Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

BKPSDM Kota Makassar Segera Umumkan Lelang Jabatan Eselon II

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar segera mengumumkan lelang jabatan eselon II. Pemkot Makassar telah menerima surat dari Komite Aparatur Sipil Negara. Kepala BKPSDM Makassar Andi Siswanta Attas mengatakan, dirinya sudah mendapat perintah dari Wali Kota Makassar mengenai lelang eselon II. Namun dirinya baru akan mengumumkan dalam satu atau dua hari kedepan. “Satu dua hari ini (kita umumkan). 14 kita kirim dulu ke KASN, kalau ada satu jabatan lowong lagi menyusul kita kirim ke sana. Yang jelas pelaksanaan assessmentnya bersamaan,” kata Siswanta di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019). Meski begitu, pengumuman lelang SKPD ini memerlukan waktu 15 hari sebelum dilakukan assessment oleh panitia seleksi yang terdiri dari perwakilan KASN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Lingkup Pemkot Makassar sendiri. Mantan Kadis Perpustaan Kota Makassar ini menyebutkan, siapapun pejabat yang memenuhi syarat bisa mengikuti lelang eselon II. Termasuk pejabat dari luar Pemkot Makassar. Persyaratan mengikuti lelang eselon II disebutkan Siswanta, paling tidak mereka yang memiliki jabatan tingkat struktural eselon III atau mereka yang pernah memiliki jabatan tingkat eselon II maupun eselon III. “Mantan-mantan Kadis yang nonjob juga bisa asal pada saat mendaftar tidak berumur 58 tahun,” tukas Siswanta.

Pemkot Makassar dan LAPAS I Makassar Jalin Kerjasama Untuk Pemberdayaan Warga Binaan

MAKASSAR – Sebagai tindak lanjut pertemuan awal Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dengan Kepala Lapas Kelas 1 Makassar, Budi Sarwono beberapa waktu yang lalu. Hari ini, Kamis (10/01/2019) bertempat di Kantor Kalapas Kelas I Makassar, dilakukan pertemuan pembahasan Nota Kesepahaman antara Kalapas Makassar dengan Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama, kota Makassar Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama, kota Makassar Najiran Syamsudin mengatakan, poin penting dalam nota kesepahaman antara Pemkot makassar dan Lapas Makassar, yaitu pemberdayaan warga binaan Lapas Makassar. “Dengan adanya nota kesepahaman, antara Pemkot Makassar dan Lapas kelas satu Makassar, warga binaan tersebut akan lebih produktif dan dilatih untuk melakukan hal positif dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya. Najiran menjelaskan inti dari nota kesepahaman tersebut didalamnya menjelaskan mengenai penyelenggaraan kerjasama lapas produktif dengan Pemkot Makassar yang meliputi; pengembangan kemampuan warga binaan Lapas Makassar untuk menghasilkan produk karya yang bernilai ekonomis, dengan cara memberikan pembinaan, pelatihan serta pendampingan terkait nilai tambah dan daya saing produk hasil karya binaan lapas tersebut.   “Selain pembinaan untuk menciptakan produksi dan karya, didalam nota kesepahaman tersebut dijelaskan pula bagaimana memfasilitasi dalam hal pemasaran produk yang sudah dihasilkan, tentunya produk tersebut bernilaiekonomis agar hasil produk tersebut dapat dinikmati masyarakat,” terang Najiran.(dayat/cammang)

Awal Tahun Pemerintah Kota Makassar Duduk Bersama Pemprov Sulsel Dan Bank Indonesia Bahas Laju Inflasi

Makassar – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Bank Indonesia, Pemprov Sulsel dan Pemkot makassar serta beberapa BUMN lainnya mengadakan pertemuan dalam rangka membahas laju inflasi awal tahun 2019 khususnya di daerah Sulawesi Selatan. Pertemuan antara TPID dikemas dalam suatu acara Nongkrongki dipimpin langsung kepala Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan Dwiyapoetra di Warung Koffie Batavia Mall Pipo Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu 9 Januari 2019. Direktur Bank indonesia Sulsel Dwityapoetra mengatakan tingkat laju inflasi Sulawesi Selatan hingga saat ini mencapai 3,50 persen di atas rata rata laju inflasi nasional yang mencapai 3,13 persen “Walaupun laju inflasi 3,13 persen pada tingkat nasional sedangkan Sulsel masih pada kisaran 3,50 persen dibawah, namun daerah kita masih termasuk dalam zona aman pada laju inflasi,” ucapnya. Menurutnya laju Inflasi di daerah Sulsel pada tahun 2018 lalu, terutama disebabkan oleh kenaikan Volate food sebagai kontributor laju inflasi terbesar seperti Beras daging ayam, ikan cakalang, bawang merah, dan ikan bandeng Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar Hj.Naisyah Tun Asikin mengemukakan pemerintah kota makassar  dalam mengantisipasi ketersedian pangan di kota makassar telah berkoordinasi dengan pemerintah propinsi untuk bekerja bersama dengan daerah penyangga yang berdekatan dengan kota Makassar. Selain bekerja sama dengan daerah penyangga pemerintah kota merencanakan pula untuk mengoperasionalkan sepuluh unit mobil smart inflation control untuk membantu menekan inflasi harga pada beberapa komuditas tertentu “Layanan mobil ini nantinya menghubungkan antara daerah penyangga dengan kota makassar sesuai kesepakatan dan kebijakan pemerintah propinsi guna membantu menekan laju inflasi komoditas tertentu,”jelasnya. “Pengoptimalan peran satgas pangan dan perusda khususnya PD Pasar tentunya sangat membantu untuk mengontrol kenaikan harga harga komoditas pangan di pasar tertentu,” tambahnya. Naisyah juga mengapresiasi Bank Indonesia yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota Makassar sehingga berhasil meraih TPID Award tahun 2018. Begitu pula dengan kerjasama dalam program lorong inflasi. “Ada tujuh lorong inflasi yang sudah terbentuk di Makassar, ini berkat kerjasama antara Bank Indonesia dan Pemkot Makassar guna menekan laju inflasi dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat,”pungkasnya.(dayat/cammang)

Kadis Kebudayaan Kota Makassar Membuka Pameran Karya Studi Mahasiswa Unismuh Beyond Exhibition

Pameran karya studi bertajuk Beyond Exhibition digelar oleh mahasiswa seni rupa semester akhir universitas Muhammadiyah yang dibuka oleh kepala dinas kebudayaan kota Makassar Sittiara Kinang di Mall Phinisi Point , Rabu 9/1/2019. Beyond Exhibition merupakan pameran karya studi khusus yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa jurusan pendidikan seni rupa Unismuh Makassar dengan jumlah kredit 4 SKS, sebelum menyelesaikan studi jenjang S1. Menurut Dr .Muh. Faisal MRA pameran yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi kepada setiap kalangan untuk mengapresiasi berbagai jenis karya seni rupa. Sehingga pemahaman dan wacana seni rupa terbuka secara luas dan biasa dipahami oleh banyak orang. “Kegiatan pameran ini dilaksanakan dengan memamerkan karya-karya seni mahasiswa yang sudah mendapat kelayakan untuk dipamerkan dari masing-masing dosen pembimbing berupa seni ilustrasi, dan seni kuriya,” ucapnya. Kadis kebudayaan Sittiara Kinnang yang diundang untuk membuka acara, sangat apresiasi dengan digelarnya Beyond Exhibition Menurutnya selain persyaratan untuk menyelesaikan kuliah, karya karya seni yang ditampilkan oleh mahasiswa perlu mendapat dorongan sehingga bisa dikembangkan. “Mahasiswa harus memperlihatkan karya seninya agar dapat diaplikasikan dimasyarakat sehingga dapat berguna bagi dirinya dan orang lain,” tuturnya. Menurut Sittiara dalam mendukung karya seni tersebut pemerintah kota makassar, khususnya dinas kebudayaan akan membuka tangan dan berkolaborasi dengan pihak perguruan tinggi khususnya di bidang budaya dan seni. “Kedepannya kita akan bekerja sama melakukan kolaborasi dengan mahasiswa khususnya dalam pengembangan karya seni dan budaya dengan melakukan berbagai pameran seni kebudayaan seperti kegiatan Beyond exhibition ini, guna terus melestarikan budaya daerah kita,,” terangnya. Pameran Beyond Exhibition akan berlangsung selama tiga hari di Mall pipo dimulai dari tanggal 9 – 11 Januari 2019, memamerkan hasil karya seni ilustrasi dan kriya lima mahasiswa semester akhir ilmu kependidikan Unismuh.(*/cammang)

Beri Pelayanan Cepat Disdukcapil Kota Makassar Terapkan Sistem Satu Untuk Semua

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Makassar menggelar briefing bersama staf dan seluruh pejabat struktural lingkup Disdukcapil dalam rangka penerapan sistem “Satu Untuk Semua” yang akan diterapkan pada hari Senin, 7 Jan’ 2019. Hal tersebut diutarakan oleh kepala dinas Disdukcapil kota Makassar Aryani Puspa di kantornya Disdukcapil kota Makassar Jalan Teduh Bersinar. Sabtu 5 Januari 2018. Aryani menjelaskan sistem Satu Untuk Semua merupakan sistem pelayanan baru, dimana masyarakat yang ingin mengurus dokumen kependudukan disediakan sepuluh loket, yang terintegrasi secara on line, satu diantaranya diperuntukkan khusus bagi Difabel, orang tua, ibu hamil, serta ibu ibu yang membawa bayinya. “Selama ini masyarakat yang ingin mengurus surat surat kependudukan dilayani oleh loket yang berbeda beda, namun dengan sistem layanan satu untuk semua, satu loket saja bisa melayani beberapa dokumen kependudukan. dan untuk memudahkan pelayanan bagi penyandang difabel, ibu hamil, serta ibu yang membawa bayinya kita sediakan loket khusus bagi mereka,” ucapnya. Menurutnya sistem pelayanan ini memberikan layanan dalam satu loketnya dengan 3 IN 1 berupa akte kelahiran, kartu keluarga baru dan Kartu Identitas Anak secara otomatis akan langsung dicetak. Demikian pula dengan pelayanan 2 in 1 loket ini akan memberikan layanan pengurusan surat kematian, yang secara bersamaan mencetak surat kematian dengan kartu keluarga. “Sistem ini dibuat dalam memudahkan masyarakat tidak antri beberapa kali untuk urusan dokumen yang berbeda. Cukup antri satu kali, semua kebutuhan dokumen dapat selesaidisatu loket saja,” terang Aryani.(*/cammang)

Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Pantau Ketersediaan 23 Komoditas Pangan

Menjelang pergantian tahun bidang kerawanan distribusi dan cadangan pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar mengadakan pemantauan harga dan ketersediaan pangan di Pasar Terong Makassar, Senin 30 Desember 2018. Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala bidang kerawanan distribusi dan cadangan pangan Moch. Azhari, S.Sos.M.Si. mewakili Kadis ketahanan pangan Kota Makassar. Di Pasar Terong ada beberapa jenis komoditas yang dipantau salah satunya adalah bawang putih, menurut salah seorang pedagang sekaligus sebagai distributor penyalur bawang putih di kota makassar. “Stok bawang putih cukup aman dan harganya pun lebih murah dari biasanya sekitar 12.000 rupiah perkilogram untuk harga distributornya dan di pasar pasar tradisional dijual beragam sekitar 15.000 hingga 17.000 rupiah Perkilogram,” katanya. Selain komoditas bawang putih juga dilakukan pemantauan terhadap stok daging sapi dan daging ayam, dari pemantauan dinas ketahanan pangan stok daging cukup tersedia dengan harga untuk ayam potong sekitar 55.000 rupiah perekor (1.6 kg) dan daging sapi lokal sekitar 100.000 rupiah per kilogram. Demikian pula harga cabe merah dipatok dengaan harga sekitar 16.000 rupiah perkilogram, bawang merah sekitar 30.000. perkilogram. Menurut kepala bidang kerawanan, distribusi dan cadangan pangan Moch. Azhari, S.Sos.,M.Si. peninjauan di pasar rutin dilakukan menjelang hari besar maupun hari raya untuk memastikan tersedianya stok harga pangan khususnya (23 komoditas) di pasar pasar tradisional dan modern yang ada di Kota Makassar. “Pemantauan yang dilakukan dalam rangka memantau ketersediaan stok 23 bahan komoditas yang ada di pasar pasar, apalagi menyambut hari natal kemarin dan tahun baru, kita ingin supaya kebutuhan komoditas pangan bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang seimbang,” jelasnya.(*/cammang)

Jelang Pergantian Tahun, Dinsos Makassar Gelar Operasi Gabungan Razia Penyakit Masyarakat

MAKASSAR – Jelang pergantian tahun,Tim gabungan Dinas Sosial, polisi, dan Satpol PP Makassar merazia penyakit masyarakat di sejumlah wisma. Hasilnya, petugas mengamankan pasangan mesum, pekerja seks, dan waria. Razia tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kadis Sosial, Iskandar Lewa. Pada Razia tersebut Iskandar Lewa didampingi oleh Kabid Rehabilitasi Dinsos Haedar Hamzah dan Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Iskandar Lewa mengatakan, razia ini terkait dengan banyaknya aduan masyarakat terkait pasangan mesum, PSK dan waria yang kerap beroperasi disejumlah titik di Kota Makassar. “Ini razia kita gelar dimana banyaknya aduan masyarakat terbukti banyak pasangan mesum, wts dan waria juga,” kata Iskandar Lewa, senin dini hari (31/12/18). Dari keterangan Plt. Kadis Sosial Mereka yang diamankan bukan pasangan suami isteri sebanyak 4 orang sedang berdua didalam kamar wisma. Sementara PSK 2 orang yang dirazia sedang mangkal dipinggir jalan menunggu pelanggan disekitaran jalan Topaz, 3 orang WTS yang dirazia dalam wisma, dan waria 7 orang juga sedang mangkal dan menunggu pelanggan dibeberapa ruas jalan “Usai mereka terjaring dalam Razia, mereka kita bawa ke kantor untuk diasesmen, selanjutnya kita serahkan ke Mattiro Deceng. Kemudian bagi pasangan terkena razia yang bukan pasangan suami istri yang ditemukan dalam kamar wisma, kita tetap asesmen dan kita panggil keluarganya untuk diserahkan kembali kepada keluarganya, “terang Plt Dinsos. Yang pastinya penertiban seperti ini terus akan kita lakukan dan kedepannya kita akan lebih aktif lagi, bukan hanya mendengar laporan masyarakat, tetapi akan menyisir titik – titik yang terindikasi ada giat – giat atau aktifitas para pelaku – pelaku sekx bebas, Waria dan WTS yang merupakan penyakit masyarakat yang berpotensi merusak kenyamanan dan keamanan warga khususnya Kota Makassar, tutup Iskandar Lewa. (*).

Naisyah Azikin Mengambil Sumpah Janji 63 PNS Sebagai Penjabat Fungsional Lingkup Pemkot Makassar

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Dr. Hj. Naisyah Tun Asikin mewakili wali kota Makassar, melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional, lingkup pemerintah kota Makassar, di ruang Sipakatau, kantor Balaikota Makassar, Senin (30/12/2018). Pengambilan sumpah dan janji jabatan 63 orang PNS berdasarkan keputusan walikota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto No: 821.29.252 sampai dengan 214 – 2018. Ke 63 orang PNS yang diambil sumpah dan janji jabatan akan bertugas pada dinas pendidikan kota Makassar, sebagai guru Sekolah Dasar maupun staf fungsional lainnya, yang bertugas pada lingkup SKPD Pemerintah kota Makassar. Dalam sambutannya Naisyah mengatakan sebagai PNS yang telah diambil sumpah dan janjinya, tentunya dituntut untuk memberikan pelayanan publik kemasyarakat dengan sebaik baiknya. “Sesuai dengan tugas dan fungsinya masing masing sebagai abdi negara dan juga sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat, tentunya wajib memberikan pelayanan terbaik, berdasarkan sumpah dan janji sebagai PNS,” ucap Naisyah. Naisyah juga apresiasi dengan apa yang dilaksanakan BKPSDMD kota Makassar yang menggelar pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji bagi PNS yang diambil sumpahnya sebagai penjabat fungsional. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bkpsdm atas pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji PNS sebagai fungsional, saya harap pada hari ini PNS yang diambil sumpahnya semuanya sudah terakomodir dilantik menjadi penjabat fungsional,”jelasnya. Adapun PNS yang diambil sumpah dan janji jabatan sebagai fungsional terdiri dari 45 orang guru sekolah dasar, inspektorat 7 orang, dinas tenaga kerja 3 orang, Bkpsdmd 1 orang , Kecamatan Rappocini 1 orang, Arsip 1 orang , guru SMP 1 orang, Dinas Perpustakaan 1 orang, Bappeda 1 orang, Dinas Kebudayaan 1 orang dan Rumah Sakit Umum Daerah 1 orang.(dayat/cammang)

Jawab Langsung Permasalahan Warga Kelurahan Bira, Walikota Danny Tegaskan Hal Ini

MAKASSAR – Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyambangi warganya yang belakangan ini dihantui musibah banjir lantaran hujan lebat beberapa hari ini di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Minggu (30/12/2018). Berdasarkan pengamatannya, Walikota Danny yang turun langsung melihat beberapa drainas yang ada di Kelurahan Bira masih kurang terjaga dengan baik, sehingga ia langsung mengintruksikan kepada Camat Tamalanrea agar berkordinasi dengan Dinas PU mengatasi hal ini. “Musim hujan seperti ini saya senantiasa selalu siaga, dan saya tadi memantau ternyata masih ada saluran air, serta sungai yang berbatas langsung dengan lautan di Kelurahan Bira ini kurang terawat dengan baik,” ungkap Danny Pomanto. “Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, selain sampah, sedimen juga menutupi drainase, jadi saya harap ini segera diatasi dengan koordinasi yang baik antara pak lurah dan pak camat bersama seluruh jajarannya,” sambungnya. Walikota Danny yang sempat juga mendengar langsung keluhan warga Kelurahan Bira, terkait masih adanya lorong yang belum tersentuh program penataan lorong. Walikota Danny, langsung menjawab hal tersebut dan berjanji akan segera memenuhi tuntutan warga itu. “Saya tidak akan menunda hal ini, apalagi langsung disampaikan oleh warga dan langsung saya lihat sendiri, kembali saya tegaskan sebelum april semua lorong di Kelurahan Bira sudah di Paving,” pungkasnya. “Tentu sebelum masa akhir jabatan saya, semua yang belum sempat saya kerjakan dan benahi, semaksimal mungkin di sisa waktu ini akan saya atasi dengan upaya yang maksimal, sebab percuma pertumbuhan PAD Makassar tinggi kalau belum menyelesaikan permasalahan warganya di lorong, malu saya sebagai anak lorong,” tutupnya.

Resmi Buka Diskusi Akhir Tahun PFI Makassar, Danny : Makassar Hari Ini Karena Foto

MAKASSAR, — Foto adalah kehidupan. Orang-orang kecil bisa dibesarkan lewat foto, begitupun sebaliknya. Kota Makassar seperti hari ini pun semua berkat foto-foto para fotografer legenda yang dimiliki Kota Makassar. Pernyataan itu disebutkan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Danny Pomanto saat membuka kegiatan organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar, Sulawesi Selatan, yang menggelar diskusi akhir tahun 2018, Sabtu (29/12/18) di Gedung Miring Telkomsel. Dengan mengangkat tema ‘Peran Fotografi di Era Digital’ menurut Danny itu sangat pas. Karena dari foto masyarakat bisa mengetahui perkembangan kondisi atau pun situasi secara cepat. Bahkan ia menyebutkan F8 masuk dalam kategori 10 festival terbaik di Indonesia karena foto. “Makassar hari ini karena foto. F8 masuk top 10 festival di Indonesia bertaraf Internasional itu semua karena foto. Bersanding dengan festival-festival yang sudah berumur 20 tahunan. Jadi foto ini penting untuk membangun image yang positif bagi kota,” ucap Danny. Tak hanya itu, Danny juga menyebutkan perkembangan ekonomi yang baik itu semua karena foto para pewarta Kota Makassar. “Kita lihat akhir-akhir ini ekonomi membaik. Kurangnya foto demo, semua foto-foto yang dirilis itu foto inovasi. Karenanya, dari foto itu membangun trust atau kepercayaan orang untuk berinvestasi di Kota Makassar. Semua karena foto,” ungkap Danny. Dengan itu, ia sangat mensupport adanya kegiatan tersebut. Ia berharap kedepannya, akan banyak bermunculan para fotografi yang memiliki analisa dan ketelitian sudut pandang dalam mengabadikan gambar. Untuk pemateri dalam kegiatan ini, ada empat narasumber masing-masing Ketua PFI Makassar, Ocha Alim sekaligus Redaktur Foto Harian Tribun Timur, Redaktur Foto Harian Fajar Tawakkal Basri, Ketua Perhumas Makassar Sulsel Devo Khaddafi, juga Fotografer dan Lifestyle Blogger Zilqiah Angraini diskusi akan dipandu moderator Jurnalis dari Kantor Berita Antara, Darwin Fatir. Pihak panitia sendiri tidak menyangka peserta yang telah mendaftar melalui media sosial telah mencapai lebih dari seratus orang, bahkan bila dibuka hingga hari pelaksanaan maka pendaftar bisa mencapai 1.000 peserta. Selain diskusi, panitia kegiatan telah menyiapkan aneka hadiah doorprice salah satunya satu unit televisi, serta memberi kesempatan kepada seluruh peserta untuk berkompetisi mengikuti lomba foto on the spot di lokasi kegiatan dengan hadiah menarik lainnya dari sponsor. (*/cammang).

Skip to content