE, dan Multi Utility Tunnel dan New City Center. “Kunjungan ini merupakan kunjungan benchmarking dalam rangka rencana pembangunan proyek-proyek tersebut di Makassar,” kata Danny di sela-sela penutupan acara, Rabu, (27/03/2024). Pada kesempatan yang sama, wali kota dua periode ini mengusulkan adanya koridor bisnis antara Singapura, Ibu Kota Nusantara dan Kota Makassar. Dia menyebutnya sebagai Equator Corridor yang siap mengkoneksikan potensi bisnis antar ketiga pusat ekonomi di Asia ini. Sumber: Humas Kominfo Makassar

PJ Sekda Sambut Baik Perkins School Kolaborasi Wujudkan Makassar Kota Inklusif

PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra menerima kunjungan audiensi dari Perkins School, di ruang kerjanya Balaikota, Selasa (26/03/2024). Perkins School adalah sebuah sekolah atau lembaga non pemerintah yang didirikan pada 200 tahun lalu tepatnya pada tahun 1829. Sekolah ini menangani murid khusus untuk kelompok difabel. Kunjungan dari Perkins School ini bermaksud untuk mengajak Pemerintah Kota Makassar berkolaborasi. Melihat visi misi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto yang konsen ingin mewujudkan Kota Makassar menjadi kota inklusif yang ramah terhadap masyarakat umum juga bagi kelompok disabilitas. Firman pun menyambut baik kedatangan pihak Perkins School. Katanya, ini salah satu langkah yang baik untuk bekerjasama dengan pihak yang lebih berpengalaman terkait penanganan kelompok difabel. “Jadi kami tadi berdiskusi Perkins School ini sudah lebih dari 200 tahun yang lalu memang khusus memperhatikan kelompok difabel. Kita juga di Makassar ini konsen akan hal itu. Dan kami pikir Perkins School ini sudah sangat berpengalaman,” ucapnya. Didampingi langsung oleh dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, Firman pun langsung memberikan lampu hijau untuk saling berkordinasi lebih intens sebagai tahapan awal perkenalan. “Kan kami ada ditawarkan berbagai program yang sudah sukses dilakukan oleh pihak Perkins School ini. Jadi saya langsung ke dinas terkait saja,” tuturnya. Sementara, Konsultan Perkins School Wilayah Asia Pasifik, Tuti Hendrawati mengungkapkan pihaknya sendiri menawarkan berbagai program seperti pelatihan guru khusus kelompok difabel. “Tidak hanya guru tapi untuk orang tua dari anak kelompok difabel, maupun pekerja difabel. Kita ingin bersinergi dengan Pemkot Makassar karena melihat visi misinya pak Wali sangat bagus yakni mewujudkan kota yang inklusif,” terangnya. Ia pun berharap kedepannya kolaborasi ini dapat terjalin lebih baik lagi agar program-program pelatihan dapat terwujud dan kota Makassar sebagai kota inklusif makin berdampak baik buat masyarakat. Sumber: Humas Kominfo Makassar</p>

DWP Kota Makassar Gelar Pertemuan Bulanan Bertajuk ‘Tetap Bugar di Usia 30 Tahun

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar menggelar pertemuan bulanan bertajuk ‘tetap bugar di usia 30 tahun’ di Ruang Sipakatau Balaikota pada Selasa, (26/3/2024). Mewakili Pj Ketua DWP, Sekretaris DWP Kota Makassar, Toti Asianti Hatta mengatakan acara ini merupakan upaya untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran bagi para ibu-ibu anggota DWP. “Melalui kegiatan ini, DWP Kota Makassar memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama pada usia 30 tahun yang merupakan masa transisi menuju kehidupan dewasa yang lebih produktif dan berkualitas,” ucapnya. Pertemuan tersebut diisi dengan materi yang disampaikan oleh Jamal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar. Jamal memberikan pengetahuan kepada para anggota DWP tentang olahraga ringan yang dapat dilakukan. Ia pun memberikan pemahaman yang mendetail tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama pada usia 30 tahun yang rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, Ia menekankan kepada peserta untuk menjaga tiga hal. “Yang utama adalah menjaga kesehatan pikiran dan hati kita agar tetap positif, kedua menjaga pola makan dan olahraga teratur. Di bulan puasa ini olahraga dapat dilakukan satu jam sebelum berbuka puasa dan menjemur diri di matahari pagi,” jelas Jamal saat memberikan materi. Toti menyampaikan apresiasi kepada Jamal atas penyampaian materi yang informatif dan inspiratif. Ia berharap para ibu DWP dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menciptakan gaya hidup yang lebih sehat dan bugar. Acara ditutup dengan pesan singkat moderator oleh Pj Ketua DWP Dispora Kota Makassar, Eryvia Moronie Engka “Mari kita mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan hari ini sebagai investasi di masa tua agar panjang umur mendampingi suami dan bisa melihat anak kita sukses,” pungkasnya. Acara ini juga dirangkaikan dengan arisan bulanan yang menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP Kota Makassar. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Penuhi Kriteria Pelayanan Publik HAM, Makassar Sabet Penghargaan Kota Peduli HAM 2023

Pemerintah Kota Makassar menyabet penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dalam rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia ke-75 tahun 2023 yang digelar di Hotel Claro, Senin (25/03/2024). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh PJ Gubernur Sulsel, Bachtiar Baharuddin dan diterima langsung oleh PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra. Kota Makassar berhasil meraih predikat Kota Peduli HAM dikarenakan telah memenuhi dan mengimplementasikan kriteria standar penilaian P5 HAM (Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan dan Pemajuan HAM). Pertama terpenuhinya hak sipil dan politik, yang terdiri atas hak atas bantuan hukum, hak atas informasi, hak turut serta dalam pemerintahan, hak atas keberagaman dan pluralisme, serta hak atas kependudukan. Kedua adalah terpenuhinya hak ekonomi, sosial dan budaya, yakni hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas pekerjaan, hak atas lingkungan yang baik dan sehat serta hak atas perumahan yang layak, serta hak perempuan dan anak. Kriteria tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 22 Tahun 2021. Firman Pagarra mengungkapkan rasa terimakasihnya atas penghargaan tersebut karena hal ini sejalan dengan visi misi dan program prioritas Kota Makassar salah satunya dalam hal pelayanan publik berbasis HAM. Kota Makassar, kata Firman sangat konsen terhadap penyetaraan masyarakatnya baik dari kelompok perempuan, anak, lansia dan difabel. “Alhamdulillah hari ini kita masuk dalam predikat Kota Peduli HAM ini pertanda kita harus lebih meningkatkan kerja-kerja khususnya pada pelayanan publik berbasis HAM,” ucapnya. “Bisa kita contohkan seperti pembentukan shelter warga dimana shelter ini sebagai wadah perlindungan untuk korban kekerasan pada perempuan dan anak. Pemkot juga terus membenahi agar kota nyaman untuk semua tanpa terkecuali kelompok difabel,” sambung Firman. Firman pun berharap dengan penghargaan predikat Kota Peduli HAM ini mampu membuat Pemerintah Kota Makassar lebih memacu dan fokus mengakomodir pemenuhan HAM setiap warganya. Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Liberti Sitinjak mengungkapkan tujuan pemberian penghargaan untuk memotivasi pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan tanggung jawab melaksanakan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM. Serta membangun sinergitas dan kordinasi daerah dan instansi terkait di setiap daerah. “Meskipun hanya 18 kabupaten/kota dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel yang terima penghargaan Kota Peduli HAM tetapi tak menyurutkan semangat untuk terus bersinergi meningkatkan pelayanan publik berbasis HAM di Sulsel,” tuturnya. Pada kesempatan penyerahan penghargaan juga dirangkaikan dua agenda penting yakni deklarasi pencanangan publik berbasis HAM dan pengukuhan gugus tugas daerah bisnis dan HAM Sulsel. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Pekan ke 2 Ramadan, PJ Sekda Sebut GMSSB Makin Padat Jemaah

Memasuki pekan ke 2 bulan suci Ramadan, Gerakan Makassar Salat Subuh Berjemaah (GMSSB) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar kembali digelar, di Anjungan City Of Makassar, Minggu (24/03/2024). Nampak antusias ribuan masyarakat memadati pelataran Anjungan City Of Makassar mulai dari pintu masuk hingga mendekati gedung Dekranasda Kota Makassar. Agenda rutin Pemkot Makassar ini turut dihadiri oleh PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, Forkopimda Kota Makassar, OPD Pemkot Makassar, Camat, Lurah, RT/RW dan Dewan Lorong serta seluruh elemen masyarakat. Dalam sambutannya, Firman Hamid Pagarra mengaku bersyukur bisa melaksanakan salat Subuh berjemaah bersama masyarakat Kota Makassar apalagi bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan. “Alhamdulillah pekan ke dua bulan suci Ramadan ini antusias masyarakat terlihat sangat semangat. Pekan ke dua ini lebih banyak dan padat jemaah. Saya bersyukur momen Ramadan ini dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya. GMSSB sudah dilakukan sejak periode pertama kepemimpinan Wali Kota, Ramdhan Pomanto, program ini sekaligus menjadi momentum sebuah kota untuk lebih mempererat perkuatan keimanan umat khususnya di bulan Ramadan sesuai visi misi Pemerintah Kota Makassar. “Ini menjadi agenda rutin mengisi kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan,” ungkapnya. Pada kesempatan ini pula Firman Hamid Pagarra meminta kepada jemaah yang hadir agar selalu mendoakan kebaikan untuk Kota Makassar agar selalu dijaga dan dilindungi dari marah bahaya dan bencana. “Mari sama-sama mendoakan kota tercinta kita Makassar agar selalu dilindungi dari bahaya bencana dan menjadi kota yang berkah untuk kebaikan semua masyarakat,” pintanya. Sumber: Humas Kominfo Makassar

Danny Pomanto Raih Kembali Penghargaan Top Pembina BUMD 2024

Pemkot Makassar berhasil meraih lima penghargaan sekaligus pada Top BUMD Award 2024, di Dian Ballroom Hotel Reffles Jakarta, Rabu (20/03/2024). Top BUMD Award diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), serta lembaga, asosiasi, dan konsultan bisnis. Lima penghargaan yang diraih Pemkot Makassar, Top Pembina BUMD 2024 yang diraih Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Top BUMD Award 2024 kategori BUMD Aneka Usaha Bintang 5 diraih Perumda Parkir Makassar Raya, dan Top CEO BUMD 2024 diraih Yulianti Tomu Dirut Perumda Parkir Makassar Raya. PDAM Makassar juga meraih empat bintang Top BUMD Award 2024 untuk sektor Perumda Air Minum. Dirut PDAM Beni Iskandar juga meraih penghargaan Top CEO BUMD 2024. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto merasa bangga dua BUMD Pemkot Makassar kembali meraih penghargaan dari Top BUMD 2024. “Tentunya saya berharap semua BUMD harus memasuki standar seperti ini,” harap Danny Pomanto. 2023 lalu, Pemkot Makassar hanya meraih tiga penghargaan. Yaitu Top BUMD Bintang Empat kepada Perumda Parkir Makassar Raya dan Top CEO BUMD diraih Yulianti Tomu. Penghargaan itu juga mengantarkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto meraih penghargaan Top Pembina BUMD 2023. PDAM sebelumnya sudah pernah mendapatkan Top BUMD pada 2021 lalu. Sedangkan Perumda Parkir naik satu tingkat dari bintang empat ke bintang lima tahun ini. Katanya, BUMD merupakan bagian penting dari pemerintah kota untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga enam BUMD Pemkot Makassar memiliki tugas untuk ikut berkontribusi meningkatkan PAD menuju Rp2 triliun. “Saya kira ini harus menjadi acuan bagi semua BUMD di Makassar dan ini menjadi penyemangat kita terutama dalam menyokong PAD,” tutupnya. Sumber: Humas Kominfo Makassar</p>

Skip to content