Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Prihatin Kabut Asap di Makassar, Appi Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis ke Siswa dan Kelompok Rentan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan perhatian serius terhadap kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi di Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir.Di tengah agenda internasional United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, Appi meminta jajaran Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Appi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menyiapkan masker yang dapat dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan."Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini," ujar Appi, dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026)."Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil," sambung Appi.Menurutnya, langkah perlindungan perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikel debu, asap, dan polutan di udara.Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, khususnya ketika kondisi udara memburuk dan aktivitas di luar ruangan berpotensi meningkatkan paparan partikel berbahaya.Selain pembagian masker, Appi juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta perangkat daerah lainnya, memperkuat koordinasi dan berkolaborasi pihak swasta dalam merespons kondisi tersebut."Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan kondisi di lapangan, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh orang nomor satu Kota Makassar itu.Dia menegaskan, bahwa upaya tersebut, termasuk kemungkinan penyemprotan air dan langkah pendukung lainnya, perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi lapangan dan efektivitasnya dalam membantu mengendalikan debu maupun partikel di lingkungan.Tak hanya itu, Appi juga mengimbau masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk."Perlindungan diri harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila kondisi udara sedang kurang baik," pesannya.Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang berkembang di daerah, Appi dijadwalkan meninggalkan rangkaian kegiatan United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, dan kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2026, meskipun agenda tersebut belum selesai.Rencananya tiba di Makassar, Munafri akan melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah penanganan yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Makassar.Ia menegaskan, Pemkot Makassar menempatkan perlindungan kesehatan warga sebagai salah satu perhatian dalam merespons kondisi kabut asap.Sehingga langkah antisipasi melalui pembagian masker, koordinasi lintas perangkat daerah, dan imbauan kesehatan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara."Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga, mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk akibat paparan asap," imbuh Appi sebagai bentuk kepedulian.Menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyiapkan aksi pembagian masker gratis kepada siswa sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara dan kabut asap.Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis pada Rabu (14/10/2026) pagi.Langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut atas perhatian Wali Kota Makassar terhadap kesehatan peserta didik, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai."Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa pada Rabu pagi," ujar Achi.Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.Pembagian masker juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan debu dan partikel asap saat siswa beraktivitas.Ia berharap kolaborasi ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.Pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengingatkan siswa agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan."Upaya ini, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar agar perangkat daerah terkait bergerak bersama mengambil langkah pencegahan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara," tutup Achi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Kareba Baji, Bahas Penguatan Kolaborasi Penanggulangan TB

MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Senin (13/10/2025).Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Kota Makassar.Audiensi ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran komunitas dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong deteksi dini, memutus rantai penularan, serta memastikan pasien TB mendapatkan pendampingan hingga menyelesaikan pengobatan.Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Kareba Baji menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari strategi penanggulangan TB.Pendekatan berbasis komunitas dinilai dapat membantu pemerintah menjangkau masyarakat lebih luas, terutama mereka yang masih menghadapi stigma dan kehilangan harapan ketika didiagnosis TB.Keterlibatan penyintas TB juga menjadi salah satu hal yang dibahas. Melalui pengalaman dan kesaksian mereka, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.Selain pengobatan, upaya pencegahan melalui pemeriksaan kontak serumah, skrining, dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian.Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dinilai penting agar pasien tidak merasa sendiri serta dapat menjalani proses pengobatan dengan baik.Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan komitmen Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan dalam mendukung upaya penanggulangan TB di Kota Makassar.Ia menegaskan bahwa penanganan TB membutuhkan kerja bersama, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan melibatkan komunitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.“Pemerintah Kota Makassar menyambut baik keterlibatan Yayasan Kareba Baji dalam upaya penanggulangan TB.Kolaborasi seperti ini penting agar edukasi, pencegahan, dan pendampingan kepada pasien dapat berjalan lebih optimal. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, tidak memberikan stigma kepada pasien, serta mendukung mereka sampai sembuh,” ujarnya.Dalam diskusi tersebut, turut dibahas tantangan dalam menemukan kasus TB secara dini, penguatan pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta optimalisasi pemeriksaan bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien.Penguatan skrining, termasuk melalui pemeriksaan rontgen bergerak atau mobile X-ray, juga menjadi bagian dari pembahasan untuk membantu menjangkau masyarakat dan mendukung penemuan kasus secara lebih aktif.Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan program penanggulangan TB, termasuk dukungan terhadap pelayanan, pencegahan, serta penganggaran sesuai kebutuhan program dan ketentuan yang berlaku.Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan para penyintas TB. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien.Penanggulangan TB bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Makassar yang lebih sehat.Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., serta perwakilan Bappeda Kota Makassar, yakni Sekretaris Bappeda Dr. A. Ato Rakhmawan, S.IP., S.AP., M.A.P., dan Perencana Ahli Muda Bappeda Rizni Nadirah Rizal, S.STP., M.M.Audiensi tersebut turut dihadiri perwakilan Konsorsium Penabulu–STPI, Direktur Eksekutif POP TB Indonesia, WHO Indonesia, Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan, serta unsur pendamping program penanggulangan TB di Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Umum

Bawa Makassar ke Panggung Dunia, Appi Gaungkan Makassar Creative Hub untuk Masa Depan Generasi Muda

JENEWA, SWISS — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membawa gagasan tentang masa depan ekonomi kreatif anak muda dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss.Di hadapan puluhan pemimpin kota dunia, Appi memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH), sebuah program unggulan yang dirancang untuk mengubah kreativitas, ide, dan bakat generasi muda menjadi peluang usaha, lapangan kerja, serta kekuatan ekonomi baru bagi Kota Makassar.Dalam pemaparannya, orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan bahwa mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan membutuhkan langkah nyata.Termasuk membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan peluang ekonomi baru."Di Kota Makassar, Indonesia, kami memiliki tujuh program aksi. Makassar Creative Hub merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian kota yang lebih inklusif," ujar Munafri, dalam keterangan resmi lewat dokumentasi, dikirim ke Makassar, Selasa (13/10/2026).Diketahui, forum internasional yang berlangsung di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 12–13 Oktober 2026.Menjadi ruang pertukaran pengalaman bagi para pemimpin kota dalam membahas tantangan perkotaan sekaligus merumuskan pendekatan pembangunan yang tangguh dan inklusif.Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Makassar menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan berpartisipasi dalam forum tersebut bersama lebih dari 60 wali kota dari berbagai penjuru dunia.Lebih lanjut, Wali Kota Makassar itu menjelaskan, gagasan menghadirkan Makassar Creative Hub berangkat dari besarnya potensi anak muda Makassar.Dimana memiliki ide, kreativitas, dan bakat, tetapi membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan potensi tersebut dengan akses pengembangan keterampilan, kolaborasi, dan peluang usaha.Menurutnya, MCH dirancang bukan sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pelaku kreatif, melainkan sebagai ruang inkubasi, ekosistem kolaborasi, sekaligus penggerak ekonomi bagi kreator, wirausahawan digital, dan perajin lokal."Ketika saya menginisiasi Makassar Creative Hub, saya menyadari bahwa anak-anak muda di kota saya penuh dengan ide dan bakat potensial," kata Appi."Namun, mereka membutuhkan wadah untuk mengembangkan bakat tersebut dan menciptakan karya bernilai tinggi," sambung Ketua IKA FH Unhas itu.Munafri menjelaskan bahwa melalui MCH, Pemerintah Kota Makassar berupaya memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk masuk ke sektor ekonomi kreatif.Beragam bidang dapat dikembangkan, mulai dari desain busana, penulisan fiksi, perfilman, kuliner, hingga seni pertunjukan.Tak hanya itu, Appi yang juga Konsulat Kehormatan Republik Kroasia itu, menekankan pentinganya peran teknologi dalam membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ditambah dengan perluasan jangkauan media sosial, dinilai dapat membantu pelaku kreatif meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja."Melalui Makassar Creative Hub, kami dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda dengan memanfaatkan teknologi, sistem kecerdasan buatan, dan ekspansi media sosial," tuturnya.Salah satu keunggulan program ini, lanjut Appi, adalah akses yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.Dengan demikian, anak muda memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan dan mengubah kemampuan yang dimiliki menjadi usaha yang menjanjikan tanpa harus terbebani biaya program.Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka akses ekonomi kreatif yang lebih luas, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan modal, tetapi mempunyai gagasan dan kemauan untuk berkembang.Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperluas jangkauan Makassar Creative Hub agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya."Kreativitas dan inovasi kami buka ruang pelatihan, sebagai salah satu penggerak utama pembangunan kota. Bukan hanya melahirkan karya, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing daerah," jelas Munafri dengan bahasa internasional yakni inggris.Dia menambahkan, melalui pemaparan di forum internasional tersebut, memperkenalkan pendekatan pembangunan yang menempatkan anak muda sebagai bagian penting dari solusi atas tantangan perkotaan."Bagi kami, investasi pada kreativitas generasi muda bukan sekadar program pengembangan bakat, melainkan langkah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan," tutup Appi, di hadapan forum bergengsi tersebut. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membawa isu keselamatan berlalu lintas ke panggung internasional dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, 12–13 Oktober 2026.Di hadapan para pemimpin kota dari berbagai negara, Appi menekankan pentingnya pendidikan keselamatan dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah sebagai fondasi membangun mobilitas perkotaan yang aman dan berkelanjutan.Munafri menyampaikan bahwa keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan dan pembangunan infrastruktur.Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, perlu menjadi bagian penting dalam membentuk budaya berlalu lintas."Saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Jean Todt pagi ini. Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa sadar dan memahami cara berkendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain," ujar Appi dalam forum tersebut.Forum yang digelar di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin kota untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan perkotaan, serta merumuskan pendekatan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Makassar menjadi satu-satunya daerah yang mendapat kesempatan berpartisipasi bersama lebih dari 60 Wali Kota dari berbagai belahan dunia. Dalam sesi awal yang membahas mobilitas perkotaan (urban mobility),Menurut Appi, pendidikan keselamatan lalu lintas harus menanamkan kesadaran bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama.Anak-anak dan generasi muda perlu dibekali kemampuan mengenali risiko di jalan raya, menghindari gangguan saat berkendara, serta memahami pentingnya mematuhi batas kecepatan dan memilih perilaku transportasi yang aman."Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon," kata Wali Kota Makassar itu, menyampaikan gagasannya dalam forum internasional tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris.Orang nomor satu Kota Makassar itu, meyakini, pendekatan edukasi sejak sekolah dapat menjadi investasi jangka panjang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.Upaya tersebut juga perlu diterapkan secara luas melalui kolaborasi lintas negara agar keselamatan jalan dan mobilitas berkelanjutan menjadi agenda bersama kota-kota di dunia."Melalui forum ini, saya menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan manusia sebagai salah satu pijakan dalam membangun sistem mobilitas masa depan, dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar," jelasnya.Pada kesempatan ini, Munafri menambahakan bahwa partisipasi Makassar dalam forum internasional ini membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman dengan kota-kota lain.Karena, tantangan transportasi perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan terpadu."Ini mulai dari pendidikan, infrastruktur, kebijakan, hingga perubahan perilaku masyarakat," tutup Appi.Diketahui, dalam rangkaian forum tersebut, Munafri juga bertemu Jean Todt, mantan Presiden Federation Internationale de l'Automobile (FIA) dan mantan pimpinan Ferrari yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya (UN Special Envoy for Road Safety).Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keselamatan berlalu lintas sebagai persoalan global yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi Setelah Mediasi dan Sosialisasi Berbulan-bulan

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menertibkan peternakan babi dan kandang yang berada di kawasan permukiman Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Senin (12/10/2026).Tidak sekadar melakukan penertiban, pemerintah turut memfasilitasi pemindahan ternak dengan menyediakan kendaraan truk untuk mengangkut hewan milik warga ke lokasi tujuan sesuai keinginan pemiliknya.Langkah ini dilakukan sebagai upaya menegakkan peraturan daerah sekaligus merespons keluhan masyarakat sekitar yang telah berulang kali disampaikan kepada pihak kecamatan maupun Pemerintah Kota Makassar.Upaya tersebut terlihat dalam penertiban kandang dan pemindahan hewan ternak babi di Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Senin (12/10/2026).Proses penertiban dan pemindahan hewan Mammalia tersebut, dipimpin langsung Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, bersama Camat Panakkukang, Syahril.Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan bahwa mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, Pemerintah Kota Makassar memilih jalan dialog dan kesepahaman dalam menata kawasan perkotaan."Bukan sekadar melakukan penertiban, pemerintah Kota hadir memberikan solusi dengan memfasilitasi pengangkutan hewan ternak Babi dari kandang, menggunakan kendaraan truk menuju lokasi relokasi yang telah ditentukan," ujarnya.Menurutnya, penertiban dan pembinaan tersebut dilakukan karena keberadaan peternakan babi dan kandangnya dinilai tidak sesuai dengan peruntukan kawasan serta melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.Langkah ini dilakukan untuk menata lingkungan agar lebih tertib, nyaman, dan sesuai dengan peruntukannya, tanpa mengabaikan komunikasi serta kepentingan pemilik ternak."Berdasarkan rencana tata ruang kota, kawasan ini merupakan zona permukiman, bukan zona peternakan. Karena itu, keberadaan peternakan di lokasi tersebut perlu ditertibkan," tuturnya.Dalam giat tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Panakkukang bersama tim gabungan yang melibatkan Satpol PP, unsur TNI dan Polri, Damkarmat, serta tokoh masyarakat, turut berkoordinasi dengan pemilik ternak untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar.Berkat komunikasi dan pendekatan yang dilakukan sebelumnya, kegiatan berlangsung aman dan kondusif, dengan dukungan pemilik ternak yang bersedia memindahkan hewan-hewan mereka ke lokasi yang telah disiapkan.Pendekatan ini menegaskan bahwa penataan kota tidak harus dilakukan dengan ketegangan. Melalui komunikasi terbuka, keterlibatan masyarakat, dan dukungan nyata dari pemerintah, persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dapat ditangani secara bertahap dengan mengedepankan kepentingan bersama.Lebih lanjut, Irwan Bangsawan mengatakan bagi Pemkot Makassar, ketertiban lingkungan dan penghormatan terhadap masyarakat harus berjalan beriringan.Pemerintah tidak hanya memastikan aturan ditegakkan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi konkret agar proses penataan dapat diterima dan dilaksanakan bersama."Atas kerjsama semua pihak, hewan-hewan yang selama puluhan tahun berada di kawasan perkotaan itu pun kita pindahkan melalui proses yang mengedepankan kerja sama, bukan pendekatan represif," jelasnya.Selain persoalan tata ruang, penertiban ini juga merupakan tindak lanjut atas aduan warga yang telah berulang kali diterima pemerintah. Masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi lingkungan yang dinilai telah tercemar akibat aktivitas peternakan tersebut.Menurut Andi Irwan, penanganan persoalan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pemerintah telah menempuh pendekatan persuasif selama kurang lebih enam bulan terakhir melalui sosialisasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.Sosialisasi bahkan telah dilakukan sebanyak tiga kali atau lebih untuk memberikan pemahaman kepada pemilik ternak mengenai ketentuan yang berlaku serta pentingnya penataan lingkungan permukiman."Sebagian besar warga sebenarnya sudah bersiap dan ada yang telah memindahkan ternaknya secara mandiri," ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)."Namun, masih ada yang belum sempat melakukan pemindahan. Karena itu, hari ini pemerintah hadir membantu proses tersebut," lanjutanya.Andi Irwan menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga tak ada warga merasa dirugikan.Lanjut dia, Pemerintah Kota berupaya memastikan penegakan aturan berjalan seiring dengan komunikasi yang baik, sehingga masyarakat dapat memahami tujuan penertiban dan mendukung proses relokasi.Hal ini menunjukkan bahwa dialog dan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun."Kita berharap penataan kawasan permukiman dapat berjalan lebih tertib, kualitas lingkungan tetap terjaga, serta kepentingan masyarakat sekitar dan pemilik ternak dapat ditangani melalui solusi yang konkret dan sesuai ketentuan," tukasnya.Sedangkan, Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membersihkan dan menata lingkungan di wilayah Panaikang, yang selama puluhan tahun menjadi lokasi peternakan babi.Kondisi itu menjadi perhatian karena banyaknya aduan warga yang meminta pemerintah mengambil langkah penanganan."Banyak ternak yang berada di kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Aduan masyarakat juga terus bertambah, bahkan sempat viral karena warga menyampaikan keluhannya," ujar Syahril.Ia menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, pihak kecamatan telah menempuh sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, mediasi, hingga pendekatan persuasif kepada pemilik ternak.Pihak Pemerintah Kecamatan berupaya memberikan pemahaman bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut keberadaan ternak, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan kenyamanan warga."Kami sudah melakukan berbagai tahapan, termasuk pendekatan secara persuasif dan humanis," tuturnya."Kami menyampaikan kepada pemilik bahwa bau peternakan ini dikeluhkan masyarakat. Selain itu, kotoran dan limbahnya juga perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lingkungan," tambah Camat.Namun, setelah berbagai upaya mediasi dilakukan, pemerintah akhirnya mengambil langkah penertiban untuk memastikan penataan kawasan berjalan sesuai ketentuan.Syahril menyebutkan, terdapat sekitar 1.200 ekor babi yang sebelumnya dipelihara oleh 49 peternak di dua titik lokasi.Sebagian pemilik telah lebih dahulu menjual atau memindahkan ternaknya secara mandiri, sehingga jumlah yang tersisa untuk ditangani dalam proses penertiban kali ini telah berkurang sekitar setengahnya."Banyak yang sudah menjual ternaknya dan ada juga yang memindahkan sendiri. Sebagian sudah melakukan pemindahan sebelumnya. Untuk yang masih membutuhkan bantuan, kami memfasilitasi kendaraan truk dan motor roda tiga," ungkapnya.Dia menegaskan, pemerintah tidak menentukan secara sepihak lokasi tujuan pemindahan ternak. Fasilitasi kendaraan diberikan untuk membantu pemilik mengangkut hewan ke tempat yang mereka tentukan.Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses relokasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama penertiban berlangsung."Aktivitas peternakan di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama, diperkirakan sekitar 30 hingga 40 tahun," katanya.Karena itu, penanganannya membutuhkan komunikasi dan koordinasi agar proses penataan dapat berjalan dengan baik.Melalui penertiban ini, ia berharap keluhan warga terkait bau dan limbah peternakan dapat ditangani, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang nyaman."Ini penting, sehingga kebutuhan warga untuk memperoleh lingkungan yang layak dapat berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan secara baik dengan pemilik ternak, agar tak ada merasa dirugikan," tutup Syahrir. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hari Terakhir INACRAFT 2026, Dekranasda Makassar Fokus pada Keberlanjutan Pembinaan Perajin Lokal

JAKARTA — Memasuki hari terakhir pameran INACRAFT October Vol. 5 2026, Minggu (11/10/2026), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan kapasitas perajin lokal melalui pembinaan, kolaborasi, dan perluasan akses pemasaran.Pameran yang berlangsung selama lima hari, sejak 7 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Makassar bersama Dinas Perdagangan Kota Makassar untuk memperkenalkan keragaman produk kriya daerah sekaligus memperkuat pengembangan industri kerajinan lokal.Wakil Ketua Harian II Dekranasda Kota Makassar, Rosnani, mengatakan bahwa partisipasi dalam INACRAFT tidak berhenti pada kegiatan promosi. Pengalaman selama pameran juga menjadi bahan untuk menentukan arah pendampingan bagi para perajin ke depan.“Bagi Dekranasda Kota Makassar, keikutsertaan ini bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami untuk melihat perkembangan tren kerajinan, memahami preferensi konsumen, dan membangun perspektif baru dalam mendampingi para perajin di Kota Makassar,” ujarnya.Menurut Rosnani, langkah berikutnya adalah mengevaluasi produk yang telah ditampilkan dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan perajin, terutama dalam aspek desain, mutu produk, kemasan, identitas merek, hingga strategi pemasaran.Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari sejumlah program yang telah dilaksanakan Dekranasda Kota Makassar, termasuk peningkatan kapasitas perajin (capacity building), pelatihan peningkatan kualitas produk, serta pemasaran digital.“Kami sudah melaksanakan program capacity building dan pelatihan peningkatan kualitas produk serta digital marketing. Harapan kami, program yang sudah dilakukan mampu mendorong promosi produk kerajinan Makassar secara lebih berkelanjutan, baik melalui pameran, pemanfaatan platform digital, maupun perluasan akses pasar,” jelasnya.Selain penguatan kapasitas, Dekranasda juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pengembangan industri kerajinan. Rosnani menyebut, Dekranasda Kota Makassar telah menjalin kerja sama dengan Cita Tenun Indonesia sebagai salah satu bentuk penguatan jejaring.Menurutnya, pengembangan kerajinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perajin, pemerintah, pelaku usaha, desainer, hingga mitra yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan produk kriya lokal.Rosnani juga menekankan pentingnya memastikan manfaat keikutsertaan dalam pameran nasional dapat menjangkau perajin yang belum memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung.Hasil pembelajaran selama pameran diharapkan dapat diteruskan melalui kegiatan pembinaan, diskusi, pendampingan, dan penguatan kapasitas. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh tidak hanya menjadi catatan bagi peserta pameran, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh perajin lainnya di Kota Makassar.“Prinsipnya, Dekranasda ingin membangun pembinaan yang inklusif. Kesempatan untuk berkembang harus terbuka bagi lebih banyak perajin, termasuk pelaku usaha kecil yang masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan pasarnya,” ungkapnya.Pengembangan katalog produk dan optimalisasi promosi digital juga menjadi bagian dari upaya yang ingin didorong agar pemasaran kerajinan Makassar tidak hanya bergantung pada keikutsertaan dalam pameran fisik.Menutup partisipasi pada INACRAFT 2026, Rosnani berharap pengalaman selama lima hari pameran dapat memperkuat upaya Dekranasda dalam membangun industri kerajinan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.“Komitmen Dekranasda Kota Makassar adalah terus mendorong pembinaan, promosi, kolaborasi, dan perluasan akses pasar bagi para perajin sesuai dengan program dan kapasitas yang tersedia,” tuturnya.Ia berharap pengembangan kerajinan lokal tidak hanya berorientasi pada penampilan produk dalam pameran, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha, peningkatan kesejahteraan perajin, dan penguatan ekonomi kreatif Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)