Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Grand Opening Hyundai Perintis, Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Makassar

MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Grand Opening Hyundai Perintis yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9, Makassar, Jumat (18/9/2026). Kehadiran Aliyah Mustika Ilham mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam momentum peresmian fasilitas baru Hyundai tersebut. Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada jajaran Hyundai dan mitra usaha atas hadirnya Hyundai Perintis di Kota Makassar. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Hyundai atas hadirnya Hyundai Perintis di Kota Makassar,” ujar Aliyah Mustika Ilham saat membacakan sambutan Wali Kota Makassar. Menurutnya, Grand Opening Hyundai Perintis tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan fasilitas bisnis baru, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan Indonesia Timur. “Momentum ini bukan sekadar seremoni pembukaan sebuah fasilitas bisnis baru. Lebih dari itu, ini merupakan cerminan tumbuhnya kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan Indonesia,” katanya. Aliyah Mustika Ilham berharap kehadiran Hyundai Perintis dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor otomotif sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di Kota Makassar. Ia juga menyambut baik investasi dan ekspansi dunia usaha yang hadir di Makassar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, membuka peluang kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami berharap kehadiran Hyundai Perintis dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Kota Makassar, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” lanjutnya. Sementara itu, Founder Bosowa, Aksa Mahmud, menyampaikan bahwa Hyundai memiliki kualitas produk yang mampu bersaing di pasar otomotif. Menurutnya, selain dari sisi kualitas, Hyundai juga memiliki keunggulan dari segi desain dan model kendaraan yang ditawarkan. “Kualitas Hyundai sangat bersaing. Unggul di kualitas dan model,” ujar Aksa Mahmud. Ia menyambut kehadiran Hyundai Perintis sekaligus berharap fasilitas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar. “Selamat datang dan selamat berkembang di Kota Makassar. Semoga kehadiran Hyundai Perintis dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian Kota Makassar,” tuturnya. Grand Opening Hyundai Perintis turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa; President Director Gowa Modern Motor, Sadikin Aksa; Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, SH, S.I.K., M.Si.; Dandim 1408 Makassar yang diwakili Danramil 12 Tamalanrea, Kapten Arm. Muhammad Sahabu; DIC Bosowa Automotive Group, Anton Wijaya; Vice President Director Gowa Modern Motor, Albertus Hendrianto, beserta jajaran manajemen PT Gowa Modern Motor. Hadir pula Coordinator of Channel Strategy Department PT Hyundai Motors Indonesia, Jong Woo Shim; Head of Department Channel Strategy PT Hyundai Motors Indonesia, Ira Mustika, beserta jajaran manajemen PT Hyundai Motors Indonesia, para kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar, tamu undangan, serta rekan-rekan media. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam mendorong perkembangan sektor otomotif serta memperkuat ekosistem investasi dan perekonomian di Kota Makassar.

Baca Selengkapnya
Umum

Usai Tampil di Istana Negara, Pelatih dan Penari Kolosal Makassar Dapat Apresiasi Langsung Dari Munafri

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar malam ramah tamah di Pantai Bosowa, Kamis (17/9/2026) malam, bersama para penari dan pelaku seni kolosal yang telah menjadi utusan Kota Makassar pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta. Malam ramah tamah tersebut digelar melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan Kota Makassar bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar. Kehadiran Munafri menjamu peserta didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Pattiware dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin. Munafri menyampaikan malam ramah tamah tersebut digelar atas keinginan dirinya untuk bertemu langsung dengan para penari yang telah membawa nama Makassar ke panggung nasional peringatan HUT RI di Istana Merdeka. “Saya selalu meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, saya mau ketemu sama semua penari yang berangkat ke Istana,” katanya. Diketahui, sebanyak 150 penari dari sanggar seni binaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar tampil membawakan tarian kolosal “Maeki Ri Mangkasara” pada peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Munafri pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh penari, pelatih, ketua sanggar, serta pihak yang telah terlibat hingga penampilan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, keterlibatan penari Makassar dalam agenda kenegaraan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan seni dan budaya daerah memiliki ruang untuk tampil di panggung nasional. “Dengan berangkatnya rombongan penari ini, ini sudah memberikan ruang kepada budaya yang ada di Kota Makassar bahwa budaya kita memang sangat pantas untuk ditampilkan di pentas-pentas nasional,” ujarnya. Munafri menegaskan, budaya Makassar tidak seharusnya hanya dinikmati oleh masyarakat di daerah sendiri, tetapi perlu terus diperkenalkan hingga tingkat nasional dan internasional. Karena itu, ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata untuk terus membangun ekosistem seni dan budaya yang memberi ruang bagi para pelaku seni untuk tumbuh, berkarya, dan mendapatkan apresiasi. Munafri juga menyampaikan sanggar dan pelaku seni Makassar semakin banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan budaya lokal. “Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita menjaga nilai-nilai luhur budaya yang kita miliki. Karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” tuturnya. Dalam kegiatan tersebut, Munafri juga menyerahkan penghargaan sebagai apresiasi kepada perwakilan penari dan pelatih penari yang telah berupaya keras memberikan penampilan terbaik sebagai utusan Kota Makassar di Istana Merdeka. Ia berharap momentum tersebut menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak panggung nasional bagi seniman Makassar di masa mendatang.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Aliyah Mustika Ilham: Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama

MAKASSAR,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sebagai bagian dari dukungan terhadap target Ending AIDS 2030 di Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut ditunjukkan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis (17/9/2026). Rakor yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan HIV-AIDS, khususnya dalam meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, serta edukasi kepada masyarakat. Bagi Pemerintah Kota Makassar, penguatan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan upaya penanggulangan HIV-AIDS dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa persoalan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat. “Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, sebagai bagian dari langkah preventif dalam menekan risiko penularan HIV-AIDS. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong perangkat daerah dan jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi serta mendukung program-program penanggulangan HIV-AIDS yang sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan target nasional. “Pemerintah Kota Makassar tentu berkomitmen mendukung upaya menuju Ending AIDS 2030. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan dan memastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan akses layanan serta pendampingan,” tambahnya. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, perkembangan temuan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan menunjukkan 2.660 kasus pada 2023, kemudian 2.486 kasus pada 2024 dan 1.939 kasus pada 2025. Sementara periode Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 963 kasus. Berdasarkan kelompok umur, temuan kasus didominasi kelompok usia 25–49 tahun dengan persentase sebesar 58 persen. Selanjutnya kelompok usia 15–24 tahun sebesar 35 persen, usia 30–50 tahun sebesar 6 persen, serta kelompok usia 15 tahun ke bawah sebesar 1 persen. Dari data tersebut, Kota Makassar mencatatkan temuan kasus tertinggi di Sulawesi Selatan dengan 445 kasus, disusul Kabupaten Gowa sebanyak 74 kasus, Kota Palopo 38 kasus, Kabupaten Bulukumba 34 kasus, Kabupaten Jeneponto 27 kasus, Kabupaten Luwu Timur 23 kasus, dan Kabupaten Bantaeng sebanyak 20 kasus. Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus memperkuat pentingnya langkah kolaboratif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar. Aliyah Mustika Ilham menegaskan, tingginya angka temuan di Kota Makassar harus direspons dengan memperkuat langkah-langkah preventif dan promotif, termasuk edukasi kepada masyarakat serta peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan. “Angka ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, pencegahan harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar informasi yang benar mengenai HIV-AIDS dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan stigma,” jelasnya. Ia berharap Rakor tersebut dapat menghasilkan penguatan strategi dan langkah konkret yang dapat diterapkan secara sinergis di masing-masing daerah. “Harapan kita bersama, koordinasi ini tidak berhenti pada forum rapat saja, tetapi menghasilkan langkah nyata di lapangan. Pemkot Makassar siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pihak terkait,” tutupnya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turut didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asy' Arie. Hadir pula, Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Sulawesi Selatan, instansi vertikal, kepala dinas, badan dan biro terkait lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabid P2P/pengelola program HIV-AIDS kabupaten/kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I–XII Provinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris KPA kabupaten/kota, Pengurus KPAP Sulawesi Selatan, PMI Provinsi Sulawesi Selatan, serta LSM pemerhati HIV-AIDS.

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim

JAKARTA,- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Urban Climate Forum (UCF) 2026 yang berlangsung di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Jakarta, Rabu–Kamis, 16–17 September 2026, Rabu (16/9/2026). Forum yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) ini mengangkat tema “Mendorong Transformasi Perkotaan melalui Tata Kelola dan Aksi Iklim” atau Advancing Urban Transformation through Climate Action and Governance. Urban Climate Forum 2026 mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, pemimpin pemerintahan lokal, mitra pembangunan, organisasi internasional, akademisi, masyarakat sipil hingga sektor swasta untuk membahas berbagai langkah konkret dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berketahanan terhadap perubahan iklim. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi bagian dari keterlibatan Pemerintah Kota Makassar dalam forum yang membahas sejumlah isu strategis perkotaan, di antaranya mobilitas perkotaan, transisi energi, ketahanan iklim, pengelolaan sampah, Voluntary Local Review (VLR), serta pelokalan ASEAN Community Vision 2045. Aliyah Mustika Ilham mengatakan, forum tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan. “Urban Climate Forum 2026 menjadi ruang penting bagi kami untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkotaan, khususnya perubahan iklim. Kota Makassar terus berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Menurutnya, tantangan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kota yang adaptif dan berkelanjutan. “Persoalan iklim dan pembangunan perkotaan tidak dapat diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, forum seperti ini menjadi kesempatan bagi Makassar untuk belajar, berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kerja sama dengan daerah maupun jejaring kota lainnya,” tambahnya. Forum tersebut juga membahas bagaimana pemerintah daerah dapat menerjemahkan komitmen nasional dan regional mengenai perubahan iklim ke dalam aksi nyata di tingkat kota. UCLG ASPAC menyebutkan bahwa forum ini diarahkan untuk mendorong pendekatan yang lebih sistematis dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan serta memperkuat tata kelola multilevel. Bagi Kota Makassar, keikutsertaan dalam forum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik pengelolaan kota yang berkaitan dengan transportasi berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, ketahanan iklim dan tata kelola perkotaan. Sejumlah isu tersebut juga menjadi perhatian dalam agenda UCF 2026. Dalam forum, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono turut menyoroti tantangan banjir di berbagai daerah, termasuk persoalan banjir rob, penurunan muka tanah dan berkurangnya daya serap air. Melalui keikutsertaan tersebut, Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat terus memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun kemitraan, serta membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan berketahanan iklim. Urban Climate Forum 2026 berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, di Pullman Jakarta Thamrin CBD dan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, jejaring kota, mitra pembangunan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pakar dan sektor swasta. Turut hadir dalam forum tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur DKI Jakarta sekaligus Co-President UCLG ASPAC Pramono Anung Wibowo, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Dedi Abdul Hadi, Duta UCLG ASPAC Tri Rismaharini, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Gubernur Gorontalo Gunarsih, serta Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Leonardus Tambupolon.

Baca Selengkapnya
Umum

Nostalgia Dari Penyiar Radio hingga Wali Kota, Appi Bagikan Resep Sukses ke Mahasiswa Baru UCM

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mberikan motivasi bagi mahasiswa baru Universitas Cokroaminoto Makassar untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kapasitas diri, karakter kepemimpinan, serta jejaring yang bermanfaat bagi masa depan. Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kuliah umum bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026 di Universitas Cokroaminoto Makassar, Rabu (16/9/2026). Di hadapan civitas akademika dan mahasiswa baru 2026, Appi mengatakan masa awal perkuliahan merupakan fase penting dalam menentukan arah perjalanan seseorang ke depan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di dalam ruang kelas. Pengalaman organisasi, interaksi sosial. Serta kemampuan membangun networking menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi dunia setelah bangku kuliah. "Di sinilah letak dasar dari mana mahasiswa baru menentukan ke mana arah yang akan di tempuh, ke mana jalan yang akan kita jalani, dan mau jadi apa kita setelah itu," kata Appi. Orang nomor satu Kota Makassar itu mengingatkan mahasiswa baru agar tidak alergi terhadap organisasi kampus. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan sekaligus membentuk karakter. "Leadership ini tidak hanya bisa didapatkan dari bangku kuliah. Salah satu pengalaman itu adalah organisasi, organisasi kampus yang membentuk karakter kepemimpinan," tuturnya. "Maka dari itu, anak-anakku sekalian mahasiswa baru, jangan alergi untuk ikut di dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus," lanjut mantan CEO PSM itu. Selain leadership, Munafri menekankan pentingnya membangun networking sejak mahasiswa. Ia menyebut lingkungan kampus sebagai salah satu tempat strategis untuk memperluas pertemanan, sahabat, akses, dan koneksi yang dapat menjadi modal sosial di masa depan. "Minimal masuk kuliah ini bertambah teman, bertambah sahabat, bertambah link, bertambah akses untuk memastikan masa depan itu bisa terhubung satu dengan yang lainnya melalui networking yang sudah kita bangun," imbuh Munafri. Lebih jau, Ketua IKA FH Unhas itu kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani pendidikan. Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio. Ia harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun. Pengalaman tersebut, kata Appi, mengajarkannya bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, membangun relasi, dan mengambil peluang. Ia juga menceritakan perjalanan kariernya dari dunia usaha hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan. "Dengan latar belakang pendidikan hukum, saya harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak saya kuasai ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan," kenang priankelahiran 20 September itu. Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengajak mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah untuk tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi turut memberi kontribusi terhadap kehidupan Kota Makassar. Dia mengatakan keberadaan mahasiswa ikut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi kota. Karena itu, mahasiswa yang tinggal di Makassar diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kota tetap tertib, bersih, dan nyaman. "Saya berharap mahasiswa yang masuk ke Kota Makassar meneruskan berkarya di Makassar. Maka dari itu sangat penting kita jaga secara bersama-sama karena dampak yang dibikin itu sangat baik," harapnya. Wali Kota secara khusus menekankan persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah. Ia meminta mahasiswa baru membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari tempat tinggal masing-masing, baik di rumah orang tua maupun kos-kosan, kemudian membawanya ke lingkungan kampus. "Persoalan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kota ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat," tegasnya. Appi juga memperkenalkan gagasan mengenai pemerintahan yang tidak berhenti pada tata kelola yang baik, tetapi harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah hadir dengan tujuan memberikan manfaat langsung kepada warga. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai impactful governance atau tata kelola yang memberikan dampak nyata. "Kami hadir sebagai pemerintah itu ada guna dan tujuannya, dan yang lebih penting lagi bahwa pemerintahan yang kami jalankan harus berdampak langsung dan berdampak nyata kepada masyarakat," tutup Appi. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Perkuat Pengolahan Air Lindi di TPA Tamangapa dengan Teknologi EcoTru

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, meninjau langsung proses pembenahan kolam Lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, yang berada di sisi utara kawasan TPA, Rabu (16/9/2026). Pada kesempatan ini, Munafri mengatakan, pengolahan air lindi di kawasan tersebut mulai memanfaatkan teknologi EcoTru sebagai bagian dari upaya menurunkan kadar zat pencemar sehingga air lindi dapat ditangani secara lebih optimal dan ramah lingkungan. Menurutnya, proses treatment air lindi mengandalkan bakteri yang dikembangkan PT Esa Maha Karya Tunggal (EcoTru). Treatment dilakukan secara bertahap dari kolam pertama hingga kolam terakhir. "Treatment-nya menggunakan bakteri dari EcoTru. Jadi dilakukan secara bertahap, mulai dari kolam pertama sampai kolam terakhir," kata Appi. Kolam lindi menjadi bagian penting dalam mengendalikan dampak lingkungan dari air hasil rembesan timbunan sampah. Karena itu, penguatan sistem pengolahan air lindi menjadi salah satu fokus dalam pembenahan TPA Tamangapa. Ia menjelaskan, kapasitas pengolahan yang ada saat ini masih perlu diperkuat. Untuk luasan kawasan TPA Tamangapa, pemerintah kota bersama pihak terkait merencanakan penambahan sejumlah unit pengolahan agar sistem pengelolaan air lindi dapat berlangsung secara berkesinambungan. "Untuk luasan seperti ini, cukup dengan kolam instalasi pengolahan limbah. Ini harus dibuat lagi tambahan. Berarti nanti akan ada unit kolam pengolahan yang saling berhubungan satu dengan yang lain," terangnya. Dengan sistem tersebut, Appi berharap seluruh air lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah dapat dikelola dengan baik dan tidak lagi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. "Ini untuk memastikan air lindi, sistem pengelolaan air lindi yang ada di TPA ini benar-benar terkelola dengan baik, tidak lagi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan," tuturnya. Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu juga menilai bahwa pengelolaan kolam lindi yang baik tidak hanya berkaitan dengan pengendalian pencemaran, tetapi berpotensi memberikan manfaat lanjutan bagi kawasan TPA. Dia menyebut, apabila kualitas air hasil pengolahan sudah memenuhi ketentuan dan sistemnya dikelola secara baik, kawasan tersebut ke depan dapat dikembangkan untuk aktivitas produktif dan edukatif. "Selama ini kan belum ditata dengan baik, maka kita mulai benahi perlahan," tuturnya. "Sebenarnya kalau ini bisa dikelola dengan baik, ini bisa menjadi hebat. Kolam pemancingan ikan dan sebagainya. Maka dari itu, ini sangat penting," sambung Munafri. Menurut Appi, TPA tidak boleh dipandang semata-mata sebagai lokasi pembuangan akhir sampah. Kawasan tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan persampahan yang memiliki sejumlah turunan persoalan dan membutuhkan penanganan secara menyeluruh. "TPA ini bisa berdiri sendiri, TPA adalah satu bagian yang mempunyai turunan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama," jelasnya. Wali Kota Makassar itu menegaskan, pembenahan TPA Tamangapa merupakan bagian dari desain besar pengelolaan persampahan Kota Makassar yang akan dijalankan secara baik. "Sudah ada desain yang benar-benar, kita tata sehingga muncul yang namanya alur proses persampahan yang ada di Kota Makassar secara maksimal," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya