Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Nyalakan Harapan dari Akar Budaya, Wali Kota Appi Buka Rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar

MAKASSAR,—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 tahun Kota Makassar yang jatuh pada tanggal 9 November.Sederet rangkaian kegiatan yang akan mengisi perayaan HUT Kota daeng selama lebih dari sepekan diawali dengan Pembukaan Festival Bulan Budaya 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (31/10/2026) malam.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta jajaran pemerintah kota, budayawan, seniman, dan pelaku seni.Kegiatan yang dihelat secara terbuka ini turut dipadati masyarakat Kota Makassar yang ingin menghabiskan Sabtu malam di kawasan Pantai Losari sambil menikmati suguhan berbagai penampilan kebudayaan Kota Makassar.Pembukaan Festival Bulan Budaya sekaligus menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian peringatan HUT Kota Makassar, ditandai dengan prosesi penyiraman pohon oleh Munafri sebagai simbol harapan dan pertumbuhan. Sejalan dengan tema besar HUT Kota ke-419 yang bertajuk “Nyalakan Harapan Merawat Masa Depan”.“Kegiatan malam hari ini dalam rangka kita melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan kedepannya untuk menyambut HUT Kota Makassar yang ke-419 tahun,” katanya.Dalam sambutannya, Munafri mengatakan Pemkot Makassar mengawali perayaan hari jadi Kota dengan menempatkan kebudayaan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan kota.Langkah tersebut menunjukkan komitmen dan upaya Pemkot Makassar untuk menjaga identitas dan kekayaan tradisi lokal untuk generasi masa depan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.Ia menjelaskan, perayaan Festival Bulan Budaya malam ini mengusung tema “Sulapa Appa’: Dari Empat Akar Penjuru Budaya, Nyalakan Cahaya Masa Depan”. Ia menjelaskan Sulapa Appa’ memiliki makna filosofis tentang kesempurnaan dan keseimbangan.Filosofi tersebut juga merepresentasikan empat karakter kepemimpinan dalam nilai budaya Bugis-Makassar, yakni Macca (kecendekiawanan), Lempu’ (kejujuran), Warani (keberanian), dan Getteng (keteguhan).“Di tengah himpitan teknologi yang semakin maju hari ini, akses ke dunia luar terbuka sangat luas. Tetapi yang paling penting, kita tidak bisa melupakan akar dari budaya yang kita miliki,” katanya.Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat menjaga adat istiadat dan tradisi agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.“Untuk menjadikan generasi pelanjut yang ada di Kota Makassar ini menjadi generasi yang mengerti tentang adat istiadat, budaya, dan melaksanakan kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan adat-adat budaya yang kita miliki,” ujarnya.Hal itu menurutnya penting mengingat Makassar memiliki keragaman budaya yang terbentuk dari perannya sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dan ruang pertemuan berbagai latar belakang masyarakat.Untuk itu, Munafri menjelaskan pelibatan generasi muda Kota Makassar menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kebudayaan ini. Ia menguraikan siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dilibatkan untuk mengenal kekayaan budaya daerah, mulai dari tarian tradisional hingga budaya adat perkawinan masyarakat Makassar.Munafri pun memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan. Ia berharap festival ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan daerah.Lebih lanjut, Ia menyebutkan bahwa peringatan HUT ke-419 Kota Makassar akan diisi sekitar 50an agenda kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya bersifat perayaan, tetapi juga mencakup agenda sosial sebagai upaya menghadirkan pelayanan pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.“Kota ini harus dibangun secara inklusif. Kota ini harus tumbuh tanpa membeda-bedakan siapa kamu, dari mana kamu, apa agamamu, apa warna kulitmu. Kota ini harus menjadi ruang interaksi untuk bisa tumbuh secara bersama-sama dari seluruh golongan yang ada,” tegasnya.Ia berharap seluruh rangkaian peringatan HUT Kota ke-419 tahun ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang unggul, tangguh, inklusif dan berkelanjutan.Terakhir, Munafri tidak lupa mengajak langsung seluruh masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan maupun mengikuti kegiatan yang telah disiapkan pemerintah kota selama rangkaian perayaan menuju 9 November mendatang.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Munafri Apresiasi Rock In Celebes 17 Tahun Beri Panggung bagi Musisi Lokal

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri pembukaan gelaran festival musik Kota Makassar, Rock In Celebes, di Benteng Rotterdam, Sabtu (31/10/2026) malam.Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, hingga besok, Minggu (1/11/2026). Rock in Celebes tahun ini dikemas dengan tema “The Culture” menghadirkan berbagai kegiatan musik, seni, budaya, hingga kepedulian lingkungan.Kehadiran Munafri menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terhadap konsistensi penyelenggaraan salah satu festival musik terbesar di kawasan Indonesia Timur tersebut.Munafri menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Rock In Celebes setia tahun. Ia menyebut festival ini menjadi salah satu ruang kreatif yang terus memberi kesempatan bagi musisi dan seniman lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas."Festival ini memberikan ruang bagi musisi lokal kita," katanya.Ia berharap Rock In Celebes dapat terus mempertahankan eksistensinya sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi bagi musisi dari berbagai genre, sekaligus memberikan panggung yang lebih luas bagi band dan talenta musik asal Makassar.Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penyelenggara dan pihak yang telah berkontribusi menjaga keberlangsungan festival musik tersebut selama 17 tahun."Selamat untuk Rock In Celebes kini tahun ke-17," ucapnya.Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung ruang-ruang kreatif yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.Ia berharap Rock In Celebes tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem industri musik dan ekonomi kreatif di Makassar.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Ajak Jemaat GPIB Immanuel Perkuat Kepedulian Sosial dan Lingkungan

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Makassar untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kerukunan antarumat beragama.Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 GPIB di halaman Gereja Immanuel, Jalan Balaikota, Makassar, Sabtu (31/10/2026).Di hadapan para pendeta dan jemaat, Munafri terlebih dulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi GPIB Immanuel dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menggaris bawahi, kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dan mendukung pembangunan Kota Makassar."Kami, Pemerintah Kota Makassar tentu sangat memberikan apresiasi dan perhatian terhadap bagaimana kerukunan umat beragama bisa terjalin dengan baik di kota ini," katanya.Munafri lantas menekankan, berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat Kota Makassar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan.Wali kota yang akrab disapa Appi ini mendorong agar para jemaat gereja Immanuel dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar turut menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban lingkungan.Ia menyoroti persoalan geng motor yang masih menjadi tantangan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat keamanan. Penananganannya, lanjut Munafri, juga membutuhkan kepedulian bersama."Minimal dari gereja, jemaat sudah menyampaikan kepada anak-anak muda dan anak-anaknya untuk tidak melakukan kegiatan yang meresahkan bahkan mengganggu ketertiban di tengah masyarakat," jelasnya.Selain keamanan, Appi juga mengajak jemaat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan kota, terutama melalui kebiasaan mengelola sampah dengan baik yang saat ini juga sedang menjadi bagian dari program Pemerintah.Ia memperkenalkan peran Bank Sampah yang terus didorong Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari upaya membangun pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular masyarakat.Lebih lanjut, Appi menekankan pentingnya menjaga harmonisasi dan toleransi antarumat beragama sebagai tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Makassar.Ia berharap momentum perayaan HUT ke-78 GPIB menjadi penguat hubungan antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam merawat perdamaian serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis."Harapan kami besar, mudah-mudahan dengan kehadiran saya di acara ulang tahun ini menjadi perekat antara seluruh masyarakat Kota Makassar untuk terus menjaga perdamaian dan kedamaian, sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan baik," harapnya.Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Makassar, Pdt. Yance Tonapa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran orang nomor satu Makassar ini dalam perayaan tersebut.Ia menyebut kehadiran langsung Munafri ditengah jemaat menjadi gambaran sinergi baik antara gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat.“Terima kasih bapak wali kota telah hadir, yang menjadi tanda indahnya sinergi gereja dan pemerintah,” ujarnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Hadir di Pengukuhan Pengurus Pelajar Muhammadiyah, Munafri Tawarkan Kolaborasi dan Sinergi Program

MAKASSAR,--Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Pengukuhan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Makassar Periode 2026–2028. Kegiatan yang mengusung tema “Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Pelajar Mahasiswa” ini diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kota Makassar, Sabtu (31/10/2026).Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menyampaikan apresiasi serta penghargaan tingggi kepada jajaran pengurus baru maupun pengurus lama IPM Kota Makassar. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada kesinambungan gagasan dan estafet kepemimpinan."Berhasilnya sebuah organisasi ketika tatanan pola perpindahan estafet ini selalu menghasilkan atau melanjutkan gagasan-gagasan baik dan punya gagasan-gagasan baru untuk memastikan keterlibatan seluruh anggota yang ada di dalamnya itu bisa bersama-sama aktif untuk membangun organisasi," katanya.Appi lalu menegaskan kepada seluruh pelajar Muhammadiyah yang hadir, bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia sebagai generasi emas kedepannya. Munafri menilai pelajar Muhammadiyah adalah cikal bakal lahirnya generasi tangguh, generasi Islam, dan generasi Al-Qur'an yang cerdas secara intelektual serta memiliki akhlakul karimah dan empati sosial."Kalau hari ini tidak diberikan kesempatan dalam hal ini pemerintah untuk bersama-sama, berarti kita tidak mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang akan datang itu," tegas Munafri.Oleh karena itu, Appi menawarkan peluang kolaborasi nyata kepada pengurus baru IPM Kota Makassar agar mereka dapat belajar langsung dari proses pembangunan. Ia mendorong pengurus IPM Kota Makassar menyusun program yang relevan dengan konsen pembangunan kota untuk di Kolaborasikan bersama."Maka dari itu, hari ini saya hadir untuk menawarkan membangun kolaborasi nyata bersama dengan Pemerintah Kota Makassar. Ini penting sekali. Makanya (IPM) ada pengurusnya. Pengurus inilah nanti yang akan mencoba membuat program-program kerja yang bisa disinergikan," pungksnya.Lebih jauh, Appi juga mempersilakan para pelajar Muhammadiyah untuk memanfaatkan fasilitas Makassar Creative Hub (MCH) sebagai laboratorium untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan saat ini. Ia mencotohkan, kemampuan dan wawasan digital untuk mengawal perkembangan teknologi dan digitalisasi agar para generasi muda tidak terjerembab dalam dampak negatif algoritma siber, seperti judi online, pinjaman online ilegal, maupun penipuan digital.Menutup sambutannya, Appi berpesan kepada pengurus yang baru dikukuhkan agar bekerja dengan ikhlas, solid, serta saling support. Ia juga mengajak kader IPM untuk turut serta mencegah berbagai persoalan sosial di Kota Makassar, seperti aksi geng motor dan kekerasan terhadap anak, melalui kegiatan positif di dalam organisasi.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Di SPINAL ke-6 IKA FK UMI, Wali Kota Munafri: Makassar Jadi Pusat Medical Tourism

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan penguatan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi profesi kesehatan untuk menjadikan Makassar.Hal ini, sebagai pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism di kawasan Indonesia Timur.Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Berkala Nasional (SPINAL) ke-6 Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (IKA FK UMI), di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sabtu (31/10/2026)."Kota Makassar memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita ini. Mulai dari keberadaan rumah sakit, infrastruktur kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM) tenaga medis yang dinilai cukup memadai," ujarnya.Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan agar masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia Timur tidak lagi harus berobat ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.Oleh sebab itu, Appi menyarankan agar pelayanan kesehatan yang optimal merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas hidup dan keberlangsungan masyarakat.Ia menyebutkan, pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas, tetapi harus ditunjang tenaga medis profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.Lanjut dia, Kota Makassar memiliki peluang besar menjadi pusat rujukan kesehatan di kawasan timur Indonesia.Terlebih, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus kota terbesar di kawasan ini, Makassar telah memiliki berbagai fasilitas dan tenaga kesehatan yang dapat terus dikembangkan."Rumah sakit, infrastruktur kesehatan hampir lengkap di kota ini. Tenaga-tenaga kesehatan, dokter dan supporting-nya juga banyak sekali," katanya.Munafri juga menekankan bahwa perkembangan teknologi kedokteran membuka peluang besar bagi Makassar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern, akurat, dan personal.Ia mencontohkan pendekatan kedokteran presisi yang tidak hanya berfokus pada pengobatan gejala penyakit, tetapi juga mengidentifikasi penyebab dan kondisi mendasar yang dialami pasien.Bahkan, ia berharap Makassar ke depan mampu mengembangkan ekosistem kesehatan seperti Mayo Clinic di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu contoh pusat layanan medis dengan dukungan dokter spesialis dan pendekatan penanganan pasien secara komprehensif."Kota Makassar ini punya peluang yang sama untuk bisa besar. Kita tidak hanya ingin menghadirkan infrastruktur kesehatan, tetapi juga membangun yang namanya medical tourism," tuturnya."Orang datang ke Makassar bukan hanya untuk berkunjung, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik," sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.Di sisi lain, Munafri mengakui masih terdapat sejumlah persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari tingginya kasus HIV dan tuberkulosis (TB), hingga keterbatasan jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan.Ia menyebut, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar masih membutuhkan penguatan infrastruktur kesehatan yang lebih merata dan terencana.Salah satu perhatian pemerintah kota adalah pengembangan fasilitas rumah sakit milik daerah agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.Munafri menegaskan, pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi kemanusiaan yang tidak boleh berjalan setengah-setengah."Sehingga, kami di Pemerintah Kota Makassar secara bertahap terus berupaya membenahi berbagai persoalan ini," jelas Wali Kota.Karena itu, ia berharap Fakultas Kedokteran UMI beserta seluruh alumninya dapat mengambil peran lebih besar melalui kontribusi pemikiran, keahlian, serta rekomendasi strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan di Makassar.Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi serta profesi medis menjadi kunci untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan."Harapan saya kepada para alumni Fakultas Kedokteran UMI, ayo kita bersama-sama dengan pemerintah. Banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak orang yang menanti kita dalam rangka membangun kesehatan di kota ini," ajaknya.Dalam kesempatan tersebut, Appi berharap pertemuan ilmiah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaralumni.Tetapi, juga ruang pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring profesi, serta perumusan solusi konkret terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat."Pemerintah Kota Makassar selalu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh jajaran rumpun kesehatan UMI untuk bersama-sama membangun ekosistem kesehatan perkotaan yang unggul dan inklusif," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Kota Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026, Rekomendasi Musik Nasional Dibawa ke Presiden

MAKASSAR — Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.Apresiasi itu disampaikan Giring saat menghadiri penutupan KMI 2026 di Hotel Claro Makassar, Jumat (30/10/2026) malam.Di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta para komunitas dan penggiat musik dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi.Giring secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional tersebut."Event nasional KMI di Kota Makassar berjalan sukses, ini luar biasa. Terima kasih sahabatku Pak Wali Kota Makassar, (Bapak Munafri), telah menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan ini," ujar Giring.Hajatan tersebut, berlangsung sejak 27 Oktober hingga 1 November 2026. Perhelatan nasional yang mempertemukan komunitas, pelaku, dan penggiat musik dari berbagai daerah di Indonesia tersebut dinilai berlangsung sukses, produktif, dan spektakuler.Menurut Giring, keberhasilan KMI 2026 bukan sekadar sukses menyelenggarakan sebuah agenda nasional, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia."Bagi saya, musik memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat," katanya.Lanjut dia, musik bukan hanya menjadi medium ekspresi dan kreativitas, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk melepas penat, menyegarkan pikiran, serta menghadirkan kebahagiaan.Karena itu, seluruh potensi musik Indonesia harus terus dikembangkan dan dimaksimalkan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga musisi, komunitas, akademisi, praktisi hukum, hingga jejaring musik internasional."Kementerian Kebudayaan tidak bisa melakukannya sendiri. Kami sangat membutuhkan bantuan, informasi, dorongan, rekomendasi, dan kerja keras bersama," imbuh Giring.Dalam kesempatan itu, ia memastikan berbagai hasil pembahasan dan rekomendasi yang lahir dari konferensi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah pusat."Hasil rekomendasi KMI 2026, saya, akan disampaikan kepada bapak Menteri Kebudayaan dan lembaga terkait, untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia," terangnya.Menurutnya, langkah tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan dan ekosistem musik nasional, sekaligus memastikan aspirasi para pelaku musik dari berbagai daerah mendapatkan ruang dalam perumusan kebijakan kebudayaan."Suksesnya KMI 2026 di Makassar pun menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas dalam menghadirkan ruang kreatif yang produktif kemajuan musik di Indonesia," tukas Giring.Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan RI, atas kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026.Menurut Munafri, konferensi nasional yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi ruang strategis bagi seluruh insan musik untuk bertemu, bertukar gagasan, serta membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri musik Indonesia.Bagi Munafri, perkembangan tersebut harus dimanfaatkan untuk menjadikan musik bukan hanya sebagai ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga sebagai mesin ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan para musisi."Kita berharap musik bukan hanya menjadi wilayah seni, tetapi juga bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik mampu menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi," jelasnya.Munafri menambahkan, penyelenggaraan KMI 2026 memberikan keuntungan strategis bagi Kota Makassar.Selain menghadirkan ratusan musisi dan pelaku industri musik dari berbagai daerah, kegiatan ini juga mendapat dukungan industri internasional sehingga memberikan eksposur lebih luas bagi kota berjuluk Anging Mammiri tersebut.Menurutnya, kehadiran KMI 2026 menjadi kesempatan bagi Makassar untuk mendapatkan perhatian di tingkat nasional hingga internasional.Apalagi, kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dengan melibatkan kolaborasi berbagai kementerian dan pemangku kepentingan lainnya."Ini event berskala nasional yang didukung oleh industri-industri internasional. Secara eksposur, kita bisa mendapatkan perhatian yang tidak sedikit karena kegiatan ini akan terekspos dengan baik," ungkapnya.Manfaat lainnya, lanjut Munafri, adalah terbukanya ruang transfer pengetahuan dan pengalaman bagi musisi lokal.Melalui pertemuan dengan pelaku industri, jejaring, dan komunitas musik dari berbagai daerah maupun negara, musisi Makassar diharapkan memiliki akses lebih luas untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung internasional.Munafri juga menegaskan bahwa musik memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya, seperti perfilman, seni tari, dan pertunjukan budaya.Karena itu, pengembangan ekosistem musik harus dibangun secara kolaboratif agar mampu menciptakan peluang baru, tidak hanya bagi musisi, tetapi juga bagi pelaku industri kreatif lainnya."Kita bersyukur Makassar dipercaya oleh Kementerian Kebudayaan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia 2026. Ini sangat penting untuk membuka akses, memperluas jejaring, dan memberikan kesempatan lebih besar bagi musisi lokal," tutupnya.Diketahui, Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat ekosistem musik nasional, mulai dari penguatan riset dan regulasi hingga peningkatan daya saing serta kesejahteraan para pelaku musik.Rekomendasi tersebut mendorong Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait untuk merancang riset dan pendataan ekosistem musik, sekaligus menyusun regulasi hukum sebagai landasan pengembangan musik Indonesia.Selain itu, KMI 2026 mengusulkan empat program konkret sebagai langkah tindak lanjut. Pertama, penyusunan peta jalan musik tradisi, reposisi pendidikan seni secara kolaboratif, revisi kurikulum musik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta pengembangan titik musik.Kedua, pembentukan strategi dan skema internasionalisasi karier musik Indonesia agar musisi Tanah Air memiliki peluang lebih luas untuk menembus pasar global.Ketiga, pengembangan sirkuit venue dan festival melalui pendekatan yang beragam, didukung ketersediaan infrastruktur serta kemudahan perizinan penyelenggaraan kegiatan musik.Keempat, penyusunan standardisasi upah minimum musik sebagai upaya mendorong perlindungan dan peningkatan kesejahteraan para pekerja di sektor musik. (*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)