Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Dinkes Makassar Gelar Sunatan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ratusan Anak Ikut Serta

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419. Kegiatan yang berlangsung di Aula Makassar Government Center (MGC), Selasa (3/11/2026), ini menghadirkan dua layanan utama, yakni sunatan massal gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 134 anak tercatat sebagai peserta sunatan massal, sementara layanan pemeriksaan kesehatan gratis diikuti oleh 190 orang yang melibatkan tiga puskesmas, yakni Puskesmas Barrang Lompo, Puskesmas Jumpandang Baru, dan Puskesmas Tarakan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, momentum peringatan HUT Kota Makassar tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. “Dinas Kesehatan berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ucapnya. Pelaksanaan sunatan massal gratis menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang menyasar anak-anak, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses tindakan sunat tanpa biaya. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis dihadirkan sebagai langkah mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan secara berkala. Keterlibatan tiga puskesmas dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi jajaran pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 3–4 November 2026, tersebut sejalan dengan semangat HUT Kota Makassar ke-419 yang mengusung tema “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan.” Dinas Kesehatan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan kota yang maju harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan warganya. Melalui semangat “Sehat Warganya, Bahagia Kotanya”, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peringatan HUT ke-419 Kota Makassar pun menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Komitmen Cegah Stunting, Melinda Aksa Hadiri Launching Aksi Stop Stunting

MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri Launching Aksi Stop Stunting Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).Peluncuran program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pendampingan keluarga di 3.060 desa/kelurahan yang tersebar di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.060 anggota Tim Penggerak PKK desa/kelurahan secara resmi ditempatkan untuk menjalankan tugas pendampingan keluarga. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya orang tua, dalam menerapkan pola asuh serta pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.Melinda Aksa menilai, pelibatan kader PKK hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan langkah penting untuk memastikan upaya pencegahan stunting berjalan lebih dekat dengan keluarga sebagai sasaran utama.Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam membangun pola hidup sehat, memperhatikan asupan gizi, serta memantau tumbuh kembang anak sejak dini.Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya melalui intervensi kesehatan, tetapi juga edukasi berkelanjutan dan pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga.“Upaya pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Karena itu, kader PKK memiliki peran penting untuk mendampingi, mengedukasi, dan mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap pemenuhan gizi serta tumbuh kembang anak,” menjadi semangat yang perlu terus diperkuat dalam gerakan ini.Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Aksi Stop Stunting 2026 merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan pada 2025.Ia mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan.Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Sulawesi Selatan mengalami penurunan dari 27,4 persen pada 2023 menjadi 23,3 persen pada 2024, atau turun 4,1 poin persentase.Sulawesi Selatan juga memperoleh pengakuan sebagai salah satu dari tiga provinsi terbaik dalam percepatan penurunan stunting tingkat nasional pada 2025.Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, yang hadir secara virtual, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu, penanganan anemia, pemberian ASI eksklusif, serta makanan pendamping ASI yang bergizi.Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar intervensi dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan secara terukur dan berkelanjutan.Dalam peluncuran tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut menyiapkan paket intervensi gizi berupa multivitamin, susu bagi ibu hamil, serta Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting sesuai kebutuhan.Selain itu, Sulawesi Selatan memperoleh alokasi Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 184.350 saset untuk 1.229 anak dengan gizi buruk. Bantuan ini diharapkan memperkuat layanan tata laksana gizi buruk sekaligus mendukung pemulihan status gizi anak.Melalui keikutsertaan dalam gerakan ini, Tim Penggerak PKK Kota Makassar diharapkan semakin memperkuat peran kader dan jejaring pendampingan keluarga dalam mendukung percepatan penurunan stunting.Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan keluarga menjadi kunci untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, asupan gizi, serta lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang optimal.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Geliat Ekonomi dan Seni Budaya Festival FBB Sukses Sedot Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari

​MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan sukses menyelenggarakan rangkaian Festival Bulan Budaya di kawasan Central Point of Indonesia (CPI), 31 Oktober - 1 November 2026.Perhelatan akbar ini mendapat apresiasi luas dari para seniman dan budayawan lokal, salah satunya datang dari Dian Ekawati. Sebab, dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi yang memadai sekaligus memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.​Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar, Andi Patiware, menjelaskan Festival Bulan Budaya merupakan program rutin dan agenda tahunan yang didedikasikan untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober, yang dirangkaikan langsung dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.​"Jadi, Festival Bulan Budaya ini event tahunan program rutin di mana itu dikhususkan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional. Kan Hari Kebudayaan Nasional ini kan dia punya tanggal 17 Oktober dan bertepatan juga dengan apa menjadi rangkaian daripada HUT Kota Makassar ya," ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11).​Menurut Andi Patiware, apresiasi tinggi dari para pelaku seni budaya mengalir karena pemerintah kota secara konsisten menyediakan ruang berekspresi yang luas. Pada penyelenggaraan tahun ini, ribuan elemen seni dilibatkan, termasuk ratusan penari tradisional serta para pelaku industri kreatif melalui kegiatan wedding showcase.​"Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang, ruang berekspresi yang mereka anggap itu begitu besar dan begitu luas. Sehingga, kegiatan yang kemarin itu mempunyai dampak efek yang langsung ke para pelaku seni budaya," ungkapnya.​Ia merinci, khusus untuk pementasan tari kolosal dan perlombaan, pihaknya melibatkan kurang lebih 400 penari dari berbagai kalangan usia, termasuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).​Rangkaian perlombaan bahkan telah dimulai sejak Jumat, sementara puncak acara dipusatkan di Anjungan Pantai Losari selama dua hari penuh pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).​Menatap ke depan, Disbud Kota Makassar berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaat kebudayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas maupun para pekerja seni.​"Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, ya bagaimana Festival Bulan Budaya ini bisa mempunyai dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya," pungkas Andi Patiware.​Dampak Positif Terhadap Pariwisata, Seni, dan UMKM​Penyelenggaraan Festival Bulan Budaya mencatatkan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata, seni budaya, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan acara selama dua hari berturut-turut, perhelatan ini berhasil menarik ribuan pengunjung serta melibatkan ratusan seniman dan pelaku usaha lokal.​Lonjakan Partisipasi dan Keterlibatan Seniman Lokal​Penyelenggaraan festival pada hari pertama langsung menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 400 pelajar berpartisipasi dalam lomba tari tingkat SD dan SMP, dengan masing-masing menyumbangkan 200 peserta. Selain itu, kegiatan adat seperti penampilan okkio bunting melibatkan 10 peserta. ​Pada hari kedua, kemeriahan berlanjut dengan pementasan seni tradisional akkorong tigi yang melibatkan total 17 orang.​Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik (band) dengan keterlibatan 10 orang pada hari pertama dan 16 orang pada hari kedua. Secara keseluruhan, total sanggar seni yang dilibatkan mencapai 125 orang pada hari pertama dan 78 orang pada hari kedua, yang memperlihatkan komitmen festival dalam menyediakan ruang panggung bagi ekosistem seni lokal.​Penggerak Roda Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM​Sektor ekonomi kerakyatan turut merasakan dampak langsung dari penyelenggaraan festival ini. Sebanyak 38 pelaku UMKM konsisten dilibatkan dan diberi ruang pamer serta berniaga selama dua hari penuh di area stan (booth) yang disediakan. Kehadiran puluhan stan UMKM ini menjadi magnet tersendiri bagi perputaran transaksi ekonomi di lokasi acara.​Rekor Kunjungan Masyarakat​Antusiasme publik terhadap Festival Bulan Budaya terbukti sangat tinggi. Berdasarkan catatan rekapitulasi pengunjung di area festival, total kunjungan dan partisipasi masyarakat yang memadati area Festival Bulan Budaya selama dua hari penyelenggaraan menembus ribuan orang."Festival Bulan Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian seni budaya tradisional, tetapi juga instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyiapkan sejumlah agenda sosial dan edukatif dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Dua di antaranya yakni pemilihan Duta dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak GenRe) tingkat Kota Makassar 2026 serta wisuda sekitar 350 peserta Sekolah Lansia."Kegiatan ini, kami lakukan, bagian dari menyambut HUT ke-419 Kota Makassar," ujar Irwan Bangsawan, Selasa (3/11/2026)."Kedua kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota membangun kualitas sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari kalangan remaja hingga kelompok lanjut usia," sambung Andi Irwan Bangsawan.Lebih lanjut, Plt Asisten I Pemkot Makassar itu menjelaskan agenda pertama pemilihan Duta GenRe akan digelar pada akhir November 2026 dengan melibatkan remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum GenRe Makassar.Ia menjelaskan, Adujak GenRe bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman mengenai perencanaan kehidupan.Melalui kompetisi tersebut, peserta didorong menjadi figur teladan atau role model bagi teman sebaya, sekaligus agen edukasi yang mampu menyampaikan informasi tentang keluarga berencana dan pola hidup sehat."Ini merupakan lomba bagi remaja untuk menunjukkan bagaimana mereka memahami keluarga berencana, pola hidup sehat, serta bagaimana merencanakan kehidupan sejak dini," jelasnya.Salah satu fokus utama program GenRe adalah kampanye TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni edukasi untuk mencegah tiga risiko utama yang dihadapi remaja, meliputi pernikahan usia dini, seks pranikah, serta penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).Menurut Andi Irwan Bangsawan, para peserta yang berhasil terpilih sebagai Duta GenRe nantinya memiliki tanggung jawab lebih luas.Peserta akan bertugas melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada remaja di berbagai wilayah Kota Makassar mengenai pentingnya membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan terencana."Ketika mereka terpilih menjadi Duta GenRe, ada tanggung jawab untuk menyosialisasikan dan mengedukasi remaja lainnya tentang pentingnya generasi berencana," tambahnya.Selain memberikan perhatian terhadap generasi muda, DPPKB Makassar juga menyiapkan apresiasi bagi kelompok lanjut usia melalui wisuda Sekolah Lansia yang direncanakan diikuti sekitar 350 peserta.Irwan mengatakan, wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para lansia yang telah menuntaskan rangkaian pembelajaran di Sekolah Lansia.Sebelum dinyatakan lulus, para peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan dengan materi beragam, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kemampuan komunikasi, hingga kegiatan rekreasi dan wisata bersama."Setelah mengikuti 12 kali pertemuan di Sekolah Lansia, mereka dianggap bisa diwisuda. Istilahnya S1, bukan strata satu, tetapi standar satu," ungkapnya.Ia menegaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kemandirian, memperluas interaksi sosial, serta menjaga produktivitas kelompok lanjut usia.Menurutnya, lansia harus tetap mendapatkan ruang dan penghargaan di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat. Usia yang semakin bertambah bukan alasan untuk membatasi aktivitas dan peran mereka."Jadi, sebenarnya ini tentang bagaimana lansia bisa tetap berdaya, bukan justru terpinggirkan. Jangan sampai ketika seseorang sudah lanjut usia, kemudian dianggap tidak perlu lagi dilibatkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat," tuturnya.Saat ini, program Sekolah Lansia di Makassar telah menjangkau sekitar 780 peserta yang tersebar di 15 kecamatan. Pelaksanaannya memanfaatkan Balai Keluarga Berencana (KB) sebagai pusat kegiatan pembelajaran di masing-masing wilayah.Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut relatif sederhana, yakni berusia minimal 60 tahun, berdomisili di wilayah setempat, serta memiliki kemauan untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran."Peserta yang telah menuntaskan proses pembelajaran akan memperoleh ijazah atau tanda kelulusan dari DPPKB Kota Makassar," bebernya.Irwan menambahkan, wisuda Sekolah Lansia merupakan agenda rutin tahunan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, DPPKB Makassar telah mewisuda sekitar 250 peserta.Melalui dua agenda tersebut, DPPKB Makassar ingin menghadirkan perayaan hari jadi kota yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."Pembangunan generasi muda yang berkualitas dan pemberdayaan kelompok lanjut usia menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Makassar yang sehat, mandiri," tutup mantan Kadisnaker Kota Makassar itu. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Tekan Stunting, Melinda Aksa Dorong Aksi Nyata Rumah Gizi di 153 Kelurahan

MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong penguatan penanganan stunting melalui pembentukan rumah gizi dan dapur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di 153 kelurahan se-Kota Makassar.Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi yang digelar Pokja IV TP PKK Kota Makassar di Puskesmas Maccini Sombala, Senin (2/11/2026).Melinda mengungkapkan, berdasarkan pendataan di Kecamatan Tamalate, terdapat sekitar 15 balita dan dua ibu hamil yang menjadi sasaran intervensi gizi.Ia mengapresiasi hasil pendampingan selama 90 hari yang menunjukkan rata-rata kenaikan berat badan balita mencapai satu kilogram. Namun, masih terdapat dua balita dengan kenaikan berat badan belum stabil serta satu ibu hamil yang belum mencapai ambang batas normal.“Hasil yang sudah dicapai patut diapresiasi, tetapi jangan sampai kita berhenti di situ. Anak-anak dan ibu hamil yang masih membutuhkan perhatian harus terus didampingi,” ujar Melinda.Selain pendampingan, Melinda menekankan pentingnya pembenahan data sasaran melalui program Wargata’ Sariwisma. Menurutnya, mobilitas penduduk menjadi salah satu tantangan dalam memastikan ketepatan data ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun balita berisiko masalah gizi.Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan intervensi yang saat ini masih terbatas pada satu kelurahan melalui anggaran PKK.Melinda berharap seluruh kelurahan dapat memiliki rumah gizi dan dapur B2SA secara mandiri, dengan memanfaatkan hasil urban farming seperti telur, sayuran, dan ikan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.Tak hanya itu, ia mengingatkan agar pemberian makanan tambahan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan porsi sesuai kelompok usia anak dengan melibatkan ahli gizi.“Jangan sampai kita hanya memberikan bantuan makanan tanpa memperhatikan kebutuhan gizinya. Menu untuk setiap kelompok umur tentu berbeda, sehingga harus dikoordinasikan dengan ahli gizi,” tegasnya.Melinda berharap sinergi seluruh pihak mampu memperkuat pendataan, pendampingan, dan pemenuhan gizi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting di Kota Makassar. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Disperkim Makassar Bedah 419 Rumah Warga, Kado Pemkot di HUT ke-419 untuk Masyarakat

MAKASSAR — Momentum HUT ke-419 Kota Makassar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat melalui program bedah rumah, guna menghadirkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkot Makassar menargetkan sebanyak 419 unit rumah sesuai HUT Kota, dapat dituntaskan pada November 2026.Kepala Disperkim Kota Makassar, Mahyuddin, mengatakan program bedah rumah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 secara keseluruhan mencakup 451 unit rumah tidak layak huni.Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah kota terus mendorong percepatan agar sebagian besar unit yang menjadi sasaran program dapat diselesaikan pada November ini."Kita usahakan selesai di November ini sebanyak 419 unit, bersamaan dengan momentum ulang tahun kota Makassar 2026," ujar Mahyuddin, Senin (2/11/2026).Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan perbaikan tempat tinggal.Ia menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah tersebar hampir di semua wilayah Kecamatan. Namun, ternyak di antaranya Kecamatan Mariso, Tallo, Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Rappocini.Penyerahan secara simbolis akan dilakukan dalam waktu dekat, rencana diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin."Nantinya penyerahan simbolis bedah rumah, kita jadwalkan bapak Wali Kota yang akan hadir langsung," katanya.Penerima bantuan merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati rumah tidak layak huni, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.Dikatakan, persyaratan diantaranya, warga harus berdomisili di Kota Makassar, masuk dalam kriteria desil sasaran, serta memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan lahan yang sah."Persyaratan kepemilikan lahan juga diperkuat dengan keterangan dari pihak kelurahan," terang mantan Kadis Kominfo Makassar itu.Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperkim membentuk tim verifikasi calon penerima sekaligus tim perencana yang bertugas menilai kondisi rumah dan menyusun kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi.Dari sisi pembiayaan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp70 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp35 juta untuk rehabilitasi rumah.Selain melalui APBD, Kota Makassar juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa program bantuan bedah rumah sebanyak 2.734 unit yang pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Balai Perumahan."Tidak berhenti pada capaian tahun ini, kami Disperkim juga menyiapkan peningkatan skala program pada 2027," jelasnya.Dia menambahkan, Pemerintah Kota menargetkan sebanyak 1.300 unit rumah dapat memperoleh bantuan bedah rumah.Target tersebut direncanakan melalui alokasi APBD Kota Makassar sebanyak 1.000 unit, ditambah dukungan pemerintah pusat sebanyak 300 unit."Melalui program bedah rumah dan penataan kawasan permukiman, kita upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, tertata bagi warga," tutup Mahyuddin. (*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)