Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Munafri Dorong APPI Ambil Peran Strategis Atasi Persoalan Sosial di Makassar

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong pengurus Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (APPI) mengambil peran lebih strategis dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Munafri saat membuka Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat APPI tahun 2026 yang dihelat di Hotel Horison Makassar, Minggu (20/9/2026). Ia menekankan agar rapat kerja tersebut tidak sekadar menghasilkan program organisasi, tetapi mampu memetakan kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk intervensi yang tepat. Munafri menguraikan, masih terdapat sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan kolaborasi organisasi kemasyarakatan. Mulai dari anak putus sekolah, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan, hingga kekerasan seksual. “Sehingga saya berharap kekuatan organisasi-organisasi kemasyarakatan, organisasi-organisasi sosial seperti yang dilakukan APPI ini, harus berada di depan untuk memberikan perhatian di dalam persoalan-persoalan tersebut,” katanya. Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan penting untuk memperluas jangkauan pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan. Sekaligus dapat menyentuh dan membangun kesadaran masyarakat langsung terhadap berbagai persoalan yang dihadapi. “Pemerintah harus hadir bersama. Karena kalau tidak diselesaikan secara bersama, penyelesaiannya juga akan berjalan secara parsial, sendiri-sendiri,” ujarnya. Lebih jauh, Munafri secara khusus mendorong Srikandi APPI mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama terkait pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Munafri menggarisbawahi, masih diperlukan sosialisasi yang lebih luas agar masyarakat memahami bentuk-bentuk kekerasan serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi persoalan tersebut. Selain itu, Munafri meminta Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) APPI memperkuat pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan akses terhadap bantuan hukum. Kerbatasan pengetahuan masyarakat, lanjutnya, mengenai hukum dapat menyebabkan hak-hak mereka tidak terpenuhi. Karena itu, pendampingan hukum secara cuma-cuma atau pro bono dinilai dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata APPI. “Banyak sekali persoalan-persoalan masyarakat yang kurang melek terhadap hukum. Ini hal penting yang fundamental. Maka dari itu penting sekali bagi saudara-saudara khususnya di lembaga hukum untuk memberikan pendampingan hukum gratis,” katanya. Di bidang sosial keagamaan, Munafri juga mendorong APPI menyusun program yang dapat memperkuat pembinaan akhlak dan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan keagamaan. Ia mengingatkan tantangan sosial semakin kompleks di tengah perkembangan digitalisasi. Arus informasi dan pola konsumsi media sosial, kata dia, dapat memengaruhi perilaku masyarakat sehingga diperlukan pengetahuan dan pendampingan agar masyarakat tidak mudah terbawa oleh berbagai pengaruh digital. Meski demikian, ia meminta APPI tidak mencoba menyelesaikan seluruh persoalan sekaligus. Organisasi justru perlu menentukan segmen masyarakat dan persoalan tertentu yang dapat ditangani secara fokus dan berkelanjutan. “Jangan berpikir sebagai pemerintah yang bisa merangkul semuanya. Masuk ke dalam satu segmen yang kecil tapi tepat, yang jelas mampu mengurai di salah satu segmen itu yang menjadi problem utama masyarakat,” tegasnya. Munafri berharap Rakernas APPI menjadi momentum untuk memperkuat internal organisasi sebelum memperluas kerja-kerja sosial di masyarakat. Program yang disusun, kata dia, perlu dievaluasi dan dimonitor agar organisasi dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih tepat. “Ini tujuannya Raker. Untuk memastikan program-program kerjanya, lalu dievaluasi program-program kerjanya, lalu dimonitoring program kerjanya, lalu mengambil kesimpulan keputusan bahwa tahun depan sebenarnya ini yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Kota Makassar berkolaborasi dan bersinergi dengan Dewan Lingkungan Kota Makassar untuk memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ajakan itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar PC Muslimat NU Kota Makassar di Masjid HM. Asyik, Minggu (20/9/2026). Munafri mengatakan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri jika perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, ia akan mempertemukan kembali Muslimat NU dengan Dewan Lingkungan Kota Makassar untuk menyusun program bersama yang dapat memperkuat sistem pengelolaan lingkungan di Kota Makassar. "Saya akan mempertemukan kembali Muslimat NU ini dengan Dewan Lingkungan untuk membuat program, untuk memastikan sistem pengelolaan lingkungan, pengelolaan sampah yang ada di Kota Makassar ini berjalan dengan baik," katanya. Munafri menilai, Muslimat NU memiliki jaringan yang kuat di tengah masyarakat. Dengan bekal itu mereka dapat menjadi penggerak dalam menyampaikan edukasi sekaligus mendorong perubahan kebiasaan warga dalam mengelola sampah. Untuk itu, melalui Muslimat NU, Munafri munafri mendorong pendekatan lingkungan berbasis nilai keagamaan atau eko-teologi. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. "Kita ini yang mayoritas ini harusnya mampu menggerakkan ini, mampu mengaktifkan anggota-anggota kita untuk membawa atau mengangkat lingkungan ini untuk memberikan lingkungan yang bersih," ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara Pemkot Makassar, Dewan Lingkungan dan Muslimat NU dapat menghasilkan gerakan berkelanjutan yang berjalan hingga tingkat masyarakat. Munafri menegaskan, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan gerakan bersama agar perubahan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. "Kalau kita tidak menyelesaikannya secara bersama-sama, tidak akan bisa selesai. Kalau bisa kita menyelesaikannya secara bersama-sama, pasti selesai itu persoalan," pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Gunakan Kapal Pembersih Limbah Laut Susuri Pantai Losari Bersama Satgas

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih bersama masyarakat Kota Makassar, Minggu (20/9/2026) pagi. Munafri menyusuri laut Pantai Losari menggunakan kapal pembersih limbah laut yang masih dalam tahap uji coba. Munafri berangkat dari dermaga Tugu MNEK Pantai Losari ke pusat lokasi pelaksanaan peringatan Hari World Clean Up Day di TPST3R Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso. Sementara, Melinda bersama tim dewan lingkungan hidup Kota Makassar, Pengurus TP PKK Kota Makassar, para komunitas lingkungan hidup dan ketua RT-RW se Kecamatan Mariso bergotong royong di area TPST3R dan Rumah Susun Warga (Rusunawa) Panambungan Kegiatan yang digelar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tersebut diisi dengan aksi bersih-bersih sampah di darat dan di sungai, hingga pemilahan sampah secara langsung. Camat Mariso, Syahril mengatakan World Clean Up Day di kawasan Mariso tersebut berhasil mengumpulkan 74 total kilogram sampah. Termasuk 11 kilogram dari total sampah tersebut merupakan limbah laut. “Dari World Clean Up Day hari ini kita telah mengumpulkan 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu,” jelasnya Meski aksi sampah ini dihelat sebagai aksi peringatan World Clean Up Day, Munafri menegaskan hari peringatan internasional ini tidak semestinya dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih yang hanya dilakukan pada satu hari. Munafri kembali menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi kebiasaan yang dibangun setiap hari oleh seluruh masyarakat bersama dukungan pemerintah. Untuk itu Ia meminta Pemerintah Kecamatan Mariso untuk terus malaksanakan program Jumat Bersih setiap minggu. Ia menegaskan, kebersihan menjadi bagian penting dalam menyiapkan lingkungan yang sehat sekaligus masa depan kota dan generasi. Karena itu, pemerintah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. “Karena kebersihan itu tidak hanya untuk kita, tapi kebersihan ini adalah untuk masa depan, untuk generasi yang akan datang,” ujarnya. Munafri juga menegaskan komitmen Pemkot Makassar memperkuat pengelolaan sampah dan pemanfaatannya agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menjelaskan pemilahan sampah Kota Makassar saat ini tengah diarahkan agar dapat masuk ke berbagai jalur pemanfaatan. Sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak sapi di TPA Tamangapa agar tak lagi memakan sampah plastik, sementara sampah anorganik dapat dikelola melalui Bank Sampah Unit dan memiliki nilai ekonomi. “Yang kita harapkan, sampah ini kita kelola sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih, bisa menambah penghasilan rumah tangga buat ibu-ibu,” jelasnya. TPST3R Kelurahan Panambungan menjadi salah satu bagian dari sistem tersebut. Fasilitas tersebut mengelola sekitar tiga ton sampah setiap hari dari wilayah Kecamatan Mariso. lPola tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar membangun siklus pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi sampah yang berakhir di TPA. Munafri juga menyampaikan penguatan terhadap pengelolaan Bank Sampah Unit. Ia memastikan pemerintah kota akan memperkuat dukungan terhadap Bank Sampah Pusat agar transaksi sampah masyarakat dapat berjalan lebih optimal. “Saya pastikan, mulai tahun depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran di sampah di Bank Sampah Unit ini. Bank sampah pusatnya akan di-support full oleh pemerintah,” tegasnya. Untuk itu, Ia meminta profesionalisme pengelolaan bank sampah terus diperkuat sehingga sampah yang telah dikumpulkan tidak mengalami penumpukan. Serta, proses transaksi dan penjualan sampah dapat berlangsung lebih cepat. Appi pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mariso, menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk memulai perubahan dari lingkungan masing-masing. “Kebersihan itu bukan miliknya pemerintah, bukan miliknya Pak Camat. Tapi kebersihan itu adalah kebersihan individu yang menjadi milik kita yang harus kita bangun mulai dari merubah kebiasaan untuk hidup yang jauh lebih bersih dan jauh lebih sehat,” pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar dan Pangdam XIV Hasanuddin Ikut Lari di Patonro Elite Run 2026

MAKASSAR,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawako, melepas ribuan peserta ajang lari Patonro Elite Run 2026 di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Minggu (20/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 81 TNI, untuk menumbuhkan gelora semangat olahraga sekaligus mempererat silaturahmi TNI dan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Munafri pada acara tersebut juga menunjukkan sinergitas dan kebersamaan antara pemerintah kota, TNI dan masyarakat. Pelepasan peserta dilakukan dengan penarikan pelatuk pistol oleh Bangun Nawako. Munafri bersama Bangun hadir mengenakan jersey senada yang dipadukan dengan penutup kepala khas Sulawesi Selatan, Patonro. Patonro, penutup kepala adat khas suku Bugis dan Makassar ini menjadi simbol kearifan lokal yang juga menjadi ciri khas unik kostum pada gelaran Patonro Elite Run TNI tahun ini. Munafri menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari cara menumbuhkan gaya hidup sehat serta sportivitas di tengah masyarakat. “Semoga kegiatan sportivitas dari TNI semakin membuat kita bugar, mempererat silaturahmi, dan mendatangkan keberkahan untuk seluruh peserta dan kemajuan TNI,” katanya. Tidak hanya melepaskan para peserta di garis start, Munafri dan Bangun juga langsung turun ke jalan dan ikut berlari membaur bersama ribuan peserta di sepanjang rute yang telah ditentukan. Partisipasi keduanya, sebagai pimpinan daerah yang ikut berbaur dan berlari bersama memberikan suntikan semangat dan motivasi tinggi bagi masyarakat dan peserta yang hadir.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Titip Pesan ke Wisudawan STIM-LPI, Appi: Jaga Integritas dan Nama Baik Almamater

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menitipkan pesan bermakna kepada para wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar. Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kegiatan Wisuda Sarjana dan Magister STIM-LPI Makassar yang berlangsung di Hotel Dalton Makassar, Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan itu, Appi mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk memasuki perjalanan baru di tengah masyarakat. "Saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan," kata Appi. Menurutnya, gelar akademik yang diterima para wisudawan merupakan buah dari proses panjang yang diwarnai kerja keras, pengorbanan, doa orang tua, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen. Karena itu, Appi juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan para lulusan. "Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Wisuda adalah awal dari perjalanan baru," jelas orang nomor satu Kota Makassar itu. Lebih jau, antan CEO PSM itu berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STIM-LPI Makassar tidak berhenti sebatas gelar yang tercantum di belakang nama. Ia berharap ilmu tersebut dapat diwujudkan menjadi kemampuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kota Makassar membutuhkan generasi muda yang mampu melihat perubahan bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang," tuturnya. Appi mengatakan, Kota Makassar terus berkembang sebagai pusat ekonomi, perdagangan, pendidikan, jasa, dan berbagai aktivitas masyarakat di kawasan Indonesia Timur. Perkembangan tersebut, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, adaptif, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, ia berharap para alumni STIM-LPI Makassar dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan dan kemajuan Kota Makassar, sesuai dengan kapasitas serta bidang masing-masing. Dalam pesannya, Appi juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari tingginya posisi yang berhasil dicapai. Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat. "Jangan ukur keberhasilan hanya dari seberapa tinggi posisi yang dapat saudara capai, tetapi ukur juga dari seberapa besar manfaat yang dapat saudara berikan," pesan Appi. Dia menegaskan, gelar akademik merupakan identitas pendidikan, sementara karakter, integritas, dan kontribusi merupakan hal yang akan menentukan bagaimana seseorang dikenang oleh masyarakat. "Karakter, integritas, dan kontribusi adalah identitas yang akan dikenang oleh masyarakat," katanya. Appi juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan perjalanan. Ia berpesan agar para alumni tetap menjaga etika, kejujuran, menghormati orang tua, menghargai guru dan dosen, serta tidak berhenti meningkatkan kemampuan diri. Menurut Appi, setiap orang memiliki jalan dan kesempatan masing-masing. Karena itu, para lulusan tidak perlu membandingkan perjalanan mereka dengan orang lain. "Yang terpenting adalah terus bergerak, terus belajar, dan terus memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan masing-masing," ujarnya. Di akhir sambutannya, Appi kembali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIM-LPI Makassar Tahun 2026, termasuk kepada para orang tua dan keluarga. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan seluruh civitas akademika STIM-LPI Makassar yang telah mendampingi perjalanan pendidikan para lulusan. Appi berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan menjadi ilmu yang bermanfaat, berkah, dan dapat diamalkan untuk kemajuan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. "Mari kita terus membangun Kota Makassar melalui pendidikan, inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Wali Kota Makassar Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri

MAKASSAR,—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meraih dua penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026) malam. Pemkot Makassar diganjar dua penghargaan karena sukses menjalankan Implementasi Program Tiga Juta Rumah dan memperkuat Akses Terhadap Layanan Pendidikan. Untuk kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah, Makassar menjadi kota terbaik pertama dan mendapatkan bantuan untuk 300 unit rumah. Sementara pada kategori Akses terhadap Layanan Pendidikan, Makassar meraih posisi Terbaik kedua dan menerima apresiasi sebesar Rp1,5 miliar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan apresiasi pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari program pemberian insentif fiskal kepada Pemerintah daerah. Penilaian kategori apresiasinya mencakup sejumlah indikator kinerja pemerintah daerah. Selain itu, ajang apresiasi antar pemerintah daerah dan pemerintah provinsi se-Sulawesi selatan tersebut, kata Tito Karnavian, juga menunjukkan bagaimana kompotensi pemimpinan daerah masing-masing. “Dan juga ini menjadi bukti malam ini bahwa cukup banyak kepala-kepala daerah yang bagus-bagus,” katanya. Tito berharap insentif fiskal yang diberikan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah maupun pemrograman provinsi untuk memperkuat program-program yang dibutuhkan masyarakat. "Bagi yang sudah dapat, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya," lanjut Tito. Sementara itu, Munafri mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Makassar dalam memenuhi dan memastikan layanan dasar dapat diterima masyarakat, khususnya pada sektor perumahan dan pendidikan. "Pelayanan yang dilakukan pemerintah untuk memastikan layanan-layanan dasar itu bisa sampai dengan baik ke masyarakat," kata Munafri usai menerima penghargaan. Munafri menegaskan capaian tersebut akan menjadi dorongan bagi Pemkot Makassar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk sektor pendidikan, Ia menyebut Pemkot Makassar masih akan memperkuat layanan di wilayah yang memiliki tantangan akses, termasuk kawasan kepulauan. "Bagaimana mengelola pendidikan yang ada di pulau terpencil, memperhatikan tenaga-tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan. Ini yang harus kita genjot untuk memastikan layanan ini benar-benar bisa diterima manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar," jelasnya. Munafri yang akrab disapa Appi ini melanjutkan, adapun sektor perumahan, bantuan 300 unit rumah yang diterima Pemkot Makassar merupakan upaya berkelanjutan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memberikan dukungan hunian layak kepada masyarakat melalui perluasan program bedah rumah "Itu 300 unit adalah bedah rumah," katanya. Tidak hanya memperkuat dua sektor yang telah mendapat penghargaan, Appi juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat seluruh pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk pada dua sektor lainnya yang menjadi kategori penghargaan. Yakni, penguatan terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), serta penguatan akses dan layanan terhadap kualitas kesehatan masyarakat. "Pemerintah Kota Makassar terus akan meningkatkan pola-pola pelayanan yang ada. Tadi ada tentang gerakan ASRI. Ya kita akan mencoba bagaimana kita mengelola lingkungan yang ada di Kota Makassar. Yang lain juga harus ditingkatkan," ujarnya.(*)

Baca Selengkapnya