Senin-Jumat: 08:00 - 16:00 WITA(0411) 112 · info@makassarkota.go.id

Publikasi Terkini

Berita & Informasi

Umum

Pemkot-DPRD Makassar Bahas Pengetatan Pengawasan Minol

MAKASSAR,— Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar mendorong penguatan pengawasan peredaran minuman beralkohol (minol melalui. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif Komisi A tentang Pengawasan dan Pengendalian, Pengadaan, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Aula Sipakatau Balaikota Makassar, Senin (2/11/2026).Pembahasan regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengendalian distribusi dan penjualan minol, mulai dari pembatasan usia konsumen, pengaturan lokasi dan waktu penjualan, hingga pengawasan terhadap potensi peredaran ilegal."Kondisi masyarakat yang terus berubah, tentu dibutuhkan penyesuaian,” kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, seusai Rapat Paripurna.Munafri menegaskan bahwa pengawasan peredaran minol agar minuman beralkohol tidak berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Mengingat, lanjutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang harus membatasi peredaran dan penjualannya."Minol ini kan memang harus menjadi perhatian kita karena jangan sampai minuman beralkohol ini dianggap menjadi sebuah kebiasaan. Itu yang kita tidak inginkan. Karena banyak sekali kaidah-kaidah yang membatasi peredaran minol ini," kata Munafri seusai Rapat Paripurna.Ia menjelaskan, pengawasan harus memastikan ketentuan mengenai batas usia konsumen serta lokasi penjualan, termasuk jarak dari fasilitas masyarakat seperti sekolah, dapat diterapkan secara konsisten.Munafri juga menyoroti potensi masuknya minol ilegal melalui berbagai jalur distribusi, termasuk jalur laut dan wilayah kepulauan di Makassar. Menurutnya, kondisi geografis tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang lebih terkoordinasi agar distribusi minol tidak luput dari pemantauan.“Daerah terbuka, masuk lewat kapal laut dan sebagainya, ya harus menjadi kontrol kita, di drop di daerah-daerah kepulauan itu tanpa ada pengawasan yang ada dan ini akan merusak tatanan yang ada di wilayah itu," jelasnya.Sementara itu, Juru Bicara Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), menjelaskan bahwa Ranperda inisiatif tersebut disiapkan untuk menggantikan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 yang dinilai sudah tidak optimal.Rachmat jmenguraikan sejumlah materi yang didorong Komisi A seperti perizinan berusaha, pembagian kewenangan pemerintah, pola perdagangan, dan kebutuhan pengawasan.“Perubahan tersebut memerlukan pembaruan secara menyeluruh,” katanya.Ia menjelaskan, penggantian menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselarasan ketentuan, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan regulasi yang dapat diterapkan sesuai perkembangan kondisi saat ini.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Ubah Perumda Terminal Jadi Perseroda, Wali Kota Appi Ingin Investasi di Makassar Lebih Gesit

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan transformasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro menjadi perusahaan perseroan daerah (Perseroda) bernama PT Makassar Membangun Indonesia.Perubahan bentuk badan hukum ini menjadi langkah strategis Pemkot Makassar dalam memperluas ruang investasi, memperkuat pengelolaan aset daerah, serta membuka peluang kerja sama bisnis dengan pihak swasta.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak sekadar pergantian nama dan status kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan daerah yang lebih profesional, fleksibel, dan mampu menangkap peluang investasi.Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Paripurna Kesepuluh Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Makassar, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).Dalam penjelasannya, Munafri menegaskan bahwa pembentukan Perseroda diarahkan untuk memperkuat pola hubungan bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B), sehingga proses kerja sama investasi dapat berjalan lebih cepat dan fleksibel."Dengan adanya perseroan ini, perusahaan yang dimiliki pemerintah melalui kepemilikan saham dapat melakukan hubungan kerjasama dengan pihak ketiga secara lebih mudah," jelas Munafri.Menurutnya, pola kerja sama melalui mekanisme pemerintahan atau business to government (B2G) memiliki sejumlah tahapan dan ketentuan birokrasi yang membutuhkan waktu lebih panjang.Sementara itu, dunia investasi membutuhkan kepastian hukum, kecepatan mengambil keputusan, serta keleluasaan dalam membangun kemitraan.Ia mengatakan, pembentukan Perseroda juga menjadi instrumen bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki melalui skema kerja sama investasi yang saling menguntungkan.Munafri mencontohkan peluang pengembangan sejumlah infrastruktur dan fasilitas daerah, termasuk pengelolaan stadion, pemeliharaan fasilitas, hingga potensi kerja sama pembangunan hotel dengan investor swasta.Dalam skema tersebut, pemerintah Kota dapat berkontribusi melalui penyediaan aset atau lahan, sementara pihak swasta menghadirkan investasi dan dukungan pembiayaan."Misalnya ada investor yang ingin membangun hotel bersama pemerintah kota. Pemerintah punya tanah, investor punya modal," tuturnya."Kalau melalui B2G prosesnya bisa lebih panjang, tetapi melalui B2B kita bisa membangun skema kerja sama atau berbagi peran secara bisnis," sambung Appi.Lebih jauh, mantan CEO PSM itu menegaskan, perubahan bentuk hukum tersebut tidak dimaksudkan untuk menciptakan monopoli dalam kegiatan usaha maupun investasi di Kota Makassar.Appi menilai, kehadiran Perseroda justru membuka peluang lebih luas bagi pihak ketiga untuk masuk dan berkolaborasi dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi daerah."Kita harus bisa membedakan mana proyek pemerintah dan mana peluang investasi. Ketika kita berbicara B2B, yang kita dorong adalah bagaimana investasi dan peluang bisnis bisa tumbuh," tegasnya.Dalam rancangan peraturan daerah tersebut, perubahan Perumda Terminal Makassar Metro menjadi PT Makassar Membangun Indonesia (Perseroda) juga diarahkan untuk memperluas kegiatan usaha, tidak hanya terbatas pada pelayanan terminal penumpang.Ruang lingkup bisnis perusahaan nantinya mencakup layanan transportasi dan logistik, komersialisasi aset dan bisnis properti, digitalisasi dan layanan teknologi, serta kegiatan usaha lain yang relevan dengan maksud dan tujuan perusahaan.Munafri menjelaskan, Perumda Terminal Makassar Metro yang dibentuk melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 selama ini telah menjalankan fungsi pengelolaan terminal dan pelayanan transportasi.Namun, perubahan pola mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pembangunan daerah menuntut adanya penguatan kelembagaan dan model bisnis yang lebih adaptif.Hasil kajian Pemkot Makassar juga menunjukkan adanya aset strategis perusahaan yang belum dimanfaatkan secara optimal.Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi tantangan pemeliharaan fasilitas, keberadaan terminal bayangan, dan terbatasnya pengembangan sumber pendapatan."Karena itu, transformasi menjadi Perseroda kita harapkan mampu memperluas sumber pendapatan perusahaan, meningkatkan produktivitas aset, menciptakan lapangan kerja, serta membuka ruang tumbuh bagi pelaku usaha dan UMKM," harpanya.Ditambahakan, Ranperda perubahan bentuk hukum tersebut terdiri atas sembilan BAB dan 30 pasal yang mengatur perubahan bentuk hukum dan nama perusahaan, kegiatan usaha, permodalan, kepemilikan saham, organ perseroan, kepegawaian, pembinaan, pengawasan, hingga ketentuan peralihan.Ketua IKA FH Unhas itu menyebutkan, PT Makassar Membangun Indonesia dapat berkembang menjadi BUMD yang sehat, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Meski berorientasi pada pengembangan bisnis dan keuntungan, ia menegaskan bahwa fungsi pelayanan publik tetap menjadi bagian penting yang harus dijalankan perusahaan."Dengan transformasi ini, aset daerah tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutup Appi.Dalam rapat Paripurna ini, hadir Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, jajaran kepala SKPD, pimpinan dan anggota DPRD, serta hadir Forkopimda TNI dan Polri. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Buka Sosialisasi B2SA, Melinda Aksa Ajak Keluarga Bangun Kebiasaan Pola Makan Sehat

MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, di Ruang Sipakatau Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga, tentang pentingnya pemenuhan gizi melalui pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa kesadaran terhadap pentingnya makanan sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dalam membangun kebiasaan makan yang baik, terutama bagi anak-anak yang pola konsumsinya banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua di rumah.“Anak-anak biasanya mengikuti apa yang dikonsumsi orang tuanya. Karena itu, kita sebagai orang tua, khususnya ibu, harus menjadi contoh dalam membiasakan pola makan sehat. Jangan hanya mengajarkan, tetapi juga harus dimulai dari apa yang kita sajikan setiap hari di rumah,” ujarnya.Melinda juga membagikan pengalamannya dalam menerapkan pola pemberian makanan sehat bagi anak-anaknya, mulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan hingga menyiapkan MPASI secara mandiri.Ia mengungkapkan bahwa pemilihan bahan pangan menjadi perhatian penting, termasuk mengutamakan bahan makanan segar dan meminimalkan paparan pestisida maupun bahan kimia.Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat semakin meningkat sejak pandemi COVID-19. Situasi tersebut menjadi momentum bagi banyak keluarga untuk lebih memperhatikan asupan makanan sebagai salah satu faktor yang mendukung daya tahan tubuh.Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya Makassar, memiliki kekayaan bahan pangan lokal yang sangat beragam dan bernutrisi. Ketersediaan ikan segar serta berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan kelor merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.“Bahan pangan lokal kita sebenarnya sangat kaya nutrisi. Ada banyak pilihan makanan sehat yang mudah ditemukan di sekitar kita. Jadi, tidak harus selalu bergantung pada makanan instan atau produk olahan,” jelasnya.Selain memperhatikan bahan makanan, Melinda turut mengajak para orang tua untuk membangun kesadaran anak dalam memilih produk pangan.Salah satunya dengan membiasakan anak membaca label komposisi pada kemasan, termasuk memperhatikan kandungan bahan tambahan dan pewarna makanan ketika berbelanja.Ia juga mendorong para ibu untuk mulai mengurangi persediaan makanan instan maupun junk food di rumah dan menggantinya dengan makanan rumahan yang sederhana, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi.Sementara itu, materi edukasi pangan B2SA dalam kegiatan tersebut dibawakan oleh narasumber, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar Dr. A. Erieka Novianti, dengan materi bertajuk Membangun Kebiasaan Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.Dalam pemaparannya, Dr. A. Erieka Novianti menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sejak lingkungan keluarga.“Penerapan prinsip B2SA bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan makan, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan yang tepat. Ini perlu dimulai dari keluarga agar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari,” jelasnya.Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya memilih dan mengolah bahan pangan secara tepat, sekaligus mampu menerapkan prinsip B2SA dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

HUT ke-419 Makassar, Dinas Pertanahan Buka Konsultasi Gratis dan Fasilitasi Mediasi bagi Warga

MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanahan menggelar Roadshow Klinik Konflik Pertanahan sebagai upaya mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap administrasi dan penyelesaian persoalan pertanahan.Kegiatan yang mengusung tema “Pahami Administrasi dan Sengketa Tanah, Bersama Kita Atasi” ini dilaksanakan di Kantor Camat Tamalate, Senin (2/11/2026), dan direncanakan berlangsung secara bertahap di 15 kecamatan se-Kota Makassar.Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sri Susilawati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memberikan akses informasi, konsultasi, dan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait persoalan administrasi maupun sengketa tanah.“Tujuan utamanya mendekatkan layanan pertanahan kepada masyarakat. Kami ingin warga lebih mudah mendapatkan informasi, berkonsultasi, dan mengetahui langkah awal ketika menghadapi persoalan tanah,” ujar Sri.Menurutnya, momentum HUT Kota Makassar ke-419 menjadi kesempatan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Kami ingin momentum HUT Kota Makassar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Sesuai tema ‘Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan’, kami hadir lebih dekat untuk membantu masyarakat memahami dan mencegah persoalan pertanahan sejak dini,” jelasnya.Sri mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 16 pengaduan konflik pertanahan melalui aplikasi Lontara+.Selain itu, Dinas Pertanahan telah memfasilitasi delapan kegiatan mediasi serta menerima sekitar 123 warga yang datang langsung untuk berkonsultasi terkait persoalan pertanahan.Adapun permasalahan yang kerap dihadapi masyarakat cukup beragam, mulai dari batas dan penguasaan tanah, alas hak, warisan, transaksi jual beli, hingga klaim kepemilikan antara pihak yang berbeda.“Setiap kasus memiliki karakter berbeda sehingga perlu dilihat dokumen dan kronologinya terlebih dahulu,” ungkapnya.Melalui Klinik Konflik Pertanahan, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi. Petugas kemudian melakukan identifikasi awal berdasarkan kronologi dan dokumen pendukung sebelum memberikan penjelasan maupun arahan penyelesaian.Sri menegaskan, seluruh layanan konsultasi dan fasilitasi yang diberikan Dinas Pertanahan tidak dipungut biaya.“Konsultasi dan fasilitasi yang diberikan Dinas Pertanahan tidak dipungut biaya. Jika persoalannya memungkinkan untuk difasilitasi melalui mediasi, kami dapat membantu mempertemukan para pihak sesuai prosedur dan kewenangan Dinas Pertanahan,” tegasnya.Untuk kegiatan perdana di Kecamatan Tamalate, Dinas Pertanahan menargetkan sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan masyarakat dari kelurahan di wilayah tersebut.Selain mendapatkan edukasi, peserta juga diberikan kesempatan berkonsultasi secara langsung setelah sesi dialog. Persoalan yang membutuhkan pemeriksaan dokumen, klarifikasi, mediasi, maupun koordinasi dengan instansi terkait akan dicatat untuk ditindaklanjuti.Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanahan turut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan serta membuka ruang koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar atau ATR/BPN, khususnya untuk persoalan yang berkaitan dengan pendaftaran, sertipikat, pengukuran, dan administrasi pertanahan sesuai kewenangan masing-masing.Sri berharap roadshow yang akan menjangkau seluruh kecamatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memetakan persoalan pertanahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi tanah.“Target kami masyarakat semakin memahami administrasi pertanahan dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi persoalan tanah. Kami juga ingin mendeteksi persoalan lebih awal agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya
Umum

Pemkot Makassar Siapkan MHM 2027 Lebih Meriah, Perkuat Promosi Wisata Olahraga

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus mematangkan penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) sebagai salah satu agenda olahraga unggulan sekaligus penggerak ekonomi di Kota Daeng.Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Launching Early Bird Makassar Half Marathon 2027 di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Minggu (1/11/2026).Munafri mengatakan, Makassar Half Marathon telah menjadi salah satu event olahraga yang dinantikan para pelari, tidak hanya dari Makassar, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia.Bahkan, MHM kini menjadi salah satu event lari terbesar di kawasan Indonesia Timur yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Makassar bersama penyelenggara Makassar Half Marathon."Makassar Half Marathon ini menjadi salah satu ikon yang dinanti-nantikan hampir seluruh pelari," ujarnya."Ini adalah event lari terbesar di Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar bersama Makassar Half Marathon," sambung Munafri.Menurutnya, penyelenggaraan tahun 2027 direncanakan berlangsung pada Mei mendatang dengan menghadirkan sejumlah kategori lomba, termasuk jarak 10 kilometer dan half marathon 21 kilometer.Ia mengungkapkan, MHM yang akan digelar bukan Mei mendatang bukan sekadar agenda olahraga, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar.Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah diyakini akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Munafri menyebutkan, lebih dari 50 persen peserta MHM berasal dari luar Kota Makassar. Karena itu, penyelenggaraan tahun depan ditargetkan mampu menghadirkan sekitar 12.000 pelari."Peminat dari berbagai daerah datang, tentu hotel-hotel pasti penuh, jajanan dan kuliner di Kota Makassar juga bergerak. UMKM bisa berdaya," tuturnya."Yang paling penting, para pelari di Makassar bisa membangun interaksi dengan pelari-pelari yang datang dari daerah lain," tambah Ketua IKA FH Unhas Itu.Dia mengakaan, dengan kesiapan matang dari penyelenggaraan. Pihak Pemkot Makassar pun menargetkan MHM terus berkembang dan memiliki daya saing lebih luas."Bahkan, pada tahun 2028 mendatang, event ini kita harapkan telah memenuhi standar penyelenggaraan bertaraf internasional," terang Appi.Selain sebagai agenda olahraga, MHM 2027 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.Peluncuran early bird kali ini turut dirangkaikan dengan kegiatan Sunday Market. Pemkot Makassar bersama pihak penyelenggara membuka pendaftaran secara langsung atau offline dengan memberikan diskon sebesar 41 persen kepada peserta Sunday Run yang beruntung.Sementara itu, pendaftaran secara online dibuka melalui website resmi Makassar Half Marathon (MHM) dengan penawaran diskon sebesar 15 persen pada periode early bird.Ke depan, Pemkot Makassar juga menyiapkan kolaborasi pendaftaran MHM 2027 melalui aplikasi Lontara+ untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pendaftaran secara digital.Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang semakin terintegrasi, sekaligus memperluas jangkauan promosi Makassar Half Marathon kepada masyarakat luas."Dengan persiapan yang matang, MHM 2027 magnet wisata olahraga (sport tourism) yang mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi event berskala nasional hingga internasional," tutup Munafri. (*)

Baca Selengkapnya
Umum

Puluhan Tenant UMKM Meriahkan Sunday Market, Pemkot Makassar Hadirkan Destinasi Wisata Belanja Baru

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan inovasi baru dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Makassar Sunday Market 2026.Tidak sekadar menjadi pasar akhir pekan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, promosi, sekaligus interaksi masyarakat yang mempertemukan pelaku UMKM dan berbagai subsektor ekonomi kreatif.Kehadiran Sunday Market menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.Kegiatan perdana tersebut berlangsung di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026), dan dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Melinda Akda.Pada kesempatan ini, Wali Kota Munafri mengatakan, Sunday Market merupakan salah satu langkah konkret pemerintah kota dalam memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Serta pengrajin lokal, pedagang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.Menurutnya, keberadaan pasar akhir pekan ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di Kota ini."Sunday Market program yang kami canangkan untuk pemberdayaan UMKM. Ini bukan hanya tempat untuk jual beli, tetapi juga ruang interaksi yang bisa kita bangun," ujarnya."Bagaimana Sunday Market menjadi tempat masyarakat berkumpul, berbelanja, menikmati kuliner, sekaligus menemukan berbagai produk unik dan kreatif," sambung Munafri.Sebagai bentuk perhatikan Wali Kota Makassar kepada UMKM, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, menghidupkan wajah baru kawasan wisata Anjungan Pantai Losari melalui kehadiran Makassar Sunday Market.Menghadirkan 31 tenant UMKM hasil kurasi, kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata belanja, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan dan karya kreatif lokal.Tampak terlihat tenang, namun di balik layar mereka bergerak cepat dan berkejar dengan target untuk menampilkan produk UMKM terbaik.Appi juga mencontohkan sejumlah Sunday Market di luar negeri, termasuk di Melbourne, Australia, yang berkembang menjadi destinasi komunitas dengan memadukan aktivitas perdagangan, produk lokal, seni, hingga kuliner.Dari konsep tersebut, Munafri melihat ada tiga daya tarik utama yang dapat dikembangkan di Makassar, yakni vintage hunt atau berburu barang unik dan antik, ruang seni dan galeri untuk menampilkan karya kreatif, serta kawasan kuliner yang memberi kesempatan bagi UMKM memperluas pasar.Orang nomor satu Kota Makassar itu berharap, Makassar Sunday Market tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial menyambut hari jadi kota, tetapi dapat berlangsung secara rutin setiap akhir pekan.Bahkan, ia mendorong agar konsep penyelenggaraannya terus dievaluasi, termasuk penataan lapak dalam satu area atau tenda besar sehingga interaksi antara pedagang dan pengunjung lebih nyaman."Kalau bisa, kegiatan ini berjalan setiap minggu. Konsepnya juga kita benahi, tidak perlu lagi tenda satu-satu, tetapi satu tenda besar dengan lapak-lapak di dalamnya supaya orang bisa berinteraksi lebih baik," imbuh Appi.Ia juga menginginkan agar Sunday Market benar-benar diisi pelaku usaha yang memiliki produk untuk dipasarkan, sehingga aktivitas perdagangan berjalan optimal.Meski mengusung nama Sunday Market, Munafri membuka peluang pelaksanaan kegiatan selama beberapa hari percobaan, yakni Sabtu dan Minggu.Lebih jauh, Munafri menegaskan, Makassar Sunday Market bukan sekadar ajang promosi dan pemasaran produk ekonomi kreatif, melainkan langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui semangat kolaborasi dan kolaboraksi."Konsep ini, selaras dengan upaya mempertemukan berbagai subsektor unggulan, khususnya fashion, kuliner, dan kriya, dalam satu ekosistem yang saling menguatkan," tuturnya.Dijelaslan, ketiga subsektor tersebut memiliki keterkaitan erat. Fashion merepresentasikan identitas dan gaya hidup, kriya menampilkan keterampilan tangan serta kekayaan budaya lokal, sementara kuliner menjadi bagian dari kekayaan cita rasa dan tradisi masyarakat.Lanjut Appi, ketika dipertemukan dalam satu ruang, masing-masing subsektor dapat saling mendukung dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.Pengunjung yang datang untuk melihat produk kriya, misalnya, berpotensi menikmati kuliner yang tersedia. Begitu pula produk fashion dan berbagai karya kreatif lainnya dapat menjadi daya tarik yang mendorong masyarakat untuk kembali berkunjung."Ketika berbagai jenis produk berkumpul dalam satu tempat, kita membentuk ekosistem yang sama-sama menguntungkan. Inilah dampak positif dari kerja sama antarpelaku usaha kreatif yang kita harapkan terus berkembang," jelasnya.Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif, memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan karya, serta memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.Tujuannya agar produk kreatif anak bangsa, khususnya dari Makassar, semakin dikenal, diminati, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan pelakunya.Selain aktivitas perdagangan, Makassar Sunday Market juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari perlombaan, aktivitas sosial, hingga edukasi yang melibatkan masyarakat."Ini adalah proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah kota bersama masyarakat. Kita ingin warga terlibat langsung, mengambil bagian, dan merasakan manfaat dari berbagai upaya yang kita lakukan," ungkapnya.Munafri optimistis, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Makassar dapat terus mengembangkan kekuatan ekonomi lokal sekaligus menciptakan ruang-ruang produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif."Kita berharap Makassar Sunday Market 2026 berjalan lancar, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Makassar," tukas Appi.Digagas melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, Sunday Market dirancang sebagai wadah pengembangan aktivitas ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menghadirkan beragam produk kuliner, fashion, kerajinan atau kriya, serta berbagai produk kreatif masyarakat Kota Makassar.Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan kehadiran Sunday Market merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di Kota Makassar.Menurutnya, Anjungan Pantai Losari dan anjungan mandiri merupakan ruang interaksi publik yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Makassar.Karena itu, selain memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban, kawasan tersebut juga perlu diisi dengan berbagai aktivitas produktif yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara dan mancanegara."Anjungan Pantai Losari merupakan ruang interaksi publik sekaligus daya tarik wisata yang ikonik. Tentu, selain kenyamanan, keamanan, dan ketertiban, perlu ada aktivitas di dalamnya yang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara," ujarnya.Ia menjelaskan, Makassar Sunday Market menjadi salah satu pilihan aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat maupun para pendatang untuk mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda.Menariknya, pada peluncuran perdana ini terdapat 31 tenant yang telah melalui proses kurasi oleh tim Dinas Pariwisata. Produk yang ditampilkan pun memiliki keunikan dan karakter masing-masing.Beberapa pelaku usaha yang selama ini hanya memasarkan produknya secara daring atau online, kini mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan konsumen melalui penjualan secara luring atau offline.Bahkan, terdapat produk yang biasanya hanya dapat dipesan melalui sistem pre-order (PO), tetapi sudah bisa diperoleh secara langsung di lokasi kegiatan."Ini menjadi salah satu keunikan Sunday Market. Ada produk yang biasanya harus melalui PO, tetapi di sini bisa langsung dibeli," katanya."Ada juga pelaku usaha yang selama ini hanya berjualan online, sekarang bisa hadir secara offline dan berinteraksi langsung dengan pembeli," lanjutnya.Hendra menambahkan, pengembangan Sunday Market tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan industri kreatif lokal, khususnya subsektor fashion, kuliner, dan kriya.Untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, kegiatan ini turut menghadirkan beragam konten pendukung, mulai dari zumba, live music, pertunjukan seni tari, pameran produk, lomba menggambar, hingga kelas public speaking.Ragam aktivitas tersebut diharapkan menjadikan Sunday Market sebagai ruang publik yang tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat rekreasi, hiburan, edukasi, dan interaksi antarmasyarakat.Lebih jauh, Hendra menegaskan, Makassar Sunday Market bukan sekadar kegiatan temporer dalam rangka memeriahkan hari jadi kota.Ditambahkan, program ini dirancang menjadi agenda rutin yang dapat memberikan ruang berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar."Sebetulnya kegiatan ini merupakan program rutin yang akan terus berjalan. Namun, kita luncurkan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Makassar 2026. Ini sekaligus menunjukkan kepada warga bahwa Makassar memiliki wajah baru lagi," tutup Hendra. (*)

Baca Selengkapnya
Lompat ke Menu Aksesibilitas (Tekan ENTER)