Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Nahkodai PSSI Sulsel, Appi Siapkan Langkah Besar Bangkitkan Sepak Bola hingga PON

MAKASSAR — Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi resmi menahkodai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030.Ia membawa sejumlah agenda strategis untuk mendorong kemajuan sepak bola Sulawesi Selatan, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga mengembalikan prestasi sepak bola daerah ke pentas nasional.Penetapan Appi berlangsung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua Umum PSSI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa (27/10/2026).Keputusan tersebut tertuang dalam hasil kongres yang menetapkan Munafri Arifuddin, S.H. sebagai ketua terpilih untuk masa bakti 2026–2030. Kongres juga menetapkan Mulia Prianto, sebagai anggota formatur pendamping untuk membantu penyusunan struktur kepengurusan.Usai ditetapkan sebagai Ketua PSSI Sulsel, Munafri Arifuddin menegaskan tugas utamanya adalah menjalankan amanah untuk memajukan olahraga sepak bola melalui kompetisi usia muda yang berjenjang, pembinaan klub-klub lokal, serta tata kelola organisasi yang transparan."Upaya memajukan olahraga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan serta membutuhkan dukungan dari semua pihak, fasilitas yang memadai, kolaborasi antar-Askab/Askot, dan dukungan penuh dari Pemerintah," ujarnya.Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu menyampaikan bahwa kemajuan sepak bola Sulawesi Selatan tidak dapat dibangun hanya oleh satu orang.Dibutuhkan semangat kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengurus pusat PSSI."PSSI Provinsi Sulawesi Selatan ini akan lebih besar kalau kita semua bersatu, mencurahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk membangun sepak bola Sulawesi Selatan," ajakan Appi.Ketua IKA FH Unhas itu juga menyampaikan harapan agar pengurus pusat PSSI memberikan dukungan dan arahan dalam menjalankan program pembinaan serta pengembangan sepak bola di daerah."Kepada Bapak Wakil Ketua Umum, Bapak Sekjen, dan seluruh pengurus pusat PSSI, kami butuh dukungan dan arahan maksimal," imbuh Wali Kota Makassar itu.Pada kesempatan ini, Appi menempatkan pengembangan infrastruktur sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat ekosistem sepak bola Sulawesi Selatan.Ia mengungkapkan, Sulawesi Selatan direncanakan memiliki dua stadion baru yang masing-masing dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar.Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai perlu diiringi dengan program pembinaan yang terarah agar mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dan meningkatkan daya saing sepak bola di tingkat Kota dan Provinsi."Pembangunan fasilitas dan pembenahan olahraga, kita harapkan menjadi tambahan ruang bagi aktivitas latihan, pembinaan atlet, serta pengembangan komunitas sepak bola di Sulawesi Selatan," tutur Munafri.Selain infrastruktur, peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian Appi dalam kepemimpinannya di Asprov PSSI Sulsel.Dia menyebutkan masih terbatasnya jumlah wasit dan pelatih asal Sulawesi Selatan yang memiliki lisensi internasional.Padahal, keberadaan tenaga teknis dengan standar kompetensi tinggi merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola yang kompetitif.Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak cukup hanya berfokus pada pemain. Kualitas pelatih, profesionalisme wasit, serta penguatan sistem pembinaan juga harus berjalan beriringan.Karena itu, peningkatan kompetensi dan perluasan akses terhadap program sertifikasi diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis kepengurusan baru."Dengan pembinaan SDM yang lebih kuat, kita mampu membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi tingkat senior," katanya.Berbekal pengalaman di dunia olahraga, memimpin beberapa club olahraga. Appi juga menegaskan targetnya untuk membawa sepak bola Sulawesi Selatan kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen sepak bola, mulai dari organisasi, klub, pelatih, pemain, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.Appi turut menyinggung PSM Makassar sebagai salah satu kekuatan sepak bola daerah yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun prestasi.Menurutnya, keberhasilan klub dalam meraih prestasi harus berjalan seiring dengan pembenahan organisasi dan pembinaan sepak bola secara menyeluruh di tingkat provinsi."Semangat kebersamaan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kualitas SDM, menjadi fondasi bagi kebangkitan sepak bola Sulawesi Selatan," tutup Appi.Diketahui, Penetapan Munafri Arifuddin sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026–2030 sekaligus membuka babak baru bagi organisasi sepak bola daerah tersebut untuk memperkuat tata kelola, memperluas pembinaan, dan meningkatkan prestasi di level nasional.Hadir pada kesempatan ini, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wakil Ketua Umum PSSI Prof. Dr. Zainuddin Amali, Plt Ketua PSSI Sulsel Mayjen Rudi Yulianto, para pemilik suara PSSI. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Kota Makassar Terjunkan 824 Atlet di 45 Cabor, Porprov XVIII, Munafri Minta Atlet Jaga Sportivitas

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan target mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.Tak hanya mempertahankan dominasi, Munafri yang akrab disapa Appi juga mematok target minimal 200 medali emas untuk kontingen Kota Makassar.Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan persiapan yang telah dijalani.Pesan itu disampaikan Appi saat melepas kontingen Kota Makassar yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (27/10/2026)."Pertahankan gelar juara, harumkan olahraga Makassar menuju pentas nasional," pesan Appi di hadapan para atlet dan jajaran kontingen.Munafri menyebut, pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni pemberangkatan, melainkan momentum untuk menunjukkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan pengorbanan seluruh atlet selama menjalani masa persiapan.Ia optimistis, dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Makassar memiliki peluang besar untuk kembali menorehkan prestasi terbaik di tingkat provinsi."Besar harapan kita untuk bisa memberikan hasil yang maksimal, hasil yang terbaik, dan yang lebih penting lagi, mempertahankan predikat juara umum dengan penambahan medali emas seperti yang ditargetkan, minimal 200 medali emas," ujarnya.Menurut Appi, keberhasilan tidak datang secara instan, prestasi lahir melalui proses panjang yang membutuhkan latihan, kerja keras, disiplin, serta pengorbanan untuk mencapai hasil yang diharapkan.Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kesempatan bertanding dengan mengerahkan kemampuan terbaik."Jangan disia-siakan. Maksimalkan kemampuan dan keunggulan yang kalian miliki. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, dan semangat pantang menyerah," imbuh Wali Kota.Pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026, kontingen Kota Makassar diperkuat total 1.171 personel, termasuk 824 atlet yang terdiri atas 483 atlet putra dan 341 atlet putri.Para atlet didukung 153 pelatih, 126 official, dan 23 mekanik untuk menunjang persiapan serta kebutuhan selama mengikuti kompetisi.Dengan kekuatan tersebut, Makassar membidik pencapaian minimal 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum.Dia berharap perjuangan para atlet tidak hanya menghasilkan prestasi membanggakan, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga dan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional.Selain mengejar target medali, Appi mengingatkan seluruh atlet agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.Ia menekankan, kemenangan harus diraih melalui cara yang terhormat, dengan menghormati lawan dan mematuhi seluruh aturan pertandingan.Menurutnya, karakter atlet yang berintegritas dan bermartabat merupakan bagian penting dari prestasi olahraga yang sesungguhnya."Raihlah prestasi dengan cara yang terhormat, hormatilah lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan karakter sebagai atlet Kota Makassar yang berintegritas dan bermartabat," pesannya.Appi juga berharap para atlet mampu menjaga nama baik Kota Makassar selama mengikuti Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sikap santun, disiplin, dan penuh tanggung jawab harus tercermin dalam setiap aktivitas kontingen.Lebih dari sekadar persaingan memperebutkan medali, ia menilai Porprov menjadi ruang mempererat hubungan antardaerah dan menjaga persatuan masyarakat Sulawesi Selatan."Bukan hanya sekadar bertanding, tetapi juga berkenalan dengan masyarakat yang datang dari seluruh Sulawesi Selatan. Ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita melalui olahraga," ungkapnya.Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet, Pemerintah Kota Makassar tengah menghitung skema bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi pada Porprov XVIII 2026.Meski besaran bonus belum diumumkan, Appi memastikan pemerintah kota akan menyiapkan penghargaan bagi atlet yang mengharumkan nama daerah."Kami sedang menghitung benar-benar, tetapi insya Allah akan ada bonus yang disiapkan," katanya.Namun, menurut Appi, dukungan terhadap kemajuan olahraga tidak boleh berhenti pada pemberian bonus.Penguatan infrastruktur dan fasilitas olahraga juga menjadi kebutuhan mendasar untuk menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.Ia mengakui, sejumlah fasilitas olahraga yang tersedia di Makassar bukan merupakan milik pemerintah kota.Karena itu, Pemkot Makassar berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan."Kami sedang mencoba membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan tersebut. Kami juga akan membangun infrastruktur yang memang dibutuhkan bagi pembinaan olahraga di kota ini," jelasnya.Appi juga berencana hadir langsung menyaksikan pertandingan kontingen Makassar selama penyelenggaraan Porprov pada 7–14 November 2026. Kehadiran nantinya, menjadi suntikan semangat bagi para atlet dalam memperjuangkan prestasi terbaik.Saat ini, Kota Makassar mengerahkan 824 atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Kontingen Kota Daeng akan mengikuti seluruh 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, dipercaya memimpin kontingen sebagai ketua. Ia menyampaikan laporan kesiapan kontingen saat pelepasan di lapangan Karebosi Makassar.Dalam laporannya, Zulkifly menjelaskan, dari 45 cabor utama yang diikuti, sebanyak 24 cabor akan bertanding di Kabupaten Bone, sedangkan 21 cabor lainnya berlaga di Kabupaten Wajo.Selain itu, Makassar juga berpartisipasi dalam empat cabor ekshibisi dari total 10 cabor ekshibisi yang dipertandingkan.Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding."Pada Porprov XVIII tahun 2026 ini, kontingen Kota Makassar mengikuti seluruh 45 cabang olahraga yang akan dipertandingkan," ujar Zulkifly dalam laporannya.Ia menegaskan, kesiapan kontingen tidak hanya bertumpu pada kekuatan atlet, tetapi juga dukungan pelatih, official, mekanik, serta unsur pendukung lainnya yang berperan memastikan kebutuhan kontingen selama kompetisi terpenuhi.Berdasarkan laporan tersebut, kontingen utama Makassar diperkuat 1.171 orang, terdiri atas 824 atlet, 153 pelatih, 126 official, dan 23 mekanik. Dari total atlet, sebanyak 483 merupakan atlet putra dan 341 atlet putri.Selain kontingen utama, terdapat 116 personel panitia pendukung yang akan membantu kelancaran pelayanan dan kebutuhan kontingen selama mengikuti Porprov."Dengan dukungan seluruh unsur tersebut, jumlah keseluruhan personel yang terlibat dalam kontingen dan pendukung Kota Makassar mencapai 1.287 orang," jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Zulkifly menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Munafri Arifuddin, atas perhatian dan dukungan terhadap pembinaan olahraga di Kota Makassar.Dia berharap dukungan pemerintah terus menjadi penyemangat bagi para atlet, pelatih, official, dan seluruh unsur kontingen dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.Zulkifly juga menyampaikan permohonan agar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dapat menghadiri pembukaan Porprov XVIII di Kabupaten Bone.Ditambahakan, dengan partisipasi pada seluruh cabor utama dan dukungan personel yang terlibat, kontingen Makassar diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah selama pelaksanaan Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026."Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga di Makassar dan mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional," tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadapi Musim Banjir, Wali Kota Appi Cari Solusi Siapkan Kendaraan Penyedot Air Berteknologi dari Jepang

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim hujan.Salah satunya dengan menjajaki pemanfaatan kendaraan penyedot berdaya tinggi dan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi untuk mempercepat penanganan genangan, sekaligus membersihkan sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran air.Penjajakan tersebut dilakukan melalui kerja sama city-to-city antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd.Sebagai langkah awal, Wali Kota Munafri meninjau langsung demonstrasi penggunaan kendaraan penyedot dan penyemprot air tersebut di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (27/10/2026).Menurutnya, inovasi teknologi menjadi salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap potensi genangan dan banjir di Kota Makassar."Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," ujar Munafri.Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur drainase, terutama di kawasan permukiman dan titik-titik rawan banjir yang kerap terdampak saat intensitas hujan yang tinggi.Dalam peninjauan itu, Appi melihat langsung potensi pemanfaatan teknologi tersebut untuk membantu penanganan persoalan drainase, khususnya pada saluran yang sulit dijangkau dan membutuhkan peralatan dengan daya sedot serta tekanan air tinggi."Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember," tuturnya.Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengidentifikasi kebutuhan peralatan yang dapat mendukung penanganan drainase secara lebih optimal, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.Bagi Munafri, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi."Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal," katanya."Ini merupakan ikhtiar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempercepat penanganan apabila ada warga yang terdampak," sambung Ketua IKA FH Unhas itu.Pada kesempatan ini, orang nomor satu Kota Makassar itu menilai, salah satu tantangan dalam penanganan drainase di Makassar adalah keberadaan saluran yang tertutup serta penumpukan sedimen dan sampah yang menghambat kelancaran aliran air.Kondisi tersebut membutuhkan dukungan peralatan yang mampu bekerja lebih efektif untuk mengangkat endapan, membersihkan kotoran, dan membantu memulihkan kapasitas saluran.Sehingga, melalui demonstrasi teknologi dari Yokohama, Pemkot Makassar ingin melihat sejauh mana kendaraan penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi dapat menjawab kebutuhan tersebut.Appi menyebutkan, sistem mobil penyedot berpotensi dimanfaatkan untuk mengurangi genangan dengan memindahkan air menuju kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai.Sementara itu, semprotan bertekanan tinggi dapat membantu membersihkan kotoran dan endapan yang melekat pada saluran.Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pembersihan sedimen dan sampah di titik-titik tertentu yang sulit ditangani menggunakan metode konvensional."Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik,' ungkapnya.Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa demonstrasi ini menjadi tahap awal untuk menilai kesesuaian teknologi dengan kondisi drainase di Kota Makassar, termasuk efektivitas, kebutuhan operasional, dan manfaatnya bagi penanganan banjir.Pihak Pemkot Makassar akan melihat perkembangan hasil penjajakan tersebut sebelum menentukan pemanfaatannya lebih lanjut.Lebih jauh, dikatakan upaya penjajakan teknologi ini menjadi bagian dari pendekatan penanganan banjir yang tidak hanya berfokus pada respons ketika genangan terjadi, tetapi juga pada pencegahan melalui pemeliharaan saluran air."Selain itu, pembersihan sedimen, pengangkatan sampah yang menyumbat aliran, serta pemeliharaan kanal dan drainase menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal," imbuh Appu.Ditambhakan, dengan dukungan peralatan yang tepat, proses penanganan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terutama ketika dibutuhkan respons darurat untuk mengurangi genangan di jalan maupun kawasan permukiman.Munafri berharap, penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Makassar dan kebutuhan penanganan banjir di lapangan.Bagi Appi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan kombinasi antara perencanaan, pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dan respons cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat."Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga," pungkas Ketua terpilih DPD partai Demokrat Sulsel itu. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Kawal Pembangunan

MAKASSAR — Menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membuka ruang dialog dan menyiapkan panggung aspirasi bagi generasi muda.Menurut Appi, pemuda tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dilibatkan secara aktif dalam merumuskan solusi, menyusun kebijakan, hingga mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Appi saat memberikan sambutan pada Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 bertema "Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan" di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026)."Lewat kongres sumpah Pemuda ini, merupakan momen penting bagi Pemerintah Kota untuk mendengarkan saran dan aspirasi generasi muda," ujar Appi.Kegiatan yang diselenggarakan Basaibu Wiki-Sulsel bersama Rumah Budaya Rumata ini menjadi momentum memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, termasuk mendorong pelestarian bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital.Pada kesempatan ini, Wali Kota Appi menilai, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan arah pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan."Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita," tegasnya.Menurutnya, pemuda adalah pilar masa depan bangsa yang memiliki perspektif segar, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.Mendengarkan suara mereka bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk membangun kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.Ia berharap, Kongres Pemuda Sulawesi Selatan dapat menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan, kreativitas, dan inovasi anak muda, sekaligus menjembatani aspirasi mereka agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata."Pemuda membawa ide-ide kreatif dan penguasaan teknologi yang adaptif terhadap tantangan modern," tuturnya.Oleh sebabitu, Munafri menuturkan proses pembangunan jangka panjang membutuhkan pemikiran dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kemajuan daerah.Karena itu, Appi mendorong agar gagasan yang lahir dari kongres tidak berhenti sebagai rekomendasi di atas kertas, tetapi berlanjut pada program konkret yang melibatkan pemuda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan."Kita tidak bicara hanya tentang bonus demografi, tetapi bagaimana bonus demografi ini mampu bergerak menjadi sumber energi, kreativitas, dan inovasi yang menggerakkan perubahan," jelasnya.Untuk memperluas ruang partisipasi anak muda, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai wadah interaksi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kreativitas generasi muda.Wali Kota Makassar itu menjelaskan, ruang tersebut dirancang untuk menjangkau anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar SMA dan SMK yang tidak secara langsung berada dalam lingkup kewenangan pendidikan dasar pemerintah kota.Melalui Makassar Creative Hub, pemerintah ingin memastikan anak muda memiliki tempat untuk menuangkan ide, mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan (upskilling), serta melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat."Makassar Creative Hub ini dibangun menjadi ruang interaksi dan ruang akselerasi bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan diri mereka," ungkapnya.Ia mengakui, penyediaan infrastruktur dan ruang kreativitas bagi generasi muda masih perlu terus diperluas. Karena itu, Pemkot Makassar berkomitmen memaksimalkan pengembangan fasilitas tersebut selama lima tahun kepemimpinannya.Appi menargetkan Makassar Creative Hub dapat hadir di 15 kecamatan di Kota Makassar, sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki akses terhadap ruang pengembangan diri, kolaborasi, dan inovasi.Selain pengembangan kreativitas, Appi juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya daerah."Tentu, kemajuan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan bahasa daerah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman," kata Appi.Selain itu, dikatakan kongres Pemuda Sulawesi Selatan diharapkan dapat melahirkan gagasan yang menghubungkan pelestarian budaya dengan perkembangan teknologi, sehingga warisan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat diakses dan dipelajari oleh generasi berikutnya.Upaya tersebut, kata Appi, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pegiat digital, dan pemuda sebagai pelaku utama yang memahami perkembangan teknologi serta dinamika generasinya.Dia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan seluruh program pembangunan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang semakin beragam."Tidak boleh ada yang terlewat, tidak boleh ada yang tertinggal, dan tidak boleh ada yang tidak kelihatan," imbuh mantan CEO PSM itu.Lebih jauh, Appi berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan dapat menjadi ruang lahirnya gagasan lintas sektor, mulai dari lingkungan, teknologi, perubahan iklim, hingga berbagai persoalan yang dirasakan langsung oleh generasi muda.Ketua terpilih partai Demokrat Sulsel itu, juga berpesan agar kongres tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang semakin luas, melibatkan pemuda dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.Pemkot Makassar, lanjutnya, terbuka untuk terus mendukung penyelenggaraan kongres sebagai ruang dialog sekaligus wadah mempertemukan gagasan anak muda dengan kebutuhan pembangunan daerah.Appi mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut secara serius untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah."Jadilah generasi yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu mengubah aspirasi menjadi aksi, dan aksi menjadi dampak bagi masyarakat," pesannya.Dia berharap, Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 mampu melahirkan rekomendasi, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan yang memperkuat kontribusi generasi muda bagi kemajuan Sulawesi Selatan dan Kota Makassar."Kami berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga tercermin dalam keterlibatan nyata anak muda untuk menjaga identitas budaya, menghadirkan inovasi, dan ikut menentukan masa depan Kota Makassar tercinta," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Appi Minta Warga Peduli Tetangga, Pastikan Akses Bansos Tak Terhambat

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung program prioritas nasional, khususnya dalam memperkuat perlindungan sosial dan memastikan bantuan sosial (bansos) dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK), di Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Selasa (17/10/2026).Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Sosial RI tersebut mengangkat tema "Transformasi Digitalisasi Bantuan Sosial, Pendampingan KPM Menuju Graduasi Mandiri, dan Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat".Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap menjadi mitra pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program strategis yang sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto."Pak Menteri, kami di Pemerintah Kota Makassar selalu siap mendukung dan menjalankan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Appi.Komitmen itu, menurutnya, diwujudkan melalui keterlibatan Makassar sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digagas Kementerian Sosial RI.Gerakan ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan sosial melalui keterlibatan masyarakat, sehingga warga yang membutuhkan bantuan tidak terkendala keterbatasan informasi maupun akses terhadap layanan pemerintah."Melalui semangat Peduli Tetangga, kami Pemkot Makassar mendorong agar kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat," katanya."Kami memastikan warga yang membutuhkan memperoleh akses terhadap perlindungan sosial merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan," sambung Wali Kota Makassar itu.Munafri menilai, penguatan perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting bagi Makassar sebagai kota metropolitan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia timur.Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan karakteristik masyarakat urban yang padat, Makassar menghadapi beragam persoalan sosial yang membutuhkan penanganan bersama, mulai dari kerentanan ekonomi hingga mitigasi bencana alam dan bencana sosial."Karena itu, kami dari pemerintah kota bersama seluruh pilar sosial terus memberikan penguatan, baik dalam mitigasi bencana alam maupun bencana sosial," jelasnya.Orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Pada kesempatan ini, Appi juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang disampaikan Munafri, pertumbuhan ekonomi Makassar pada kuartal terakhir mencapai 7,04 persen.Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan pemerintah."Kita berharap pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya di atas kertas, tetapi berbagai program nasional dan daerah, dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang ada di Kota Makassar," tuturnya.Munafri juga berharap kehadiran Menteri Sosial beserta jajaran dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan program perlindungan sosial, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur dan pilar sosial di lapangan.Salah satu langkah yang didorong dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga adalah memperluas keterlibatan masyarakat melalui Agen Perlinsos.Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membantu tetangga, keluarga, maupun warga di sekitarnya dalam mengakses layanan pengajuan bantuan sosial, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan digital.Dikatakan, melalui pendekatan ini, perlindungan sosial tidak hanya bertumpu pada pelayanan pemerintah, tetapi juga diperkuat oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat di lingkungan masing-masing.Munafri mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Sebab, tidak semua warga yang membutuhkan bantuan mampu mengakses informasi, memahami prosedur, atau mengurus layanan secara mandiri."Kehadiran RT/RW juga pendamping di lingkungan tempat tinggal warga, diharapkan dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut, sehingga akses terhadap layanan perlindungan sosial menjadi lebih mudah dijangkau," harap Appi.Pendaftaran Agen Perlinsos dapat dilakukan melalui portal resmi Kementerian Sosial di agen.perlinsos.kemensos.go.id dengan memilih menu pendaftaran agen, memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), menjalani verifikasi wajah, dan melengkapi data diri sesuai ketentuan.Calon agen juga perlu memenuhi persyaratan identitas digital yang berlaku. Registrasi atau aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat dilakukan secara paralel dengan proses pendaftaran, tetapi IKD harus sudah aktif ketika agen mulai membantu warga mengakses layanan.Melalui mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai penghubung antara warga yang membutuhkan pendampingan dan layanan perlindungan sosial pemerintah.Appi menambahkan, penguatan perlindungan sosial bukan semata-mata persoalan penyaluran bantuan, melainkan juga memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh informasi dan pendampingan yang memadai.Gerakan Nasional Peduli Tetangga menjadi dorongan untuk membangun kepedulian sosial dari lingkungan terdekat, dengan mengajak warga mengenali kebutuhan tetangga, mendengarkan kesulitan mereka, dan membantu mengakses layanan yang tersedia.Pendekatan ini juga diharapkan memperkuat peran pilar-pilar sosial sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan administratif maupun keterbatasan akses digital.Oleh sebab itu, Munafri menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparatur, pilar sosial, dan masyarakat agar program perlindungan sosial dapat berjalan lebih efektif.Ia berharap, sinergi dengan Kementerian Sosial dapat terus diperkuat sehingga berbagai program nasional mampu menjawab kebutuhan masyarakat Makassar secara lebih tepat sasaran."Sekali lagi, selamat datang di Kota Makassar. Kami berharap mendapat arahan dan bimbingan dari Pak Menteri agar kita bersama-sama bisa menjaga dan membangun Makassar, sekaligus melibatkan seluruh masyarakat dalam proses pembangunan," tukas mantan CEO PSM itu. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Dedikasi Penanggulangan Bencana Wali Kota Makassar Diapresiasi Mensos RI

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.Penghargaan tersebut diterima Munafri saat menghadiri Apel Santiaji Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam rangka puncak Jambore Tagana se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang digelar Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan di halaman Kantor Dinas Perhubungan Sulsel, Senin (26/10/2026) malam.Kegiatan ini dihadiri langsung Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang bertindak sebagai pembina apel. Apel tersebut juga diikuti Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, para bupati/wali kota dan relawan Tagana dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.Pemberian penghargaan dan apresiasi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Selain kepada Munafri, Mensos juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah, kepala OPD Provinsi, para anggota Tagana senior, serta kepada 24 ketua Forum Tagana kabupaten/kota se-Sulsel.“Pemberian penghargaan ini sekaligus bertujuan meningkatkan motivasi dan kolaborasi terhadap penguatan penanggulangan bencana,” katanya.Selain itu, khusus kepada seluruh relawan Tagana, Saifullah memberikan sejumlah arahan. Ia menekankan, kegiatan apel dan jambore merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi, kesiapsiagaan, dan kapasitas relawan kebencanaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.Tagana bukan sekadar barisan relawan, melainkan kekuatan sosial yang hadir membantu masyarakat saat bencana terjadi, mendukung proses pemulihan, sekaligus membangun kesiapsiagaan sebelum bencana datang,” pesannya.Selain menerima penghargaan, kehadiran Munafri juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat. Ia turut menyambut baik instruksi Saifullah dalam mendukung peran Tagana di masing-masing kota/kabupaten melalui Dinas Sosial daerah masing-masing.“Dukungan yang diharapkan itu mencakup penguatan kapasitas Tagana melalui pelatihan, pemenuhan kebutuhan operasional, serta pelibatan relawan dalam upaya kesiapsiagaan dan penanganan bencana, yang tentu sudah kita jalankan dan akan selalu kita matangkan,” katanya.(*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)